Kebakaran London: Di sini dengan izin dari surga, neraka pecah di kota Protestan

iseng2 ane liat kolom Artikel Pilihan Wikipedia hari ini & ane menemukan…

Atas inisiatif Raja Charles II, Monumen Kebakaran Besar London didirikan di Pudding Lane. Monumen ini dirancang oleh Christopher Wren dan Robert Hooke, dengan tinggi mencapai 61 meter dan lebih dikenal dengan sebutan "The Monument". Monumen ini telah menjadi ikon di City of London dan namanya juga digunakan sebagai nama stasiun. Pada tahun 1668, kata-kata tambahan yang berupa tuduhan terhadap umat Katolik ditambahkan ke dalam prasasti monumen. Kata-kata tersebut berbunyi:

"Di sini dengan izin dari surga, neraka pecah di kota Protestan… pembakaran yang paling mengerikan yang pernah melanda kota ini; yang dimulai dan dinyalakan oleh pengkhianatan dan kedengkian dari faksi Popish[60]… kegilaan Popish yang menyalakan kengerian ini, belum padam…"

:scared0015: :scared0015: :scared0015:

:mad0218: izin dari sorga ??? :onion-head41:

sorga yang mana ini ? yang ada bidadari ? :tongue0022:

aduh kalau baca ini jadi ingat waktu sering main di forum *** (saya sensor saja)
Surga bagaikan rumah (maaf) bordil… :smiley:

BTT… Maksudnya Pope “nyumpahin” Martin Luther ya itu?

Tidak ada yang sempurna didunia ini. Sejarah terjadi untuk menjadi pelajaran bagi kita semua, bukan untuk menghakimi mereka yang sudah tiada dan sudah berada diliang kubur.

Jadilah bijak dan arif didunia yang serba fana ini… karena perjuangan kita bukan melawan organisasi dan lembaga manusia, tetapi melawan daging dan hawa nafsu kita sendiri.

GBU

loh… lalu bagaimana dengan ayat ini ? :onion-head33:

Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

kok jadi kebalik dengan statement sodara :slight_smile:

Salam

Darah dan daging diatas adalah dimaksudkan manusia (lihat ayat diatasnya)
Melawan penguasa diudara dan roh-roh jahat, adalah kaitannya dengan tipu muslihat Iblis.

Ayat tersebut secara sederhana dapat disebutkan “musuh kita bukan manusia, tetapi iblis” dalam konteks ayat itu ditulis tentang seseorang yang membuat masalah atau tekanan. Misalkan seorang anak yang membuat duka ayahnya, atau seorang tuan yang semena-mena terhadap pegawainya. Firman Tuhan mengingatkan akan keterlibatan Iblis dan tipudayanya untuk merusak hubungan. Jadi ayat Alkitab, bukan diambil sepenggal untuk diterjemahkan sendiri sesuai dengan persepsi yang sudah ada dibenak kita (walau terlihat mirip).

Sedangkan saya menuliskan bahwa kita berjuang bukan untuk melawan organisasi (gereja-gereja) yang berbeda aliran (saya lihat disini banyak yang giat demikian), tetapi perjuangan kita adalah mematikan daging dan melawan hawanafsunya setiap hari.

Kelihatannya anda terjebak dengna kata “perjuangan kita” dan “melawan” seakan kata perjuangan itu berkaitan hanya dengan satu arti saja (ayat yang kamu kutip). Yesus berkata, “berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu” dan dibagian lain dalam 1 Petrus 2:11 disebutkan, “Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.”

Matikan daging dan hawanafsu itu adalah sebuah perjuangan, sebuah perlawanan.

Semoga anda lebih jelas.