Kecam Pembakaran Alquran, PGI Kirimi Surat Obama

Masyarakat Kristen di Indonesia mengecam rencana pembakaran Alquran yang dicetuskan sekelompok orang di Gainessville, Florida, Amerika Serikat.

Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Andreas Yewangoe bahkan sudah mengirim surat kepada Presiden AS Barack Obama yang isinya meminta kepada Pemerintah AS untuk mencegah agar rencana dalam memperingati sembilan tahun tragedi serangan 11 September tersebut tidak terlaksana.

“Pembakaran Alquran akan membahayakan perdamaian dunia. Kami mengkhawatirkan hal ini akan menimbulkan kerusuhan di sini,” ucap Andreas seperti dikutip AFP, Selasa (7/9/2010).

Andreas menambahkan pembakaran Alquran hanya akan membawa kembali situasi seperti pada Abad Pertengahan dan merupakan tindakan melawan peradaban.

Rencana pembakaran Alquran dicetuskan Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, AS, dan dipelopori Terry dan Sylvia Jones. Kampanye dalam rangka memperingati sembilan tahun tragedi serangan 11 September (9/11).

Sebelumnya, kelompok lintas organisasi yang tergabung dalam Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) bertemu dengan Duta Besar AS di Jakarta, Senin, 9 Agustus lalu.

Koordinator GPP Damien Dematra mengatakan pertemuan itu membahas penolakan GPP terhadap “Hari Pembakaran, Alquran se-Dunia”.

Pihak Kedubes AS pun menyatakan keprihatinan dan sikap tidak setuju atas kampanye itu.

Kepala Bagian Politik Kedubes AS Ted Lyng dalam pertemuan dengan empat tokoh GPP mengungkapkan keprihatinannya. “Warga Amerika Serikat dan seluruh umat beragama tidak setuju dengan inisiatif dari kelompok tersebut. Kami sangat berterima kasih atas ‘Surat Pernyataan Bersama’ dan komunikasi yang baik dari para pemimpin agama di Indonesia dalam menyikapi masalah ini,” ujar Ted saat itu.

sumber: okezone