Keesaan Allah dalam Dialog Teologis Kristen-Islam

  1. Makna Ganda Tu(h)an: Keterbatasan Bahasa
    Tinggal masalah terakhir adalah soal salahfaham dalam bahasa, karena bahasa Indonesia tidak mengenal satu kata bermakna ganda, sebagaimana istilah Adonay, Marya, Kyrios, Rabb, Lord atau Gusti. Karena itu, dalam penulisan-penulisan makalah saya di beberapa forum Islam saya me-naruh 2 tanda kurung diantara aksara (h) pada kata Tuhan. Karena penulisan ini saya sering disalahfahami, seolah-olah saya meragu-ragukan Ketuhanan Yesus. Padahal sama sekali bukan itu maksud saya, dan untuk itu perlu saya menjelaskan di sini.

Sebagaimana sudah saya singgung di muka, kata Tuhan dalam bahasa Indonesia pada umumnya lebih paralel dengan God, Ilah, Deus, Theos. Nah, seorang non-Kristen tidak mungkin bisa memahami ungkapan dalam bahasa Indonesia bahwa Tuhan telah mati, karena latarbelakang tersebut di atas. Padahal, seorang bisa menerapkan hal itu pada bahasa-bahasa lain yang paralel: Adonay, Marya, Lord atau Gusti, yang bisa bermakna Tu(h)an, maksudnya baik Tuan maupun Tuhan. Ungkapan “Tuhan sudah mati”, bagi pemakai bahasa Indonesia pada umumnya sama saja maknanya bila orang Kristen berkata “Allah sudah mati”. Nah, padahal kematian Yesus itu sama sekali tidak menyentuh keilahianNya sebagai Firman Allah. Rasul Petrus menyaksikan dengan jelas bahwa Yesus “telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia” (1 Pet. 3:18).

Padahal dalam diri Kristus, sekalipun telah dipersatukan kodrat ilahi dan kodrat insani sekaligus menjadi “satu pribadi” (rumus Kalsedonia) atau “satu kodrat ganda” (rumus non-Kalsedonia), dimana antara Firman Allah dan kemanusiaan-Nya “tidak berbaur dan tidak berubah”. Jadi, kematian tubuh yang dikenakan oleh Firman Allah tidak menyentuh sama sekali keilahian-Nya yang kekal. Meskipun demikian, Allah yang kita sembah bukan ilah yang bersifat impalbilitas, seperti dewa-dewa Yunani yang diam, dingin dan apatis (tanpa rasa). Sebab itu sebaliknya, antara kemanusiaan dan ke-ilahianNya sebagai Firman Allah juga “tidak terbagi dan tidak terpisah”. Maksudnya, sekalipun Firman Allah sama sekali tidak merasakan atau dapat disentuh maut, tetapi dengan kematian tubuh insani Yesus itu Allah turut “berbela-rasa” umat-Nya.

Hal itu bisa dibaratkan bendera kerajaan adalah kebanggaan seorang raja, ketika bendera itu diinjak-injak pasukan musuh, hati raja itu terasa tercabik-cabik, meskipun tubuh raja itu sama sekali tidak terluka.[32] Jadi, sekalipun Allah tidak dapat mati, tetapi dalam kasih-Nya “turut merasakan” kematian Yesus Putra-Nya. “Kuduslah Engkau, Ya Yang Tidak dapat mati” (Quddûsu anta, yâ ghayr al-mâti), demikian kidung Trisagion bahasa Arab yang dinyanyikan di Gereja Ortodoks Syria, “yang telah disalibkan bagi kami, kasihanilah kami! (Yâ man shulibta ‘ana irhamnâ).[33] Dengan demikian, Firman Allah yang satu dengan Allah (Yoh. 1:1), yang tidak berkematian, satu dengan wujud inkarnasi-Nya sebagai manusia, yang dapat menderita dan mati. Kesatuan itu unik sedemikian rupa, tanpa berbaur tanpa berubah, dan tanpa terbagi, tanpa terpisah.

قنون الامان المقدس
Qânûn al-Îmân Konsili Nikea (325)[34]

“نؤمن بإله واحد, آب ضابط الكل, خالق جميع الأثياء المنظورة وغير المنظورة, وبرب واحد يسوع المسيح ابن الله الواحد المولود من الآب, أى من جوهر الآب, إله من إله, نورمن نور, إله حق من إله حق, مولود, غير مخلوق,  مساو للآب فى الجوهر, به كان كل شىء, ما فى السماء وما على الأرض, الذى من أجانا, نحن البشر ومن أجل خلاصنا نزل, وتجسد, وصار إنسانا, وتألم, وقام فى اليوم الثالث , وصعد إلى السماوات وسوف يأتى ليدين الأحياء والأموات وبالروح القدسز”

« إن الذين يقولون: “كان وقت لم يكون فيه”, و ” قبل أن يولد لم يكن”, و “قد خلق من العدم” أو يجاهرون بأن ابن الله هو من ذات أخرى, أو من جوهر آخر, أو أنه مخلوق أو قابل للتغير والفساد , فإن الكنيسة الكاثوليكية الرسولية تحرمهم ».
Artinya: “Kami percaya kepada satu-satunya Ilah (Allah), Sang Bapa, Pencipta segala sesuatu, segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu-satunya Tuhan (Rabb), Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal, yang dilahirkan dari Bapa, yaitu dari Dzat Sang Bapa, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah sejati dari Allah sejati, dilahirkan dan bukan diciptakan, yang sehakikat dengan Sang Bapa dalam Dzat-Nya, yang oleh-Nya segala sesuatu diciptakan, segala yang ada di langit dan yang di atas bumi, yang demi kita Manusia, dan demi keselamatan kita, telah nuzul (turun) dan menjelma, dan menjadi manusia, yang menderita, dan bangkit pada hari ketiga, dan naik ke surga, dan akan datang kembali untuk menghakimi orang hidup dan orang mati, dan kami percaya kepada Roh Kudus.

Sedangkan tentang mereka yang berkata: “Pernah ada waktu dimana Firman belum ada”, atau “Sebelum Dia dilahirkan, Ia tidak ada”, atau “Firman Allah itu berasal dari tidak ada kemudiaan menjadi ada” (creatio ex nihilo), dan juga mereka yang menyangkal bahwa Putra Allah mempunyai zat lain, atau dzat lain selain dari Allah”, atau “diciptakan”, atau “dapat berubah”, maka Gereja yang kudus, universal dan rasuli, mengharamkan (tahrim) ajaran mereka”.

قنون الامان المقدس

Qânûn al-Îmân

Konsili Konstantinopel (381)[35]

نؤمن بإله واحد الله الآب ضابط الكل, خالق السماء
و الأرض, كل ما يرى و ما لا يرى.
و برب واحد يسوع المسيح ابن الله الوحيد, المولود من الآب قبل كل الدهور, نور من نور, اله حق من اله حق, مولود غير مخلوق, مساو للآب فى الجوهر, الذي به كان كل شيء. هدا الذي من أجلنا نحن البشر, و من أجل خلاصنا, نزل من السماء. و تجسد بقوة الروح القدس, من مريم العذراء وتأنس, وصلب عنا على عهد بيلاطس البنطي, تألم ومات وقبر, وقام من الأموات في اليوم الثالث كما في الكتب, وصعد إلى السموات, وجلس عن يمن الآب, وأيضا سيأتي في مجده ليدين الأحياء والأموات, الذي لا فناء لملكه انقضاء.
بالروح القدس, الرب المحيي, المنبثق من الآب, تسجد لهو نمجده مع الآب والابن, الناطق بالأنبياء. وبكنيسة واحدة مقدسة جامعة رسلية. ونعترف بمعمودية واحدة لمغفزة الخطايا, و ننتظر قيامة الأموات, وحياة الدهر الآتي. آمين.
Artinya: “Kami percaya kepada satu-satunya Allah, Allah Sang Bapa Yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi, segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan.

Dan kepada satu-satu Tuhan (Rabb), Yesus Kristus Putra Allah yang Tunggal, yang dilahirkan dari Sang Bapa sebelum segala abad, Terang dari Terang, Allah sejati dari Allah Sejati, dilahirkan dan bukan diciptakan, yang sehakikat dengan Allah dalam Dzat-Nya yang Esa, yang oleh-Nya segala sesuatu diciptakan. Untuk kita manusia dan demi keselamatan kita, telah nuzul dari surga, dan menjelma dengan kuasa Sang Roh Kudus dan dari Perawan Maryam, dan telah menjadi manusia. Yang disalibkan demi kita pada masa pemerintahan Pontius Pilatus, menderita, wafat dan dikuburkan. Dan yang telah bangkit kembali pada hari ketiga, sesuai dengan kesaksian Kitab-kitab Allah, naik ke surga, dan duduk di sebelah kanan Sang Bapa, dan yang akan datang kembali dari sana dalam kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati, yang kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.

Kami percaya kepada Sang Roh Kudus, yang menjadi Tuhan Pemberi Hidup, yang keluar dari Sang Bapa, dan yang bersama dengan Sang Bapa dan Sang Putra disembah dan dimuliakan, dan yang memberi wahyu kepada nabi-nabi. Kami percaya kepada gereja yang satu, universal, dan Rasuli. Kami mengakui satu baptisan untuk pengampunan segala dosa, dan juga menantikan kebangkitan orang-orang mati, dan kehidupan baru di alam yang akan datang, Amin.

[1]S. ‘Akâsyah, “Muqadimah” pada buku Jibrân Khalîl Jibrân, An-Nabî (Cairo: Dâr asy Syarûq, 2004), hlm. 65.
[2]Cf. Risâlatu al-Qidîs Bûlus al-Awwal ila Ahli Kûrinthus 8:4-6/1 Kor. 8:4-6 dalam bahasa Arab berbunyi:

و أنْ لا إلهَ إلاَّ اللهُ الأحدُ . و إذا كان في السَّماءِ أو في الأرضِ ما يَزعمُ النَّاس أنّهم آلهةٌ, بل هناك كثير منْ هذِهِ الآلهةِ و الأربابِ, فلنا نحنُ إلهٌ واحدٌ و هو الآبُ الذي منه كلُّ شيءٍ و إليهِ نَرْجِعُ, و ربٌّ واحدٌ وَهُوَ يَسُوعُ المسيحُ الذي بِهِ كلُّ شيءٍ وبه نح

Wa ‘an lâ ilaha illa al-Lâh al-ahad. Wa idza kâna fî as-samâ’i au fî al-ardhi mâ yaz’amu al-nnâsi annahum alihatun, bal hunâka katsirun min hadzihi al-alihati wa al-arbâbi. Falanâ nahnu ilahun wâhidun wa huwa al-Abu alladzi minhu kullu syai’in wa ilaihi narji’u, wa rabbun wâhidun wahuwa Yasu’ al-Masîh alladzi bihi kullu syai’in wa bihi nahyâ.

Artinya: “Dan tidak ada ilah selain Allah yang esa. Dan sungguhpun ada yang disebut oleh manusia ilah-ilah di langit dan di bumi, dan memang disana ada banyak ilah-ilah dan tuhan-tuhan, namun bagi kita hanya ada satu Ilah (sembahan) yaitu Sang Bapa, yang daripada-Nya berasal segala sesuatu dan kepada-Nya pula kita kembali, dan hanya ada satu Rabb (Tuhan, Penguasa) yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya telah diciptakan segala sesuatu, dan yang karena Dia kita hidup”. Al-Kitâb al-Muqaddas. Ay Kutub al-‘Ahd al-Qadîm wa al-‘Ahd al-Jadîd (Beirut: Dâr al-Kitâb al-Muqa-ddas fî asy Syarq al-Ausath, 1993).

[3]Lihat juga: J.J.G. Jansen, Diskursus Tafsir al-Qur’an Modern. Alih Bahasa: Hairussalaim dan Syarif Hidayatullah (Yogyakarta: PT. Tiara Wacana, 1997), hlm. 2-3.
[4]Hasyim Muhammad, M.Ag. Kristologi Qur’ani: Telaah Kontekstual Doktrin Kekristenan dalam al-Qur’an (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005), hlm. 179-181. Mengenai perbandingan ‘Isa dengan Al-Qur’an sebagai Fir-man Allah, Seyyed H. Nasr, seorang pemikir Muslim yang terkenal dari Iran menulis:
“The Word of God in Islam is the Qur’an, in Christianity it is Christ. The vehicle of the divine message in Christianity is the Virgin Mary, in Islam is the soul of the Prophet. The Prophet must be unlettered for the same reason that the Virgin Mary must be virgin. The human vehicle of the divine message must be pure and untained. The Divine Word can only be written on the pure and “untouched” tablet of human receptivity. If this Word is the form of flesh the purity is symblolized by the virginity of the mother who gives birth to the word, and if it is in the form of a book this purity is symbolized by the unlettered nature of the person who is chosen to announce this word among men”. Seyyed Husein Nasr, Ideals and Realities of Islam (Cairo: American University of Cairo, 1989), hlm. 43-44.

[5]Lih. Qyama hadatsa – Ha Brit ha Hadasyah: The New Covenant Aramaic Peshitta Text with Hebrew Translation (Jerusalem: The Bible Society in Israel and the Aramaic Scriptures Research Society in Israel, 1986).
[6]Sejak Perjanjian Lama diterjemahkan dalam bahasa Aram, tetagramaton YHWH sudah diterjemahkan Marya. Begitu juga, teks-teks Syriac/Suryani Perjanjian Baru yang lebih tua dari Peshitta (Old Syriac Gospels), menerjemahkan Mark. 12:29 tidak berbeda: ܥܢܐ ܝܫܘܥ ܘܐܡܪ ܩܕܡܝ ܡܢ ܟܘܠܗܘܢ ܫܡܥ ܐܝܣܪܝܠ ܡܪܝܐ ܐܠܗܢ ܚܕ ܗܘ cf. “Old Syriac Bible”, dalam www.suduva.com Perjanjian Baru dalam teks asli bahasa Yunani juga menerjemahkan “nama yang pantang terucapkan” itu menjadi Kurios (Tuhan). Jadi, seluruh tradisi gereja awal tidak pernah mempertahankan nama ilahi itu secara harfiah dalam bahasa Ibrani. Kutipan Ul. 6:4 dalam teks asli Mrk. 12:29 berbunyi: Akoue Israel Kurios ho Theos hemon, Kurios eis estin. Lih. Nestle-Aland (ed.), Novum Testamentum Graece (Stuttgart: Deutsche Bibelstiftung, 1981), hlm. 131.
[7]Yes. 64:8. Liturgi Yahudi juga mengenal doa yang menyeru Allah sebagai: Avinu Syeba syemayim (Bapa Kami yang di surga). Rabbi Hayim Halevy Donin, To Be A Jew: A Guide to Jewish Contemporary Life (Jerusalem: Basic Book, 1996).
[8]Risto Santala, Al-Masîh fî al-‘Ahd al-Qadîm (Cairo: Key Media, 2003), hlm. 59.
[9]“Epistle of St. Policarp”, dalam J.B. Lighfoot – J.R. Hermer (ed.), The Apostolic Fathers. Greek texts with Introduction and English Translations (Michigan: Baker Book House, 1984), hlm. 195.
[10]“The Epistle of St. Ignatius to Magnesians (VIII)”, dalam J.B. Lighfoot – J.R. Harmer (ed.), Op. Cit., hlm. 114.
[11]“The Epistle of St. Ignatius to Ephesians (VII)”, dalam Ibid, p. 107. cf. Tadros Ya’qub Malathî, Al-Qidîs Ignâthius al-Anthâkî (Cairo: Markaz al-Delta li al-Nasyr, 2003), hlm. 13.
[12]Dokumen yang disebut Risâlah Barnâbâ ini sangat dihormati di gereja-gereja kuno, bersama dengan dokumen-dokumen post-rasuli yang lain, seperti misalnya: Gembala Hermas, Didache, surat-surat Ignatius, Ke-syahidan Polikarpus, dan sebagainya. Risâlah Barnâbâ/Epistle of Barnabas (ditulis 90-120) dan Qishah Barnâbâ/Acts of Barnabas (dari abad ke-5 M) harus dibedakan dengan dokumen palsu berbahasa Itali dan Spanyol dari abad ke-16 M yang berjudul Injîl Barnâbâ/The Gospel of Barnabas. Lihat pembahasan dokumen ini dalam buku saya: Bambang Noorsena, Telaah Kritis Injil Barnabas (Yogyakarta: Yayasan Andi, 1990).
[13]Alexander Robert – James Donaldson (ed.), The Writings of the Father Down to AD. 325: Ante-Nicene Fathers. Vol. I (Peabody, Massachu-setts: Hedrickson Publishers, 1995). hlm. 193-194.

[14]Mâhir Yûnân ‘Abd al-Lâh, Al-Thawâ’if al-Masîhiyyat fî Mishra wa al-‘âlam (Al-Qâhirah: al-Nâsyir Mâhir Yûnân ‘Abdu llâh, 2001), hlm. 35-36.
[15]Ibid.
[16]Ibid.
[17]Anba Shenuda III, Lâhût al-Masîh (Cairo: Maktabah al-Mahabbah, 2004), hlm. 8-9.
[18]Ungkapan jauhar sebagai terjemahan kata Yunani ousia disebut dalam karya apologet Kristen Theodore Abû Qurrah (awal abad ke-8 M), penerus Yuhanna Mansyur al-Dimasyqî, yang hidup pada permulaan dinasti ‘Ummayyah, antara lain berbunyi: Wa nahnu naqûlu inna l-ibna al-azalî al-maulûdu min al-Lâhi qabla kulli al-duhûr alladzî huwa min jauhari l-Lâh. “Dan kami berkata bahwa sesungguhnya Sang Putra yang kekal dilahirkan dari Allah sebelum segala abad, yaitu Ia yang dilahirkan dari jauhar Allah” (Mark N. Swanson, Folly to the Hunafa’: The Cross of Christ in Arabic Christian-Muslim Controversy in Eighth and Ninth Centuries AD. Rome: PISAI, 1995), hlm. 77. Selanjutnya, dzat dan shifât sebagai terjemahan dari ousia dan hypostasis dapat dibaca dalam karya apologet Kristen yang hidup zaman ‘Abbasiyyah, ‘Abd al-Masîh al-Kindi (wafat 830) sebagai berikut: Fa amma shifâtu dzâtihi tabâraka wa ta’alâ dzu kalimatu wa rûh azalî. “Sedangkan sifat Dzat-Nya, Maha Terpuji dan Mahatinggi Allah, adalah mempunyai Firman dan Roh yang kekal”. Sedangkan hypostasis ju-ga diterjemahkan uqnum (jamak: aqânim, dari bahasa Aram/Suryani: qno-ma), misalnya, dijumpai dalam karya Elias dari Nasibin: Inna llâha jauhar wâhid tsalâtsatu aqânim. “Sesungguhnya Allah itu jauhar esa dan tiga uqnum” (Jean-Marie Gaudeul, Encounter and Clashes: Islam and Christi-anity in History. Vol. 2, Texts. Rome: Pontificio Institutio di Arabi et Islamici/PISAI, 1984), hlm. 55-57, 77.
[19]Kiranya ayat ini lebih cocok diarahkan kepada sebuah bentuk “mujjasimah (anthropomorfisme) bid’ah Kristen” yang menganggap Yesus dan Maryam adalah dua ilah disamping Allah, padahal kedua-duanya mela-kukan aktivitas manusiawi, seperti “keduanya memakan makanan” (Q.s. al-Maidah/ 5:75, “…kâna ya’-kulani th-tha’âm). Padahal dalam Iman Kris-ten, fakta bahwa Yesus melakukan aktivitas-aktivitas manusiawi sangat ditekankan, bersamaan dengan penekankan ke-“bukan makhluq”-an Fir-man Allah, yang secara khusus ber-“shekinah” (berdiam) dalam diri Yesus (Yoh. 1:14).
[20]Ibid, hlm. 9.
[21]Ibid, hlm. 9.
[22]Ibid.
[23]Anba Shenûda III, Qânûn al-Imân (Cairo: Maktabah al-Mahabbah, 2003, hlm. 46-47.
[24]Mar O’disho, The Book of Marganitha: The Pearl on the Truth of Christianity. Translated from the Aramaic original by Mar Eshai Shimun XXVI (Chicago: Committee of the Assyrian Chuch of the East, 1988), hlm. 106.
[25]Risto Santala, Op. Cit., hlm. 125.
[26]Idries Shah, Meraba Gajah dalam Gelap: Sebuah Upaya Dialog Kristen Islam. Jakarta: Pustaka Grafiti Pers, 1986), hlm. 42.
[27]Geoffrey Parrinder, Jesus in The Qur’an (New York: Oxford University Press, 1977), hlm. 33-34.
[28]Pembahasan mengenai buku ini, lihat: Olaf Schumann, Pemikiran Keagamaan dalam Tantangan (Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana, 1992), hlm. 165-190.
[29]Apabila nama YHWH muncul berdiri sendiri (dibaca: Adonay, LAI: TUHAN) dalam bahasa Arab diterjemahkan ar-Rabb (dengan kata san-dang Al), tetapi apabila kedua kata muncul bersamaan: YHWH Adonay diterjemahkan: Ar-Rabb as-Sayid (Hab. 4:19, LAI: “ALLAH Tuhanku”). Se-dangkan YHWH Elohim dalam bahasa Arab diterjemahkan: Ar-Rabb al-Ilah (Kej. 2:4, LAI: “TUHAN Allah”).
[30]Teks asli Ibrani bisa dibaca dari terbitan Yahudi sendiri: Harold Fisch (ed.), Torah Nevi’m Ketuv’im – The Jerusalem Bible (Jerusalem: Koren Publishers Jerusalem Ltd., 1992).
[31]Risto Santala, Loc. Cit.
[32]Perumpamaan yang indah ini dipakai oleh Mar Timotius I, Pemimpin tertinggi Gereja Assyria Timur yang waktu itu berpusat di Bagdad, dalam dialognya dengan Kalifah al-Mahdi tahun 781, seperti dicatat dalam bukunya Dafâ’iyyâtu Masîhiyyati fî al-‘Ashar al-‘Abâsî al-Awwal (Villach, Austria: Light of Life, tanpa tahun). Sedangkan terjemahan bahasa Inggris, bisa dibaca: A. Mingana, The Apology of Timothy The Patriarch before The Caliph Mahdi. With Introduction by Rendel Harris, Woodbrooke Studies 2, Cambrige, 1923.
[33]Gregorius Yuhanna Ibrâhîm (ed), Shalû li-Ajlinâ: Khidmat al-Quddas wa Shalawat Syatta (Halab/Allepo: Dâr al-Raha lil Nasyir, 1993), hlm. 42.
[34]Dikutip dari Maurice Yuqarin, Târîkh al-Kanîsah: Juz I – Al-Majâmi’ al-Maskûniyyat al-Awwal wa al-Ghazawat al-Kubra (Ma’adi, Cairo: Mansyûrat al-Ma’had, 1966), hlm. 15.
[35]Dikutip dari Baba Shenuda III (ed.), Al-Agabiya: Al-Sab’u ash-Shalawât al-Nahâriyyah wa al-Lailiyyah (Cairo: Maktabah al-Mahabbah, 2003), hlm. 78-80.

Pemahaman Yahudi inilah yang melatarbelakangi khutbah Petrus dalam Kis. 2:36 yang kita kutip di atas, bahwa Allah sendirilah yang telah menjadikan Yesus sebagai Tu(h)an dan Kristus. Sekali lagi, Tuhan di sini bukan dalam makna ilah selain Allah, melainkan sebagai rabb (Penguasa) sesuai dengan pengharapan Yahudi di atas. Bagaimanakah makna lebih lanjut gelar Adonay (Tuhan) bagi Raja Mesiah di kalangan Kristen awal? Sebagaimana telah disinggung di atas, tradisi Yahudi (yang juga diikuti Yesus dan para Rasul-Nya) tidak mengeja Nama Diri (Ismu al-Dzat, “proper name”) Allah dalam bahasa Ibrani: YHWH (bacaan akademis yang diusulkan: Yahwe). Sebagai gantinya, namun tetap membiarkan empat huruf suci itu dalam Taurat, tetapi mereka membacanya ha-Syem (Sang Nama) atau Adonay (Yunani: Kyrios; Aram: Marya; Arab: Rabb atau Inggris: Lord). Pada akhirnya, Allah sendiri memberikan gelar itu kepada Yesus Sang Mesiah, Firman-Nya sendiri yang nuzul (turun) ke dunia. Karena itu Yesus bersabda: “Segala kuasa di surga maupun di bumi telah dilimpahkan kepadaKu” (Mat. 28:20).

Tanya: Apakah artinya Bapa bukan Tuhan lagi?

Kan tidak ada Tuhan selain Yesus – sesuai dengan 1Co 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Bagi yang mengerti mohon penjelasan lebih lanjut, terima kasih.

Kebetulan ane ketemu tautan yang membahas soalan ini. Silahkan diklik dan baca-baca di SINI.

@shadowing

saya percaya Yesus adalah Allah sesuai dengan Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."

namun sepertinya 1Co 8:6 bukan membahas Yesus sebagai Firman, tetapi sebagai manusia yang sudah selesai menjalankan misi penyelamatan manusia dan Alkitab menyatakan bahwa sebutan Tuhan untuk Yesus adalah untuk kemanusiaannya.

1Kor 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Yoh 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

kalimat biru gimana nurut kk ?

Kalo ente baca keseluruhan perikop 1 Kor 8:6-13, sesungguhnya perikop ini sedang membahas apa yang sudah diinformasikan oleh judulnya yaitu Tentang Persembahan Berhala. Berikut kutipan untuk ayat 1-7 :

(1) Tentang daging persembahan berhala kita tahu: “kita semua mempunyai pengetahuan.” Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
(2) Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu “pengetahuan”, maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
(3) Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
(4) Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.”
(5) Sebab sungguhpun ada apa yang disebut “allah”, baik di sorga, maupun di bumi–dan memang benar ada banyak “allah” dan banyak “tuhan” yang demikian–
(6) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
(7) Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.

Ane juga bingung di bagian mananya dari perikop tersebut terdapat satu bagian yang bisa dihubungkan secara langsung (secara hurufiah) dengan Yoh 1:1, mengenai Firman menjadi Yesus? Apalagi jika dihubungkan dengan Yesus yang sudah selesai menjalankan misi penyelamatan manusia. Memang kalo mau “dihubung-hubungkan / ditafsir-tafsirkan” ada beberapa ayat yang bisa dijadikan benang merah tetapi IMO, yang terjadi nanti malah pemerkosaan ayat.

Bisa diberikan contoh ayat-ayatnya?

@Seek d Truth

Ya sepertinya saya salah dengan menyatakan bahwa sepertinya 1Co 8:6 bukan membahas Yesus sebagai Firman, tetapi sebagai manusia.

@shadowing

Lihat
Reply #8

dan ini saya kutip

Artinya: 34Bukan Daud yang telah naik ke surga, sebab dia sendiri malahan berkata: Firman Tuhan (Marya) kepada Tuanku (Mari), Duduklah kamu di sebalah kanan-Ku 35sampai Kubuat musuh-musuhmu di bawah tumpuan kaki-Mu 36Jadi seluruh keluarga Israel harus mengetahui bahwa Allah telah menjadikan Yesus yang kamu salibkan itu sebagai Marya/Tuhan dan Meshiha/ Kristus (Kis. 2:34-36, Peshitta).

dan ayat di Filipi

Php 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

Php 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Php 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Php 2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Php 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

Php 2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Sekedar melengkapi (dan memberikan penegasan):

Reff: http://www.sarapanpagi.org/menanggapi-sebuah-tulisan-dari-saksi-yehova-vt2681.html#p15327

1 Korintus 8:6 menjelaskan bahwa Yesus adalah Allah Sang Pencipta (reff: Kejadian 1:1). Hanya Allah sang Pencipta. Adakah oknum lain selain Allah dapat mencipta?

* 1 Korintus 8:6
LAI TB, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
KJV, But to us there is but one God, the Father, of whom are all things, and we in him; and one Lord Jesus Christ, by whom are all things, and we by him.
TR, αλλ ημιν εις θεος ο πατηρ εξ ου τα παντα και ημεις εις αυτον και εις κυριος ιησους χριστος δι ου τα παντα και ημεις δι αυτου
Translit interlinear, all {tetapi} hêmin {bagi kita} heis {satu} theos {Allah} ho patêr {(yaitu) Bapa} ex hou {dari-Nya} ta panta {segala (sesuatu)} kai {dan} hêmeis {kita} eis {di dalam} auton {Dia} kai {dan} heis {satu} kurios {Tuhan} iêsous {Yesus} khristos {Kristus} di {melalui} hou {-Nya} ta panta {segala (sesuatu)} kai {dan} hêmeis {kita} di {karena} autou {Dia}

Kalangan yang menolak keilahian Kristus mencoba menggunakan ayat ini dan menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, tetapi Dia bukan Allah.
Tetapi pertanyaannya sekarang, siapakah Allah? Siapakah Sang Pencipta? Apakah seseorang yang kurang daripada Allah sanggup mencipta sebagaimana Allah?

Rasul Paulus dengan jelas menyatakan pada ayat tersebut bahwa karena Yesus “segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup”. Apakah pengertiannya bahwa Dia “kurang dari Sang Pencipta”?
Ayat di atas justru merujuk bahwa Dia adalah Sang Pencipta.

Bandingkan :

* Yohanes 1:3
LAI TB, Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
KJV, All things were made by him; and without him was not any thing made that was made.
TR, παντα δι αυτου εγενετο και χωρις αυτου εγενετο ουδε εν ο γεγονεν
Translit interlinear, panta {segala (sesuatu)} di {melalui} autou {Dia} egeneto {dijadikan} kai {dan} khôris {tanpa} autou {Dia} egeneto {dijadikan} oude en {tidak satupun} ho gegonen {(apa) yang telah jadi}

Sang Firman adalah Allah; tanpa Firman tidak ada suatu pun ada;
bandingkan dengan ayat-ayat ini :

* Mazmur 33:6
“Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.”

* Mazmur 33:9
Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.

* Kolose 1:16
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

Jelas bahwa Sang Firman (Ho Logos) adalah sumber dari segala ciptaan. Ia adalah prinsip dari segala ciptaan.

Wahyu 3:14 memuliakan Kristus selaku Sang Pencipta atas makhluk-makhluk yang congkak dan kerdil, yang membanggakan dirinya sendiri. Ayat ini merupakan pendahuluan dari surat Kristus kepada Jemaat di Laodikia. Perikop ini (Wahyu 3:14-22) menuliskan celaan kepada suatu Jemaat yang tak ada bandingnya dalam PB yang memandang enteng karunia Allah.

Artikel terkait : http://www.sarapanpagi.org/yesus-mencipta-vt6391.html#p27514

@SarapanPagi

saya bukan: Kalangan yang menolak keilahian Kristus.

Saya memahami Tuhan itu Allah dan Allah itu Tuhan, dan dulu saya pernah buat pertanyaan: Tuhan Beda Dengan Allah? disini Tuhan Beda Dengan Allah? - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com

Tetapi sekarang saya merasa bahwa Alkitab membedakan Tuhan dan Allah seperti ayat di 1 Korintus 8:6 yang menyatakan hanya ada satu Allah, yaitu Bapa dan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus.

Makanya saya bertanya apakah Bapa bukan Tuhan lagi? mungkin karena sebutan untuk Tuhan sudah diberikan kepada Yesus?

Maaf menyela… bicara ttg konteks wa sependapat dgn artikel kk SarapanPagi disini:

  • 1 Korintus 8:6
    Dikatakan: “Yang daripada-Nya berasal segala sesuatu” hal ini menunjuk kepada penciptaan.
    Ayat ini ditulis dengan latar belakang perbandingan di lingkungan Korintus yang politeistik, sebaliknya orang-orang Kristen itu monoteis; Orang Kristen tahu bahwa hanya ada satu Allah saja, bukan banyak .
    Yesus Kristus disini tidak disebut Allah, tetapi dalam ayat ini tersirat bahwa gelar “Kurios” (Tuhan) dalam Perjanjian Lama bahasa Yunani sebagai terjemahan dari YHVH dalam bahasa Ibrani (Kejadian 14:22).

Jadi gini…
1Kor 8:4 … “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.”
Komentar: poinnya [politheis vs monotheis]

1Kor 8:5 …[color=red]ada apa yang disebut “allah”, baik di sorga, maupun di bumi–…
Komentar: sbg gambaran mengartikan maksud ayat > orang pagan menyebut matahari, bulan bintang sbg god… mitologi yunani dewa2; apollo, hercules, aesculapius, minerva,…

1Kor 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
Komentar St John Chrysostom:
His argument was with idolaters, and the contention was about “gods many and lords many.”
And this is why, having called the Father, God, he calls the Son, Lord.
If now he ventured not to call the Father Lord together with the Son, lest they might suspect him to be speaking of two Lords;
nor yet the Son, God, with the Father, lest he might be supposed to speak of two Gods:
His contest was, so far, with the Gentiles: his point, to signify that with us there is no plurality of Gods.
Wherefore he keeps hold continually of this word, “One;” saying, “There is no God but One; and, to us there is One God, and One Lord.”

And this is not all, but there is another remark to make:
that if you say, “Because it is said ‘One God,’ therefore the word God does not apply to the Son;”
observe that the same holds of the Son also.
For the Son also is called “One Lord,” yet we do not maintain that therefore the term Lord applies to Him alone.
So then, the same force which the expression “One” has, applied to the Son, it has also, applied to the Father.
And as the Father is not thrust out from being the Lord, in the same sense as the Son is the Lord, because He, the Son, is spoken of as one Lord; so neither does it cast out the Son from being God, in the same sense as the Father is God, because the Father is styled One God.

Disamping itu, ada kalimat “yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup”

Jadi nurut wa: ayat itu bukan artinya bhw Bapa bukan Tuhan lagi karena sebutan untuk Tuhan sudah diberikan kepada Yesus.
Demikian halnya dgn ayat Yoh 17:3, tertulis “Engkau satu2nya Allah yg benar” bagi wa bukan artinya bhw Yesus Kristus bukan Allah yg benar.

Mungkin kk SarapanPagi atau kk shadowing, dll bisa menambahkan lagi atau cmiiw silahkan…

di thread Anda itu saya sudah menjelaskan, atas pertanyaan sbb:

Jawaban saya sbb:

“Tuhan” dan “Allah” dalam penjelasan saya digunakan sebagai kata yang interchangeable. Paulus mengenakan gelar “Tu(h)an” bagi Yesus, namun kapasitas “tuan” yang ditulisnya adalah seorang Tuan yang berkuasa menciptakan segala sesuatu dan berkuasa memberi hidup. Kualitas “Tuan” yang demikian adalah sinonim dengan kualitas “Allah.”

Bandingkan ayat ini:

* Kejadian 1:1
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Meski Paulus tidak menggunakan istilah “Trinitas,” namun jelas disini “satu” Allah dan “satu” Tu(h)an, digunakan secara interchangeable. Sebab Sosok/ Pribadi yang digelari “Tu(h)an” itu berkapasitas/ berotoritas Allah!

Malah di situ Seek d Truth memberikan penegasan sbb:

Masih ragu-ragu Yesus “bukan” Allah?

:wink:

@Seek d Truth

Jadi nurut wa: ayat itu bukan artinya bhw Bapa bukan Tuhan lagi karena sebutan untuk Tuhan sudah diberikan kepada Yesus. Demikian halnya dgn ayat Yoh 17:3, tertulis "Engkau satu2nya Allah yg benar" bagi wa bukan artinya bhw Yesus Kristus bukan Allah yg benar.

Mungkin kk SarapanPagi atau kk shadowing, dll bisa menambahkan lagi atau cmiiw silahkan…


Tks. Rasanya saya hanya bertanya dan tidak punya kapasitas untuk mengoreksi.

@SarapanPagi
Saya tidak memonitor thread tersebut, saya hanya ingat pernah buat thread itu dan menunggu penjelasan Bapak tetapi Bapak sudah di banned saat itu. Nanti saya akan baca-baca lagi thread itu.

Tapi apa yang mendasari pertanyaan Bapak berikut ini?

Masih ragu-ragu Yesus "bukan" Allah?
Saya tidak pernah meragukan Yesus adalah Allah. Pada Reply #19 saya sudah menyatakan bahwa saya percaya Yesus adalah Allah sesuai dengan Yohanes 1:1. Dan pada Reply #24 saya juga menyatakan bahwa saya bukan: Kalangan yang menolak keilahian Kristus.

Apakah Bapak lebih mengenal saya daripada saya sendiri?

Kalau ingin berbicara tentang Yesus menurut saya sederhana sekali. Berdasarkan alkitab dimana alamat Allah?
Kalau kita bisa menjawab saya rasa masalah selesai.

Jawaban disertai ayatnya ya?

  1. Saking Sederhananya terkadang “Yang Suka Mikir secara Jelimert dan Rumit” tidak mampu melihatnya !
  2. Nah untuk yg INI , sangat sederhana kok “Alamat” alias Tanda2-Nya itu !
    Nama Yesus sendiri dalam Bahasa Ibrani ditulis Yah-Shuah artinya Yahweh adalah Juruselamat manusia dan Nama itu bukan ditentukan oleh ayah/ibunya melainkan oleh Allah sendiri dan disampaikan oleh Malaikat Gibrael
    Matius 1 :
    20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari ROH KUDUS.
    21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena (ARTINYA) Dialah (Yahwehlah) yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Shuah)
    Ayat selanjutnya makin menegaskan Siapakah Yesus “Yah-Shuah” itu ?
    22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
    23 Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel –yang berarti: (Saat Yah-Shuah berada di dunia) Allah menyertai kita
    Sosok Yesus adalah Allah Yahweh yg datang melawat manusia ke Bumi sesuai dengan perkataan-Nya dalam :
    Lukas 19 : 41 – 44
    Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota Yerusalem itu, ia menangisi-Nya , dan kata-Nya:” Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini JUGA engkau mengerti apa yang perlu untuk DAMAI SEJAHTERAMU.Tetapi sekarang HAL ITU tersembunyi bagi matamu…………karena engkau tidak mengetahui SAAT, bilamana Allah “melawat” engkau!” … padahal Yesus yg HADIR disana di Abad I dan sedang menangisi-Nya adalah “Sang Imanuel” itu !
    Inilah ucapan2 Nabi yg digenapi dalam Yesus :
    Kedatangan Allah Sendiri ke dunia
    Yesaya 35 : 4 – 6
    “…. Lihatlah , Allahmu akan datang dengan pembalasan dan ganjaran Allah.Ia SENDIRI akan datang menyelamatkan kamu!”
    Pada waktu itu mata orang orang buta akan dicelikkan (melihat) , dan telinga orang orang tuli akan dibuka.
    Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.

Yesaya 63 : 9
…maka Ia akan menjadi Juruselamat mereka dalam segala kesesakan (ketidakberdayaan) mereka.Bukan seorang Duta atau Utusan , melainkan Ia SENDIRI lah yang menyelamatkan mereka, Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya.Ia mengangkat dan menggendong mereka……

Yesaya 59 : 20
Dan Ia akan datang sebagai Penebus untuk Sion dan untuk orang2 Yakub yang bertobat dari pemberontakkannya, demikianlah Firman Tuhan.

Yesaya 41 : 14 b
…….dan yang menebus engkau adalah Yang Maha Kudus, Allah Israel

Yesaya 43 : 3
Sebab Akulah Tuhan, Allahmu, Yang Maha Kudus, Allah Israel, Juruselamatmu.

Yesaya 43 : 11
Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain daripada-Ku.

Yesaya 43 : 14
Beginilah Firman Tuhan :” Penebusmu, Yang Maha Kudus, Allah Israel (YHWH)…”

Yesaya 63 : 16 b
“Ya Tuhan, Engkau sendiri Bapa kami ; nama-Mu ialah “Penebus kami” sejak dahulu kala.

Yesaya 54 : 5 :
“……yang menjadi Penebusmu ialah Yang Maha Kudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi”

Mazmur 68 : 20 21
….Allah adalah Keselamatan kita.Allah bagi kita adalah Allah yg menyelamatkan, Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

Nah soal Address-Nya saat ini :
Ya ada di Rumah-Nya di Sorga !
Wahyu 21 :
7 Barangsiapa menang (Lolos Ujian Iman menerima Yesus sebagai “Allah Juruselamat”), ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku (dan Aku jadi Bapanya).

3. Kalau kita b[u][b]isa menjawab[/b][/u] saya rasa [b]masalah selesai.[/b]

Jawaban disertai ayatnya ya?


Nah kalau sudah ada ayatnya yg merupakan jawaban apakah sudah SELESAI dan DIPAHAMI Siapakah Yesus yg adalah Allah dan Tuhan itu sendiri ? :coolsmiley: :happy0062: :angel: :afro: ;D
Buat yg masih Bingung apa beda antara Allah dengan Tuhan … coba cari :
dalam Istilah Presiden Jokowi saat bicara tentang Jokowi bicara tentang “APA” nya Beliau dan bila tentang Presiden bicara tentang “APA” nya Beliau.
Bukankah Alkitab sering menuliskan bersamaan Tuhan Allah yg mirip dengan kata Presiden Jokowi ?!
Tuh sudah ditolong dengan Pe WARNA an, mosok gak kepikir sih ? :coolsmiley: :mad0261: ;D