Katolik yang tidak mengakui bunda Maria sebagai perantara

pertanyaannya simpel banget…
jawabannya panjang banget.

 [url=http://sabdaweb.sabda.org/bible/chapter/?b=54&c=2#5][i]1Tim. 2:5[/i][/url]  [i]Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia KRISTUS YESUS[/i],

berdasar ayat ini,
-Katolik A percaya bahwa roh Maria adalah perantaranya “pengantara yang esa antara Allah dan manusia”.
-Katolik B percaya bahwa roh Maria bukanlah perantara, hanya percaya bahwa roh Maria n roh2 manusia lainnya bisa diajak doa bersama.

nah menurut Katolik A, dosakah/bersalahkah Katolik B? dan apakah sanksinya?

Shalom,

Semua tentu boleh berpendapat atau berkata-kata tentang ayat atau nas dalam kitab suci, tetapi yang pasti, apa yang dikatakan Aquinas dan Jerome tidak terdapat dan tidak sesuai dengan Alkitab.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam, JBU, Jericho, J.

sudah berkali2 saya mengajak anda diskusi dengan benar…! Tetapi anda selalu tidak mau berdiskusi dengan benar…! :mad0261:

sudah berkali2 saya menanggapi postingan anda, tetapi anda malah membloging…! :mad0261:

sudah berkali2 saya meminta anda jangan membloging tetapi coba tanggapi postingan saya…! :mad0261:

dan sudah berkali2 pula anda tidak membalas postingan saya…! :mad0261:

ini saya ketik lagi postingan saya yang sama sekali anda tidak tanggapi…! :mad0261:

SALAH MALAH KETAWA2…!!

sudah mimpi, ketawa2 pula anda…!

==========

Alkitab tidak mungkin salah diayat A, kemudian benar di ayat B…!! ngerti??

sudah jelas2 ayat Alkitab mengatakan agar kita saling mendoakan…!

Lihat…!

Yak 5:16
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”

1 Tim 2:1 “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,”

Wahyu 5:8 “Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus”

menurut anda apa arti ayat itu…?

Ini menjawab semuanya:

  1. Darimana Kemanusiaan-NYA TUHAN YESUS?
  2. Siapa pengantara dalam Doa Bapa Kami?
  3. Mengapa berdoa Bapa Kami?

:slight_smile:

ehhh… dia ke ROH lagi…! ;D

bro, saya sudah katakan…! tolong cari jasad maria dimana sekarang…!

utk diskusi dengan cb_k yang salah satu netter ‘hero/senior’ di AP… rasanya diskusinya nga muter2 seperti ini deh…!

Bagian mananya yg tidak ada dalam alkitab?
Okay, aku uraikan sekali lagi logika dari ajaran ini.

  • Paulus, Musa, Stefanus mendoakan orang lain ketika mereka hidup? Ini sudah jelas sekali ada di alkitab bukan?
    • Seseorang mendoakan orang lain, bukankah ini artinya orang tersebut sudah menjadi perantara dalam hal doa bagi orang yg didoakan itu? Oh ya, mengenai hal ini memang tidak tertulis di alkitab, tapi apakah ini berarti ”perantaraan dalam hal doa” itu tidak diajarkan dalam alkitab? Aku angkat tangan kalo Anda mau menyimpulkan bahwa alkitab tidak mengajarkan ”perantaraan dalam hal doa”, karena parameter alkitabiah kita berbeda.
    • Para kudus (Stefanus, Paulus, Musa, Maria, dll) dapat mendoakan kita setelah memperoleh mahkota kemuliaan dan hidup di dalam Kristus (setelah mereka mengalami kematian badan)? Lah… itu Yesus sendiri yg mengatakan bahwa orang2 benar di dalam Kristus akan tetap hidup meskipun telah mati. Yesus sendiri yg bilang bahwa para kudus itu (yg telah mengalami kematian badan tapi tetap hidup di dalam kristus) akan hidup seperti para malaikat. Masih ditambah kitab Wahyu yg menyatakan bahwa doa orang2 kudus seperti asap kemenyan yg membumbung ke hadapan Allah. Ayat2nya mana? Aku yakin Anda lebih jago dari aku kalo disuruh mencari ayat2nya bukan? Nah… kalo masih mau bilang: ”ajaran bahwa para kudus di surga dapat mendokan kita” adalah tidak alkitabiah, ya aku angkat tangan lagi dah, karena parameter alkitabiah kita memang berbeda.

Silakan Anda baca sekali lagi dengan seksama postinganku itu.
Jelas2 sudah aku tuliskan agar Anda membedakan antara ”peran perantaraannya para kudus” dengan peran ”perantaraannya Yesus”.

”Menjadi perantara” (to intercede) artinya adalah menjadi penengah di antara dua pihak dan menghubungkan keduanya.
Apakah alkitab menuliskan Yesus menjadi satu2nya perantara (menjadi penengah dan penghubung) antara manusia dengan Allah? Jawabnya: TIDAK.
Ini contoh2nya:

  • 2 Kor 5 : 20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
    Ayat ini mencontohkan bahwa para rasul menjadi perantara yg mendamaikan jemaat di Korintus dengan Allah. Lihat, ini para rasul lho, bukan Yesus, yg menjadi perantara bagi jemaat di Korintus dengan Allah. Jika Anda bisa mengatakan bahwa para rasul tidak melanggar prinsip Anda ”hanya Yesus perantara”, seharusnya tidak sulit bagi Anda melihat peran perantaraan Maria dan para kudus dalam ajaran GKR.

  • Kis 10 : 22 Jawab mereka: “Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan.”
    Lihat, ayat ini mengatakan bahwa seorang malaikat menjadi perantara antara Kornelius dengan Allah. Jika Anda bisa menerima bahwa malaikat ini tidak melanggar prinsip Anda ”hanya Yesus perantara”, seharusnya tidak sulit bagi Anda melihat peran perantaraan Maria dan para kudus dalam ajaran GKR

  • Kis 15 : 7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
    Apakah ayat ini tidak berarti bahwa Petrus adalah perantara antara para bangsa dengan Kristus (injil)? Jika Anda bisa menerima bahwa peran perantaraan Petrus ini tidak melanggar prinsip Anda ”hanya Yesus perantara”, seharusnya tidak sulit bagi Anda melihat peran perantaraan Maria dan para kudus dalam ajaran GKR

Benar, hanya Yesus lah satu2nya perantara dalam hal keselamatan, karena hanya melalui Dia lah kita dapat berdamai dengan Allah dan memperoleh hidup yg kekal. Tetapi alkitab tidak pernah melarang siapapun utk menjadi perantara dan saling membantu dalam persekutuan para kudus utk datang kepada Tuhan. Dan GKR mengajarkan kedua hal ini secara utuh, Yesus sebagai satu2nya perantara keselamatan, dan perantaraan dalam hal doa di dalam persekutuan para kudus.
Alkitabiah atau tidak? Bagi kami, IYA. Bagi Anda? Silakan dijawab….

Pengen tahu jawaban si heriko dkk ;D ;D ;D

Kalo prinsipnya adalah: Semua tentu boleh berpendapat atau berkata-kata tentang ayat atau nas dalam kitab suci, tetapi yang pasti, pendapatnya itu tidak terdapat dan tidak sesuai dengan Alkitab (jika tidak tertulis secara leterleik meskipun logikanya menyatakan demikian),
Maka akan ada byk sekali ajaran2 kristen yg tidak alkitabiah. Contohnya: dogma tritunggal, doktrin monogami perkawinan, tradisi merayakan natal, tradisi merayakan paskah yg merayakan kebangkitan Kristus dan bukan merayakan pass over, dll dll…

Yah… kalo memang demikian adanya ya… I think we have reached the conclusion of our discussion. :slight_smile:
Semua argumen yg kami berikan tidak akan pernah memuaskan Anda, karena semuanya sudah Anda vonis sebagai “tidak alkitabiah”.

Ya, jawabannya menjadi panjang, karena ada orang2 yg sok tahu menjawab secara salah mengenai ajaran2 GRK. Dan lebih parahnya lagi, mereka2 ini malah ngeyel mengatakan bahwa jawaban yg salah dan sesat itu diajarkan oleh GKR, tidak peduli bahwa rekan2 katolik sudah menjelaskan sampai mulut mereka berbusa mengenai jawaban dari GKR, krn yg penting bagi mereka: ajaran2 GKR yg benar itu adalah yg tidak alkitabiah, sesat, dan menyembah Maria. :smiley:

1.kalo kemanusiaannya Bunda Maria darimana dulu?
2.jelas, Dia yang mengajarkan kta memanggil Tuhan dengan sebutan Bapa.
3.karena kita anak2Nya, biarpun bukan yang sulung diantara sodara2 seiman.

ya pake roh(huruf kecil) masak pake Roh(huruf besar)
kenapa anda tidak komplain ketika Tuhan disebut sebgai Roh Kudus di dunia? :smiley:

  1. Lha yang disorot kan Kemanusiaan-NYA TUHAN YESUS sebagai PENGANTARA, lihat ayatnya:
    1Tim. 2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia KRISTUS YESUS,

  2. Lha yang ditanya kenapa anda berdoa Bapa Kami tanpa perantara tetapi langsung kepada ALLAH BAPA?

  3. Lha yang ditanya kenapa anda berdoa Bapa Kami tanpa perantara tetapi langsung kepada ALLAH BAPA?

Jika ada katolik yg begitu, ane ucapkan selamat! :cheesy:

sebenarnya saya mengerti, maksudnya kata perantara artinya adalah teladan.
lalu kenapa ditulis perantara, apa karena sudah telanjur menjadi tradisi.

maksud anda adalah begini,
jika pertanyaannya, bolehkah berdoa memohonkan sesuatu pada roh Bunda Maria?
sangat boleh, tapi khusus kalo masalah keselamatan jangan minta kepada Bunda Maria.

Mohon penjelasan myhergie & member-member KatolikFK :slight_smile:

Berarti adanya perantara dalam doa (berdoa bersama para kudus, Maria) BUKAN keharusan dalam Gereja Katolik?

Atau dengan kata lain: dalam Gereja Katolik, berdoa BISA melalui suatu perantaraan para kudus (berdoa bersama), dan BISA juga langsung kepada Allah?

thanks

lho koq malah melebar kemana2, sampai penulisan2 dibahas…?? ;D

terjemahan Kitab Suci bahasa asing, tidak begitu mementingkan huruf kapital atau bukan…! ;D

BTT…!
saya tanya ‘anda menyebut2 roh maria’ dari siapa…?

;D

memang anda sudah ketemu dimana jasad maria…?

1.ya kalo anda bersikeras, karena YESUS yang sebagai “perantara esa” lahir dari Maria, maka Maria adalah perantaranya “perantara yang esa”, maka itu saya tanyakan Maria lahir dari siapa? perantaranya perantaranya “perantara yang esa”. :mad0261:
2.Allah Bapa itu Tuhan YESUS bukan sih… :mad0261:
10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Berdoa selain kepada Tuhan adalah sesat. Tp ane yakin katolik tidak berdoa kepada maria kok. Hanya saja mungkin beranggapan bahwa doa yg diperantarai maria itu lebih cepat dan mudah dikabulkan :ashamed0002:

Dianggap perantara sih kayaknya maria itu :ashamed0002:

saat anda berdoa pada Bunda Maria apakah tubuh jasmani Maria ada disebelah anda, mendengarkan doa anda?
tentu tidak, berarti anda berdoa dalam roh, dgn kata laen anda berdoa dengan iman kepada Bunda Maria.

lihat pertanyaannya bro…!

apakah maria di surga hanya berupa Roh…?

jawab itu dulu…! tahap demi tahap kita…

Mengapa pula harus dihilangkan istilah “perantara” ini? Hanya utk menghindari kesalah pahaman dan munculnya bidaat2 yg mengilahikan Maria dan para kudus lainnya?

Sekali lagi, perantara artinya adalah menjadi penengah yg menghubungkan dua pihak. Perantara bisa berarti byk hal. Sudah aku berikan contoh2nya bagaimana para rasul menjadi perantara bagi bangsa2 yg tidak mengenal injil utk datang kepada Yesus. Atau perantaraan para malaikat yg membawa seseorang datang kepada Allah. Apakah kami harus menghilangkan istilah ”perantara” agar ”perantaraan agung yg dibawa oleh Yesus” itu tidak lagi ada saingannya? Maaf kalo aku sombong, tapi aku yakin GKR tidak pernah gentar menghadapi bidaah2 yg selalu menyerang doktrin2nya, jadi GKR tidak pernah memandang perlu utk menghilangkan istilah ”perantaraan dalam hal doa” ini dalam teologinya.

Sepertinya Anda masih belum memahami peran perantaraan unik dan agung yg dipegang oleh Kristus.

The main object of His mediation is to restore the friendship between God and man. This is attained first by the meriting of grace and remission of sin, by means of the worship and satisfaction offered to God by and through Christ. But, besides bringing man nigh unto God, Christ brings God nigh unto man, by revealing to man Divine truths and commands.
-http://www.newadvent.org/cathen/08070a.htm-

Perantaraan utama Yesus adalah memulihkan hubungan antara Allah dan manusia. Hal ini terjadi semata2 karena rahmat anugerah dan pengampunan dosa, yg diperoleh melalui pengorbanan Kristus di kayu salib.

Inilah perantaraan agung yg unik dan hanya dapat dilakukan oleh Yesus, tidak lain dan tidak bukan karena Yesus adalah Tuhan itu sendiri. GKR memahami dan mengajarkan bahwa tidak seorang kudus pun, bahkan Maria pun tidak, akan pernah mampu menjalankan peran perantaraan seperti yg dilakukan oleh Kristus. Jadi sangat absurd klo mengatakan bahwa umat katolik meminta Maria atau para kudus utk menjadi perantara dalam hal keselamatan.