kekuatan pikiran atau Iman?

Guys beberapa waktu yang lalu gw diajarin soal kekuatan pikiran atau mind power… :azn:

nah dosen gw bilang bahwa sebenernya kita bisa membuat sesuatu dengan kekuatan pikiran kita dengan cara berkonsentrasi penuh

dia memberikan contoh beberapa orang yang berhasil menerapkan mind power dalam kehidupan mereka…

gw akan menceritakan beberapa contoh kasus yang menarik

nah salah satu contoh yang paling menakjubkan adalah ada seorang perempuan yang menderita kanker payudara, dia ini

temennya dosen gw…trus dosen gw nganjurin dia untuk melawan penyakitnya tersebut dengan kekuatan pikiran,si perempuan

ini harus berpikiran bahwa dia sudah sembuh>>meskipun ini hanya dalam pikiran saja

trus beberapa bulan kemudia, dia periksa kankernya itu,

Well hasilnya mengejutkan banget…kanker yang dia derita selama ini bener2 udah hilang :afro:

:wink: trus ada lagi salah satu contoh yang sederhana tapi cukup bisa dicoba

mungkin kalian semua udah tau kalo untuk melangsingkan badan itu membutuhkan pengorbanan dan biaya yang gak sedikit

nah ada seorang cewe yang udah menempuh berbagai cara untuk melangsingkan badannya,tetep aja gak berhasil

sampe akhirnya dia menerapkan mind power dalam pikirannya bahwa dia udah langsing

Well… hasil yang di dapat gak sia2, dalam waktu kurang lebih sebulan dia bisa menghilangkan beberapa kilogram bobotnya

aku tahu kalo Tuhan itu yang membantu kita semua dalam setiap tindakan kita…
nah yang mau gw tanyain nih,

  1. apakah yang dimaksud dengan mind power itu harus di barengin sama iman?
  2. apakah mind power itu sama dengan iman?
  3. Apakah emang kita memiliki kekuatan untuk membuat sesuatu keajaiban yang berhubungan dengan diri kita sendiri??
    aku tahu kalo Tuhan itu yang membantu kita semua dalam setiap tindakan kita…

Yuplah!!

Krn pikiran tanpa iman , kaga berkenan kepada Allah.
Kekuatan itu mengandalkan kekuatan dr diri kita sendiri
Pada saat kita beriman itu juga harus melangkah…dan untuk melangkah ini diperlukan pikiran.

2. apakah mind power itu sama dengan iman?

Tidak sama …
pikiran itu ada dalam jiwa kita sedang iman itu ada dlm roh kita.
Terkadang antara iman dan pikiran bisa sejalan , terkadang berlawanan (tidak masuk akal/pikiran ).

3. Apakah emang kita memiliki kekuatan untuk membuat sesuatu keajaiban yang berhubungan dengan diri kita sendiri??

Nggalah… krn manusia itu berasal dr Tuhan.
Jadi segala yang ajaib yang dikerjakan oleh manusia itu juga berasal dr Tuhan.

Masalahnya: manusia mau sadar ngga ??
Bahwa segala sesuatunya berasal dr Tuhan termasuk hal ajaib yang dikerjakan.

aku tahu kalo Tuhan itu yang membantu kita semua dalam setiap tindakan kita..

Pengajaran dosen serend mirip dg “the secret”
Dan ini biasanya juga sering dipakai sbg brain washing saat training motivasi di kantor2 untuk staff karyawan bahkan untuk manager2nya

Ttp Nasihat Firman Tuhan lebih unggul dr segalanya :afro:

Amsal 3:5-6
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu (baca : pikiran)sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Yeremia 17:5,7

Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Lebih baik sukses dengan mengandalkan Tuhan dr pada sukses ttp menjadi orang yang dikutuk Tuhan ( Jer 17:5)

yuppp, benice setuju dengan bRo/sis alice…
:afro:

ketika kita menggunakan kekuatan pikiran kita, itu akan membutuhkan tenaga yang sangat besar sekali. kita hanya akan mengandalkan diri kita sendiri, dan ada titik tertentu yang akan membuat diri kita merasa lemah… klo udah lemah, otomatis kita tidak mempunyai kekuatan.

akan lebih baik jika kita lebih menggunakan iman, karena Tuhan selalu ada untuk menjaga kita…

pikiran membutuhkan logika untuk mencerna segala hal, tapi iman melewati batas logika kita …

si alice bro apa sist nice ? tar dia kesinggung lho…di bilang dua dua nya…

AC/DC :azn:

Co 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

thanks atas penjabarannya yah alice n benice…
kalo mau kasih saran atau usul buat arranger kasih koment juga donk… yang nyambung sama topicknya :char14:

duh ketembak deh gw :stuck_out_tongue:

wah, jangan percaya sama beginian…

Gimana cara bedain praktek “mengandalkan kekuatan pikiran” dengan “iman” ya?

Dalam pemahamanku “kekuatan pikiran” itu ibarat mindset. Sama halnya seperti ketika kita lari marathon. Pada titik tertentu rasanya badan kita uda lemas karena saking capeknya, tapi dengan mindset “harus finish” seolah kita punya ekstra energi.

Nah, yang bagaimana yang kita sebut mengandalkan iman? Apakah dengan membentuk mindset kita berdasarkan ayat-ayat Kitab Suci?

Mohon pencerahannya :slight_smile:

Tuhan Yesus memberkati

Benar sekali, mind kita harus di kuasai oleh FIRMAN TUHAN, sehingga itulah kekuatan kita, dan jangan lupa pemeliharaan Tuhan memampukan kita.

Kalau mind kita sudah di kuasai oleh Firman Tuhan, apapun yang kita lakukan, kehendak Allah yang otomatis menjadi pertimbangan kita.

jangan kita mengikuti cara dunia ini, kata Paulus.

Roma 12:2
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God.

@serendipity
Sepanjang jaman manusia melakukan ini, dengan berbagai cara, dan memang potensi manusia ada dibanyak bidang kehidupan. Apakah ilmu pengetahuan bukan sebuah hasil kekuatan pikiran??
Mekanisme tubuh kita sendiri memang diciptakan untuk “membela ddiri”. Ini seperti semangat hidup, seseorang yang punya semangat hidup tinggi bisa punya kekuatan lebih. Didalam alkitab dinyatakan, “hati yang gembira adalah obat”… Jadi jangan kesampingkan potensi manusia, tetapi juga harus diperhatikan bahwa semua itu bukan tanpa batas. Orang2 yang menganut pengajaran seperti dosen anda berpandangan bahwa manusia memiliki kekuatan pikiran tanpa batas… Itu salah. Bahwa ada potensi, iya, tetapi bukan tanpa batas. Dalam the secret dikatakan, bayangkan dengan fokus tinggi apa yang kamu inginkan maka pikiranmu akan menyerap kekuatan alam untuk membantu kamu mendapatkannya.

Setelah beberapa tahu pemahaman ini ada, saya mau tanya, apakah pemulung yang membayangkan membawa ferari bisa kejadian punya ferari??? Sampai saat ini belum ada. Yang ada adalah manajer bisa jadi direktur, dan bayaran naik sehingga bisa beli ferari… Ya musti lah, wong jalur awalnya dia dah ada dijalur itu, dan apa yang dia lakukan hanya sebagai penyemangat dan menambah ambisi saja. Dan efek negatif gak pernah diperhatikan, yaitu naiknya keserakahan dan menghalalkan segala cara… Ini gak masuk hitungan…

Ini ajaran untuk mengandalkan diri sendiri. Jangan samakan dengan iman. Iman bukan mengandalkan diri sendiri tapi mengandalkan Tuhan. Apakah kekuatan pikiran gak boleh dipakai?? Hey, Tuhan beri potensi untuk dipakai bukan disia sia kan. Tetapi harus tahu bahwa semua itu berbatas, dan semua asalnya dari siapa. Tiap orang potensi berbeda, ketika anda fokus kepada pekerjaan pun dan memberikan hasil maksimal, itu juga adalah sebuah hasil “kekuatan pikiran”. Jadi jangan mengikuti pengarahan yang salah tentang pengajaran ini. Sangat berbahaya bagi yang tidak mengerti…

Sorry, nanya lagi :smiley:

Ini bukan gali-gali masalah ya, tapi berhubung aku terikat hubungan saudara dengan seseorang yang menganut paham “everything comes from mind”, jadi hal seperti ini kadang menimbulkan perdebatan di antara kami.

Sdri. Rita menyebutkan bahwa otak kita harus diisi dengan firman, dan itulah yang membedakan iman dengan mindset. Tapi secara kasat mata it’s look all the same. Maaf, bukan mendiskreditkan pendapat Sdri. Rita, tapi bagaimana menjelaskan ke orang bahwa iman dengan mindset berbeda?

Saudara saya itu menjelaskan demikian : doa pada dasarnya adalah komunikasi ke dalam diri kita sendiri. Ketika kita mengucapkan kata-kata dalam doa, kata-kata tersebut mendaras ke dalam alam bawah sadar kita. Setelah itu mindset kita mulai berubah, menyesuaikan dengan kata-kata yang kita ucapkan dalam doa kita sehingga akhirnya sikap diri kita sesuai dengan yang kita inginkan dalam doa kita.

Nah, untuk Sdr. Jonathan, menyimak contoh yang Anda kemukakan tentang seorang pengemis yang mengidam-idamkan Ferrari saya jadi teringat praktek-praktek memupuk keinginan yang ada dalam bisnis MLM, asuransi, atau bisnis-bisnis sejenisnya. Kadang praktek seperti itu “does work”. Tapi itu tergantung pada “pola pikir” dan “mentalitas” orang yang bersangkutan. (alasan saya gak betah di bisnis beginian ya karena itu, kesannya ada praktek brain washing supaya fokus kita pada hal-hal materialistis :D)

Kemudian yang menjadi pertanyaan : apakah praktek NLP, mengandalkan kekuatan pikiran, memupuk impian, dlsb, itu “salah”? Terminologi “salah” di sini dalam konteks “tidak sesuai dengan kehendak atau Firman Tuhan”?

Nah, pertanyaan yang teakhir inilah yang sangat menimbulkan potensi permusuhan atau bahkan kebencian terhadap kekristenan (seperti saudara saya itu yang akhirnya memilih menjadi penganut Buddha/ spiritualis).

In fact, dalam pemahamanku mengenai hal ini, yang terutama dan paling utama adalah mengutamakan kepentingan Allah. Kita menundukkan tiap rencana dan pemikiran kita kepada Tuhan supaya Dia yang take control terhadap hidup kita. Untuk orang-orang yang telah dimateraikan dengan Darah Anak Domba, kehendak kita melalui “kekuatan pikiran” takluk terhadap rancangan-Nya. Manusia boleh berambisi dan mengerahkan seluruh potensi mereka (NLP, modal, waktu, dan tenaga) untuk meraihnya. Namun ketika Tuhan sudah menghendaki jalur di mana kita berpijak kita hanya bisa pasrah dan menuruti kehendak-Nya.

Itu pemahaman sederhana saya. Tapi saya butuh masukan dari saudara-saudari sekalian.

Tuhan Yesus memberkati :slight_smile:

Sdri. Rita menyebutkan bahwa otak kita harus diisi dengan firman, dan itulah yang membedakan iman dengan mindset. Tapi secara kasat mata it's look all the same. Maaf, bukan mendiskreditkan pendapat Sdri. Rita, tapi bagaimana menjelaskan ke orang bahwa iman dengan mindset berbeda?

b]Ef 2 : 8, 9[/b]
2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Ibr 11 : 1
11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Iman adalah pemberian Allah dan sesuatu yang kita percaya , tanpa kita lihat.

Mind set atau world view , adalah berpusat kepada diri sendiri dan mengandalkan kekuatan diri sendiri, ANTHROPOSENTRIS.

Sedangkan IMAN yang di berikan Allah kepada kita, meyakinkan kita bahwa apapun yang kita lakukan harus seperti lakukan untuk Tuhan.

Kol 3 : 23
3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Roma 14
14:8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

Itulah perbedaan dengan Iman dan Mind set manusia yang berpusat pada diri sendiri dan keinginan diri sendiri yang telah korup pikirannya , karena dosa asal manusia, Adam.

Kej 6
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Tentang doa, beritahukan pada saudaramu, doa adalah komunikasi antara kita dengan Tuhan, bukan berbicara pada diri sendiri.

Kita bergaul dan bersekutu dengan Tuhan melalui doa, kamu sudah harus mulai berdoa seperti itu, bercakap2 dengan Tuhan, menyampaikan seluruh persoalan diri kita, apa yang terjadi dengan kita dan apa yang ada dalam hati.

Walaupun sebenarnya Allah mengetahui seluruh pikiran kita, tetapi Allah menginginkan kita bercakap2 dengan Nya.

Roma 8 : 26, 27
8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Kemudian yang menjadi pertanyaan : apakah praktek NLP, mengandalkan kekuatan pikiran, memupuk impian, dlsb, itu "salah"? Terminologi "salah" di sini dalam konteks "tidak sesuai dengan kehendak atau Firman Tuhan"?

Ini adalah bertentangan dengan Firman Tuhan .

Roma 12:2
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God.

Dibawah tulisan kamu sudah benar menyatakan bagaimana kamu harus berpikir, mengambil keputusan, bertindak menurut kehendak Allah.

Jangan kwatir dengan kebencian saudara kita , you are not alone, karena banyak orang mengalami hal demikian.

Mat 10 : 34 - 37
10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Memang itu adalah salib yang harus kita pikul.

@velmar
Ayat dah banyak dinyatakan diatas, saya ambil sisi logika kristen saja.
Begini, pertama iman dan mind set beda, bedanya adalah iman percaya kepada pihak lain dalam hal ini Tuhan, sedangkan mindset itu percaya pada diri sendiri. Mindset dibentuk oleh perjalanan hidup dan pengalaman hidup sedangkan iman dibentuk oleh anugrah. Tanpa anugrah kita gak bisa beriman.
Kedua, apakah mlm salah? Bukankah sama antara mlm dengan the secret? Mlm banyak menggunakan argumentasi itu untuk menarik peminat. Itu iya. Tapi sebenarnya bisnis mlm tidak lebih baik dari yang lain, itu masalah strategi pemasaran saja, jadi semua mimpi dan angan2 serta pola pikir itu sekedar bumbu saja dalam tehnik pemasaran mereka. Kalau gak percaya, coba anda survey, mereka yang ikut mlm dengan mimpi besar tapi gak tahu bagaimana memasarkan, apakah akan berhasil? Tidak. Mereka yang tahu bagaimana memasarkan, tanpa dimotivasi seperti itupun akan tetap jalan karena mereka paham akan apa yang mereka lakukan. Mlm tidak salah kalau dilakukan dengan benar, tapi kalau mengandalkan"telepati". Nah ini menjadi masalah karena hal itu berasal darimana? Manusia secara jasmani tidak memiliki kekuatan itu. Ini harus disadari.

Harus dilihat potensi apakah yang dimaksimalkan, kalau impian2 seperti the secret itu salah, karena pada dasarnya kita secara tidak sadar mengundang kekuatan lain diluar kita untuk masuk. Saya beri contoh, apakah hipnotis salah?? Salahnya dimana? Hipnotis salah, bukan karena dia sihir. Itu bukan sihir, itu penguasaan diri orang lain. Menjadi salah karena saat anda melakukan hipnotis maka anda sedang menyerahkan diri anda secara total pada pihak lain selain Tuhan. Inilah yang salah. Penyerahan hanya boleh kepada Tuhan saja. Nah demikian pula dengan the secret. Manusia memiliki roh, roh kita berhubungan dengan dunia roh. Ketika kita memfokuskan roh kita untuk mengundang “alam”, apakah kita bisa tahu alam bagian mana yang kita undang? Padahal hanya ada dua alam yaitu alam jasmani dan alam roh. Dan didalam alam roh hanya ada dua penguasa, yaitu setan dan Tuhan. Kalau anda mengundang yang bukan Tuhan, artinya jelas hanya setan yang akan datang. Saya tidak menampik bahwa beberapa orang berhasil, tapi harus anda perhatikan pula tingkat keberhasilan dan sejarah mereka. Saya beri anda contoh, andri wongso, motivator ulung indonesia, dia mengalami keberhasilan, dia bilang dari miskin, tapi faktanya dari tahun berapa dia sudah bisa kehongkong, jadi bintang film disana meski gagal. Dan kemudian keberhasilannya juga kalau boleh dibilang keberuntungan, dimana dia masuk pasar kata kata motivasi disaat masih belum ada orang indo yang masuk kesana… Nah sukses lah dia…
Demikian juga the secret juga rata2 diperkenalkan kepada tingkatan manager keatas, karena tingkat keberhasilan mereka naik juga lebih tinggi.
Jadi harus disadari bahwa semua itu berjalan dijalur mana. Kita diberi potensi, kita boleh kembangkan, itu benar, tapi jangan pula melewati batasnya. Bahwa roh kita punya potensi itu iya, tapi mengundang roh lain membantu, itu dilarang, karena diluar roh manusia dan Tuhan hanya ada roh setan.
Apakah roh kita biisa dikembangkan secara maksimal?? Bisa. Dengan bantuan Tuhan dan dengan motivasi bagi Tuhan. Fakta alkitab menunjukan bagaimana daniel dengan doa puasanya berhasil memaksimalkan rohnya sehingga memiliki hubungan dengan Tuhan sampai pada tingkat itu. Saya tidak berusaha menyatakan bahwa ini hasil usaha daniel, yang saya berusaha nyatakan adalah, dengan kehendak Tuhan, dengan ketaatan manusia, maka Tuhan bisa memberikan anugerah kepada kita berupa maksimalnya kerja roh dan berhubungan dengan dunia roh Tuhan. Hal ini sangat sulit dimengerti, jadi sangat hati hati dalam hal ini. Mungkin apa yang saya nyatakan ini berbeda dari teman lain… Tetapi ini sudut pandang berbeda, gt aja.

Bro dan saya saling melengkapi, dan tulisan anda bagus dan tepat sekali.

Itu yang paling di kwatirkan, kuasa gelap selalu masuk melalui wilayah ini , Mind set, kita harus hati2.

Oke,

Berhubung kita sedang membahas iman untuk perkara-perkara biasa, hal sehari-hari, bukannya iman yang membuat kita percaya pada Yesus dan karya-Nya. Maka dapat dikatakan bahwa iman adalah mengandalkan Tuhan dalam keseharian kita, bisakah kita mengatakan begitu?

Nah, bagaimana supaya kita yang dalam maksud taat kepada Tuhan, dengan selalu mengandalkan diri-Nya, lalu tidak mencobai-Nya? Bagaimana kita membedakan iman kepada-Nya, yaitu taat dan selalu mengandalkan Dia, dengan mencobai Tuhan? Mencobai Tuhan yang saya tahu berarti bahwa kita seharusnya bisa melakukan tugas-tugas kita “sendiri” tapi menjadi tidak maksimal karena terlalu mengandalkan Tuhan. Atau kata lainnya menjadi malas dan sekedar mengandalkan Tuhan. Apakah pemahaman saya ini benar?

Mohon pencerahannya :slight_smile:

Tuhan Yesus memberkati.

@velmar
Iman adalah mengandalkan Tuhan disegala bidang kehidupan.
Perlu anda ketahui bahwa ketika kita jatuh, sebenarnya bukan keinginan roh kita tapi kedagingan kita. Jadi kalau mau taat, kita harus memperhatikan beberapa hal antara lain:

  • usaha pribadi untuk taat.
  • meminta Tuhan menjauhkan dari roh najis. Sehingga tidak ada roh yang diijinkan Tuhan untuk menjatuhkan kita.
  • membuka diri terhadap kerja Roh Kudus dalam diri sehingga janji Elohim untuk memberikan Roh yang baru itu terpenuhi.

Membedakan itu membutuhkan:

  • hikmat
  • pengetahuan
  • hubungan intim
  • penguasaan Roh Kudus.

Jadi kalau mau membedakan iman dan mencobai, bukalah diri untuk hikmat Tuhan dan pengetahuan Tuhan yang dicurahkan melalui Roh Kudus yang diperoleh oleh karena hubungan intim dengan Tuhan. Nah hal itu akan melatih kepekaan roh kita. Ada tadi dibahas tentang kepekaan Roh. Silahkan baca… Judulnya mendengar Tuhan kalau gak salah…

Mencobai bisa seperti yang anda katakan bisa juga:

  • meminta kepada Tuhan sesuatu yang tidak pada tempatnya.
  • meminta Tuhan melakukan suatu kejahatan. Misal minta Tuhan membunuh orang lain karena kita benci.
  • memiliki motivasi untuk menguji Tuhan.
  • melakukan suatu dosa yang sudah diketahui sebagai dosa akan tetapi dengan sengaja dilakukan.
    Dst…

Bro Velma, saya coba menjawab ya.

IMAN adalah sesuatu yang kita percaya tanpa melihat.

IMAN KEPADA TUHAN berarti pada suatu case didalam hidup kamu, kamu telah melakukan sebisa kamu, lalu buntu, sebelumnya kamu telah berdoa pada Tuhan untuk membimbing kamu dan membuka jalan bagimu.

Pada saat buntu, di sinilah kamu benar2 meletakan iman / percaya kamu di dalam pemeliharaan Tuhan.

Pada saat baik atau buruk yang terjadi, kamu harus menerima dengan tetap mengucap syukur, walau tidak seperti yang di harapkan oleh kamu.

Roma 8 : 28
8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Ada contoh case, ada seorang pemuda, kehilangan pekerjaan, perusahaannya bangkrut.

Mulailah dia mencari pekerjaan sambil berdoa pada Tuhan, lalau ada satu perusahaan yang besar yang sangat di ingini olehnya, dia terus berdoa supaya Tuhan Kabulkan.

Tetapi ternyata dia di tolak, dia terus kecewa sekali, ayat ini di berikan, dan mengingatkan padanya, bahwa Tuhan turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatang kebaikan, walau tidak seperti yang di ingininya.

Tidak lama kemudian, dia mendapat panggilan, mendapat pekerjaan baru.

Setelah mendapat pekerjaan baru, dia bertemu dengan teman yang di terima perusahaan yang sangat di ingininya, temannya cerita bahwa perusahaan itu pindah ke kota yang lebih besar.

lalu dia mengucap syukur pada Tuhan, ternyata kalau dia di terima di perusahaan yang di ingininya, dia harus pindah ke kota lain, sedangkan keluarganya tidak mungkin pindah begitu saja.

Dia baru sadar bahwa memang Tuhan memberi yang terbaik bagi dirinya yang mau taat menerima apa saja dengan tetap mengucap syukur, walau kecewa.

Jadi iman tergantung pada Tuhan, berarti anda harus menerima dalam keadaan baik atau buruk menurut kita, dengan tetap mengucap syukur.

Selebihnya saya melihat bro Jonathan memberi tulisan yang sangat bagus, sehingga kamu dapat saling melengkapi dengan prinsip2 itu.

mind power itu kurang lebih sama dengan “Sugesti”
saya mau contohkan sesuatu yang bisa di praktekan secara simple
Saya sugestikan anda sedang memakan buah mangga muda yang asam rasanya !!!
nah apakah dalam mulut anda terbit air liur ???

uhan yesus memberkati
han