Keluhan Buddhist terhadap Sikap Kristen

saya nieh bukan Buddhist ya, tp saya cmn mohon minta pendapatnya terhadap teman2 sekalian aja

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,21575.msg383179.html#msg383179

di dekat rumah dato' ada sebuah gang kecil dekat pelabuhan peti kemas, didalam gang itu kebanyakan mayoritas chinese dan ciloko nya ada 1 ger-gejo. rumah2 didalam gang itu sebagian besar berbahan dasar kayu termasuk bangunan ger-gejo.

dato’ inget waktu dato’ kecil beberapa puluh taon yg lalu, di gang itu banyak orang chinese melakukan ritual “tung tung cep” keyakinan kong hu cu. namun sejak ada ger-gejo, byk yg beralih ke kanesten.

kejadian yg paling tragis adalah, ketika ada salah satu keluarga berpindah keyakinan ke kanesten, si pendeto meminta semua barang2 di altar (patung2, foto, tempat hio) di bawa ke ger-gejo, kemudian ditaruh di lantai di depan ger-gejo dan disiram bahan bakar, setelah di doa2-in langsung di sulut api, semua barang2 tersebut di bakar dan dihancurkan dgn alasan berhala…

namun tidak lama setelah kejadian itu (beberapa bln kemudian) terjadi kebakaran besar di gang tersebut yg meludeskan semua bangunan kayu termasuk ger-gejo… tragis memang, rumah gusti babe terbakar abis… saat ini, di gang itu hanya berdiri beberapa rumah beton dan lahan kosong yg ditumbuhi rumput ilalang… tidak ada lg ger-gejo, karena beberapa rumah beton disitu digunakan untuk mess ladies salah satu tempat hiburan malam di kota dato’

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,14439.msg234653.html#msg234653

gw jadi ingat ama temen cici gw.. cici 1 gw udah masuk kr****n dari tahun 2000. dia ndak seheboh cici gw yang ke dua. so, temen nya dateng ke rumah dan ngeliat tempat pai thi kong di bawah dan [b]dia sengaja masuk ke altar sembayang gw di atas. dan mengatakan ama mama gw, kalo ajaran kami sesat dan bisa dapat masuk neraka..[/b] pas, mama lagi sibuk, jadi ndak begitu nanggapin dia..

pas gw keluar dari kamar, di kenalin lah ama cici gw. trus, dia tanya2 lah… (untung saat itu, gw udah kenal DC, jadi bisa membalas tanpa harus menyakitin orang). trus, kita berdebat berdebat trus, sampe akhirnya dia pulang. sampe sekarang dia ndak pernah datang lagi…

ada 1 kata yang gw ingat sampe sekarang, yang gw bilang ke dia.
" mbak tentunya orang sekolah kan, jadi belajar UUD donk… mbak tau ndak, di salah satu UUD, menyebutkan bahwa, setiap warga indonesia, berhak memeluk agama apapun dan tanpa paksaan. apa yang mbak katakan tentang agama saya, bisa saya perkarakan ke kantor polisi. apa orang di agama Buddha, sangat mudah di hasut sampai sampai kalian selalu mengganggu banyak orang. kenapa tidak menghasut ato mewartakan pembenaran ajaran Tuhan kepada orang yang beragama Muslim?"
muka dia ampe merah, nahan emosi

gimana nieh pendapatnya, sodara2 sekalian :slight_smile:

case yang pertama: letak kesalahannya dimana ya? :huh:

case yang kedua: maksudnya benar, tapi caranya kurang elegan. :tongue:

Kisah pertama : menurut saya, ceritanya janggal. itu saja. hehe

Kisah kedua : anak TUHAN memang gak boleh kompromi sama berhala, tapi harus punya kelemahlembutan loh :slight_smile:

masalahnya adalah BUDDHIST BUKANLAH PENYEMBAH BERHALA:

Sayang memang, ada banyak orang Kristen yang cenderung menggunakan cara-cara yang tidak benar dalam mewartakan kebenaran, akhirnya bukan membawa mereka kepada Kristus, malah justru menjadi batu sandungan dan semakin menjauhkan mereka dari Kristus.

Contoh nyata kita bisa lihat cara-cara beberapa member di forum ini yang begitu arogan menghakimi & menggurui ajaran lain sesama Kristen, padahal kalau kita minta mereka untuk berbicara di tempat saudara-saudara Muslim sebagaimana mereka berbicara di forum ini, pasti mereka akan mengelak & berdalih dengan berbagai macam cara.

Sikap merasa menjadi orang terpilih, seringkali menjadikan orang menjadi arogan, merasa paling benar & merasa berhak menggurui orang lain dengan dalih mewartakan kebenaran.

Karenananya kita sebagai orang Kristen yang masih perlu banyak belajar, maka dalam mewartakan kebenaran lebih baik dengan cara menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari daripada menjadi guru dengan mulut, dengan demikian kita akan menempa diri kita terlebih dahulu sebelum kita menempa orang lain.

Tidak ada gunanya bagi kita paham seluruh isi Alkitab, namun 1 ayat saja dalam Alkitab kita belum mampu mengaplikasikannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.