kebebasan beragama

Kebebasan beragama.

Adalah hak asasi yang paling asasi adalah hak untuk bebas memilih dan menyakini suatu agama. Agama yang benar haruslah mengajarkan kebebasan untuk memeluk suatu agama dan larangan keras untuk memaksakan suatu agama. Apakah Kristen mengajarkan agar manusia bebas memilih agamanya? Para misionaris, baik lokal maupun internasional selalu mendengungkan bahwa kristen adalah agama damai, agama yang mengajarkan kebebasan, tetapi benarkah demikian? Marilah bersama-sama kita kupas tuntas. Dalam Alkitab terdapat satu ayat yang memerintahkan agar membunuh orang yang murtad dan mengajak kepada tuhan yang lain.

13:6. Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,

13:7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,

13:8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,

13:9 tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. (Ulangan 13:6-9).

Jadi apabila ibu kita, atau anak kita atau mungkin istri kita murtad dan mengajak kita juga agar murtad, maka menurut perintah Alkitab, Ingat! ini merupakan perintah dan bukan hanya anjuran bahwa haruslah kita bunuh orang itu. Meskipun ibu yang melahirkan kita, jangan merasa belas kasihan, Bunuh!!! Yesus berkata :

“Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum taurat batal”. (Lukas 16:17)

Ada lagi ayat Alkitab yang mengajarkan untuk membunuh siapa saja yang tidak menyembah tuhannya Israel;

17:2 "Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, dengan melangkahi perjanjian-Nya,

17:3 dan yang pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu;

17:4 dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel,

17:5 maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu harus kaulempari dengan batu sampai mati. (Ulangan 17:2-5).

Jadi menurut alkitab semua orang haruslah menyebah Tuhannya Israel dan kalau ada yang sampai mencari tuhan yang lain maka, harus kaulempari dengan batu sampai mati.

15:13 Setiap orang, baik anak-anak atau orang dewasa, baik laki-laki atau perempuan, yang tidak mencari Tuhan, Allah Israel, harus dihukum mati. (2 Tawarikh 15:13).

Satu lagi, menyembah tuhannya Israel atau rajam sampai mati.
Paulus juga mengajarkan, murtad=bunuh!!

Dalam Alkitab juga kita baca Yesus memerintahkan bakar bagi siapa saja yang murtad!!

“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal didalam aku dan Aku didalam dia, ia berbuah banyak sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku dia dibuang keluar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakan kedalam api lalu dibakar”. (Yohanes 15:5-6)" Apostates are to be burned alive according to the new testament. Ada lagi ayat,

20:27 Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri" (Imamat 20:27).

Ayat diatas menggambarkan bahwa orang kristen tidak boleh meninggalkan agamanya, atau rajam, lempari batu hingga mati!!! Ayat diatas memerintahkan Ibu untuk membunuh anaknya, saudara membunuh saudaranya, ayah membunuh anaknya, anak membunuh ayahnya, teman membunuh temannya, jangan merasa belas kasihan kill him/her!!! . Yesus berkata;

Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum taurat, sebelum semuanya terjadi" (Matius 5:18).

Sejarah kristen membuktikan kepada kita bahwa hukum bakar atau rajam bagi Yang dianggap murtad adalah benar-benar diterapkan bagi orang-orang kristen minoritas yang bersalahan faham dengan umat kristen mayoritas, atau bagi ilmuwan-ilmuwan kristen. Sejarah mencatat, selama Tomas menjadi Inquisitor Agung tak kurang 2.000 orang telah berhasil ia dihabisi dengan cara keji, yakni mati dibakar atas titahnya!

Jerman (1524-1526). Kala itu gereja begitu manunggal dengan negara dan sekelompok petani yang telah lama merasa tertindas melakukan pemberontakan. Tokohnya, Thomas Munzer, seorang pengkhotbah radikal, menyatakan bahwa para petani dan buruh tambang lebih bisa memahami Injil ketimbang para pastor. Kata-kata Munzer membuat dada para petani gemeretak dan mereka menjadi semakin bulat menantang. Tapi sementara pasukan petani hanya mengandalkan artileri bikinan sendiri ditambah doa dan pidato, pasukan para pangeran menggebuk Kota Frankenhausen dengan kanon. Syahdan, 5.000 orang yang dikalahkan dibunuh, 300 tawanan dijatuhi hukuman mati. Ketika istri-istri mereka meminta ampun, permohonan itu disetujui dengan syarat. Wanita-wanita itu harus menghantam kepala dua pendeta yang menganjurkan pemberontakan, sampai otaknya muncrat. Mereka setuju. Akhirnya pemberontakan pun padam, setelah 130.000 petani tewas. (Goenawan Muhamad, 1991:164,165, 170-171, 210-211).

Kala Protestan berkuasa di Jenewa, hal bakar- membakar manusia yang padahal tak lain adalah citra-Nya sendiri itu masih juga berlangsung. Korbannya adalah Servetus. Ia dibakar hidup-hidup oleh pemerintah Kota Jenewa karena dianggap sesat. Yang memilukan, saat itu Kota Jenewa dipimpin oleh seorang yang sangat terkenal sebagai tokoh reformasi, yang tak lain adalah John Calvin.

Saat terjadi holocaust (pemusnahan orang Yahudi) atau anti semitisme secara umum, gereja juga dianggap banyak diam. Demikian juga ketika terjadi pembantaian suku Indian Amerika, Aborigin di Australia, sikap gereja setali tiga uang. Di Afrika Selatan, sebelum Mandela menghapuskan praktek rasialisme, bahkan secara terang-terangan banyak gereja yang mengajarkan najis hukumnya menerima orang kulit berwarna masuk dalam rumah Tuhan.

Kebebasan beragama adalah najis menurut Alkitab; Yesus berkata;

Pergilah kesemua jalan dan lintasan dan PAKSALAH orang-orang yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh" (Luk 14:23)

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan di baptis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan DIHUKUM.” (Mrk 16-15)

“Pergilah jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan anak dan Roh Kudus,” (Mat 28:19)

Jadi aturannya adalah, Paksa mereka!!!

Yesus mengecam dan mengancam kota-kota yang tidak mau tunduk kepadanya.

[Matius 11:20] LALU YESUS MULAI MENGECAM KOTA-KOTA YANG TIDAK BERTOBAT, sekalipun disitu Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizatya:

[11:21] “CELAKALAH ENGKAU KHORAZIM! CELAKALAH ENGKAU BETSAIDA! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung”.

[11:22] Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tangunganmu.

selama masih si SBY-JK … masih aja gangguan kebebasan lah

@ AGON… trik basi pemutarbalikan fakta… :angry:
Yup … disini belum ada KEBEBASAN BERAGAMA… :coolsmiley:
silahkan klik : http://suraja.web.id/manik/thought/agama/silahkan-bakar-gereja-anda-mungkin-masuk-surga

dari link yg di kasi bro sin uda nyata siapa yg ngak menghendaki kebebasan beragama di RI ini :ashamed0002:

[QUOTE]Yesus mengecam dan mengancam kota-kota yang tidak mau tunduk kepadanya.

[Matius 11:20] LALU YESUS MULAI MENGECAM KOTA-KOTA YANG TIDAK BERTOBAT, sekalipun disitu Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizatya:

[11:21] “CELAKALAH ENGKAU KHORAZIM! CELAKALAH ENGKAU BETSAIDA! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung”.

[11:22] Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tangunganmu.
[/quote]
Kota-kota itu dikecam karena dosa mereka.

Presuposisinya salah. Kekristenan bukanlah agama.
Agama adalah sistem buatan manusia yang bertujuan mendekat pada Allah.
Kekristenan adalah sebaliknya, yaitu kasih karunia Allah yang mendamaikan Allah dengan manusia.

Terlalu meloncat ke kesimpulan. Ini tidak baik untuk kesehatan logika Anda.
Pertama, perhatikan bahwa ayat itu ada di Perjanjian Lama. Kristus belum muncul di dunia. Apa yang terjadi jika umat Israel tercerai-berai dan menyembah berhala?
Kristus tidak akan datang, sehingga saya dan Anda akan mati dalam dosa.

Sudah saya jelaskan di atas.

Paulus yang mana? Paulus yang lahir tahun 570M dan suka berzinah?

Tidak ada perintah untuk membakar yang murtad. Lagi-lagi Anda menafsirkan seenaknya.

Sangat ngawur. Pada saat kitab Imamat ditulis, bahkan umat Kristen saja belum ada!
Ini sama saja seperti Anda mengatakan “Ayo kita kuasai Indonesia!” pada tahun 1198.

Umat Kristen tidak menyangkal kelelaman sejarah itu. Tapi jangan pungkiri juga bahwa kesalahan itu disebabkan penggabungan gereja dengan negara, di mana hal itu tidak diperintahkan ataupun dianjurkan Alkitab!

Lihat yang saya bold. Anda menafsirkan sembarangan lagi.
Selain itu, ayat yang Anda sebutkan adalah perumpamaan. Lihat konteksnya. Tidak perlu Anda baca lengkap, sebenarnya dari judul saja sudah jelas: Perumpamaan tentang orang-orang yang berdalih

Di mana paksa-paksanya?
Yang tidak percaya sudah pasti dihukum karena mati dalam dosanya sendiri dan menolak penebusan. Karena itu sebaiknya Anda juga menerima penebusan itu sekarang. Lebih cepat lebih baik. Jika terlambat, konsekuensinya kekal.

Yang saya bold itu Anda tambahkan sendiri. Yesus mengecam kota-kota karena tidak mau bertobat. Berbahagialah Anda karena tidak turut dikecam. Karena itu bertobatlah sekarang.

Topik saya kunci karena sudah terjawab. Terima kasih untuk semua member yang telah berpartisipasi.
Sampai jumpa dalam topik lain yang menarik.

Tuhan YESUS memberkati.