Katolik yang tidak mengakui bunda Maria sebagai perantara

Shalom,

Agar lebih mudah dibaca teman2, saya perjelas koreksi Bro Jenova, sbb:

“Setau orang2 yg memahami ajaran gereja katolik dan tahu bhw ajaran itu tak ada dlm Alkitab, itu adlh orang bertobat atau kembali ke Alkitab (dlm hal itu)”.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam, JBU, Jericho, J.

Tuhan Yesus datang ke dunia, mengenakan tubuh fana manusia, merasakan lapar, merasakan sakit, kulit tergores luka, hati menanggung sedih, dan akhirnya mati.

Yesus menanggung kesakitan kita, menanggung penyakit kita, menanggung kematian kita pada tubuhNya. Dia masuk ke dalam kemanusiaan, mengenakan kemanusiaan seutuhnya ke dalam diriNya, agar semua hukuman kepada kemanusiaan itu ditanggungnya untuk melunasi sebuah hutang dosa kemanusiaan di hadapan Allah.

Para Rasul semuanya menyerahkan tubuh mereka dalam penderitaan dan mereka merasa itu masih kurang, karena Yesus Tuhan mereka lebih lagi dalam penderitaan bahkan sampai mati. Sehingga kesakitan itu menjadikan mereka kuat. Meski akhirnya tubuh mereka hancur karena mereka adalah manusia, tetapi iman dan ketaatan mereka selama hidup telah membawa kepada mereka suatu hidup yang lain, dalam tubuh yang baru dan mulia.

Jika Allah sendiri mengenakan tubuh fana manusia dan telah pula bangkit dalam tubuh kemuliaan, maka kehancuran tubuh fana ini segera setelah waktu kematian tidak menjadi sebuah akhir dari hidup manusia dan sebuah awal pada hukuman kekal, tetapi kehancuran tubuh tetap terjadi sebagai pelaksanaan kutuk Tuhan atas dosa, tetapi menjadi sebuah awal dari kekekalan dalam kasih Tuhan dalam tubuh sorgawi yang mulia.

Kematian Yesus merupakan fakta yang sama dengan kematian semua manusia, sehingga TIDAK ADA MANUSIA YANG TIDAK MATI.
Tetapi kehancuran tubuh hanya berlaku bagi manusia karena dosa tetap dosa, dan tidak ada manusia yang tidak berdosa. Kehancuran tubuh tidak berlaku bagi Yesus, karena IA SEMPURNA TAK BERCACAT CELA.

Jika TUHAN memandang rela untuk mengenakan tubuh manusia yang mengalami sakit dan kematian, maka mengapa tidak Allah bertumbuh sebagai bayi dalam rahim seorang wanita biasa ???

Ini sangat wajar, sangat normal, sangat manusiawi, sangat sesuai dengan misi Allah menjadi manusia, dan didukung Alkitab.

Bahkan setelah Roh Kudus dituangkan dikaruniakan, maka hati manusia-manusia yang percaya menjadi Bait Roh Kudus didalamnya Allah berkenan diam, meskipun itu sebuah bait Allah, yaitu tubuh orang2 Kristen yang beriman adalah tubuh yang mengandung cacat karena noda dosa. Tetapi dengan berdiamnya Roh Allah yang mulia, maka manusia itu seutuhnya diperhitungkan sebagai suci.

Kesucian yang dikaruniakan demikian juga keselamatan adalah sebuah anugerah, sebuah fatwa Hukum, bukan sebuah fatwa fisika atau biologi.

Jadi apakah maksud dari kata “Perantara” mengacu pada hal-hal fisik, biologis, atau sekalipun tubuh mulia sorgawi??? Perantara mestinya dipandang dalam hal Relasi.

Demikian sekedar pemikiran, jika ada yang kurang mohon ditambahkan, jika bengkok mohon diluruskan.

Salam - Petra9

Shalom,

Berapa banyak yang seperti Yohanes Paulus 2, Benediktus 16? Jadi yang seperti Pius XII dan lain-lainnya tidak ya? Seperti Theodosius I, II?. Seperti Sylvester? Seperti Petrus de Ancharano, Henry Tubewille, John, O’ Brien, Pieter Giermann bukan kaolik yang benar ya? Lalu para netter teman2 kita yg katolik di forum ini, bukan katolik yg benar ya?

Alkitab berkata, yang benar adalah yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, tentu iman yang hidup.

Demikian, semoga bermanfaat.

Alkitab berkata:

1Tim 3:15 GerejaNYA adalah tiang penopang dan dasar kebenaran
Kis 15:27 Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu.
2Tes 2:15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baiksecara lisan, maupun secara tertulis.
Yoh 21
15 Sesudah sarapan YESUS berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata YESUS kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
16 Kata YESUS pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata YESUS kepadanya:“Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
17 Kata YESUS kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena YESUS berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata YESUS kepadanya:“Gembalakanlah domba-domba-Ku.
Mat 16
18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya
19 Kepadamu akan Kuberikan kunci kerajaan sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga
Mat. 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
:slight_smile:

Shalom,

Teman-teman netter yang katolik yang di forum ini yang seperti Yohanes Paulus 2 atau Benediktus 16 tidak? Kalau tidak (merujuk Petra9) netter yang katolik di forum ini bukan katolik yang benar dong?

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam, JBU, Jericho, J.

meskipun Allah lahir sebagai manusia… yang merasakan lapar, sakit, dan hal2 manusiawi lainnya, namun Allah dilahirkan sebagai manusia yg kudus sempurna sebagaimana hakikat Allah yg maha kudus sempurna. sehingga walau dilahirkan dengan kodrati manusia, namun tetap saja kodrat illahinya sebagai yg tak bisa berdosa dan kudus sempurna tetaplah melekat. tidaklah mungkin ketidak kudusan bercampur dalam diriNya yg manusia. tidaklah mungkin kecemaran dosa menjadi atributNya, tidaklah mungkin kecemaran itu menyertaiNya, walaupun dalam kelahiranNya. kekudusanNya yang agung menghapuskan segala kecemaran yg dikehendakiNya, apalagi yg dipakainya dan dilaluinya dalam karya besar kodratiNya.

sehingga tidaklah mungkin tabernakelNya, rahim untuk sang maha kudus tidak menjadi kudus sempurna.
sebab kekudusan tidak dapat bersanding dengan krtidak-kudusan Tuhan yg sempurna. ketidak kudusan akan terhapuskan oleh karena kekudusan yg sempurna dan berkuasa dari Allah.

Allah yg lahir dengan kodrati manusia, namun tidak lahir dengan kodrati kedosaan manusia.

SP maria tak bernoda sebagai konsekwensi keterpilihannya sebagai tabernakel Tuhan. dipilih sebelum dia dilahirkan. SP Maria tetap perawan sebagai kepercayaan yg tinggi akan kuasa kekudusan Allah, yg telah menguduskan rahim maria sebagai “tabernakelNya”. suatu tempat yg telah dikuduskan, di tinggali, dan akan tetap kudus selamanya, oleh karena kemaha kudusan yg sempurnalah yg pernah memakai dan menyatu dengannya secara kodrati.

Dalam Munificentissimus Deus, Paus Pius XII menyebutkan banyak Bapa Gereja dalam usaha menelusuri tradisi yang telah lama ada sehubungan dengan SP Maria Diangkat ke Surga - beberapa di antaranya St Yohanes Damaskus, St Andreas dari Crete, St Modestus dari Yerusalem dan St Gregorius dari Tours. Uskup Theoteknos dari Livias (± 550-650) menyampaikan salah satu dari khotbah awali yang paling mendalam mengenai SP Maria Diangkat ke Surga, “Sebab Kristus mengambil kemanusiaan-Nya yang tak bernoda dari kemanusiaan Maria yang tak bernoda; dan apabila Ia telah mempersiapkan suatu tempat di surga bagi para rasul-Nya, betapa terlebih lagi Ia mempersiapkannya bagi BundaNya; jika Henokh telah diangkat dan Elia telah naik ke surga, betapa terlebih lagi Maria, yang bagaikan bulan bercahaya cemerlang di antara bintang-bintang dan mengungguli segala nabi dan rasul? [u]Sebab bahkan meski badannya yang mengandung Tuhan merasakan kematian, badan itu tidak mengalami kerusakan, melainkan dipelihara dari kerusakan dan cemar dan diangkat ke surga dengan jiwanya yang murni dan tak bercela.”[/u]

St Yohanes Damaskus (wafat 749) juga menuliskan suatu kisah yang menarik sehubungan dengan SP Maria Diangkat ke Surga, “St Juvenal, Uskup Yerusalem, dalam Konsili Kalsedon (451), memberitahukan kepada Kaisar Marcian dan Pulcheria, yang ingin memiliki tubuh Bunda Allah, bahwa Maria wafat di hadapan segenap para rasul, tetapi bahwa makamnya, ketika dibuka atas permintaan St Thomas, didapati kosong; dari situlah para rasul berkesimpulan bahwa tubuhnya telah diangkat ke surga.” Secara keseluruhan, para Bapa Gereja membela dogma SP Maria Diangkat ke Surga dengan dua alasan: Sebab Maria bebas dari noda dosa dan tetap perawan selamanya, ia tidak mengalami kerusakan badan, yang adalah akibat dari dosa asal, setelah wafatnya. Juga, jika Maria mengandung Kristus dan memainkan peran yang akrab mesra sebagai BundaNya dalam penebusan manusia, maka pastilah juga ia ikut ambil bagian badan dan jiwa dalam kebangkitan dan kemuliaan-Nya.

:idiot2:
ini jawab pertanyaan bro roderick…!! bisa nga jawab…? atau boleh bawa guru sekolah minggu kamu buat jawab pertanyaan netter2 disini…!!

hayoo dijawab…!! :knuppel2: jangan ngebloging aja…! :idiot2: :mad0218:

:idiot2:

kamu tau apa sih…?

postingan saya aja nga kamu bales2…! :idiot2: :knuppel2:

sekarang jual nama ‘petra9’? :mad0261:

@ cb_k

ini saya sudah bahas di ‘reply #7’…!

silakan…!

Tambahan:

St. Ephrem (306 – 373)

“Really and truly Thou and Thy Mother are alone entirely beautiful. Neither in Thee nor in Thy Mother is there any stain.”

“Benar-benar hanya Engkau dan Mu Ibu sendirian yang seluruhnya indah. Baik di dalam Engkau maupun dalam IbuMu apakah ada noda.”

St Ambrose (339-397),

“Yes, truly blessed for having surpassed the priest (Zechariah). While the priest denied, the Virgin rectified the error. No wonder that the Lord, wishing to rescue the world, began his work with Mary. Thus she, through whom salvation was being prepared for all people, would be the first to receive the promised fruit of salvation.”

"Ya, benar-benar diberkati karena telah melampaui imam (Zakharia). Walaupun imam ditolak, tetapi Perawan dibuat tanpa kesalahan. Tidak heran bahwa Tuhan, ingin menyelamatkan dunia, dimulai dengan Maria. Dengan demikian dia, melalui siapa keselamatan disiapkan untuk semua orang yang, akan menjadi yang pertama untuk menerima buah keselamatan yang dijanjikan. "

“The virgin birth is worthy of God. Which human birth would have been more worthy of God, than the one, in which the Immaculate Son of God maintained the purity of his immaculate origin while becoming human?”

“Kelahiran perawan layak bagi Tuhan. Yang lahir manusiawi akan menjadi lebih layak dari Allah, sehingga yang terpilih, di mana Anak Allah Tak Bernoda menjaga kemurnian asal saat menjadi manusia?.”

St. Justin Martyr (103–165)
“in order that the disobedience which proceeded from the serpent might receive its destruction in the same manner in which it derived its origin”. (Dialogue with Trypho, 100)

St. Irenaeus (2nd century AD – c. 202)
“Even though Eve had Adam for a husband, she was still a virgin… By disobeying, Eve became the cause of death for herself and for the whole human race. In the same way Mary, though she had a husband, was still a virgin, and by obeying, she became the cause of salvation for herself and for the whole human race.”. (Against Heresies, Book III, cap. 22, 4)

St. Jerome (c. 347 – 30 September 420)
“Death came through Eve, but life has come through Mary”, (Letter XXII, To Eustochium, 21).

St. Augustine of Hippo (November 13, 354 – August 28, 430)
“Holy Mary, come to the help of the destitute. Assist the faint-hearted. Console the afflicted. Pray for the people. Plead for the clergy. Intercede for consecrated women. May they experience your help and protection: all those who keep your holy commemoration.”
St Athanasius of Alexandria (296–373)

“O noble Virgin, truly you are greater than any other greatness. For who is your equal in greatness, O dwelling place of God the Word? To whom among all creatures shall I compare you, O Virgin? You are greater than them all O [Ark of the] Covenant, clothed with purity instead of gold! You are the ark in which is found the golden vessel containing the true manna, that is, the flesh in which divinity resides” (Homily of the Papyrus of Turin).

St Gregory the Wonder Worker (213–270)

“Let us chant the melody that has been taught us by the inspired harp of David, and say, ‘Arise, O Lord, into thy rest; thou, and the ark of thy sanctuary.’ For the Holy Virgin is in truth an ark, wrought with gold both within and without, that has received the whole treasury of the sanctuary” (Homily on the Annunciation to the Holy Virgin Mary).

“It not infrequently happens that something about the earth, about the sky, about other elements of this world, about the motion and rotation or even the magnitude and distances of the stars, about definite eclipses of the sun and moon, about the passage of years and seasons, about the nature of animals, of fruits, of stones, and of other such things, may be known with the greatest certainty by reasoning or by experience, even by one who is not a Christian. It is too disgraceful and ruinous, though, and greatly to be avoided, that he [the non-Christian] should hear a Christian speaking so idiotically on these matters, and as if in accord with Christian writings, that he might say that he could scarcely keep from laughing when he saw how totally in error they are. In view of this and in keeping it in mind constantly while dealing with the book of Genesis, I have, insofar as I was able, explained in detail and set forth for consideration the meanings of obscure passages, taking care not to affirm rashly some one meaning to the prejudice of another and perhaps better explanation.”

“With the scriptures it is a matter of treating about the faith. For that reason, as I have noted repeatedly, if anyone, not understanding the mode of divine eloquence, should find something about these matters [about the physical universe] in our books, or hear of the same from those books, of such a kind that it seems to be at variance with the perceptions of his own rational faculties, let him believe that these other things are in no way necessary to the admonitions or accounts or predictions of the scriptures. In short, it must be said that our authors knew the truth about the nature of the skies, but it was not the intention of the Spirit of God, who spoke through them, to teach men anything that would not be of use to them for their salvation.”

“For it was not fit that His creature should blush at the work of his Creator; but by a just punishment the disobedience of the members was the retribution to the disobedience of the first man, for which disobedience they blushed when they covered with fig-leaves those shameful parts which previously were not shameful.
(…) As, therefore, they were so suddenly ashamed of their nakedness, which they were daily in the habit of looking upon and were not confused, that they could now no longer bear those members naked, but immediately took care to cover them; did not they—he in the open, she in the hidden impulse—perceive those members to be disobedient to the choice of their will, which certainly they ought to have ruled like the rest by their voluntary command? And this they deservedly suffered, because they themselves also were not obedient to their Lord. Therefore they blushed that they in such wise had not manifested service to their Creator, that they should deserve to lose dominion over those members by which children were to be procreated.”

“There seethed all around me a cauldron of lawless loves. I loved not yet, yet I loved to love, and out of a deep-seated want, I hated myself for wanting not. I sought what I might love, in love with loving, and I hated safety… To love then, and to be beloved, was sweet to me; but more, when I obtained to enjoy the person I loved. I defiled, therefore, the spring of friendship with the filth of concupiscence, and I beclouded its brightness with the hell of lustfulness.”

“By love I mean the impulse of one’s mind to enjoy God on his own account and to enjoy oneself and one’s neighbour on account of God, and by lust I mean the impulse of one’s mind to enjoy oneself and one’s neighbour and any corporeal thing not on account of God.”

Gereja Katolik: Maria sebagai Tabut Perjanjian Baru Yang Tak Bercela

Shalom,

Catatan: fontsize dan warna lime green diubah.

Bro, saya memahami yang dikatakan oleh Aquinas dan Jerome yang Bro kutip, tetapi pernyataan itu tidak terdapat di dalam Alkitab dan pula tidak sesuai dengan Alkitab. Demikian pun, yang saya beri warna lime green di bagian paling akhir postingan Bro, hal seperti itu tidak ada dikatakan di dalam Alkitab.

Juga saya bisa memahami yang Bro beri warna merah, tetapi hal itu tidak berarti boleh ada pengantara lain dan pengantara lain apapun selain “hanya YESUS pengantara”. Mengenai hal itu telah saya tanggapi di thread sebelah. Agar bisa dibaca di thread ini, berikut saya lampirkan:

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam, JBU, Jericho, J.

Shalom,

Alkitab dengan tandas berkata: “hanya YESUS pengantara”. Tetapi, masih saja ada yang bermanufer dengan ayat-ayat yang ditafsirkan seolah-olah mengatakan ada pengantara lain selain YESUS, sehingga ayat yang dengan tandas tadi yang mengatakan “hanya YESUS pengantara”, seolah-olah salah.

Kemudian, manufer yang mengada-ada ini dipertahankan habis-habisan dengan berbagai bentuk intimidasi:

  1. kesombongan mengatakan lebih tahu dari yang lain dan dalam berbagai bentuk lain:

    a. mengatakan “kamu sekolah dimana, bawa gurumu ke sini, belajar dulu adek”, dlsb…

    b. menonjolkan Katolik lebih dulu dari yg lain dgn berbagai anggapan yg dilekatkan padanya,

    c. mengatakan anggapan Katolik gereja rasusli apostolik (entah di mana dlm Alkitab itu dikatakan),

    d. mengaanggap Katolik yg memberikan Alkitab kpd manusia (entah di mana itu dalam Alkitab).

  2. Intimidasi kesombongan dengan menstigma orang yang percaya Alkitab yang mengatakan “hanya YESUS pengantara” sebagai berwawasan sempit,

  3. Intimidasi dengan menuduh yang menyanggah manufer tadi dengan dengan menunjukkan ayat yang menyatakan “hanya YESUS pengantara”, sebagai ABK/ABM.

  4. Intimidasi dengan menyebut rekan sendiri sebagai “suhu”,

  5. Intimidasi degan kata-kata yant tidak santun dalam menyampaikan berbagai intimidasi tadi, sehingga lengkaplah intimidasi itu.

Semestinya manufer yang mengada-ada dan intimidatif ini tidak perlu ada jika saja nas yang dengan tandas mengatakan “hanya YESUS pengantara” diterima dengan kerendahan hati, diperlakukan sebagai Firman Tuhan, melepaskan bayang-bayang pemikiran manusia yag sudah menjadi tradisi serta tidak berupaya seolah-olah membenturkan atau menyatakan salah ayat itu (yang mengatakan “hanya YESUS pengantara”) dengan ayat lain yang dianggap seolah-olah mengatakan “tidak hanya YESUS pengantara”.

Dengan sikap yang rendah hati seperti itu terhadap Firman Tuhan dan melepaskan diri dari pemikiran manusia yang telah menjadi tradisi, maka ayat yang mengatakan “hanya YESUS pengantara” dapat dipahami dengan baik oleh tuntunan ROH KUDUS. Dengan perkataan Alkitab “hanya YESUS pengantara”, itu berarti tidak ada pengantara lain selain YESUS dan hanya untuk hal yang dikatakan ayat yang tandas itulah pengantara diperlukan.

Alkitab (khususnya kitab Ibrani sebagai lanjutan dari kitab Imamat demikian juga kitab Daniel dan Wahyu dan tentunya ayat-ayat yang mengatakan hanya YESUS pengantara) menunjukkan mengapa dan dalam hal apa manusia harus diantarai kepada Allah, sehingga memerlukan pengantara.

Berbagai nas tersebut juga menunjukkan kualifikasi pengantara yang bisa mengantarai manusia kepada Allah, yaitu kualifikasi yang hanya dimiliki oleh YESUS. Itulah sebabnya ayat tersebut mengatakan “hanya YESUS pegantara”.

Artinya, dalam hal lain termasuk dalam hal berdoa, dalam nama YESUS manusia tidak memerlukan pengantara atau dengan kata lain, manusia bisa (bahkan diundang untuk) berhubungan langsung secara pribadi dengan Allah dalam nama YESUS.

Alkitab juga mengajarkan berdoa kepada siapa, yaitu kepada Tuhan dan dalam nama siapa, yaitu dalam nama YESUS, serta menyebut nama siapa, yaitu nama YESUS. Alkitab tidak mengajarkan berdoa selain kepada Tuhan, berdoa selain dalam nama YESUS dan berdoa selain menyebut nama YESUS.

Oleh karena itu ayat yang mengundang saling mendoakan bukanlah berdoa melalui pengantara manusia.Ada hal yang tidak disadari (atau disadari) bila mengatakan “ada perlu pengantara dalam berdoa”, di antaranya yaitu: (1) karena mengada-ada berdoa selain kepada Tuhan, selain dalam nama YESUS dan selain menyebut nama YESUS, maka orang bisa memandang doa sebagai tidak sebagaimana mestinya, apalagi berdoa kepada manusia dan orang mati pula. (2) Orang bisa menjadi terpengaruh tidak hormat kepada Maria, padahal manusia sejahat apapun seseorang, umumnya menghormati ibunya (bahkan melebihi ayahnya).

Sebagaimana seorang ibu yang baik, Maria adalah juga orang patut dihormati semasa hidupnya dan tentunya nanti setelah kita bertemu dengannya di sorga dan di bumi yang baru yang disediakan Tuhan bagi umat tebusan-Nya. Banyak wanita yang tidak bisa menjaga kesuciannya hingga ia menikah, namun Maria sebagaimana banyak perempuan lain yang bisa mempertahankan kehormatannya, adalah wanita yang pantas dihormati. Lebih dari itu, secara ajaib Allah menggunakan Maria untuk melahirkan Juruselamat manusia.

Adalah suatu kehormatan seorang wanita menjadi yang melahirkan Juruselamat. Maria satu-satunya perempuan yang pernah ada yang melahirkan Juruselamat dan tidak akan pernah lagi ada yang akan melahirkan Juruselamat. Namun demikian, Allah tidak menempatkan Maria sebagai Allah perempuan yang melahirkan Tuhan YESUS. Allah tidak menjadikan Maria sebagai Tuhan sebab Tuhan tidak dijadikan.

Inilah satu keajaiban Allah. Allah menggunakan Maria melahirkan YESUS tanpa menjadikan Maria sebagai Tuhan, tetapi tetap sebagai manusia biasa saja, sama dengan perempuan lainnya, sehingga Allah tidak menjadikan Maria sebagai apapun; tidak sebagai pengantara dan sebagainya kecuali sebagai yang melahirkan YESUS. Kita mengingkari keajaiban Tuhan bila menganggapnya pengantara padahal Allah tidak menjadikannya pengantara.

Mari menghormati Maria setinggi-tingginya sebagaimana menghormati perempuan, tetapi jangan menjadikannya sebagai Tuhan (menyampaikan permohonan kepadanya) dan menjadikannya sebagai pengantara, sebab hanya YESUS pengantara.

Pelajaran penting dari nas yang berisi kisah perkawinan di Kana, pada saat mana Maria meminta YESUS untuk mengatasi anggur yang kurang adalah:Perkataan Maria: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”.

Perkataan Maria ini mengingatkan kita pada perkataan Allah dalam Maz 37:5 yang berbunyi: “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;”. Lihatlah persoalan yang dihadapi oleh pesta itu, dan lihatlah bagaimana persoalan itu dihadapi yaitu dengan: “apa yang dikatakan YESUS, itulah yang harus kita perbuat”.

Penghormatan kita kepada Maria adalah ketika kita mendengarkan dan melakukan apa yang dikatakan oleh YESUS. YESUS berkata berdoalah kepada Bapa dalam nama-Ku. Pada hakikatnya tentu itulah juga yang dikatakan Maria tentang berdoa, yaitu: Berdoalah kepada-Nya dan dengarkanlah serta lakukanlah apa yang dikatakan-Nya itulah dengarkan dan lakukan.

Kita menghormati Maria bila kita mendengarkan dan melakukan apa yang dikatakan YESUS (Yoh 2:5, Maz 37:5). Sebaliknya, kita tidak menghormati Maria bila kita tidak mendengarkan dan melakukan apa yang dikatakan YESUS. YESUS berkata:

Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (Yoh 14:14)

MAKA MARI MENGHORMATI MARIA

DENGAN BERDOA KEPADA TUHAN DALAM NAMA YESUS.

JANGAN SEBUT NAMA MARIA,

SEBAB MARIA MENGATAKAN,

“DENGARKAN APA KATA YESUS”

DAN YESUS BERKATA

“BERDOALAH DALAM NAMA-KU”.

Perhatikan:

  1. Maria mengatakan “perbuat apa yang dikatakan YESUS”

  2. YESUS tidak berkata “berdoalah kepada-Ku dalam nama Ibu-Ku, tetap mengatakan “berdoalah kepada-Ku dalam nama-Ku.

  3. Maka mari menghormati Maria dengan berdoa bukan kepada Maria dan bukan dalam nama Maria dan tanpa menyebut nama Maria.

Berdoa tidak menyebut nama Maria sesuai dengan perkataan Maria dan perkataan YESUS. Jadi:

BERDOA MENYEBUT NAMA MARIA SEBETULNYA TIDAK MENGHORMATI MARIA

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam, JBU, Jericho, J.

bro onde2,

mohon maaf saya yg awam selalu bertanya

Saya paham bahwa tubuh Tuhan Yesus adalah kudus tidak bercacat dan tidak berdosa. Tetapi fakta bahwa tubuhNya terluka dan mati yaitu sifat2 dari daging yang berdosa dialami Beliau.

Sehingga saya menyimpulkan bahwa kekudusan demikian TIDAK DIHUBUNGKAN DENGAN TUBUH BIOLOGIS, FISIKA, KIMIAWI, tetapi TUBUH DALAM STATUS HUKUM ALLAH.

Tuhan kita Yesus Kristus aja kok mati, terluka, berdarah, kesakitan, itu bukan pertanda KETIDAKKUDUSAN, tetapi pertanda MANUSIA.

Hal yang sama saya pahami berlaku pada SEMUA MANUSIA, termasuk ibu Maria. Tidak ada istimewa ibu Maria dibandingkan Yesus. Jika Yesus berdarah, terluka dan mati, maka Maria mengalami hal yang sama.

Jika Yesus kudus, maka ibu Maria kudus, tetapi dalam hal tubuh jasmani, tentu juga sama dengan Yesus Tuhan.

Sama dengan kita, kita adalah KUDUS karena kekudusan Yesus sudah dikaruniakan kepada manusia percaya, tetapi tubuh ini juga sama dengan tubuh Yesus ketika di bumi ini, berdarah, terluka, sedih, menangis dan mati, karena kita MANUSIA.

Mengenai Bait Allah, sangat jelas tubuh manusia adalah Bait Roh Kudus … ROH KUDUS SANGAT SUCI sehingga tubuh orang Kristen juga suci … meski tetap mengandung cacat manusia yaitu terluka, hatinya sedih, mati dan hancur.

Sehingga menurut pemahamanku yang kurang ini, saya berpikir bahwa :
kekudusan tubuh adalah sebuah anugerah dalam konteks hukum,
sedangkan tubuh jasmani tetap mengalami konsekuensi hukum Allah yang lain yaitu sakit, berdarah dan mati (konteks MANUSIA = fisika, kimia, biologis).

demikian pengulangan dari pemikiranku yang sederhana, kurang lengkap dan muter2

Salam - Petra9

Ngeblog ya bro? ;D ;D ;D

Yohanes
19:26 Ketika YESUS melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”
19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
19:27 He then said to his disciple, “Look, here is your mother!” From that very time the disciple took her into his own home.
19:27 ειτα λεγει τω μαθητη ιδου η μητηρ σου και απ εκεινης της ωρας ελαβεν αυτην ο μαθητης εις τα ιδια

και απ εκεινης της ωρας ελαβεν αυτην ο μαθητης εις τα ιδια:

και: kai kahee: and, Imbuhan “dan”
απ: apo apo’: “off,” i.e. away (from something near), in various senses (of place, time, or relation; literal or figurative). In composition (as a prefix) it usually denotes separation, departure, cessation, completion, reversal, etc, sejak, mulai, dll
εκεινης: ekeinos ek-i’-nos: that one (or (neuter) thing); often intensified by the article prefixed, kata ganti orang ketiga, dia, dll
της: ho: including the feminine he, hay, and the neuter to in all their inflections, the (sometimes to be supplied, at others omitted, in English idiom), imbuhan The, dll
ωρας:hora ho’-rah: an “hour” (literally or figuratively), day, hour, instant, season, X short, (even-)tide, (high) time., waktu, hari, dll
ελαβεν: lambano lam-ban’-o: to take (in very many applications, literally and figuratively (properly objective or active, to get hold of, accept, + be amazed, assay, attain, bring, X when I call, catch, come on (X unto), have, hold, obtain, receive (X after), take (away, up).
αυτην: autos ow-tos’: the reflexive pronoun self, used of the third person , and (with the proper personal pronoun) of the other persons, her, it(-self), one, the other, (mine) own, said, (self-), the) same, ((him-, my-, thy- )self, (your-)selves, she, that, their(-s), them(-selves), there(-at, - by, -in, -into, -of, -on, -with), they, (these) things, this (man), those, together, very, which.
ο: ho: including the feminine he, hay, and the neuter to in all their inflections, the (sometimes to be supplied, at others omitted, in English idiom), imbuhan The, dll
μαθητης: mathetes math-ay-tes’: a learner, i.e. pupil, disciple, murid, pelajar, dll
εις: eis ice: to or into (indicating the point reached or entered), of place, time, or (figuratively) purpose (result, etc.); also in adverbial phrases…ward, (where-)fore, with. Often used in composition with the same general import, but only with verbs (etc.) expressing motion (literally or figuratively), (abundant-)ly, against, among, as, at, (back-)ward, before, by, concerning, + continual, + far more exceeding, for (intent, purpose), fore, + forth, in (among, at, unto, -so much that, -to), to the intent that, + of one mind, + never, of, (up-)on, + perish, + set at one again, (so) that, therefore(-unto), throughout, til, to (be, the end, -ward), (here-)until(-to), menerima, masuk, dll
τα: ho: including the feminine he, hay, and the neuter to in all their inflections, the (sometimes to be supplied, at others omitted, in English idiom), imbuhan The, dll
ιδια: idios id’-ee-os: pertaining to self, i.e. one’s own; by implication, private or separate, X his acquaintance, when they were alone, apart, aside, due, his (own, proper, several), home, (her, our, thine, your) own (business), private(-ly), proper, severally, their (own).

Kis. 13:45 Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.

Yud. 1:8 Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga.

Why. 13:6 Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

:smiley:

dengan senang hati bro… saya suka bertukar pikiran… bukannya langsung melancarkan tuduhan “tidak alkitabiyah, dll…” itu yg saya sesalkan… thx 4 discuss… :slight_smile:

bener kata bro petra,… saya setuju…

Tuhan yesus yg kudus mengalami sakit, lapar, berdarah, bahkan sampai mati bukanlah akibat dari dosa… sehingga tubuh Tuhan yesus setelah kematiannya kembali dibangkitkan, tidak membusuk menjadi debu tanah kembali,

demikian juga bunda maria yang juga mengalami mati… namun setelah mati, tubuhnya juga diangkat kesurga, sebagai satu contoh kebangkitan badan yg dijanjikan Tuhan pada semua umat manusia.

semoga bro tidak menganggap maria itu tidak mati ya… bunda maria mengalami wafat juga bro… :slight_smile:

salam…

Shalom,

Sama seperti saya tidak ngeblog, Bro juga tidak ngeblok dgn postingan Bro yang saya kutip lengkap ini (kutip lengkap dong postingan saya agar teman-teman di forum ini bisa baca apa yang dikatakan Alkitab, yaitu “hanya Yesus pengantara” yakni, “tidak ada pengantara lain selain Yesus”.

Yang Bro postingkan itu sama dengan postingan saya, yakni sama-sama menunjukkan “Jesus Only”. Hal itu terlihat dari nas sebelum Kisa 13:45 itu. Bila nas itu kita baca lengkap, begitu indah dan kita tahu dengan jelas “hanya Yesus” dan tidak ada yang bisa dipersamakan dengan Yesus. Yesus adalah kabar sukacita, namun ada yang tidak senang dengan pemberitaan para rasul itu, orang-orang itu menghujat dan membantah yang dikatakan rasul itu yaitu kebenaran, Firman Tuhan.

Senada dengan itu, Yudas juga mengingatkan umat-umat Tuhan bahwa yang tidak percaya Alkitab termasuk yang memengang tradisi-tradisi manusia (sebagaimana ditegur Yesus dalam Mrk 7:7-9) menyusup di tengah-tengah umat-umat Tuhan dan menghujat juga yang di surga. Juga senada dengan itu Why 13 juga mengatakan mereka menghujat penghuni sorga.

Hal ini telah dinubuatkan dalam Daniel 8:11-15, Daniel 11:31 dan Dan 12:11, meskipun penerjemah menerjemahkan kata “TAHMID” dalam bahasa Ibrani dalam nas itu , yang artinya adalah upacara yang tetap (berkesinambungan) tetapi diterjemahkan menjadi “korban sehari-hari”. Yang tidak suka dengan Firman Allah ini telah disebutkan juga cirinya dalam Dan 7:25.

Mari kita lihat ayat tersebut (Dan 8:12 dan &:25).

Dan 8:12 Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.

Dan 7:25 Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Nas ini selaras dengan Why 13 yang dikutip Bro itu selaras dengan nubuatan tentang kepengantaraan Yesus di sorga dalam Daniel 8:12 itu.

Membaca nas yang Bro kutipkan itu dan juga nas yang selaras dengan itu yang saya kuitpkan itu (yang menjelaskan nas yang Bro kutip itu, yaitu nubuatan yang berkaitan dengan itu), saya sedih mengapa sampai seperti itu, karena itu menentang apa yang dikatakan dalam 1 Tim 2:5 (hanya Yesus pengantara), tangga sorga dan bumi (Yoh 1:51), jalan keselamatan yang esa (Yoh 14:6). Kesedihan itu tampak dalam Dan 8:13 yaitu dalam frasa “sampai berapa lama ini”?.

Namun meskipun saya bersedih sebagaimana dalam ayat 13 itu, di satu segi bersukacita, karena di antara penghuni sorga itu, Alkitab tidak mencatat ada Maria di sana. Sebab, (1) maria sudah mati, menunggu kebangkitan saat Yesus datang nanti keduakali, (2) Alkitab berkata, orang mati tidak pergi kemana-mana, (3) Alkitab berkata yang pergi/diangkat hidup-hidup ke sorga hanya Henokh dan Elia, (4) yang mati yang sudah dibangkitkan sendirian dan dibawa ke sorga adalah Musa, (5) yang sudah dibangkitkan rame-rame adalah pada saat kematian Yesus, (6) pada saat kebangkitan rame-rame saat kematian Yesus itu, Maria masih hidup, jadi tidak ikut dalam rombongan itu, (7) orang percaya yang mati dalam kebenaran akan dibangkitkan saat kedatangan Yesus kedua kali.

Jadi lega, juga persaaan, Maria tidak termasuk yang dihujat oleh yang mempunyai ciri dalam Dan 7:25 dan Dan 8:12 itu dan Kisah 13:10 itu, sebagaimana dalam Mrk 7:7-9 itu, meskipun tidak ada Maria dalam penghuni sorga yang dihujat itu, tentu kita sedih juga, sebab penghuni sorga dihujat, karena Penghuni Utama Sorga adalah Allah, Penguasa alam semesta.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam, JBU, Jericho, J.

anda itu itu tidak ingin diskusi sama sekali…! :mad0218:

coba belajar diskusi dulu sana, jangan ngebloging mulu…!

Shalom,

Bagaimana Sobat saya Bro Limited ini. Saya menganggapi postingan Bro Yopi dan Rekan2 'kan? Cermatilah, postingan saya itu juga mencakup tanggapan thd postingan Bro Limited. Jadi saya menanggapi Bro dan Rekan2 berempat atau berlima sekaligus. Perhatikanlah yang berikut ini kembali saya postingkan.

Apakah semakin sulit ya sehingga dikatakan saya tidak menanggapi? Ya begitulah Bro, begitu sajalah kemampuan saya membuat yang menurut saya bisa dipahami orang lain. Saya mengakui, saya tidak mempunyai kemampuan untuk membuat Bro bisa memahaminya dengan baik. Apalagi Bro dan Rekan 'sudah menggiring saya ke wilayah nas nubuatan dengan merujuk Why. Ya saya mengikut saja Bro.

Untuk memahami kitab Why, selain merujuk Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, kan kita musti mulai dari pangkalnya Bro. Nubuatan dalam kitab Wahyu mempunyai pangkal dan irisan dalam Kitab Daniel Bro. Nubuatan mengenai pekerjaan Kristus di surga berkaitan dengan kitab Ibrani Bro. Kitab Ibrani lanjutan dari kitab Imamat Bro. Memahami kitab Imamat kita perlu memahami kitab Kejadian dan Keluaran Bro. Demikian pun memahami empat kitab Injil kita musti memahami nubuatan mengenai Kristus Bro.

Memudahkan kita memahami ini, agar pemahaman kita tidak melenceng, kita mesti merujuk rencana keselamatan mulai dari awal hingga kedatangan Yesus yang kedua-kali dan bumi yang baru Bro.

Atau kita pending saja dulu masuk ke wilayah nubuatan agar lebih mudah Bro pahami? Itu terserah Bro. Kalau kita memasuki wilayah nas nubuatan, kita harus memasuki wilayah itu dengan sistematis dimulai dari awal pertentangan Setan dan Allah di sorga, manusia jatuh ke dalam dosa, janji karunia keselamatan diberikan kepada Adam dan Hawa, diteruskan ke generasi berikutnya, perjalanan umat Tuhan hingga kegenapan datangnya Yesus pertama kali, kehidupan Yesus di bumi ini, kematian, kebangkitan, kenaikan, keimamatannya di surga, kedatangan keduakali dan seterusnya. Dengan diskusi yang komprehensif dan beralur seperti itu, akan lebih mudah dipahami bahwa “Maria bukan pengantara dalam hal apapun”.

Jadi mohonlah marilah kita lebih dewasa. Bagi saya apapun yang Bro katakan tidak masalah. Itu justru masalah bagi diri Bro sendiri, sebab bila kita bersikap kurang dewasa, bukan orang lain yang rugi, tapi diri kita sendiri. Mohon maaf Bro dan semua teman2 dalam forum ini, serta mohon maaf Moderator. Maksud saya hanya supaya forum kita ini terhormat di mata pengunjung yang bukan Kristen. Saya telah berkali-kali membuat permohonan yang halus, tapi tampaknya tidak dimengerti.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam, JBU, Jericho, J.

Missleading!!!
Yesus sebagai satu2nya Imam Besar. AMIN!!!
(HARUS) melalui Bunda Maria perantaranya? Wait a minute!!!
Tahukah Anda arti “trough Mary to Jesus”?

Imitation of Jesus Christ is undoubtedly the regal way to be followed to attain sanctity and reproduce in ourselves, according to our forces, the absolute perfection of the heavenly Father. But while the Catholic Church has always proclaimed a truth so sacrosanct, it has also affirmed that imitation of the Virgin Mary, far from distracting the souls from the faithful following of Christ, makes it more pleasant and easier for them. For, since she had always done the will of God, she was the first to deserve the praise which Christ addressed to His disciples: “Whoever does the will of my Father in heaven, he is my brother and sister and mother.” [36]

The general norm “Through Mary to Jesus” is therefore valid also for the imitation of Christ. Nevertheless, let our faith not be perturbed, as if the intervention of a creature in every way similar to us, except as regards sin, offended our personal dignity and prevented the intimacy and immediacy of our relationships of adoration and friendship with the Son of God. Let us rather recognize the “goodness and the love of God the Savior,” [37] who, condescending to our misery, so remote from His infinite sanctity, wished to make it easier for us to imitate it by giving us as a model the human person of His Mother. She, in fact, among the human beings, offered the most shining example and the closest to us, of that perfect obedience whereby we lovingly and readily conform with the will of the eternal Father. Christ Himself, as we well know, made this full closeness to the approval of the Father, the supreme ideal of His human behavior, declaring: “I do always the things that are pleasing to Him.”
-Letter on the Blessed Virgin Mary, His Holiness Pope Paul VI, Promulgated on May 13, 1967-

Perhatikan bagian yg aku bold, secara harafiah kalimat ini berarti:
Ungkapan “melalui Maria menuju Yesus” adalah mengacu pada tindakan meneladani Kristus.

Silakan Anda baca berulang2 kalimat ini, silakan diresapi, silakan dicari di bagian mananya dari ajaran “through Mary to Jesus” ini menyatakan bahwa Maria menjadi “perantara keselamatan” sama seperti halnya Yesus???

Inilah sebenarnya ajaran ttg hal perantaraan para kudus yg diajarkan oleh GKR.

Pertanyaannya sekarang, apakah Anda sebagai seorang protestant jg mengamini ajaran ini?

Silakan jika para protestant mau mengimani demikian.

Perhatikan postingan dari TS, dia menyebutkan Maria sebagai perantara doa. TITIK!
Jangan terus dipeleset2kan menjadi Maria sebagai perantara sebelum Imam Besar dan diteruskan seolah2 GKR mengajarkan kesesatan bahwa Maria menjadi pengganti Yesus atau menjadi Penebus yg kedua.

Ini adalah dua hal perantaraan yg berbeda, dan GKR tidak pernah mengajarkan bahwa Maria menjadi “perantara sebelum Imam Besar” ataupun Maria memegang peran sebagai perantara dalam hal keselamatan (menuju Allah)!!

Koreksi lagi, jika orang tersebut benar2 memahami ajaran GKR, maka orang itu akan tahu bahwa ajaran perantaraan dalam hal doa tersebut ada dalam alkitab.
Lah itu kan St. Thomas Aquinas dan St. Jerome juga udah sempat menyampaikan ayat2 dalam alkitab tho?