Kekerasan Terhadap Umat Kristen di India (2/2)

Apa yang terjadi di India ini, sedikit banyak akan menggugah perasaan kita untuk mendoakan mereka yang berada di garis depan dan berjuang untuk Tuhan. Setidaknya akan membakar jiwa kita untuk terus maju dan mempunyai iman yang teguh di dalam Tuhan.

Chhattisgarh. Pastor Diwarkar Kumar ditahan polisi saat ada keluhan datang kepada polisi pada tanggal 29 Juli lalu. Sebuah sumber, seperti yang dirilis oleh compassdirect, pada tanggal 28 Juli sehari sebelumnya, Rani Matle mengunjungi seorang pengacara untuk menolongnya mengisi permohonan legal untuk ke gereja karena dia ingin menghadiri sebuah seminar. Pengacara lainnya, Naval Kishore Pandey, mengetahui bahwa orang percaya dari gereja Kumar yang telah menyarankannya untuk melakukan hal ini sehingga mengontak Hindu ekstrem yang kemudian mengisi keluhan menentang Kumar. Akhirnya, polisi malah membawa Kumar dan Matle dan menginterogasi mereka. Matle kemudian mengatakan bahwa tidak ada kekerasan terhadap dirinya karena berpindah keyakinan ini dan bahwa dia sendiri yang ingin mengikuti Kristus, di situlah baru pendeta itu dilepaskan.

Namun keesokan harinya, Matle dan ayahnya, Bharat Matle, datang ke kantor polisi dan dipaksa untuk menandatangani First Information Report (FIR) menentang Kumar karena ‘sengaja dan melakukan kekerasan, dan juga melakukan penghinaan terhadap agama tersebut,” menurut sumber. Pendeta itu kemudian dikirim di Penjara Pandariya tapi kemudian dibebaskan pada tanggal 5 Agustus lalu.

Uttarakhand. Sekitar 300 umat Hindu ekstrimis di Makhdoompur tanggal 31 Juli lalu memukul umat Kristen yang sedang melakukan ibadah dan menuduh Pendeta Bachan Singh memaksa orang lain berpindah keyakinan. Kejadian itu terjadi ketika mereka hendak melakukan Perjamuan Kudus. Tidak hanya pria, wanita dan anak-anak pun dipukul agar semuanya menghentikan kegiatan mereka, menurut The All India Christian Council (AICC). Polisi tiba 25 menit kemudian dan menghentikan aksi itu. Untungnya, tidak ada yang mengalami luka parah.

Andhra Pradesh. Pada tanggal 3 Agustus polisi menahan seorang pendeta, lima dari tim penginjilnya dan seorang pengamat setelah umat Hindu ekstrimis mengajukan gugatan menentang mereka dengan tuduhan memaksa berpindah keyakinan. AICC yang diwakilkan oleh Moses Vattipalli mengatakan bahwa ketika itu mereka ada di dekat kuil Hindu mengabarkan Kabar Baik ketika mereka dianiaya verbal, telepon genggam mereka diambil, dan mereka dipukul. Penganiaya mereka juga memaksa agar umat Kristen itu menghapus ayat Injil dan menghajar penonton yang membacanya, menurut Vattipalli. Keenam umat Kristen dan seorang pengamat itu akhirnya dikirim ke penjara sub distrik Karimnagar, tapi dibebaskan dengan jaminan dua hari kemudian.

Chattisgarh. Setelah menerima surat dari umat Hindu ekstrimis agar menutup Gereja Grace di Dhamtari, distrik resmi pemerintahan pada tanggal 6 Agustus menghentikan kegiatan gereja tersebut, memperingatkan mereka bahwa mereka bisa diserang jika tetap melaksanakan ibadah di daerah tersebut. The Global Councul of Indian Christians melaporkan bahwa polisi mengingatkan gereja tersebut, jika memang ada penyerangan, maka mereka sendiri yang bertanggung jawab. Gereja yang dipimpin oleh Pendeta Rohit Sahu itu akhirnya terpaksa menghentikan kegiatan mereka, tapi pemimpin Kristen di sana masih mencari jalan keluar.

Semua kejadian ini mengingatkan kita bahwa mungkin saja kita ditentang karena iman dan kepercayaan yang kita taruh di dalam Yesus, tapi jangan takut. Selalu ada jalan keluar dari setiap masalah. Apalagi ketika kita mengagungkan Tuhan, maka Tuhan akan menyelesaikannya buat kita.

Source : compassdirect/lh3

Hindu dan Islam sudah menentang Kekristenan. Ini semakin menguatkan kita bahwa kita sedang menyembah dan berbakti pada Allah dan Tuhan yang benar.