Kekristenan di Amerika Serikat

Bicara tentang kekristenan, Amerika Serikat adalah gudangnya. Banyak penginjil dan pendeta besar yang dikirim ke seluruh dunia, berasal dari negara adidaya itu. Sebut saja Morris Cerullo, Oral Roberts, Kenneth Hagin (alm), Benny Hinn, Kathrine Kulhman, Rick Warren dan masih banyak lagi yang lain. Banyak buku-buku tebal yang telah ditulis oleh orang-orang Amerika yang religious. Banyak umat Kristiani di AS yang ikut menyumbangkan keuangan mereka untuk dana peri-kemanusiaan di negara-negara terbelakang. Tidak diragukan lagi kalau religiositas mereka sungguh mengagumkan, dan hal itu memang dapat dibenarkan.
Namun jumlah orang Kristen di AS saat ini, cukup memprihatinkan. Jumlahnya semakin menurun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya ajaran Agama Zaman Baru di AS. Saat ini jumlahnya tidak mencapai 40% dari total penduduk AS. Sangat memungkinkan jumlahnya akan terus merosot, seiring berjalannya waktu juga.
Banyak yang belum mengerti, betapa dahsyatnya serangan dan gempuran Iblis beserta anak buahnya terhadap iman, kerohanian, mental dan moral anak-anak Tuhan di negara adidaya itu. Mungkin masih ber-KTP kristen, tapi pada hakekatnya telah meninggalkan imannya sebagai orang kristen.

Selain pengaruh dari ajaran Agama Zaman Baru, setidaknya ada tiga senjata andalan Iblis untuk menghancurkan iman dan ahklak umat Tuhan di negara Paman Sam itu.

1. Materi
Iblis dan anak buahnya dengan cerdik dan licik, menampilkan keindahan dunia dengan segala gemerlapnya. Iblis telah berhasil memikat anak-anak Tuhan dengan bermacam-macam kemegahan yang bisa didapat dari materi. Kemilau emas, gemerlapnya intan berlian dan berbagai kenikmatan materi yang lain, telah menggeser posisi Allah dalam hati mereka. Segala keindahan dan kemegahan materi dalam dunia ini yang telah mengikis keimanan anak-anak Tuhan dan akhirnya ‘menyembah’ materi tersebut.

2. Demokrasi
Demokrasi, satu kata yang terdengar begitu indah ditelinga kita, mendorong umat manusia bergerak dan berjuang. Tujuannya untuk ‘mengorbitkan’ manusia sebagai pengambil keputusan. Namun jika diperhatikan lagi dengan seksama, ada sasaran terselubung dari demokrasi itu sendiri. Yaitu menekan wewenang Allah terhadap umat manusia. Menekan dan terus menekan, seakan-akan mereka berkata “Kami manusia, adalah allah atas diri kami sendiri. Kami berhak memilih dan menetapkan masa depan kami sendiri!”

3. Hak asasi manusia
Banyak orang yang bergerak mengikuti arus. Sebab hal itu berjalan dengan naluri hewani yang menggelora.
Homo sex? Itu Hak Asasi! Lesby? Boleh-boleh saja, karena itu adalah Hak Asasi Manusia. Lalu, kalau Bisex? Itu juga Hak Asasi. Kalau Freesex? Ya boleh-boleh saja. Mengapa boleh-boleh saja? Karena semua itu dikemas dalam kata-kata ini : Hak Asasi Manusia (HAM)!
Hidup bersama sebagai suami-istri, tanpa menikah secara resmi, tanpa sepotong suratpun? Jawabnya adalah, jika anda sama-sama suka, why not? Itulah makna HAM yang sesungguhnya, yang sedang diorbitkan oleh Iblis dan anak buahnya!
Lakukan apa saja semaumu, sepuasmu, sebebas-bebasnya…, karena itu adalah hakiki manusia yang sebenarnya.

Setelah ratusan tahun berjuang, kini iblis telah menikmati hasilnya. Baik di Eropa Timur, Eropa Barat, maupun di Asia, Australia, Afrika dan terutama Amerika Serikat, mayoritas rakyat/penduduknya sudah gandrung dengan HAM.
Untuk membuat aborsi yang dinyatakan sah menurut hukum di AS, bukan masalah yang sulit. Demikian juga dengan cloning!

Jadi, sadar atau tidak, Materi, Demokrasi, dan HAM sudah menjadi ‘ilah’ yang disembah saat ini. Iblis punya rencana dibalik Materialisme, Demokrasi, dan HAM!
Yaitu Allah diturunkan dan manusia diorbitkan. Allah dijadikan manusia dan manusia dijadikan allah!!!

Inilah yang disebut humanisme modern, dimana manusia sudah mulai diorbitkan sebagai ‘tuhan’!

yah Inilah sebuah realitas amerika sekarang ini,bahkan eropa yang termakan dengan peradabannya sendiri ,kalau kita melihat dari sisi alkitabia yah inilah masa -masa yang mungkin Tuhan sedang menguji kesetiaan orang -orang dengan memberikan segala kenikmatan duniawi untuk menguji keimanan dan menyaring orang -orang yang akan masuk ke dunia yang di janjikannya ,yah semua ini di memang di ijinkan oleh Tuhan .dunia ini seperti terbalik yah !! saya melihat kok orang barat lebih senang dengan konsep kesalehan dan kerendahan hati agama muslim padahal konsep yang di tawarkan lewat perjanjian baru adalah komplet,dimana lewat kepribadian Yesus kita dapat belajar kapan dan dimana kita harus bertindak tegas,rendah hati,saleh ,murah hati,memaafkan dan masih banyak lagi nilai -nilai yang luhur dari Iman kristen sejati kita nah kurang apa lagi ??? saya pikir adakalahnya kita harus sedikit konservativ untuk mengalahkan kaum yang terlalu liberal yang menghancurkan nilai -nilai luhur dari para pendahulu -pendahulu kita baik di amrik ,eropa maupun di mana saja yang berlindung di balik HAM

Barangkali karena kemakmuran sehingga orang merasa tidak lagi butuh Tuhan. Bayangkan amerika yang berpenduduk sekitar 300 jutaan ini punya GDP sekitar 14 trilliun yang sekitar 30 persen dari GDP dunia. Dan karena meninggalkan Tuhan, akibatnya sekarang Amerika sedang mengalami resesi berat. Utangnya lebih dari 10 triliun dollar. Beberapa hari lalu sebuah artikel di Yahoo mengatakan bahwa bunganya saja setahun sekitar 450 billiun bearti sehari lebih dari 1 billun kalau dibagi 365 dan nantinya dengan adanya stimulus paket ini bunganya membengkak menjadi sekitar 500 billiun.

Dalam sejarah Israel didalam alkitab kita membaca cerita yang sama seperti yang terjadi di Amerika. Waktu Tuhan memberkati dngan keamanan dan kemakmuran dalam waktu yang lama, orang jadi sombong dan merasa tidak butuh Tuhan lagi. Lalu Tuhan memperingatkan, dan kalau tidak mau bakal ada hukuman bisa berupa kelaparan yang dalam versi sekarang resesi, bisa penyakit, bisa juga serangan dari negara lain semacam 911.

Krisis ekonomi ini kalau saya amati memang gara2 meninggalkan Tuhan.
Contoh keserakahan dari para ceo yang gajinya sampai 10 juta lebih dalam setahun, bukankah ini constribute kerugian dari perusahaan2 mobil. Konon pegawainya masuk union dan gajinya 75 dollar satu jam. Waktu ceo mereka minta bantuan congres, salah satu syarat adalah pemotongan gaji dan waktu itu union tidak setuju karena kontraknya sampai 2011. Bukan kah ini keserakahan?
Lalu adanya utang dengan tanpa uang muka untuk beli rumah dimana alkitab mengajarkan jangan berhutang. Lalu pada waktu mau utang ditanya gajinya berapa untuk menentukan bakal bisa bayar atau tidak? mereka pada menipu supaya pengajuan utang disetujui. Bukankah bohong juga sifat meninggalkan Tuhan?
Bank2 yang tutup mata juga saya rasa di dorong keserekahan, karena surat utang ini dijual pada institusi lain sehingga bank yang ngutangi tidak urusan kallau tidak bisa bayar toh sudah tanggunan bank/institusi lain. sifat egois.

Dan banyak lagi bukti2 dimana memang krisis ini dasarnya karena meninggalkan ajaran Tuhan.

Bayang

pantas Amrik kena krisis :rolleye0019: biar sadar kali ya… :char17: