kenapa ada orang baik yang menerima kejahatan ?

halo fkers, ane akhir akhir ini sering memikirkan ini

ada orang, pelayan gereja, tapi rumah tangganya berantakan
ada lagi orang, rajin ke gereja, begitu senang memberitakan injil, kuliahnya berantakan
ada lagi guru sekolah minggu, yang tak kunjung mendapat pasangan
atau remaja yang hormat pada orang tua, aktif di kegiatan remaja gereja dan persekutuan doa, namun menerima hinaan/bully dunia di sekolah


Hidup ga adil ! bagaimana mereka orang dunia bisa percaya pada kita generasi terang yang hidupnya selalu susah.

ketika kita berbicara “Keindahan pada waktunya” generasi terang ini butuh contoh kongkrit sebagai sampel kepada orang dunia bahwa “ini loh, kami mengikut Dia dan menerima seperti ini :)”

dan orang dunia menjawab seperti ini apa ? tak mendapat pasangan, hina bully, atau rumah tangga berantakan ?

mungkin menginjil pada orang dunia lebih mudah jika kita kaya, sukses, makmur, jaya dan lain sebagainya

atau mungkin Tuhan dapat membuat orang orang dunia itu “menderita” atau “hidup susah” sehingga generasi terang itu terlihat “sedikit lebih baik” dari mereka, sehingga mau bersekutu dengan terang dan mengikut Dia

tapi kenapa mesti generasi terang itu yang mendapat penderitaan, katanya setiap perbuatan baik akan berbuah baik, nyatanya ?

mohon pencerahan rekan FKers, gimana ane ngeyakinin generasi terang ini agar terus bersinar sekalipun mereka kecil dan lemah

:slight_smile: Untuk sementara sebagai bahan renungan dan pembanding, saya coba bagi sedikit :mad0261:
1Yoh 5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari ELOHIM dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

Gal 1:4 yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak ELOHIM dan Bapa kita.

Yoh 7:7 Dunia tidak dapat membenci kamu, tetapi ia membenci Aku, sebab Aku bersaksi tentang dia, bahwa pekerjaan-pekerjaannya jahat.

Yoh 17:15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.

:smiley: Salam

Tidak semua yang pelayanan dan rajin itu berkenan dihadapan Allah.

Didunia ini tidak selalu hal yang baik kita terima, tetapi hal itu bukan yang terburuk juga. Hidup harus seimbang, ada susah dan senang, ada tawa dan tangis, baik orang benar maupun orang berdosa. Inti hidup didunia ini adalah menjadi umat yang kudus bagi Allah, dan untuk itu Allah mengkaruniakan kebahagiaan, damai sejahtera dan keselamatan.

Nilai sebuah kebahagiaan dari dunia ini adalah memperoleh harta dan mampu memuaskan hasratnya dengan mudah. Sedangkan nilai kebahagiaan dari Allah adalah kebahagiaan ilahi, yang dirasakan dalam roh kita. Jika nilai kebahagiaan kita standart dunia ini, maka kita akan menganggap Allah berdusta dengan janji bahagiaNya.

Israel dikeluarkan dari perbudakan Mesir, tetapi mereka bersungut-sungut dan membandingkan kehidupan bahagia di mesir karena ada bawang, timun, semangka, ikan sedangkan bersama Allah digurun hanya ada manna saja. Mereka lupa kalau mereka diperbudak, hidup dalam ketakutan, kekurangan dan hanya menerima makan tanpa diupah, sedangkan bersama Musa mereka tidak kekurangan satupun juga. Mereka yang bersngut-sungut akhirnya dibinasakan Allah.

Penting agar kita menjaga standart nilai kebenaran tetap pada Firman Tuhan bukan standart dunia ini, yang menipu dan memperbudak manusia dalam kesia-siaan dan kehampaan, walaupun dapat tertawa lebar.

Yohanes 14:27
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Jika kita sudah paham tentang nilai kebenaran dari Allah tentang kebahagiaan, maka kita melihat setiap kesusahan dan masalah dalam hidup ini dengan cara yang berbeda. Lukas 6:22 menulis, “Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.”

Bisakah anda mengatakan kesialan diatas sebagai sesuatu kebahagiaan? Jika tidak, nilai kebahagiaan yang anda pegang masih nilai-nilai dunia ini yang palsu. Berdoalah agar Roh Kudus membantu anda memiliki nilai-nilai ilahi dalam hidup anda.

kenapa TUHAN YESUS cipta surga ?
kenapa TUHAN YESUS cipta dunia ?
kenapa TUHAN YESUS cipta neraka ?

kenapa TUHAN YESUS cipta malaikat ?
kenapa TUHAN YESUS cipta manusia ?
kenapa TUHAN YESUS cipta iblissetan ?

kenapa TUHAN YESUS cipta kehidupan ?
kenapa TUHAN YESUS cipta ujiancobaan ?
kenapa TUHAN YESUS cipta k e m a t i a n ?

surga adalah tempat bagi yang lulus ujian cobaan (hidup menurut kehendak TUHAN)
dunia adalah tempat bagi manusia dididik diujicoba (apakah menurut kehendak TUHAN)
neraka adalah tempat bagi yang tidak lulus ujicoba (tidak hidup menurut kehendak TUHAN)

malaikat adalah makhluk Roh baik yang diciptakan TUHAN untuk menolong manusia
manusia adalah makhluk yang diciptakan TUHAN untuk bebas memilih baik atau jahat
iblissetan adalah makhluk roh jahat yang diciptakan TUHAN untuk mengujicoba manusia

manusia yang hidup menurut kehendak TUHAN YESUS maka akan hidup kekal di surga
manusia dididik diujicoba apa menurut kehendak TUHAN YESUS atau iblis setan di dunia
manusia yang tidak hidup menurut kehendak TUHAN YESUS maka akan mati kekal di neraka

tidak,ajaran Kristen sama sekali tidak mengajarkan hal seperti itu.mungkin agama2 lain mengajarkan seperti itu(hukum karma) tetapi tidak dengan agama Kristen.Firman Tuhan aja jelas bilang klo manusia bisa menerima keselamatan dari Allah bukan karena hasil usahanya sendiri(misalnya banyak berbuat baik) melainkan karena kasih karunia Allah.trus ada juga dikatakan di Alkitab klo orang2 yg banyak membuat mujizat dan bernubuat demi nama Tuhan pun ternyata juga blom tentu dapat bagian dalam Kerajaan Allah(Yesus bilang klo Dia tidak mengenal mereka).

memang dalam ajaran Kristen ada hukum tabur tuai tapi itu lebih mengarah pada prinsip sebab akibat & bukan hukum karma yg diajarkan agama lain.dalam ajaran Kristen itu orang berbuat baik karena mengasihi sesama,bukan karena mengharapkan imbalan/balas jasa.

Karena salah pemikiran. Keselamatan (termasuk di dalamnya hidup berkelimpahan di dunia ini) di dapat bukan dari perbuatan baik, melayani, memberitakan injil, ke gereja dll. Tapi dari iman, yaitu percaya kepada Yesus.

Umat kerajaan ini asalnya adalah manusia daging / manusia duniawi yg roh nya mati di hadapan Allah, atau dikatakan tuan mrk ini pada mulanya adalah keduniawian ( mamon ), dalam proses pemurnian yg Allah kerjakan kpd mrk , mrk ini dibawa unt beralih dr tuan yg pertama itu kepada tuan dr umat kerajaan yaitu Tuhan ( proses= perubahan dr balita rohani menjadi dewasa rohani ) , tentu saja disini akan diikuti perubahan paradigma tentang " value baik ".
Baik menurut pandangan dunia/ menurut daging, sama sekali berbeda dg baik menurut Allah/baik dlm arti di kekekalan, dan ternyata kedua hal ini saling bertolak belakang, hal ini haruslah kita sadari bhw kita memang di ajar unt beranjak dr pengertian pertama(dunia) ke pengertian ke dua (kekal).
IPet2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Allah mengerjakan kpd bgs Isrl berputar2 di padang gurun selama 40 th, bgs Isrl berfikir secara daging : adalah baik baginya kalau dia bisa mendapat makanan seperti yg pernah mrk makan ketika di tanah Mesir, dan mrk mengatakan buruk/ bosan kalau makanannya hanya manna saja, ttp menurut Allah/baik buat rohani bila bgs Isrl lupa makanan lama mrk ( rontok sanga2 yg ada ).

[b] Hidup ga adil ! bagaimana mereka orang dunia bisa percaya pada kita generasi terang yang hidupnya selalu susah. [/b] dan orang dunia menjawab [i]seperti ini apa ? tak mendapat pasangan, hina bully, atau rumah tangga berantakan ?[/i]

mungkin menginjil pada orang dunia lebih mudah jika kita kaya, sukses, makmur, jaya dan lain sebagainya


Setelah umat kerajaan dewasa rohaninya, mrk diperintahkan unt menyampaikan injil ke mana2, tentu bagi yunior2nya berlaku pula bhw mrk harus beranjak dr pengertian baik mnrt daging kpd baik mnrt roh, kalau mrk masih saja diajak unt melihat contohnya yg gemerlap scr daging , bagaimana mrk bisa mengerti injil yg banar?.Gby

Jika kita kaya, sukses, makmur, jaya, mungkin banyak orang akan menjadi percaya, tetapi untuk tujuan yang salah, yaitu untuk menjadi kaya, sukses… kemudian, setelah orang itu mencapai tujuan mereka, yaitu menjadi kaya, mereka akan menjadi terbiasa akan kekayaan mereka dan akan mencari kekayaan yang lebih besar, tetapi mereka tidak pernah akan menjadi puas dan bahagia, dan seandainya mereka menjadi puas, mereka akan melupakan Tuhan. Kalau kemudian kekayaan mereka hilang, mereka akan mundur dan mencari jalan lainnya untuk menjadi lagi kaya, sukses, tetapi kebahagiaan yang benar tidak pernah akan mereka menemukan.

Tetapi kalau orang dunia melihat kita tetap berbahagia dalam penderitaan, sedangkan mereka dalam kekayaan mereka merasa masygul, maka mereka akan kepingin tahu, kemudian datang kepada Tuhan untuk mencari jalan dan hidup yang benar, yang tidak akan mereka tinggalkan…

trims FKers, ane ngambil kesimpulan bahwa kekuatan itu bukan pada saat kita menang, namun pada saat kita masih bertahan menghadapi tekanan

trims bro, ane ngerti kenapa semua “tekanan” itu ada. trims semua fkers Tuhan berkati

betull bro…saya pernah mendengar perkataan dari seorang hamba Tuhan begini : darimana kita tahu bahwa Tuhanlah sang penyembuh itu jika kita tidak pernah sakit? darimana kita tahu bahwa Tuhanlah yg memberi kelegaan jika kita tidak pernah mempunyai beban.
semua Tuhan ijinkan terjadi semata-mata karena kita sangat dikasihiNya. Untuk membuat kita menjadi murni seperti emas yg jika dibakar trus akan menjadi murni dan berkilau. Tapi dalam proses tersebutpun Tuhan tidak meninggalkan, bahkan Dia akan terus topang kita dengan tanganNya dan dengan kuasaNya yg ajaib…
Shalomm
GBU…

karena Ada FirmanAllah yang tidak tertulis dialkitab yaitu yang berupa pengaturan terhadap Alam yang mengatur suatu System

GBU