kenapa Allah memilih bangsa Yahudi bukan bangsa yang lain mnjadi umat pilihanNya

di dunia sudah diakui kemampuan,kepandaian,ketangkasan,kecerdikan,keunggulan orang Yahudi / bangsa pilihan Tuhan lalu gimana dgn non yahudi,banyak juga yang pandai seperti jepang,amerika,eropa,asia,dll.
sehingga apa yang dilakukan oleh bangsa yahudi menjadi sorotan di mata dunia.

kenapa Allah memilih bangsa Yahudi bukan bangsa yang lain menjadi umat pilihanNya?

Kisah dimulai sejak Adam n Hawa diusir dari Taman Eden.

6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan…

Sisa Nuh dan keluarganya yg taat beriman yg diselamatkan diantara SEMUA ORANG yg mentertawakannya(tidak beriman) saat membuat kapal.
Nuh memiliki 3 anak:

  • Shem; bapak bangsa kulit putih.
  • Ham; bapak kulit hitam.
  • Japheth; bapak bangsa Mediterranean, Oriental and Latin American

Setelah itu manusia mulai bertambah banyak jumlahnya dimuka bumi segala bangsa… AGAIN… IMHO… TUHAN MAHA TAHU melihat bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

11:1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
11:4 Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”
11:6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.

Berlanjut terus hingga Allah mengadakan perjanjian pada Abraham atas imannya… Abraham bukan ISRAEL… dan waktu itu ada seorang bergelar MELKIZIDEK yg diangkat oleh Allah sebagai IMAM TINGGI yg lebih tinggi secara kasta dibanding Abraham.
Lanjut Ishaq, lalu Yakub…
Yakub memiliki 12 putra yg jadi nenek moyang 12 suku Israel.
Hanya 1 dari 12 suku yg kita sebut “YEHUDA/JEWS”

blah blah blah… (tentang ajaran Melkisedek pada bangsa2 selain Israel tidak diceritakan… namun IMHO, sejalan dgn INTISARI TORAH-KASIH secara dia diangkat sebagai IMAM TINGGI dan result MUNGKIN bangsa2 itu berbalik dari ajaran KASIH yg sebenarnya n kecenderungan utk mencemarkan diri)

Then… Here we go… the prove in my point of view(POV) please CMIIW:

33:2 Berkatalah ia: "TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.
Seir = Teritorial ESAU.
Pegunungan Paran = Teritorial ISMAEL.

Ayat tersebut (IMO) mengungkapkan bahwa Allah dgn adil telah menawarkan Torah(walau mungkin beda ayat2 peraturan) tapi INTISARINYA SAMA; Hukum Kasih pada segala bangsa… namun ditolak oleh mereka…
Dan IMHO, Tuhan memberi/menawarkan Torah pada mereka walau DIA tahu mereka menolaknya agar mereka TIDAK BISA BERDALIH saat diakhirat n ga tau diri merasa punya hak MENILAI Allah adil/tidak.

Sehingga ada nyanyian orang Yahudi yg tercatat sejak jaman dahulu kala; (Midrash, Sifri, Ve-zot, Ha-Bracha, Melkita, BT AZ, etc) yg menyatakan bahwa BAHKAN sebelum Allah memberi Torah pada Yahudi, Dia sudah memberi pada bangsa2 lain terlebih dahulu.

Hashem gave us a present; Do you know what it was?
He gave us the Torah, and we must keep its laws
He asked some other nations, “Do you want this gift of Mine?”
They said, “No thank You, for Torah there’s no time”
The to B’nai Yisrael, Hashem did go
they said, “Na’aseh Ve-nishma” ‘cuz we love Hashem so!

Itu konsekuensi dari iman Abraham kepada Allah, yang diperhitungkan Allah menjadi kebenaran. Sehingga Allah menurunkan Perjanjian Baru kepada Abraham dan kepada keturunannya yaitu orang Yahudi.

GBU

Re: kenapa Allah memilih bangsa Yahudi bukan bangsa yang lain mnjadi umat pilihanNya

adalah PERJANJIAN ALLAH DENGAN ABRAHAM , menjadi bangsa yang besar.

Kej. 12 : 1 ¶ Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Ada DUA jenis jawaban dari DUA SUDUT PANDANG:

  1. Dari sudut pandang iman → udah dijawab dengan sangat lengkap sekali

  2. Dari sudut pandang OBJEKTIF:

  • Lha wong agama yang kita anut itu MUNCUL-nya di daerah situ…
  • Udah barang tentu, SIMBOL-SIMBOL, Tradisi Budaya & Adat Istiadat, Contoh Kasus, Perumpamaan, dan segala bentuk lainnya jelas MENGGUNAKAN contoh setempat.
  • Jelas TIDAK MUNGKIN, suatu misal suatu agama yang muncul di Eropa, kemudian bilang bahwa Bangsa Afrika adalah Bangsa Pilihan… Lha kan lucu bin ajaib?? ehehe…

Salam,

[quote="ardilin post:1, topic:180786"] di dunia sudah diakui kemampuan,kepandaian,ketangkasan,kecerdikan,keunggulan orang Yahudi / bangsa pilihan Tuhan lalu gimana dgn non yahudi,banyak juga yang pandai seperti jepang,amerika,eropa,asia,dll. sehingga apa yang dilakukan oleh bangsa yahudi menjadi sorotan di mata dunia.

kenapa Allah memilih bangsa Yahudi bukan bangsa yang lain menjadi umat pilihanNya?
[/quote]

[b]Sehingga Yesus juga lahir dari keturunan Abraham,[/b] melalui Yesus (keturunan Abraham ) semua bangsa beroleh berkat, Kejadian 22:18 [b]Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,[/b] karena engkau mendengarkan firman-Ku."

Matius 1:17 Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.
GBU all

apa kita orang percaya termasuk orang yahudi juga?keturunan Abraham?

Bukan termasuk Yahudi, tapi termasuk keturunan Abraham,
karena Abraham adalah Bapak orang percaya

Roma 4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham.
Sebab Abraham adalah bapa kita semua, –

Galatia 3:7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.
GBU

Kejadian 22:16-18
“Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri — demikianlah Firman Tuhan — :Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

Karena Abraham maka keturunannya (anak-anak Yakub) disebut bangsa pilihan, karena lewat keturunan (anak perjanjian) Abrahamlah maka dunia akan diberkati yaitu lewat Yesus, Anak Tunggal Bapa, yang menjadi Juruselamat dunia melalui ketaatanNya sampai mati dikayu salib agar kita melihat terangNya untuk selama-lamanya.

Jadi bukan karena pandai, bukan karena elite atau karena kayanya maka anak-anak Yakub disebut bangsa yang dipilih Allah untuk melahirkan Mesias, tetapi karena Allah telah bersumpah terhadap Abraham.

ISRAEL/ YAHUDI, Bangsa Pilihan

* Yohanes 4:22
LAI TB, …. sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
KJV, …. for salvation is of the Jews.
TR, …. οτι η σωτηρια εκ των ιουδαιων εστιν
Translit interlinear, …. Hoti {sebab} hê sôtêria {keselamatan} ek {dari} tôn ioudaiôn {bangsa yahudi} estin {adalah}

Mengapa Israel/ Yahudi yang dipilih?
Apa latar belakangnya?

Alkitab sungguh menyatakan bahwa Allah memilih satu bangsa diantara bangsa-bangsa yang lain di dunia ini. Yang menjadi pertanyaan: mengapa Allah membuat perbedaan dan seolah-olah pilih kasih? Ini kelihatan terkesan seperti sebuah tindakan yang berlawanan terhadap status-Nya sebagai Sang Pencipta umat manusia. Adalah penting untuk memahami mengapa Tuhan mengecualikan Israel (atau yang kemudian disebut juga Yahudi) dari bangsa lainnya. Maka, perlu bagi kita memahami latar belakangnya.

I. Allah memilih Abraham:

Pada intinya, Allah tidaklah memilih Israel/ Yahudi, Ia memilih Abraham, dan Abraham (yang kala itu namanya masih “Abram”) memilih untuk menerimanya. Mari kita mulai dengan berpikir bahwa Tuhan sebenarnya tidak memilih sebuah bangsa ketika ia membuat perjanjian dengan Abraham. Sebelumnya, Allah telah menghukum seluruh bangsa di dunia dengan air bah, sampai Ia memanggil Abraham untuk meninggalkan negeri asalnya, Ur, dan memulai sebuah perjalanan menuju ke negeri lain.

Abaraham lahir hanya 400 tahun setelah air bah; ini mengindikasikan bahwa populasi dunia pada saat Allah memanggilnya berjumlah masih sedikit. Kenyataannya, Nuh meninggal hanya 2 tahun sebelum Abraham lahir.

Pada saat itu tidak ada sebuah negeri yang didirikan dan tidak ada batas negara. Yang ada hanyalah jaringan kota ke kota. Kemudian Nimrod menetapkan sebuah sistem perserikatan pertahanan, yang memungkinkannya membuat sebuah konsolidasi satu tatanan dunia.
Nimrod lahir sekitar 250 tahun sebelum Abraham. Sebenarnya ini adalah keinginan Iblis untuk membuat bangsa-bangsa bumi untuk “berkumpul bersama”, menyesuaikan diri terhadap sistem agama, budaya, dan geopolitik ekonomi yang seragam dan terpusat. Semua kota dan suku terlibat dalam politheisme penyembahan berhala. Nimrod bahkan beribadah dengan menanggap dirinya sebagai perwujudan anak allah, atau dewa matahari. Semua kota ini antara lain adalah Erek, Akad, Larsa, Babel, Fara, Kish, Lagash, Eridu, Nippur, dan Ur.

Lalu Allah memanggil Abraham dengan tujuan untuk membuat sebuah negara yang menjadi kesaksian satu-satunya bagi Allah yang benar! Dan, Allah berkata kepada Abram, keluarlah dari negeri, dari keluarga, dan dari rumah bapaknya, dan menuju ke suatu negeri yang akan ditunjukkan (lihat Kejadian 12:1). Ini adalah Perjanjian Abraham. Allah bisa memilih siapapun yang Ia harapkan menjadi bapak bagi negeri baru untuk menjadi alat bagi kesaksian bagi-Nya. Mungkin saja Allah juga telah memanggil orang-orang lain tetapi mungkin mereka tidak merespon panggilan itu seperti Abraham. Dan, Abraham patuh terhadap perintah itu, lalu ia meninggalkan Ur, dan pergi dari dunia penyembah berhala untuk mengikuti Allah yang benar.

bersambung

Jadi, pada intinya, Allah tidaklah memilih Israel, Ia memilih Abram, dan Abram memilih untuk menerimanya. Penting untuk diingat bahwa nama “Israel” baru muncul ketika Tuhan merubah nama Yakub menjadi Israel. Ketika Allah memilih Abram, Dia berkata, “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat … dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (Kejadian 12:2,3). Ketika Abram berusia 99 tahun, Allah mengadakan perjanjian dengannya serta berkata, “Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa,” dan mengubah namanya menjadi Abraham (Kejadian 17:2-5).

Pernyataan ini dikonfirmasi dalam Perjanjian Baru, sbb:

* Galatia 3:8
LAI TB, Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.”
KJV, And the scripture, foreseeing that God would justify the heathen through faith, preached before the gospel unto Abraham, saying, In thee shall all nations be blessed.
TR, προιδουσα δε η γραφη οτι εκ πιστεως δικαιοι τα εθνη ο θεος προευηγγελισατο τω αβρααμ οτι ενευλογηθησονται εν σοι παντα τα εθνη
Translit interlinear, proidousa {yg mengetahui sebelum terjadi} de {adapun} hê graphê {Alkitab} hoti {bahwa} ek {karena} pisteôs {iman} dikaioi {membernarkan} ta ethnê {bangsa2 non-yahudi} ho theos {Allah} proeuêggelisato {telah memebritakan kabar baik (injil)} tô abraam {kepada abraham} hoti {bahwa} eneulogêthêsontai {akan diberkati} en {melalui} soi {engkau} panta {semua} ta ethnê {bangsa-bangsa}

Jadi, memang Abrahamlah yang dipilih.

Pemilihan Abraham berlajut kepada anak-cucu-nya, dan Allah Abraham adalah Allah bagi anak dan cucunya:

* Keluaran 3:6
LAI TB, Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
KJV, Moreover he said, I am the God of thy father, the God of Abraham, the God of Isaac, and the God of Jacob. And Moses hid his face; for he was afraid to look upon God.
Hebrew,
וַיֹּאמֶר אָנֹכִי אֱלֹהֵי אָבִיךָ אֱלֹהֵי אַבְרָהָם אֱלֹהֵי יִצְחָק וֵאלֹהֵי יַעֲקֹב וַיַּסְתֵּר מֹשֶׁה פָּנָיו כִּי יָרֵא מֵהַבִּיט אֶל־הָאֱלֹהִים׃
Translit, VAYOMER 'ANOKHI ELOHEY 'AVIKHA 'ELOHEY AVRAHAM ‘ELOHEY YITSKHAQ VELOHEY YA’AQOV VAYASTER MOSYEH PANAV KI’ YARE MEHABIT 'EL-HA’ELOHIM

Silsilah anak-cucu Abraham:

http://img248.imageshack.us/img248/130/abrahamfamily.jpg

* 1 Tawarikh 16:13
LAI TB, hai anak cucu Israel, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!
KJV, O ye seed of Israel his servant, ye children of Jacob, his chosen ones.
Hebrew,
זֶרַע יִשְׂרָאֵל עַבְדֹּו בְּנֵי יַעֲקֹב בְּחִירָיו׃
Translit, ZERA YISRA’EL 'AVDO BENEY YA’AQOV BEKHIRAV

* Ulangan 7:7-9
7:7 Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa mana pun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu – bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? –
7:8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.
7:9 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,

Setelah orang Israel keluar dari Mesir dan berada di padang belantara, melalui Musa Tuhan berkata kepada mereka: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus.” (Keluaran 19:5-6). Karena Israel adalah bangsa yang terpilih maka mereka diminta dan diwajibkan untuk hidup sebagai bangsa yang dipilih yaitu patuh kepada segala perintah dan hukum-hukum Allah .

bersambung…

Daud digambarkan sebagai raja Israel yang setia dan yang menuruti kehendak Allah. Peranan Daud, pembangunan kota Yerusalem dan Bait Allah oleh Salomo di sana mendapat perhatian besar dalam sejarah Israel. Pembaharuan yang dilakukan raja Yosia menekankan dan menempatkan Bait Allah di Yerusalem sebagai satu-satunya pusat peribadahan di Israel. Begitulah Yerusalem mendapat peranan yang sangat penting sebagai tempat dan pusat kegiatan agama di seluruh daerah Israel. Sebagaimana luas diterima iman dalam dunia perjanjian lama adalah berhubungan dengan pemberian hukum Allah sebagai tanggapan oleh bangsa itu. Secara umum bagi situasi lingkungan bangsa itu sebagai umat-Nya dan interaksinya dengan agama-agama lain. Hal ini menjadi sangat khusus sebab Allah sendiri menyuarakan agar umat-Nya itu manaati Allah yang menyatakan diri-Nya sendiri. Pertama dan terutama, hukum Allah adalah tentang orang Israel. Hukum itu sendiri dialamatkan terutama kepada Israel sebagai sebuah bangsa.

Reff: ISRAEL, di http://www.sarapanpagi.org/israel-vt134.html#p271

Jika Allah mengadakan perjanjian dengan Abraham. Dan Allah mengucapkan berkat untuk semua orang karena Abraham. Apakah itu terdengar seperti Allah lebih mengasihi satu orang dibanding yang lainnya? Tentu saja tidak.
Allah mengasihi semua bangsa, dan semua suku bangsa, dan semua keluarga. Namun pemilihan Allah atas Israel yang adalah keturunan Abraham itu merupakan hak Allah untuk memilih. Nyatanya Allah telah memilih seseorang untuk mewujudkan garis keturunan yang Ia ingin menyatakan kepada umat manusia melalui cara yang bagaimana Ia akan menurunkan berkat-Nya. Pemilihan ini membuktikan bahwa Allah adalah kasih. Yang sejak mulanya telah Dia nyatakan kepada Adam dan Hawa bahwa nanti akan datang Sang Penyelamat yang meremukkan kepala ular (Reff: Kejadian 3:15) yang oleh Dia keselamatan bagi umat manusia dinyatakan. Perjanjian Abraham adalah sebuah kelanjutan rencana besar di mana semua orang dapat diberkati.

Allah memilih bangsa Israel untuk menjadi umat yang akan melahirkan Yesus Kristus – Penyelamat dari dosa dan kematian (Yohanes 3:16). Allah pertama-tama menjanjikan Mesias setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:15). Kemudian Allah menegaskan bahwa Mesias akan datang melalui jalur Abraham, Ishak dan Yakub (Kejadian 12:1-3). Maka, Yesus Kristus adalah penyebab utama mengapa Allah memilih Israel (atau yang kemudian disebut juga Yahudi) menjadi umat pilihanNya. Allah tidak harus memiliki ‘umat pilihan,’ namun Dia memutuskan untuk melakukannya dengan cara itu. Yesus harus datang melalui sebuah bangsa, dan Allah memilih Israel.

Namun demikian, alasan Allah memilih Israel bukan hanya untuk kedatangan Mesias semata-mata. Allah juga menghendaki agar Israel akan pergi dan mengajar bangsa-bangsa lain mengenai Dia. Israel dipanggil menjadi bangsa imam, nabi dan misionari kepada dunia ini. Rencana Allah adalah bagi Israel menjadi bangsa yang berbeda, bangsa yang membawa orang kepada Allah dan janjiNya mengenai Penebus, Mesias dan Juruselamat. Namun, secara umum, Israel gagal dalam tugas ini. Namun demikian, tujuan utama Allah bagi Israel, yaitu membawa Mesias dan Juruselamat, telah terpenuhi dengan sempurna – dalam diri Yesus Kristus. Maka kelanjutan misi untuk mewartakan berita baik tentang Allah diberikan kepada Gereja-Nya.

bersambung…

II. Apakah keselamatan pada Perjanjian Lama itu khusus bagi Israel saja?

Kelihatannya seperti itu, namun sebenarnya Allah-pun memperkenankan bangsa-bangsa lain selain Israel untuk datang kepada-Nya. Dalam agama Yahudi dikenal satu istilah proselit (Yunani, προσήλυτος – prosēlutos .

Keluaran 12:43-49 melarang non-Israel turut merayakan Paskah (masuk dalam ibadah Israel), tapi membuka kesempatan bagi proselit yang diharapkan akan mengikuti segala tata cara upacara dan ibadah bani Israel:

* Keluaran 12:43-49
12:43 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun: “Inilah ketetapan mengenai Paskah: Tidak seorang pun dari bangsa asing boleh memakannya.
12:44 Seorang budak belian barulah boleh memakannya, setelah engkau menyunat dia.
12:45 Orang pendatang dan orang upahan tidak boleh memakannya.
12:46 Paskah itu harus dimakan dalam satu rumah juga; tidak boleh kaubawa sedikit pun dari daging itu keluar rumah; satu tulang pun tidak boleh kamu patahkan.
12:47 Segenap jemaah Israel haruslah merayakannya.
12:48 Tetapi apabila seorang asing telah menetap padamu dan mau merayakan Paskah bagi TUHAN, maka setiap laki-laki yang bersama-sama dengan dia, wajiblah disunat; barulah ia boleh mendekat untuk merayakannya; ia akan dianggap sebagai orang asli. Tetapi tidak seorang pun yang tidak bersunat boleh memakannya.
12:49 Satu hukum saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing (baca: Proselit) yang menetap di tengah-tengah kamu.”

Proselit, mereka dalah orang non-Yahudi yang memeluk Agama Yahudi. Orang-orang Yahudi sering secara tidak adil dituduh bersikap kaku dan sangat eksklusif. Sebenarnya, teristimewa diantara orang-orang Yahudi yang tercerai-berai atau tersebar itu, ada kesadaran mengenai misi mereka terhadap orang yang bukan Yahudi. Mereka berusaha dengan tulus untuk memenangkan orang yang bukan Yahudi itu agar bertobat dan memeluk agama mereka. Memang bukan masalah yang ringan dan mudah bagi orang yang bukan Yahudi menerima Agama Yahudi. Ia harus disunat dan harus dibabtis (tevilah), dan taat pada Hukum Musa, termasuk segala peraturan ritual seperti Hukum Sabat dan hukum tentang makanan Haram/Najis. Jadi, sebenarnya ia bahkan harus menanggalkan kenasionalannya sendiri. Ada cukup banyak orang yang mengambil langkah yang drastis ini, dan mereka ini disebut “proselit”.

Banyak pula orang tertarik pada kepercayaan monoteisme dan moralitas Yudaisme yang ketat dan sangat kontras dengan politeisme Romawi yang menunjukkan kemerosotan akhlak. Mereka siap mengidentifikasikan diri dengan keyakinan dan idealisme bangsa Yahudi, tetapi tidak meimiliki komitmen sepenuhnya sebagai proselit. Kawan sesama musafir ini – sebagian besar adalah para pejabat yang kaya dan berpengaruh – dalam PB, proselit dikenal dengan sebutan “yang takut akan Allah”, maksudnya orang “saleh” (Kisah 13:26,43,50; 17:4)

bersambung…

* Kisah 13:26,43,50
13:26 LAI TB, Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.
KJV, Men and brethren, children of the stock of Abraham, and whosoever among you feareth God, to you is the word of this salvation sent.
TR, ανδρες αδελφοι υιοι γενους αβρααμ και οι εν υμιν φοβουμενοι τον θεον υμιν ο λογος της σωτηριας ταυτης απεσταλη
Translit interlinear, andres adelphoi huioi genous abraam kai hoi en humin phoboumenoi {yang takut kepada} ton theon {Allah} humin ho logos tês sôtêrias tautês apestalê

13:43 LAI TB, Setelah selesai ibadah, banyak orang Yahudi dan penganut-penganut agama Yahudi yang takut akan Allah, mengikuti Paulus dan Barnabas; kedua rasul itu mengajar mereka dan menasihati supaya mereka tetap hidup di dalam kasih karunia Allah.
KJV, Now when the congregation was broken up, many of the Jews and religious proselytes followed Paul and Barnabas: who, speaking to them, persuaded them to continue in the grace of God.
TR, λυθεισης δε της συναγωγης ηκολουθησαν πολλοι των ιουδαιων και των σεβομενων προσηλυτων τω παυλω και τω βαρναβα οιτινες προσλαλουντες αυτοις επειθον αυτους επιμενειν τη χαριτι του θεου
Translit interlinear, lutheisês de tês sunagôgês êkolouthêsan polloi tôn ioudaiôn kai tôn sebomenôn {yang takut akan (Allah)} prosêlutôn {dari penganut2 agama yahudi} tô paulô kai tô barnaba hoitines proslalountes epeithon autous epimenein tê khariti tou theou

13:50 LAI TB, Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu.
KJV, But the Jews stirred up the devout and honourable women, and the chief men of the city, and raised persecution against Paul and Barnabas, and expelled them out of their coasts.
TR, οι δε ιουδαιοι παρωτρυναν τας σεβομενας γυναικας και τας ευσχημονας και τους πρωτους της πολεως και επηγειραν διωγμον επι τον παυλον και τον βαρναβαν και εξεβαλον αυτους απο των οριων αυτων
Translit interlinear, hoi de ioudaioi parôtrunan tas {YANG} sebomenas {takut akan (Allah)} gunaikas kai tas euskhêmonas kai tous prôtous tês poleôs kai epêgeiran diôgmon epi ton paulon kai ton barnaban kai exebalon autous apo tôn oriôn autôn

* Kisah 17:4
LAI TB, Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka.
KJV, And some of them believed, and consorted with Paul and Silas; and of the devout Greeks a great multitude, and of the chief women not a few.
TR, και τινες εξ αυτων επεισθησαν και προσεκληρωθησαν τω παυλω και τω σιλα των τε σεβομενων ελληνων πολυ πληθος γυναικων τε των πρωτων ουκ ολιγαι
Translit interlinear, kai tines ex autôn epeisthêsan kai proseklêrôthêsan tô paulô kai tô sila tôn te sebomenôn {takut kepada (Allah)} ellênôn {dari orang2 yang bukan yahudi} polu plêthos gunaikôn te tôn prôtôn ouk oligai

bersambung…

Contoh seorang Proselit yang lain dari bangsa lain (Aram/ Siria), yang bernama Naaman.
Reff : http://www.sarapanpagi.org/naaman-vt3893.html#p21490

[b]NAAMAN PROSELIT:[/b]

Naaman, tokoh Perjajian Lama non-Yahudi, dianggap sebagai Proselit ketika ia membenamkan dirinya (Baptis/ TEVILAH) atas petunjuk dari Elisa (2 Raja-raja 5:14). Dan dari sinilah muncul ketentuan bahwa orang-orang non-Yahudi masuk ke dalam agama Yahudi dengan ditandai upacara pembaptisan dengan cara pembenaman di air (Baptis/ TEVILAH).

Upacara “baptis” dalam agama Yahudi ( טבילה – TEVILÂH) wajib dijalani para calon yang dibaptis dari non-Yahudi yang akan masuk menjadi pengikut agama Yahudi.
Kalangan non-Yahudi yang dibaptis disebut kalangan proselit. Menurut Talmud dan sudut pandang Parisi-Palestina, di samping harus di"benamkan ke dalam air" (dibaptis), kalangan proselit itu harus disunat dan mempersembahkan korban. Ada dua jenis proselit yaitu ‘ger tosyav’, “proselit yang bertempat tinggal di Israel” atau ‘ger sya’ar’, “proselit pintu gerbang”, dan ‘ger tsedeq’, “proselit yang benar” atau ‘ger haberit’, “proselit perjanjian” (Bava’ Metsi’a’ 5,6,9, 12; Makot 2,3, Nega’im 3).

“Proselit” diterjemahkan oleh LAI dengan “penganut agama Yahudi” misalnya Matius 23:15, Kisah Para Rasul 2:10, 6:5, dan 13:43.

Sumber:
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, Vol 2, Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1994, hlm 113
dan Berbagai Sumber.

Contoh lain seorang non Israel, pengikut YHVH, Allah Israel adalah Rahab perempuan Kanaan yang Berasal dari Yeriko. Dan juga Ruth seorang Moab, dll.

III. Allah untuk semua bangsa

Di dalam Perjanjian Lama dituliskan ada peristiwa bahwa Allah menengok bangsa-bangsa lain, yang didalamnya terdapat pesan-pesan keselamatan. Dalam hal ini Kitab Lukas 11:29-32 menyebutkan 2 contoh dari orang-orang yang sikapnya terpuji yaitu:

  1. Ratu dari Selatan (Ratu negeri Syeba, 1 Raja 10:1-13)
  2. Penduduk kota Niniwe

“Ratu dari Selatan” datang atas prakarsanya sendiri dari “ujung bumi” untuk bertemu Salomo dan mendengar hikmatnya di Yerusalem dimana Allah secara khusus menyatakan diriNya kepada Israel (Yesaya 52:10 bandingkan dengan Kisah 1:8 ). Demikian juga penduduk Niniwe , pada zaman itu adalah ibukota dunia, seperti halnya kota Roma pada zaman PB. Penduduk Niniwe ini menyambut seorang nabi yang datang dari Israel yaitu Yunus, dan mereka bertobat karena pemberitaan/khotbah Yunus (lihat keterangannya lebih lanjut di artikel di http://www.sarapanpagi.org/tanda-yunus-ratu-selatan-lukas-11-29-32-vt376.html ).

Menarik dalam Silsilah Matius, bahwa ada 4 perempuan bangsa asing, masing-masing adalah Tamar (perempuan Kanaan, Matius 1:3) dan Rahab (perempuan Kanaan, Matius 1:5), kemudian ada Rut (perempuan Moab, Matius 1:5), kemudian Betsyeba (meski ia berasal dari Israel, namun ia pernah menjadi “bangsa asing” karena menikahi “Uria orang Het itu”, Matius 1:6).

Bukan secara kebetulan, tetapi ada suatu pesan khusus, bahwa di dalam Injil Matius itu menyebutkan nama-nama perempuan asing itu untuk memperlihatkan bahwa Tuhan menerima bangsa-bangsa non-Yahudi dalam rencana keselamatan. Dengan kata lain Matius menunjukkan bahwa Injil itu UNIVERSAL!
Siapapun sebenarnya dapat menjadi bagian dari Jemaat TUHAN karena iman!

Keselamatan pada awalnya diperkenalkan kepada Israel keturunan Abraham dan Allah mengadakan perjanjian khusus dengan Israel melalui Taurat Musa, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa Allah dengan kasih-Nya juga memandang penting keselamatan bangsa-bangsa lain, misalnya penduduk kota Niniwe di Asyur, sehingga Ia mengutus Yunus. Dan itu adalah sebuah kisah Tipologis yang pada akhirnya digenapi oleh ‘Anti-type’-nya dalam pelayanan Yesus Kristus bagi keselamatan yang juga mencakup orang-orang non-Yahudi:

* Lukas 11:29-32 TANDA YUNUS
11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah YESUS: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
11:30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
11:31 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
11:32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”

bersambung…

2 hal tipologis ini digenapi oleh anti-type-nya yang disinggung oleh Tuhan Yesus Kristus dalam ayat-ayat di atas, yaitu tentang Ratu Selatan (non-Israel) dan Niniwe (non-Israel), suatu pernyataan jelas bahwa Allah juga memandang bangsa-bangsa lain dalam karya keselamatan dari-Nya!

Kabar baik dikabarkan untuk semua bangsa, dan semua orang, ras, dan budaya. Tuhan tidak berpaling dari bangsa Arab, bangsa kulit putih, kuning, atau siapapun. Sebaliknya, Ia menawarkan kasih kepada semua manusia di dunia:

* Yohanes 3:16
LAI TB, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
KJV, For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
NIV, For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
TR, ουτως γαρ ηγαπησεν ο θεος τον κοσμον ωστε τον υιον αυτου τον μονογενη εδωκεν ινα πας ο πιστευων εις αυτον μη αποληται αλλ εχη ζωην αιωνιον
Translit Interlinear, houtôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} ho theos {Allah} ton kosmon {(manusia di) dunia} hôste {sehingga} ton huion{anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} edôken {Ia telah memberikan} hina {supaya} pas {setiap (orang yang)} ho pisteuôn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} ekhê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal}

Allah menghendaki semua orang bertobat:

* 2 Petrus 3:9
LAI TB, Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
KJV, The Lord is not slack concerning his promise, as some men count slackness; but is longsuffering to us-ward, not willing that any should perish, but that all should come to repentance.
TR, ου βραδυνει ο κυριος της επαγγελιας ως τινες βραδυτητα ηγουνται αλλα μακροθυμει εις ημας μη βουλομενος τινας απολεσθαι αλλα παντας εις μετανοιαν χωρησαι
Translit interlinear, ou {tidak} bradunei {berlambat-lambat/ ragu-ragu} ho kurios {Tuhan} tês epaggelias {(menepati) janji-janji} hôs {menurut} tines {beberapa (orang)} bradutêta {kelambatan} êgountai {menganggap (-nya)} alla {tetapi} makrothumei {Ia bersabar} eis {terhadap} hêmas {kita} mê {tidak} boulomenos {Ia menghendaki/ bermaksud} tinas {ada orang} apolesthai {dimatikan} alla {tetapi} pantas {semua} eis {kepada} metanoian {pertobatan} khôrêsai {datang}

IV. Penutup:

Setelah kita mempelajari latar belakangnya, tentulah kita tidak akan lagi mengkritik Allah karena memilih Israel / Yahudi menjadi bangsa pilihan.

Allah memilih bangsa Israel untuk menjadi umat yang akan melahirkan Yesus Kristus, karena kehendak Allah sendiri, kehendak dalam hikmat, kuasa, visi dan misi Allah bagi dunia. Allah pertama-tama menjanjikan Mesias setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:15). Kemudian Allah menegaskan bahwa Mesias akan datang melalui jalur Abraham, Ishak dan Yakub (Kejadian 12:1-3) Yesus Kristus adalah penyebab utama mengapa Allah memilih Israel menjadi umat pilihanNya. Allah tidak harus memiliki “umat pilihan,” namun Dia memutuskan untuk melakukannya dengan cara itu. Yesus Kristus harus datang melalui sebuah bangsa, dan Allah memilih Israel untuk misi penyelamatan bagi manusia ini.

Allah mempunyai misi untuk dunia, menyatakan kasih dan anugerah-NYA melalui Yesus Kristus Orang Yahudi) yang lahir di Israel diantara garis keturunan Abraham, untuk menawarkan keselamatan untuk semua manusia, semua bangsa (Yohanes 3:16).

Dan, berkat kepada Abraham adalah sangat luas, tidak tertutup bagi Israel/ Yahudi (yang adalah keturunan-keturunannya secara fisik saja). Abraham nyatanya adalah non-Yahudi dan berkat Allah turun melaluinya (reff: Galatia 3:8), dan selanjutnya dalam pasal yang sama menyatakan kepada kita menjadi umat pilihan di dalam ikatan “Gereja Kristus” yang menerima berkat-berkat Abraham karena iman terhadap Kristus:

* Galatia 3:29
LAI TB, Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.
KJV, And if ye be Christ’s, then are ye Abraham’s seed, and heirs according to the promise.
TR, ει δε υμεις χριστου αρα του αβρααμ σπερμα εστε και κατ επαγγελιαν κληρονομοι
Translit interlinear, ei {jika} de {tetapi} humeis {kalian} khristou {milik Kristus} ara {maka} tou abraam {dari abraham} sperma {keturunan} este {kalian adalah} kai {dan} kat {menurut} epaggelian {janji} klêronomoi {ahli waris}

bersambung…

Kasih Allah yang sangat besar di dalam Yesus Kristus adalah untuk seluruh bangsa, untuk dunia ini. Israel sebagai bangsa di jaman dahulu telah gagal, selanjutnya, kita sebagai Gereja Kristus selanjutnya menjadi umat pilihan-Nya. Gereja Kristus ini universal, yang di dalamnya terdapat Yahudi dan Non-Yahudi (reff: http://www.sarapanpagi.org/yahudi-non-yahudi-dlm-sejarah-keselamatan-roma-9-11-vt3721.html#p20420 ). Kita yang sudah diselamatkan ini telah menjadi umat pilihan Allah. Inilah yang harus kita wartakan kepada semua orang, bangsa-bangsa di dunia tentang kabar baik ini, kabar kasih dan anugerah Allah, sehingga seluruh dunia menerima kasih anugerah Allah di dalam Yesus Kristus.

* 1 Petrus 2:9
LAI TB, Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
KJV, But ye are a chosen generation, a royal priesthood, an holy nation, a peculiar people; that ye should shew forth the praises of him who hath called you out of darkness into his marvellous light;
TR, υμεις δε γενος εκλεκτον βασιλειον ιερατευμα εθνος αγιον λαος εις περιποιησιν οπως τας αρετας εξαγγειλητε του εκ σκοτους υμας καλεσαντος εις το θαυμαστον αυτου φως
Translit interlinear, humeis {kalian} de {tetapi} genos {bangsa} eklekton {yang terpilih} basileion {rajawi, yg berstatus raja/ bertugas bagi raja} hierateuma {kelompok imam/ imamat} ethnos {bangsa} hagion {yang kudus} laos {umat} eis {yang menjadi} peripoiêsin {kepunyaan (Allah)} hopôs {supaya} tas aretas {pujian (kepada Allah)} exaggeilête {kalian memberitahukan} tou {tentang Dia} ek {keluar dari} skotous {kegelapan} humas {kalian} kalesantos {telah memanggil} eis {ke dalam} to thaumaston {yang ajaib} autou {-Nya} phôs {terang}

Haleluyah,
Amin!

Blessings in Christ,
BP

Artikel terkait:
http://www.sarapanpagi.org/keselamatan-status-khusus-orang-yahudi-dalam-pb-vt1211.html#p3795
http://www.sarapanpagi.org/yahudi-non-yahudi-dlm-sejarah-keselamatan-roma-9-11-vt3721.html#p20420
http://www.sarapanpagi.org/israel-vt134.html#p271
http://www.sarapanpagi.org/yahudi-vt137.html#p280

Wah super lengkap :afro:

------------------- closing ceremony -------------------

:happy0071: :happy0065: :happy0064: :jumping0048: :happy0064: :happy0065: :happy0071:

GBU