Kenapa Iblis ga dimaafin Tuhan ?

pertanyaan klasik bagi anak yang masih lugu , apa jawabannya ? thanks mas bro JBU

karena iblis sudah mengetahui kemuliaanNYA… sejatiNYA, kebenaranNYA… demikian juga dengan manusia… jika manusia sudah mengetahui siapa TUHAN… dan menolaknya… itu pun tidak dimaafkan… artinya mendukakan ROH KUDUS… artinya Murtad… ^^

Banyak orang kristen bilang, pokoknya engkau percaya bahwa Yesus adalah Tuhan,
cukup, engkau pasti selamat.
Tidak perlu berbuat apa-apa,
tidak usah dibaptis pun tidak masalah,
perbuatan baikpun tidak diperlukan.

Iblis juga percaya bahwa Yesus itu adalah anak Allah,
Pertanyaan diatas bagus sekali,
Kenapa iblis ga dimaafin Tuhan ?

waduh…
jawaban yang pastinya, harus TANYA TUHAN LANGSUNG kali ya…

kita semua cuma bisa menebak-nebak…
paling-paling tebakan kita diperkuat dari hasil baca-baca alkitab kan ya…

tapi, kalo pendapat pribadi saya lho…
gak tau bener atau salah, karena saya PASTI BUKAN TUHAN, dan setahu saya alhamdulilah saya BUKAN IBLIS…

imho.
Iblis sebagai Simbol the ULTIMATE ANTAGONIST
dan sebagai MANIFESTASI the COMMON ENEMY (musuh bersama)
sehingga memang barangkali di-PERLU-kan untuk memudahkan penjelasan para Pendeta / Pastor / Pemuka Agama lainnya…

[email protected]

Mungkin kita bercermin dari ciptaan Tuhan ALLAH yang lainnya saja dahulu, yaitu manusia…( jangan dulu ke objeknya…iblis ).
Dikatakan dalam Alkitab bahwa ciptaan yang paling muliya Tuhan Allah khalik langit dan bumi adalah " manusia" bukan…?
Karena manusia segambar dan serupa dng Allah…Dan Allah menyayangi manusia…

Nah…kalau iblis serupa dng siapa…?? Pasti Allah sedari awalnya tidak menciptakan iblis, namun iblis terbentuk karena masalah khusus di sorga yaitu karena ulah dari malaikat yang memberontak …sehingga malaikat-makalkat tsb di buang ke dunia ini oleh Allah…Apakah disini Allah menyayangi malaikat yang memberontak itu…atau malaikat yang memberontak itu…??

Kalau dalam pemahaman saya, bahwa kita sebagai umat percaya saja, terkadang menyia-nyiakan keselamatan yang kita dapatkan dng cuma-cuma dari Allah.
Begitu pula bangsa Israel yng sbg Umat pilihan Allah yang telah menerima Firman Tuhan yaitu hukum-hukumNYA…tsb. Menolak dan tidak diterima…Yesus Kristus . Maka konsekwensinya adalah manusia-manusia tsb akan mendapat bencana ( murka Allah ). dan Allah tidak menyayangi mereka…Tapi apakah mereka dimaafin oleh Allah…??
Sudah pasti…jika mereka mau bertobat…dan kembali kepada kebenaran Firman Tuhan.INJIL KRISTUS.

nAHH…KALAU IBLIS…?? APAKAH MEREKA MAU BERTOBAT…?? DAN MAU MENGAKUI KEDAULATAN ALLAH SEBAGAI SANG PENCIPTA KHALINK LANGIT DAN BUMI…?? yahh…iblis tidak mau bertobat…makanya iblis tidak akan dimaafkan oleh Allah.dan tempat iBLISPUN SUDAH Disediakan oleh Allah…yaitu neraka…
""4) Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; ( 2 Ptr 1 : 4 ).

Salam GBU…

Tuhan gak marah sama iblis, buktinya sering koq ngobrol. Permintaan iblis dikabulkan juga koq kalo ada benernya.
Hanya saja Tuhan itu Kudus dan Adil sehingga tidak kompromi dengna dosa. Maka pada waktunya akan dihukum.

Dosa manusia juga gak dimaafkan begitu saja koq, melainkan tetap dihukum. Tetapi penghukuman dijalankan di dalam diri Yesus Kristus secara daging karena manusia adalah daging. Dan ini sudah sesuai dengan keadilan menurut Trtat: mata ganti mata, gigi ganti gigi, nyawa ganti nyawa.

Iblis adalah roh sehingga yang menebus harus dibinasakan juga secara roh, masalahnya adakah roh yang sempurna tanpa cacad yang mau binasa selamanya menggantikan iblis ? kalau ada yang sanggup boleh daftar :tongue:

GBU

Buat anak lugu, jawabnya: Karena waktu itu di Taman Eden cuman ada satu hukum Allah, “jangan makan buah pengetahuan baik dan jahat” jadi karena Iblis ga ikutan makan buahnya, ya ga ikutan dihukum Allah. Kalau papa bilang sama anaknya jangan makan kue diatas meja itu nanti bisa mules. Trus sepupunya menghasut sampai akhirnya dimakan oleh si anak, apakah sepupunya ikutan mules? Ga khan? Tapi papanya marahin mereka berdua, masing-masing dihukum ga boleh makan seminggu. Ha ha ha ha

Buat anak yang ga lugu lagi, jawabanya: Allah itu adil dan benar. Di Taman Eden hanya ada satu hukum Allah, dan hukum itu berakibat kematian. Saat Adam dan Hawa memakannya, maka mereka berdua mati. Tetapi Ular Tua tidak ikut mati, sebab ia tidak memakan buah tersebut artinya ia tidak melanggar Firman Allah. Bukankah di kitab suci tertulis kalau Allah mengkutuk Ular Tua, karena kelicikannya? Tetapi Allah tidak seperti manusia penuh dendam dan suka melabeli orang, saat Ular Tua sudah dikutiki ya sudah selesai, tidak ditambah-tambahi sentimen pribadi. Sementara manusia harus menanggung akibat dari melanggar hukum Allah, yaitu kematian. Yesus datang untuk menghapus kematian itu bukan untuk pilih kasih dengan Iblis, manusia diselamatkan dan Iblis tidak.

Karena itu anda baca di kitab Ayub ada Iblis menghadap Allah di Surga. Jika anda bingung mungkin karena anda masih dibuai dengan buaian anak kecil, bahwa Iblis itu musuhnya Allah dan manusia itu ditengah jadi korban konflik mereka. Sejatinya musuh Iblis itu adalah manusia dan musuh manusia itu adalah Iblis dan hal itu sudah ditetapkan Allah dalam Kejadian 3:15. Iblis tidak setanding sebagai musuh Allah, dan juga Iblis bukan mahluk to*** yang melawan apa yang tidak dapat dilawan, bahkan mendengar namaNya saja gemetar.

Mengapa manusia dibela? Sebab Adam dan Hawa memakannya bukan karena nafsunya tetapi karena cintanya kepada Bapa. Adam dan Hawa disebut anak-anak Allah, diciptakan segambar dan serupa dengan Bapa. Ia tahu dirinya memancarkan citra Allah dan di Taman Eden, Adam dan Hawa memerintah seluruh mahluk. Saat Ular Tua itu memperdaya manusia dengan menyebutkan “kamu akan seperti Bapakmu kalau makan ini” kalau dalam bahasa jaman ini, “kamu akan cepat besar kalau makan buah ini, jadi seperti bapakmu nak tahu menimbang yang baik dan buruk”. Tertariklah Hawa dan Adam, maka jatuhlah mereka dalam dosa.

Mengapa Adam dan Hawa percaya perkataan Ular Tua? Kitab suci menuliskan bahwa Ular Tua tesebut ternyata di Taman Eden bergelar Bintang Timur yang istilah itu artinya penasihat, memberi nasihat kepada Adam dan Hawa sebagai penguasa Taman Eden. Jadi bukan karena bodohnya mau percaya sembarang mahluk, tetapi karena gelar itulah maka Adam dan Hawa mau mendengarkan dusta Iblis.

Satu kali kelak akan dibuktikan oleh Allah bahwa karena Iblis maka manusia berdosa dalam kerjaaan 1000 tahun. Selama 1000 tahun iblis akan dikurung dan manusia tidak berbuat dosa. Namun pada akhir masa 1000 tahun itu iblis dilepaskan dan kitab Wahyu mencatat manusia akan termakan sekali lagi dusta Iblis dan melawan kehendak Allah. Saat itu Iblis akan dihukum sebab Allah telah menetapkan hukum Allah yang akan dilanggar oleh Iblis.

Akankah kemudian Iblis diselamatkan seperti Adam? Seperti kata Kejadian 1:5, gelap itu akan dipisahkan dari terang. Maka sekali ini baik manusia atau iblis akan selama-lamanya dijauhkan dari terang didalam gelap yang paling gelap.

Iblis melawan Tuhan dalam “kekekalan”… Dan karenanya, no turning back…

Manusia diberi kesempatan dalam “kesementaraan” ini untuk bertobat… Namun kalau waktunya tiba untuk masuk dalam “kekekalan”, ya pilihan terakhir itulah yang diperhitungkan…

Gbu

Page 1

Dear dancrist…

Salam kenal…

Menarik memang untuk membahas pertanyaan ini, namun segala yang tersembunyi hanyalah untuk Allah… so, kita turuti saja Firman Tuhan.

Ulangan 29:29 Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini."

Jadi kita bahas saja menurut informasi Allah melalui Alkitab (Firman).

PERBEDAAN ANTARA IBLIS (TERMASUK ROH JAHAT) DAN MANUSIA.

IBLIS :

  1. Wujudnya adalah makhluk (ciptaan) roh.
  2. Roh itu tidak ada darah dan dagingnya.
  3. Roh itu diciptakan kemungkinan dari api, karena Alkitab tidak menjelaskan, dengan merefer ayat ini : Allah itu Roh… dan Allah itu api yang menghanguskan;
    [i]
    Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Ulangan 4:24 Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.

Mazmur 104:4 yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,[/i]

  1. Roh itu sifatnya kekal (Allah adalah Roh – dan Allah itu kekal)
  2. Dan karena Iblis juga adalah roh jahat, maka setelah diciptakan ia yang tidak bisa mati.
  3. Kalau roh berbuat dosa ia tidak bisa mati seperti halnya yang memiliki darah dan daging, oleh karena itu nantinya akan dilemparkan ke api kekal/api belerang (brimstone/sulphuric fire) secara kekal, tidak mati-mati.
  4. Roh itu memiliki free will, jadi ia bisa saja tidak mematuhi, menentang, atau melanggar Perintah Allah/Firman Allah, dan akibatnya ia berdosa, namun tidak mati, hanya “diturunkan ke dunia orang mati”.

Page 2

MANUSIA :

  1. Wujudnya adalah makhluk (ciptaan) jasmani/badani.
  2. Makhluk jasmani/badani itu memiliki darah dan daging.
  3. Makhluk jasmani/badani itu diciptakan dari debu tanah, menjadi makhluk bernyawa (maka menurut penelitian tubuh manusia mengandung unsur-unsur tanah seperi : besi, alkali, fosfat…dsb.
  4. Jasmani/badani itu sifatnya tidak kekal/sementara
  5. Karena tidak kekal/sementara maka ia bisa mati.
  6. Kalau Jasmani/badani berbuat dosa, akibatnya : mati.
    Mati adalah konsekuensi dari melanggar Firman Tuhan.

Kejadian 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

  1. Makhluk jasmani/badani itu juga memiliki free will, jadi manusia juga bisa tidak mematuhi, menentang, atau melanggar Perintah Allah/Firman Allah, dan akibatnya ia berdosa, dan mati.

Oleh karena itu maka :

  1. Iblis dan roh jahat tidak memiliki penebus, tidak bisa ditebus…, karena sekali berbuat dosa maka menjadi “produk cacat yang kekal” - unmendable… unrestorable…
  2. Manusia jasmani/badani sebetulnya tidak diset untuk mati (segambar dan serupa Allah) sekalipun manusia bisa mati kalau…melanggar Firman Tuhan.
    Karena diciptakan dari debu tanah dan diberi nafas hidup, dan Roh Allah tinggal dalam diri manusia, maka roh manusia itu disalut/dibungkus daging (debu tanah) yang bersifat sementara, karena tubuh manusia itu bukan roh, namun ada rohnya.
    Apabila manusia berbuat dosa, maka sekalipun menjadi “produk cacat” namun tidak bersifat kekal, masih bisa diperbaiki bersifat – mendable… restorable…

Disinilah Allah melalui FirmanNya merestorasi manusia melalui penghapusan dosa yang menyebabkan kematian kekal, oleh Pengorbanan Darah Yesus, Anak Domba Allah, Sang Firman Allah yang menjadi manusia. Ia sebagai Roh disalut/dibungkus dengan daging, memiliki darah seperti kita, namun Ia tidak berbuat dosa… dan DarahNya Kudus.

Darah Kudus Yesus ini yang digunakan oleh Allah Bapa untuk merestorasi manusia yang “mati” badannya tadi, dengan cara mendamaikan dengan diriNya, agar tidak terkena hukuman mati kekal, dan agar siapapun manusia yang memperoleh percikan DarahNya, secara HUKUM ALLAH menjadi sah memperoleh penghapusan dosa dari mati kekal, yang nantinya dapat masuk dalam Kerajaan Allah, dengan menggunakan tubuh kemuliaan, karena daging tidak dapat masuk dalam Kerajaan Allah.
Ini prinsip dasarNya, untuk selanjutnya manusia harus hidup sesuai Firman Tuhan.

Shalom.

maaf ni kalo sy keliatan agak ‘ketinggalan’, sy malah ga tau kalau alkitab ada nulis iblis tidak dimaafin Tuhan, maklum, sy cr2 ayat buat sy sendiri aja udah repot ;D
buat dancrist, bisa jg kepikiran hal2 ini, boleh juga dijadiin topik, jd kita bisa diskusi, saling tukar pengetahuan.
salam
:happy0025:

Lagi asik baca komen-komen di thread ini, tiba-tiba teringat kalo di alkitab perjanjian baru, ada yg namanya dosa tak berampun yaitu menghujat Roh Kudus. Menurut FK-ers sekalian, apakah dosa menghujat Roh Kudus ini bisa dibilang “SELEVEL” dengan pemberontakan lucifer dkk karena secara tersurat atau tersirat dua-duanya tidak bakal mendapatkan pengampunan? Mohon pencerahan dari masbro/mbaksis sekalian.

Re: Kenapa Iblis ga dimaafin Tuhan ?

adalah ANUGRAH TUHAN BAGI MANUSIA,

Dear Shadowing

Shalom salam hangat dan salam perkenalan.

Dear, secara sederhana begini :
Roh Kudus itu kan RohNya Allah. Allah kita adalah Allah yang hidup kan?
Jadi Roh Kudus adalah Roh Kehidupan… ya kan?
Lalu seandainya kita menghujat Roh Kudus yang adalah Roh Kehidupan, artinya kita MENOLAK HIDUP.
Kalau menolak hidup, lawan kata dari hidup adalah mati. Mati vonisnya dan dibuang ke api kekal… seperti halnya iblis dan antek2nya nani dilemparkan ke lautan api.

Dosanya iblis tidak sama dengan dosanya manusia yang menghujat Ruh Kudus, tapi nanti hukumannya sama, dilemparkan ke api kekal, karena menjadi “waste”.
Jangan mau menjadi “waste” nya Allah ya dear…

Dosanya iblis tu ini :


Yesaya 14:12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
14:15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur

Shalom…GBU

@Edo S. Dion :
Thanks utk penjelasannya, masbro. Tetapi yg ane maksudkan “selevel” itu, bukanlah ditinjau dari “dosa” apa yg telah dilakukan melainkan dari sisi “kesamaan” hukuman yg diterima. Analoginya seperti ini, kejahatan teroris, narkoba & korupsi, ketiga-tiganya pada kasus-kasus tertentu dapat berakhir dengan hukaman mati. Padahal, kalo ditinjau dari “penderitaan yg ditimbulkan” maka secara kasat mata level hukuman untuk kejahatan teroris > narkoba > korupsi. Tetapi kadang yg terjadi malah sama atau kebalikannya.

Kembali ke konsekuensi untuk apa yg telah dilakukan iblis & mereka yg menghujat Roh Kudus, spt yg tertulis di Alkitab, kedua-duanya “tidak mendapatkan pengampunan”. Secara logika seharusnya ada “persamaan” di antara dua hal tersebut. Untuk hal ini, ane mohon pencerahannya.

Dearest shadowing

Memang dosanya engga sama dear… iblis itu hendak menyamai yang Maha Tinggi, sombong, menolak kepemimpinan Allah, ingin menjadi “yang disembah”, cenderung memberontak… rebel…
Ya diturunkan,… dilemparkan ke dunia orang mati, jadi “sampah” engga terpakai lagi, dibuang.

Dosa menghujat Roh Kudus itu memang artinya menolak kehidupan… ya is dead, keduanya jadi “sampah”, yang dilemparkan… ke api kekal.

Dampak keduanya memang engga sama bagi manusia, perbuatan iblis memiliki dampak mondial/dunia bahkan universal, menghujat Roh Kudus dampaknya pada dia sendiri, tapi jelas keduanya menolak Allah. Posisinya juga engga sama, iblis raja kegelapan… … kalau orang yang menghujat Roh Kudus… mungkin ya begundalnya raja kegelapan, atau anteknya, atau mungkin saja jadi bulan-bulanan raja kegelapan.

Shalom. GBU.

coba kalau iblis menyesal n minta ampun pasti deh dimaafin sama tuhan.

Dear Kerupuk,
Shalom…

Jangan berpikir “kalau” dear… itu pikiran manusiawi yang berbeda dengan pikiran Allah atau rule alam roh.
Dalam seluruh alkitab tidak ditemukan adanya indikasi apapun bahwa “kalau” iblis menyesal, minta ampun dan bertobat… akan begini dan begitu…
begitu pola untuk roh-roh jahat tidak ada “kalau” roh jahat itu menyesal, minta ampun dan bertobat… akan begini dan begitu…
Itu sebuah pemikiran yang absurd… so jangan pernah berpikir yang demikian…

Tuhan Yesus memberkati…

kita sebagai manusia patut bersyukur, walaupun kita berdosa, Tuhan masih mau mengampuni kira, asal kita menyesal . . . dan minta ampun… sehingga tidak hilang keselamatan kekal.

Yes 1:18 Marilah, baiklah kita berperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

klo untuk iblis, tidak ada. . . sekali bersalah, hukuman dijatuhkan.

Kok saya tidak pernah baca ya iblis menyesal dan minta ampun
Benar kah Tuhan tidak mengampuni?
Malah yang saya baca iblis itu tinggi hati dan angkuh sehingga mereka tdk pernah menyesal dan bertobat
Adakah dasar ayat yang mengatakan Tuhan tdk mengampuni iblis yang meyesal dan bertobat?
Lebih tepatnya lg adakah iblis yang bertobat?