Kenapa babi tidak haram?

Dalam perjanjian lama ada perintah untuk mengharamkan babi, kenapa tidak dipercaya dan dipatuhi?
padahal orang Kristen mempercayai penciptaan alam semesta juga dari PL, bukan PB

Kenapa kedua hal tersebut (sama2 dari PL) yg satu dipercayai, sedangkan yg satunya tidak dipercaya/dipatuhi

salah lapak, bro

Meski nick Anda “NeoAtheist” tetapi saya pikir mungkin Anda seorang Muslim, di bawah ini penjelasan saya (in case prediksi saya benar):

Dalam Kitab Suci teman Muslim, menyatakan Isa Al-Masih satu-satunya dinyatakan sebagai pembuat hukum (legislatif), bukan pelaksana hukum-hukum. Dan…, Dia sanggup mengubah hukum-hukum Taurat dengan cara menghalalkan dari apa-apa yang diharamkan untuk manusia :

* Qs 3:50
“Dan (aku Isa, datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu’jizat) dari Rabb-mu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.”
Reff: http://islamagamauniversal.wordpress.com/db_cover/e_qs_003/

Ada sederetan panjang daftar makanan-makanan haram, dan Yesus telah menghalalkannya, di bawah ini referensi dari Kitab Suci kami:

Dalam Hukum Taurat banyak sekali larangan tentang makanan :

  • Larangan memakan lemak dan darah (Imamat 7:22)
  • Binatang haram (Imamat 11, ada banyak sekali yang dilarang, bukan hanya babi tetapi termasuk unta, kelinci, kepiting, katak, dll)

YESUS MENGHALALKAN MAKANAN:

* Markus 7:18-19
7:18 LAI TB, Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
7:19 LAI TB, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
KJV, Because it entereth not into his heart, but into the belly, and goeth out into the draught, purging all meats?
TR, οτι ουκ εισπορευεται αυτου εις την καρδιαν αλλ εις την κοιλιαν και εις τον αφεδρωνα εκπορευεται καθαριζον παντα τα βρωματα
Translit Interlinear, hoti {karena} ouk {bukan} eisporeuetai {(itu) masuk} autou {nya} eis {ke dalam} tên kardian {hati} all {tetapi} eis {ke dalam} tên koilian {perut} kai {lalu} eis {ke dalam} ton aphedrôna {jamban} ekporeuetai {keluar} katharizon {[Dia ‘Yesus’] menghalalkan} panta {semua} ta brômata {makanan-makanan}

Coba Anda perhatikan “empat” kata terakhir Markus 7:19 :

[1] καθαριζον - ‘KATHARIZON’, dalam bentuk present aktif partisip, nominatif tunggal netral, dari kata dasar καθαριζω – ‘KATHARIZÔ’. Tunggal berarti yang dimaksud adalah salah satu dari “aku”, “engkau”, atau “ia”. Nominatif berarti kata kerja itu digunakan sebagai predikat dari subyek kalimat induk. Dalam hal ini subyek berada di ayat 18, “Maka jawab-Nya…”, KAI LEGEI AUTOIS," dan Dia berkata kepada mereka".

Partisip adalah menggambarkan partisipasi dalam tindakan yang dilakukan oleh kata kerja, menerangkan dan memodifikasi kata kerja dalam kalimat utama (‘LEGEI’).

Tunggal Nominatif, ‘KATHARIZON’, “i menghalalkan[/i]” Genitif (verba menyatakan sumber atau milik),

[2] παντα - ‘PANTA’, dalam bentuk adjektiva akusatif jamak netral dari dasar - ‘PAS’, “segala”, “semua”; Kata παντα - ‘PANTA’ (jamak) bermakna “semua, seluruh, segenap

[3] τα - ‘TA’, artikel (kata sandang), akusatif jamak netral, bandingkan dengan ‘the’ dalam bahasa Inggris, dan artikel ini berhubungan dengan kata berikutnya.

Kasus Akusatif adalah kasus yang menunjukkan fungsi sebagai obyek langsung atau obyek berpreposisi dalam kalimat.

[4] βρωματα - ‘BRÔMATA’, bentuk akusatif jamak netral dari kata βρωμα - ‘BRÔMA’, “makanan” atau “daging

Maka “empat” kata terakhir Markus 7:19 dapat diterjemahkan menjadi “KATHARIZON {[Dia ‘Yesus’] menghalalkan} PANTA {segala} TA BROMATA {makanan-makanan}”

bersambung…

Jelas bahwa dalam Markus 7:18-19, Yesus telah mencabut segala peraturan imamat mengenai makanan dan praktek-praktek yang najis. Tertulis juga dalam Matius 15:1-20. Dalam terang mana Petrus diperintahkan supaya berbuat, dan Paulus mengumumkan dengan resmi peraturan tentang tingkah laku kristiani. Titik berat bahwa satu-satunya kenajisan (haram) yang berarti penting secara agamawi ialah kenajisan hati nurani. Obatnya adalah korban Kristus, yang dipersembahkan dalam dunia kerohanian.

* Matius 15:11
LAI TB, Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.
KJV, Not that which goeth into the mouth defileth a man; but that which cometh out of the mouth, this defileth a man.
TR, ου το εισερχομενον εις το στομα κοινοι τον ανθρωπον αλλα το εκπορευομενον εκ του στοματος τουτο κοινοι τον ανθρωπον
Translit, ou to eiserkhomenon eis to stoma koinoi ton anthrôpon alla to ekporeuomenon ek tou stomatos touto koinoi ton anthrôpon

Sebagai tambahan penjelasan untuk Anda:
Peraturan makanan Halal dan Haram adalah peraturan dalam Hukum Taurat. Meski memang hal-hal tersebut tertulis dalam Alkitab kami. Namun, itu dipakai sebagai pembelajaran sejarah yang wajib dilakukan orang-orang Israel sebelum Kristus datang (Perjanjian Lama). Kami, umat Kristus Perjanjian Baru tidak dibawah Hukum Taurat Perjanjian Lama itu.
Itulah sebabnya di dalam Alkitab kami, ada 2 bagian: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kalau masih menurut Perjanjian Lama, berarti tidak pernah ada Perjanjian Baru. Perjanjian Baru adalah sesuatu yang berbeda dan menyempurnakan Perjanjian Lama. Yesus Kristus (Isa Almasih) adalah sentral dari Perjanjian Baru. Kedatangan-Nya adalah untuk menetapkan Perjanjian yang Baru sebagai pengganti Perjanjian yang Lama.

Artikel terkait:
Yesus Kristus dan ajaranNya menggenapi Taurat. KematianNya membatalkan Taurat, di http://www.sarapanpagi.org/menggenapi-dan-membatalkan-taurat-vt545.html#p1022

Penegasan:
Markus 7:18-19 dan Matius 15:11 ini rupanya diamini oleh kalangan Muslim, 7 abad sesudahnya ada tertulis dalam Kitab Suci umat Muslim dalam Qs 3:50, bahwa memang Isa Almasih mempunyai otoritas menghalalkan yang pernah diharamkan.
Jelas bahwa 2 agama mengkonfirmasi hal ini! Luar biasa!

Terpujilah nama Tuhan!

Blessings,
BP