*** KAWAT DIPERUT IBU NOOR ***

Kawat Keluar dari Perut Bu Noor

NOORSYAIDAH terus menahan sakit dari penyakit aneh yang dideritanya. Di perut dan dada perempuan berusia 40 tahun ini bermunculan puluhan batang kawat sepanjang sekitar 20 cm.

“Mungkin TUHAN ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa dengan kekuasan-Nya apapun bisa saja terjadi dan sayalah orang yang dipilih untuk memperlihatkan kekuasan-Nya itu. Maka itu saya harus menjalaninya dengan tabah,” kata Noor dengan pasrah.

Saat ditemui di kediaman saudara perempuannya di Jalan Merdeka III, Samarinda Ilir, Noor terpaksa harus berjalan membungkuk agar kawat-kawat di perutnya itu tidak mengenai baju kaos berwarna merah yang dikenakannya.

Bahkan, Noor pun hanya bisa duduk di pinggir kursi dan tetap membungkuk karena sedikit saja dia bergerak, kawat di tubuhnya itu akan menyentuh kain bajunya dan nyeri akan dirasakannya.

“Ini karena ada Mas (wartawan Tribun Kaltim) saja saya pakai baju, biasanya saya tidak pakai baju karena terus terang saja kawat-kawat ini kalau menyentuh barang apa saja rasanya sangat sakit sekali,” ujarnya sembari menyingkapkan bajunya dan memperlihatkan kawat-kawat yang tumbuh di bagian perutnya itu.

Guru aktif TK di Sangatta, Kutai Timur, ini menceritakan, penyakit yang dideritanya itu dialami sejak tahun 1991. Tanpa sebab musabab kawat-kawat itu tiba-tiba saja bermunculan di perutnya dan bagian dadanya. Padahal, saat itu dia sedang menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Sospol Universitas Mulawarman Samarinda.

“Tapi, kalau dulu hanya sekitar seminggu kawat-kawat itu berjatuhan sendiri dan hilang. Nanti sekitar sebulan kemudian bermunculan lagi. Nah, sekarang ini sudah sekitar enam bulan lebih, kawat-kawat di perut saya ini tidak ada yang jatuh atau hilang. Jadi, sungguh menderita sekali,” katanya.

Segala upaya pengobatan, mulai dari medis, alternatif, hingga mendatangi orang pintar sudah dilakukannya. Namun, penyakit tersebut tetap tak sembuh. Operasi mungkin sudah puluhan kali dialaminya, tetap saja kawat-kawat itu setelah dicabut dengan cara medis tak mau hilang dari dirinya.

“Semua orang bilang bahwa penyakit saya ini terkena santet atau semacamnya, tapi berani jujur bahwa saya ini tak pernah punya musuh atau menyakiti orang lain. Makanya, dokter atau orang pintar yang mengobati penyakit saya ini juga bingung untuk menyembuhkannya,” ujarnya.

Saat ini, untuk menghilangkan perasaan sakit atau stres akibat penyakit yang dialaminya itu tak kunjung sembuh, Noor mengaku lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan sosial, misalnya mengajar. “Tapi, kalau malam sudah datang, ya terpaksa harus terpikir, kenapa saya mengalami nasib seperti ini. Mudah-mudahan saja suatu saat ada hikmahnya buat saya, amin,” katanya penuh harap.

Sumber

:’( :’( seyyyem… :’( :’(

oh TUHAN… :’( :’(
nyatakanlah kuasaMU atas saudara kami diatas,
dari segala penderitaannya. :’( :’(
dipermuliakanlah kiranya NamaMU. :ashamed0004:
makasih brem. :afro:

gak ada penjelasan secara medis tentang penyakit ibu noor, semoga Tuhan Yesus bekerja menyembuhkannya. Dimana alamat tinggalnya Ibu Noor, Brem, supaya ada saudara kita yang mendoakannya.
Gbu


Jalan Merdeka III, Samarinda Ilir

ya Tuhanku… ada apa lagi ya? :undecided: kasian sekali… semoga ibu noor tabah… :’( sakit banget pastinya…

kabar terbaru:

Kamis, 17 Juli 2008 | 09:03 WIB

SAMARINDA, KAMIS - Seorang paranormal di Samarinda, Drs S Hadi Gandawilaga M Spt, terus mengikuti perkembangan kesehatan Noorsyaidah, sejak ia mengetahui kisahnya lewat pemberitaan di Tribun Kaltim dan Kompas.com.

Noorsyaidah adalah guru TK di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang menderita penyakit aneh. Dari tubuhnya bermunculan puluhan batang kawat sejak 17 tahun silam.

“Ini puncaknya mendekati kesembuhan bagi Noorsyaidah, sudah ada tanda-tandanya,” tutur paranormal yang tenar setelah mengungkap pelaku pembunuhan mutilasi di Samarinda sepuluh tahun silam.

“Asalkan Noorsyaidah jangan pernah menolak setiap orang yang datang untuk menyembuhkan penyakitnya, dari agama dan kalangan mana pun. Kita tidak tahu lewat perantara siapa Tuhan memberikan kesembuhan. Allah menurunkan penyakit pasti ada obatnya. Maka itu, berilah kesempatan kepada semua orang yang ingin mengobati. Siapa tahu lewat pengemis yang datang ke rumah, misalnya, penyakit Noorsyaidah sembuh,” paparnya.

Gandawilaga juga menyatakan dukungannya terhadap upaya MUI mengumpulkan 41 orang yang fasih membaca Surat Yasin sesuai petunjuk mimpi Noorsyaidah. Namun orang itu, jelas Hadi, jangan hanya sekadar hafal dan fasih, tapi harus ikhlas dan tuma’ninah.

“Jangan lupa sebelum melakukan ritual membaca Yasin, mereka harus mandi dan keramas, serta melakukan puasa selama satu hingga tiga hari,” sarannya.

Selain itu, Hadi juga menyarankan Noorsyaidah agar meluangkan waktu, tenaga, dan biaya untuk pergi ke Jombang menemui para kiai. “Di Jombang dapat dijumpai para kiai yang berpengalaman menangani penyakit seperti diderita Noorsyaidah,” ucap lelaki yang sudah 60 tahun berkecimpung dalam dunia supranatural.

SUMBER BERITA

…ibu noor harus dikenalkan dengan nama Tuhan Yesus dan mau menerimaNYA secara pribadi dan tanpa paksaan dari pihak manapun…karena segala kuasa ada ditanganNYA…

SETUJU…
menurut penerawangan gw ya…
ibu itu kena santet/kutukan dr keturunan… :ashamed0004:

setuju bangegt tuh bro…:smiley:

Dengan adanya kasus seperti ini, saya jadi ingat yang ini:
Yohanes 9:1-3
1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. 2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” 3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.

Ini sebenarnya kesempatan baik bagi umat Kristen untuk menunjukan keoriginalan kuasa yang maha tinggi, seperti juga pertunjukan api dari langit di jaman Elia, atau pertunjukan Musa di hadapan ahli kuasa gelap Mesir.

Mana ni yang suka berkoar-koar di mimbar sendiri sambil menyerukan “HEALING MOVEMENT”. Inilah saatnya Bung!