Kenapa Adam dan Hawa punya anak setelah diusir dari Taman Eden?

Kata pengantar:
Sex adalah bagian dari naluri manusia waktu diciptakan Allah. God put sexual urges dalam Adam dan Eve for them to appreciate each other as husband and wife. It is also created as expression of love and compassion.

Pertanyaan: Selama Adam dan Hawa berada di taman Eden, kenapa mereka gak punya anak? Kenapa punya anak nya pas udah diusir dari taman Eden.

Kalau menurut saya, baik sewaktu Adam dan Hawa ada di taman Eden maupun sewaktu ada di luarnya, saya pikir tidak mempunyai pengaruh terhadap kemampuan mereka memiliki keturunan. Hanya saja “kebetulan”, ketika mereka berada di luar taman Eden, mereka baru mempunyai keturunan.
Jika sekiranya mereka tetap berada di dalam taman Eden-pun, saya pikir, mereka tetap mempunyai kemampuan yang sama dan dengan cara yang sama dalam tondakkannya mempunyai anak, yaitu dengan cara bersetubuh… gak ada cara lain :smiley:
Bedanya, Hawa tidak akan merasa kesakitan ketika ia melahirkan anak.

Salam,

Mana ada “kebetulan” dalam rencana Allah. Serius napa sih ah.

Apakah pengertiannya “rencana ALLAH” artinya ALLAH yang men-setting seluruh jalan-jalan kehidupan manusia? :coolsmiley:
Jika pengertian sodara seperti itu, maka pantaslah komentar sodara seperti itu.

Salam,

Men setting, well, sounds like predestine.
For whatever reason, saya menganggap God didn’t allow them to have kids in the garden of Eden. Prinsip yang saya pegang adalah: If God wanted it to happen, it would happen. If God allowed it to hapen. It happened.

jawaban gak serius :

Hawa udah hamil saat makan buah. Adam gak tega, Hawa (yg lagi hamil) dosa sendirian makanya Adam ikutan makan itu buah.

BTT,
Allah nyuruhnya beranak cucu penuhi bumi, bukan penuhi Eden.
Dosa gak dosa, turunan AdHa keliatannya akan ada yang diluar Eden … kecuali Edennya juga ikut beranak (bertambah luas)… :smiley:

Judul topik baru saja saya ganti, supaya tidak membingungkan bagi pembaca :slight_smile:

Salam

Kalau begitu pengertian sodara, maka percuma saja sodara membuat topik ini.
Buat apa sodara bertanya jika jawabannya seperti itu!?

Serius napa :smiley:

Salam,

Salam damai sejahtera untuk semua dalam kristus Yesus.

Tujuan Allah menempatkan manusia itu (Adam) di taman Eden yang pertama-tama harus diketahui secara benar.

Allah beristirahat pada hari ketujuh karena manusia itu (Adam) dijadikan oleh Allah supaya memiliki kuasa atas manusia, yang seharusnya; kuasa atas manusia itu, hanya dimiliki oleh Allah.

Manusia itu (Adam) diberi hikmat untuk mengetahui riwayat penciptaan langit dan bumi serta isinya dan yang akhirnya membuat ia memperoleh pengetahuan hari Sabat.
Tetapi karena pengetahuan hari Sabat itu adalah menurut Sepuluh perintah dalam hukum Taurat yaitu menguduskan Sabat pada hari ketujuh, maka Allah mempersiapkan taman Eden bagi manusia itu (Adam) supaya disana ia menghidupi Dua Kasih Terutama; terjadi perubahan yaitu manusia yang mengumpulkan makanan menjadi mengusahakan tanah untuk mendapatkan makanan mereka.

Di dalam taman Eden itu Allah memberikan segalanya untuk manusia itu (Adam), termasuk pohon pengetahuan dan pohon kehidupan.
Manusia itu (Adam) telah mengetahui menguduskan Sabat menurut Sepuluh perintah menurut hukum Taurat yaitu menguduskan Sabat pada hari ketujuh; itulah pohon pengetahuan, dan Allah melarangnya untuk hidup dalam Sepuluh perintah menurut hukum Taurat.

Manusia itu (Adam) hanya memiliki pengetahuan Sabat menurut Sepuluh perintah dalam hukum Taurat, itulah sebabnya Allah melihat tidak baik manusia itu (Adam) dalam keadaan demikian, yaitu dijadikan untuk menghidupi Dua Kasih Terutama tetapi belum memiliki pengetahuan Dua Kasih Terutama dan juga karena ia telah menerima pengetahuan Sepuluh perintah menurut hukum Taurat dan dilarang hidup dalam hukum tersebut, itulah sebabnya Allah hendak memberikan penolong kepadanya.

Sampai disini seharusnya sudah dapat kalian ketahui bahwa tujuan Adam dan Hawa dipersatukan bukan bertujuan utama untuk memperoleh keturunan, tetapi untuk menghidupi Dua Kasih Terutama.

Manusia itu (Adam) diberi hikmat untuk mengetahui riwayat penciptaan langit dan bumi serta isinya dan yang akhirnya membuat ia memperoleh pengetahuan hari Sabat. Tetapi karena pengetahuan hari Sabat itu adalah menurut Sepuluh perintah dalam hukum Taurat yaitu menguduskan Sabat pada hari ketujuh, maka Allah mempersiapkan taman Eden bagi manusia itu (Adam) supaya disana ia menghidupi Dua Kasih Terutama; terjadi perubahan yaitu manusia yang mengumpulkan makanan menjadi mengusahakan tanah untuk mendapatkan makanan mereka.

Di dalam taman Eden itu Allah memberikan segalanya untuk manusia itu (Adam), termasuk pohon pengetahuan dan pohon kehidupan.
Manusia itu (Adam) telah mengetahui menguduskan Sabat menurut Sepuluh perintah menurut hukum Taurat yaitu menguduskan Sabat pada hari ketujuh; itulah pohon pengetahuan, dan Allah melarangnya untuk hidup dalam Sepuluh perintah menurut hukum Taurat.

Manusia itu (Adam) hanya memiliki pengetahuan Sabat menurut Sepuluh perintah dalam hukum Taurat, itulah sebabnya Allah melihat tidak baik manusia itu (Adam) dalam keadaan demikian, yaitu dijadikan untuk menghidupi Dua Kasih Terutama tetapi belum memiliki pengetahuan Dua Kasih Terutama dan juga karena ia telah menerima pengetahuan Sepuluh perintah menurut hukum Taurat dan dilarang hidup dalam hukum tersebut, itulah sebabnya Allah hendak memberikan penolong kepadanya.

Apa referensinya pengertian seperti di atas itu, bro.

Kapan itu Taurat dituliskan?
Kapan sabath diterapkan?
Kapan sepuluh perintah Allah diturunkan?

Jangan diaduk jadi satu seperti itu, bro, nanti jadi kacau.

Syalom

Yeee, saya juga lagi serius kok. Kerna kenapa Adam dan Hawa gak punya anak waktu di garden of Eden itu gak ada di Bible, ya saya gak bisa ngutip. Saya apanan cuman perkirain aja. Kali aja kamu punya additional answer.

Good answer LOL

Ya itulah kamu… suruh orang lain untuk jawab pertanyaanmu serius, tapi pertanyaanmu sendiri gak serius :cheesy:

Salam,

Ih, apanan saya udah bilang dari mula bahwa ini intermezzo sambil saya investigate kamu taunya ap mengenai hal ini, gitu lho. Y wis lah, mo serius, gak serius sama saya semua akan dianggap serius lah. Ato kita minta moderator konci aja gitu thread ini?

Aduh… jadi gak enak ati nih.
maapin saya deh sis.

Salam,

Calm down, nggak ada yang hatinya gak enak. Nggak ada yang perlu dimaafkan. You didnt do anything wrong.

Tuhan menciptakan Adam dan hawa TIDAK langsung dewasa, mereka masih KANAK2. Cermati yg tertulis dlm kejadian, mereka masih “LUGU” sekali, CERMATI dialog mereka :

  • Ketika menghadapi si ular (Kejadian 3:2-3)
  • Ketika saling lempar kesalahan (Kej 3:12-13)

Jika anda pernah bergaul dgn anak2, maka anda akan bisa mengerti.
Jadi mereka ga punya anak karena mereka memang BELUM DEWASA!

Tidak ada tertulis bahwa mereka di cipta langsung dewasa?

Hal yg sama menyebabkan mereka jatuh dalm tipuan iblis.
Can you see it? Siapa yg bisa mengerti hendaklah mengerti!

Salam.

Dan buah terlarang BUKANLAH having sex.

Salam

Bingo.
God needed to teach them a whole lot of things first.
Thank you for your participation.

Menarik sekali Saudara Simonsez. Ini suatu pandangan baru.

Tetapi ada beberapa keberatan atas pendapat Saudara:

  1. Apakah mutlak bahwa karena saling lempar kesalahan, itu berarti mereka masih belum dewasa (secara fisik)? Bukankah banyak orang dewasa (secara fisik) juga sering melempar kesalahan?

  2. Kej 2:15 bercerita bahwa Adam akan mengurus dan mengarap taman Eden. Mungkinkah seorang anak kecil dapat melakukannya?

  3. Kej 2:24,25 berbicara tentang hubungan suami-istri. Bukankah hubungan suami-istri berlaku untuk orang dewasa (secara fisik)?

Terima kasih.