KEBENARAN atau KEBODOHAN

Sebagai orang yang beriman akan Allah yang menjanjikan keselamatan dan kehidupan kekal bersama Tuhan Yesus di surga, saya percaya semakin aku setia dan menurut apa yang Alkitab katakan dengan benar, aku akan mendapatkan sukacita karena upah besar di surga, tapi faktanya banyak temanku yang tidak seiman mengatakan bahwa semakin aku percaya akan Alkitab maka aku akan semakin kelihatan bodoh dimata dunia, dan tentunya aku tidak sepaham dengan pemikiran mereka, permasalahannya sekarang ini banyak pemahaman yang kelihatannya alkitabiah padahal sebenarnya salah dimata Tuhan, jadi bagaimana kita yakin apa yang kita lakukan adalah suatu KEBENARAN dimata Tuhan, meskipun dunia mengatakan sebagai suatu KEBODOHAN, dan apa yang harus kita lakukan melihat pemahaman gereja yang tidak sesuai dengan pemahaman kita, agar dunia melihat bahwa apa yang dilakukan oleh orang kristen adalah suatu KEBENARAN bukan KEBODOHAN?

Dunia kan cuma tempat persinggahan sementara… sedangkan benar dimata TUHAN adalah selamanya… menurut saya sih ga usah diperdulikan apa yang dikatakan dunia… sebab tujuan kita kan TUHAN… ^^ atau justru sebutan kebodohan menurut dunia itulah yang paling penting… semakin dikatakan bodoh berarti apa yang kita lakukan benar kan…??? karena keduniawian itu berlawanan dengan kerohanian maka… dunia tidak akan pernah bisa melihat apa yang orang kristen lakukan adalah suatu kebenaran…

Anda sudah menjawabnya sendiri di sini:

Sedang untuk yang ini:

Anda membaurka dua hal yang berbeda menjadi satu seakan keduanya merupakan tanggung jawab anda.

  1. Kalau pemahaman gereja tidak sesuai dengan pemahaman anda, carilah pemahaman mana yang benar menurut FirmanNya. Anda bisa memulainya dengan doa meminta “hikmat yang daripadaNya” untuk itu.

  2. Sedang Dia sendiri sudah menyatakan kalau KebenaranNya merupakan “kebodohan bagi dunia,” jangan menyia-nyiakan waktu dan energi anda untuk mengubah hal itu. Pada akhirnya nanti, di Akhir Jaman, dunia akan melihat kalau apa yang selama ini mereka anggap sebagai “kebodohan” ternyata sebuah “kebenaran.”

Yang saya maksud adalah fenomena pengajaran yg booming, dan dipercaya banyak gereja, pafahal menurut hikmat kita secara Alkitabiah itu tidak benar, contohnya teori pembayangan / pendiktean iman ala Yongi Cho dari Korea.

Sekitar 25 tahun yang lalu, fenomena pengajaran yg disampaikan Yongi Cho begitu booming dan wow, banyak gereja yg percaya bahkan berlomba2 mengundan dia untuk menjadi pembicara seminar gereja di Indonesia, saat itu saya dan beberapa teman samgat yakin bahwa pengajaran tersebut tidak benar, tapi banyak gereja dan hamba Tuhan yang meneguhkan pengajaran tersebut, akibatnya kitapun berselisih paham, sekarang keadaan berubah, banyak yg mengatakan pemahaman tersebut salah, nah maksud saya, bagaimana pendapat kita terhadap fenomena pemahaman yang menurut pemahaman kita secara Alkitabiah tidak benar, tapi banyak hamba Tuhan dan gereja yang memahaminya sebagai suatu kebenaran, sebenarnya buaaaaanyak contoh fenomena pemahaman gereja lainnya yg kurang benar (menurut pemahaman kita secara Alkitabiah), tapi karena sudah terlanjur diterima banyak orang dan gereja, apa yang mesti kita lakukan? Saya yakin, anda pasti punya pengalaman pemahaman yang berbeda juga seperti saya, benar kan?

AJARAN DUNIA … MENGERTI dahulu, baru PERCAYA
Ajaran Tuhan … PERCAYA dahulu , baru MENGERTI

Jadi DASAR nya saja sudah BERBEDA …sampai BOTAK juga gak akan ketemu HASIL nya !

IMAN adalah PERCAYA pada sesuatu yg TIDAK manusia LIHAT (SAAT INI)
Buah dari IMAN adalah NANTI mereka akan MELIHAT apa yg mereka PERCAYAI !

Yang PER TAMA2 harus anda lakukan adalah kata “kita” disemua yg saya TEBALKAN itu diganti terlebih dahulu dengan kata “Roh Kudus”…sehingga si “kita” juga tidak mengulangi melakukan hal2 yg salah dan bukan Alkitabiyah juga !
Terkadang karena ter gesa2 , ter buru2, tidak bertanya pada Roh Kudus…maka si “kita” nya juga bisa EROR, anda bisa LIHAT satu contoh si “kita” yg sedang ber SESAT RIA dalam Topiknya Penafsiran Masa Tribulasi 7 tahun sudah runtuh !

Dalam situasi seperti itu, anda hanya bisa bertahan dengan apa yang anda yakini sebagai kebenaran yang sudah anda uji sendiri dengan FirmanNya. Anda bisa menyatakan keyakinan anda pada orang lain, tapi “jangan berharap” orang lain akan menerima, terlebih lagi mengikuti, keyakinan anda tidak peduli selogis apa pun argumentasi anda. Bagaimana pun juga, tugas kita hanyalah “menabur.” “Menumbuhkan apa yang kita tabur” bukanlah bagian dari kekuasaan yang diberikan kepada kita.

Hanya karena 100 orang menyatakan pemahaman anda tentang FirmanNya salah, belum tentu mereka benar. Kita harus menjadi seperti orang-orang Berea yang “setiap hari menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui apakah semua itu benar adanya” (Kisah Para Rasul 17:11). Kita jangan menjadi seperti orang Yahudi di jaman Yesus, yang menyerahkan penyelidikan Kitab Suci kepada orang Farisi lalu menelan mentah-mentah apa pun kata mereka hingga tercatat hanya dua orang (Simeon dan Hana) yang seketika mengenali Mesias yang dijanjikan, sementara sebagian besar sisanya justru bersemangat menyalibkan Dia.

teori pembayangan / pendiktean iman bagaimana sis ? bisa dijelaskan ?

GBU

saya tertarik dengan pengamatan anda atas beberapa kata :

  1. booming
  2. wow
  3. banyak orang
  4. banyak gereja

kata-kata “bernuansa mombastis” di atas hanya terjadi pada “gereja-gereja” yang fokus pada 2 hal :

  1. kekuatan menentukan manusia (paham decisionism)
  2. pemahaman kehendak ALLAH dalam Alkitab tidak serius didengar, karena mereka hanya ingin “memilih kebenaran yang menarik saja”

Kasih karunia adalah suatu kebodohan dimata dunia.

Pengadilan dimana Hakim dan Pembela adalah satu pribadi adalah kebodohan dimata dunia.

Inti dari Injil adalah karya penebusan yg mencakup perubahan dari hukum menjadi kasih sejati, ini juga kebodohan dimata dunia.

Dunia memandang kemenangan dunia, tapi secara dunia Kristus kalah, menang secara rohani.

Pemahaman Yongi Cho dari Korea mengajarkan untuk beriman dengan memvisualisasikan apa yang diimankan dan menjalani hidup seolah2 iman yang kita pikirkan sudah terealisasi, misalnya kalo kita menginginkan sebuah mobil, maka kita harus memvisualisasikan iman kita secara detil, misalnya merk mobilnya apa, warna mobilnya apa dsb, setelah itu kita bertindak seolah2 kita sudah mendapatkan apa yang diimankan, padahal barangnya belum ada, …sorry kalo penjelasan saya kurang detil, tapi kurang lebih ya seperti begitulah pemahaman yang dipercaya oleh mereka, sehingga kesannya mendikte Allah untuk melakukan apa yang kita imankan!

lha itu kan ada ayatnya yang ini ?
Markus 11
11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

kalo ada dasar ayatnya ya alkitabiah dong…

Hanya bisa dijawab dengan pengalaman hidup…

Iman yang benar-benar yakin dengan apa yang diminta, meminta dengan jelas, pengalaman hidup saya Tuhan berikan sesuai permintaan saya sebagai pemberian seorang Ayah kepada anakNya.

Anda akan merasakan Allah itu ada dan hidup kalau anda hidup didalam iman.