Kematian Pendeta Italia di Filipina Tidak Akan Sia-Sia

Pendeta Fausto Tentorio sedang mendekati mobilnya untuk melakukan perjalanan ke sebuah pertemuan pendeta ketika seorang pria bersenjata menembaknya beberapa kali dalam kompleks gereja di kota pegunungan Arakan provinsi Cotabato Utara. Imam Katolik Italia ini tewas pada hari Senin (17/10) kemarin. Kepala Inspektur polisi setempat, Benjamin Rioflorido menerangkan Tentorio yang berasal dari Santa Maria Hoe, sebuah kota di provinsi Lecco Italia, sudah meninggal saat tiba di rumah sakit dalam usia 59 tahun.

Sedangkan sang penembak lari dari tempat kejadian setelah melakukan penembakan dan kabur menuju sebuah kota yang berdekatan dengan mengendarai sepeda motor dibonceng temannya. Penyidik belum bisa mengidentifikasi tersangka dan apa motifnya. Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario meminta polisi untuk segera menangkap pelaku dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan jemaat Tentorio. Duta Besar Italia Luca Fornari pun menyatakan rasa terkejut, sedih, dan cemas. Pihak kedutaan telah meminta polisi untuk meningkatkan keamanan bagi para misionaris.

Tentorio yang telah lama menjadi imam paroki di Arakan ini, fasih berbicara dialek setempat dan memiliki hubungan baik dengan orang di sana. Sebelumnya, Italia telah memperingatkan warganegaranya, termasuk para imam, untuk tidak pergi ke Mindanao, tetapi sejumlah misionaris telah mengabaikan pesan tersebut dengan alasan demi membantu sesama.

Kematian Tentorio tidak akan sia-sia. Biarlah pekerjaan yang telah dia lakukan di bumi ini membawa hasil buat orang-orang di sekitarnya sehingga banyak orang yang mengenal kasih Yesus. Benih yang jatuh ke tanah, akan Tuhan tumbuhkan menjadi pohon yang menerangi kehidupan orang lain.

Sumber : wartanews/lh3