Kekekalan Alkitab

Ateis Christopher Hitchens Akui Kekekalan Alkitab King James

Meskipun dia seorang ateis, yang cukup terkenal pula, namun dengan terus terang dia memuji dan mengagumi Alkitab versi King James yang memuat Firman Tuhan itu. Christopher Hitchens adalah orang ateis kedua, setelah Richard Dawkins, yang menghormati Alkitab yang sudah diterjemahkan 400 tahun yang lalu itu dan sekarang diperingati.

“Meskipun saya kadang kala enggan untuk mengungkapkannya, namun memang ada sesuatu yang ‘kekal’ di dalam Tyndale/King James ini,” kata Hitchens dalam komentarnya di Vanity Fair. “Setiap generasi, tersedia banyak referensi untuk kehidupan sehari-hari dan kiasan, yang mungkin hanya Shakespeare yang bisa menandingi. Kata-katanya berulang kali menggema di pikiran orang terpelajar, termasuk mereka yang menerimanya hanya karena mereka mendengar.”

Hitchens merupakan seorang ateis yang sering berdebat dengan orang Kristen karena keberadaan Tuhan. Dia membuat alasan bahwa ‘agama meracuni segalanya’ dalam bukunya, God Is Not Great, dan dia terus menerus menyatakan bahwa dia tidak akan berbalik, bahkan saat ajal menjemputnya. Saat ini dia sendiri sedang berjuang melawan kanker stadium 4. Meskipun begitu, dia tetap menghormati Alkitab versi King James yang pertama kali diterbitkan tahun 1611.

Namun, dia mengkritik Alkitab terjemahan lain. Debat juga terjadi dalam penggunaan bahasa netral untuk jenis kelamin. Versi terbaru yang dikeluarkan bulan lalu, memasukkan jenis kelamin yang tidak spesifik baik pribadi maupun orang banyak seperti ‘orang itu’ dan ‘mereka’ untuk mengganti ‘him’ atau ‘he’. Pada akhirnya, Hitchens mengatakan bahwa Alkitab versi King James itu berani dan berakhir dengan keteguhannya bahwa “agama adalah buatan manusia, dengan tinta yang dibuat manusia dimana merupakan teks yang menginspirasi dan tidak dapat diubah.”

Pengakuan dari seorang ateis yang terkenal ini membuktikan bahwa Alkitab memang mengisahkan dan menginspirasi umat manusia sampai sekarang. Namun, Allah sendiri adalah besar. Dia tidak butuh pengakuan dari manusia. Namun dia butuh manusia itu sendiri untuk dikasihi dan mengasihi. Yang dipertentangkan manusia hanyalah hal-hal kecil, namun sebenarnya Allah jauh lebih besar dari pada itu.

Source : christiantoday/lh3

:onion-head83: Yup… agree…