Kemana Bayi-bayi yang tidak berdosa itu?

Shalom all,

Aku punya pertanyaan yang dah lama mengganjal, dan sempet lupa, tp sekarang (setelah melihat beberapa topic lain yang mengarah ke pertanyaan ini) jadi teringat kembali.

Ini pertanyaannya :

:rolleye0014: Benarkah kalau bayi ataupun anak2 yang belum akil baliq itu imannya tergantung pada orang tuanya?

Bila IYA ayat pendukungnya dimana?

Bila IYA, berarti apakah anak2 yang orangtuanya belum percaya pada Tuhan akan masuk neraka? atau kemana mereka pada saat meninggal (sewaktu anak-anak), adakah Tuhan bukakan mengenai hal ini di ALkitab :huh: ?

GBU :wink:

DIA adalah Tuhan yang tahu segalanya. Kita adalah ciptaan yang engga tau segalanya. Dengan kata laen, kemana bayi2 itu setelah meninggal, surga or neraka? Rahasia Tuhan… :afro:

Saya berpendapat bahwa anak2 org percaya ketika meninggal akan ke surga. Memang tidak ada ajaran Alkitab secara explicit mengenai hal ini, tapi saya percaya demikian karena:

  1. tidak ada ayat yg menentang hal ini

  2. anak2 kecil (infants) belum bisa mempunyai pengetahuan yg cukup utk memutuskan apa yg benar dan salah, dan oleh karenanya tidak bisa bertobat dan menerima Yesus sbg Tuhan & Juruselamat sebagaimana org dewasa bisa.

  3. Kita baca dalam 1 Kor 7:14 bahwa anak org percaya kudus dihadapan Tuhan

Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. [b]Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus[/b]

Apakah ini mengajarkan bahwa anak2 tsb otomatis sudah menerima keselamatan? belum tentu.
Yg dimaksud disini adalah, walaupun org percaya menikah dgn pasangan yg tidak percaya, anak2 dari buah perkawinan itu adalah sah dan kudus dimata Tuhan dalam arti Dia tidak akan menganggap anak2 tsb sbg anak2 haram oleh karena ketidak percayaan salah satu org tuanya. Tapi setidaknya ayat ini memberikan suatu pengharapan bagi saya bhw ada kemungkinan Allah menyelamatkan anak2 org percaya khususnya yg masih bayi dan kemudian meninggal.

Tapi saya juga percaya bahwa kalau anak2 ini diselamatkan dan masuk surga, itu hanya dengan cara diselamatkan oleh Tuhan Yesus dan oleh karena salibNya. Sebab tidak ada jalan lain selain melalui Dia

Mengenai anak2 bayi org yg tidak percaya yg meninggal, to be honest, I don’t know. Tapi saya percaya apa yg Kejadian 18:25 katakan: "Shall not the Judge of all the earth do right?”

Beberapa referensi :

2Sa 12:23
Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.

Perkataan Daud mengenai anaknya yang mati hasil perzinahannya dengan Betsyeba.
Ini memang bukan doktrin, tapi di ayat ini Daud mengatakan bahwa ia akan bersama-sama anak ini kelak.

1 Raj 14:5, 12-13
Tetapi TUHAN telah berfirman kepada Ahia: “Bahwasanya isteri Yerobeam datang untuk menanyakan kepadamu perihal anaknya, sebab anak itu sedang sakit. Begini-begini harus kaukatakan kepadanya.” Ketika perempuan itu masuk, berbuatlah ia seolah-olah ia orang lain.
Tetapi bangunlah dan pulang ke rumahmu. Pada saat kakimu melangkah masuk kota, anak itu akan mati.
Seluruh Israel akan meratapi dia dan menguburkan dia, sebab hanya dialah dari pada keluarga Yerobeam yang akan mendapat kubur, sebab di antara keluarga Yerobeam hanya padanyalah terdapat sesuatu yang baik di mata TUHAN, Allah Israel.

Dalam kasus ini, Allah melihat semata-mata apa yang baik dari anak Yerobeam, bukan memandang berdasarkan dosa dari orang tuanya.

Mat 18:10
Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Ada perlakukan khusus yang diberikan Allah kepada anak-anak.
Masing-masing ada malaikatnya.

Beragam ayat ini tidak menyatakan anak-anak pasti masuk sorga, tapi ada special treatment dari Allah kepada anak-anak.

Saya sendiri yakin anak-anak akan masuk sorga.

Hope I can bless you…

Benarkah kalau bayi ataupun anak2 yang belum akil baliq itu imannya tergantung pada orang tuanya?

Bila IYA ayat pendukungnya dimana?

Semoga ayat ini bisa membantu

Gal 4:1 Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
Gal 4:2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.

Rom 4:9 Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran.

Rom 4:12 dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat.

Rom 4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, –

Sepertinya pembahasan ini berkaitan erat dengan pengajaran/doktrin Original Sin…

Kalau kita percaya bahwa setiap manusia lahir dalam keadaan berdosa, maka anak-anak yang mati pasti masuk neraka (at least untuk anak-anak orang yang tidak percaya).

Dan hal ini juga yang membuat Gereja Katholik melakukan baptisan anak-anak.

Quoted from wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Original_sin

[b]Original sin and the fate of unbaptized infants[/b]

However, given Augustine’s belief that the only definitive destinations of souls are heaven and hell, he concluded that unbaptized infants go to hell[7][8] because of original sin. The Latin Church Fathers who followed Augustine adopted his position, which became a point of reference for Latin theologians in the Middle Ages.[9] In the later mediaeval period, some theologians continued to hold Augustine’s view, others held that unbaptized infants suffered no pain at all: unaware of being deprived of the beatific vision, they enjoyed a state of natural, not supernatural happiness.

Starting around 1300, unbaptized infants were often said to inhabit the “limbo of infants”.[10] The Catechism of the Catholic Church, 1261 declares: “As regards children who have died without Baptism, the Church can only entrust them to the mercy of God, as she does in her funeral rites for them. Indeed, the great mercy of God who desires that all men should be saved, and Jesus’ tenderness toward children which caused him to say: ‘Let the children come to me, do not hinder them,’[11] allow us to hope that there is a way of salvation for children who have died without Baptism. All the more urgent is the Church’s call not to prevent little children coming to Christ through the gift of holy Baptism.” But the theory of Limbo, while it “never entered into the dogmatic definitions of the Magisterium … remains … a possible theological hypothesis”.[12]

Augustine’s formulation of original sin was popular among Protestant reformers, such as Martin Luther and John Calvin, and also, within Roman Catholicism, in the Jansenist movement, but this movement was declared heretical by the Roman Catholic Church.[13]

Like other traditional church doctrines, original sin has been denied or reinterpreted by various modern Christian denominations (such as the Unity Church) and theologians (such as Matthew Fox). Under such different views, Augustine’s example of newborn babies would suffer the temptation to sin from their nature, but would not bear any guilt because of not actually committing sins of their own.

JBU :happy0025:

wow… jadi banyak tau… sebelumnya aku berpikir kalo seorang anak kecil yang masih belum saatnya dewasa (akil baliq) akan menjadi milik kepunyaan Tuhan asalkan sudah di’serah’kan dan jika masih belum diserahkan akan dilihat dari iman orang tuanya… thanks ya all… bahkan secara ngga sengaja jadi tau juga asal muasal dilakukan baptisan anak2… :afro:

bagaimana kalo anak itu bukan berasal dari org percaya ya…
mereka kan tetap “memiliki kutuk keturunan” yg datang sejak dari dulu…

kalo dari keluarga org percaya bisa dimengerti pasti masuk surga. karena mereka dikandung dengan kekudusan…

Wah kayanya kok ga gitu ya. Kan keselamatan itu anugerah, tidak bergantung pada tindakan/usaha manusia tetapi semata-mata pemberian Tuhan.

Kalau dikatakan tergantung pada penyerahan anak atau iman ortu berarti keselamatan tidak sepenuhnya berdasarkan Anugerah. Aku rasa itu Tuhan yang menentukan ya, kalau memang anak tersebut sudah dipilih untuk diselamatkan walaupun ortunya bukan orang percaya, walaupun anak itu belum diserahkan tetap saja anak itu akan menerima keselamatannya.

Bahkan pembabtisan pun tidak merupakan syarat seseorang diselamatkan. Jadi walaupun seorang bayi telah dibabtis tetapi sebenarnya Tuhan tidak menentukan dia selamat, ya dia pasti tidak selamat lah.

Kemana Bayi-bayi yang tidak berdosa itu?

kesini ===>>> klick disini

nah… kan ini jadi terbuka… tetap percaya bahwa ALLAH akan memberlakukan keadilan atas anak2 tersebut :afro:

Hippo kayaknya orang reformed ya… :wink:

Pada kenyataannya memang banyak pengajaran yang seperti itu kan? Menurut pengajaran tersebut, untuk selamat manusia harus dengan usaha. Salah satunya baptisan.

Itulah sebabnya pada awalnya Gereja Katholik melakukan baptisan anak-anak, karena menurut mereka anak-anak lahir dalam kondisi berdosa (original sin) yang bisa dibasuh dengan baptisan. Kalau tidak maka anak-anak ini kalau mati akan masuk neraka.

OOT dikit, bagaimana caranya membaptis anak-anak? Apakah mungkin dengan cara diselam? … :slight_smile:

Nggak saya orang kharismatik, cuman lagi mau buat aliran remka :wink:

Bisa saja diselam, bayi kan mandinya juga di selam di bathtub :slight_smile:

Menurut saya,
Untuk bayi-bayi atau anak-anak yang masih sangat kecil, dosa belum bisa diperhitungkan pada mereka karena mereka belum bisa menimbang yang baik dan jahat.

Coba saya hubungkan kedua ayat ini :

Yes. 7:16
sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong.
Artinya ada masa dimana si anak belum tau yang mana yang baik dan yang jahat.

Rm 5:13
Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.
Apakah dosa bisa diperhitungkan bila si anak belum bisa mengerti Hukum? Belum bisa membedakan yang baik dan jahat?

Sebagai bayi,
Ia memang punya kecenderungan berbuat dosa dan merupakan makhluk daging karena kutuk keturunan, tapi ia belum bisa mengerti mengenai hukum sehingga dosa belum bisa diperhitungkan padanya.

Tapi bagi yang sudah mengerti hukum, dosa baru akan mulai diperhitungkan.

Setidaknya ini menurut saya…
Ada koreksi???

I agree 100 % with the statement above ! Fantastic !

Begini, ini sama dengan pertanyaan begini :

  1. “Masuk nerakakah orang yang tinggal didaerah terpencil banget yang tidak diketahui orang”
  2. Adillkah Tuhan kalau Tuhan melakukan pemilihan kekal (foreknowledge as election to salvation). Bagaimana nasib orang-orang yang tidak dipilih, kan kasihan masuk neraka?
  3. Bagaimana kalau begini, bagaimana kalau orangnya gila, tidak waras, mungkinkah beroleh selamat.

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu terlalu diperdebatkan. Tetapi satu hal yang pasti ikuti saja yang Alkitab katakan.

Contoh : Saya percaya dan dibaptis waktu dewasa (ketika saya dengan sadar percaya Kristus itu Tuhan dan Juruselamat saya serta adalah Anak Allah). Kemudian saya memberitakan Firman dengan harapan ada orang diselamatkan. Saya tidak jauh-jauh berpikir , yaitu bagaimana dengan orang yang di desa sangat terpencil banget. Karena pemikiran demikian tidak tulus dan merumitkan diri sendiri. Tuhan Yesus sediakan orang-orang disekitar saya, dan lakukan lah itu. Saya percaya jika Tuhan mau, Ia akan mengutus sampai ke ujung langit pun.

Dan sama dengan itu, bayi-bayi itu biarkan aja dan serahkan kepada Tuhan dan jangan mengambil keputusan tertentu. Yang penting mengalir bersama Firman Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus memberkati . Amen :afro:

Yang saya pernah baca di Buku Heaven is so real, anak-anak tujuh tahun kebawah ada tempat yang Tuhan sediakan di Sorga.

Ini mirip dengan doktrin mengenai limbo yang pernah saya posting sebelumnya Kemana Bayi-bayi yang tidak berdosa itu? - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com

Masalahnya, Alkitab tidak berbicara apapun mengenai hal tersebut.

Well, menurutku…kita tidak bisa menilai segampang itu.

Yesus sendiri pernah berdoa, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
So… bayi yang belum tahu apa2 itu IMO, pasti diampuni :afro:

kalo masih bayi dah mati itu dah jelas banget pasti masuk surga tanpa melhat apa agama si orang tua karna dia belum tau apa apa , karna kalo tu bayi ampe masuk neraka gara gara dosa orang tua wedew :mad0261: sial banget tu bayi tau tau udah masuk neraka :’( tanpa tau apa penyebabnya oh ya di neraka itu kekal lo jangan anngap remeh masalah ini 8) 8) 8)

WIIKKS … gila sama Allah kok berontak ya