Kenapa jemaat kami (GKPI) malas ke gereja???

Keluarga kami adalah anggota jemaat gereja GKPI rambutan Tebing Tinggi sejak dahulu kala (turun temurun sejak gereja tsb di dirikan).mengenai pelayanan gereja terhadap kepentingan sosial jemaat misalnya perkawinan,baptisan dan lain lain tidak ada masalah,masalahnya adalah minimnya kunjungan pendeta untuk melayani khotbah minggu,yang konon katanya adanya masalah dana.terpaksa tugas sakral tersebut di gantikan oleh penatua gereja yang nota bene kurang memiliki kemampuan untuk menyampaikan firman Tuhan dengan cara yang mantap yang membuat khotbah itu enak di dengar dan mampu membuat bertumbuhnya iman orang yang mendengarnya. tanpa mengurangi rasa hormat terhadap para sintua (sebutan untuk pengurus gereja batak),mereka kurang pandai berkhotbah dengan baik,bahkan seolah olah mereka sendiri tidak yakintentang apa yang mereka bicarakan.kayaknya sih kegelisahan ini sudah di rasakan oleh para pengurus, sehingga keluarlah kebijakan baru untuk menggalang dana dengan mengganti sistem natura target yang wajib di bayar stiap tahun oleh anggota sebesar 50.000.menjadi sistem perpuluhan ,yaitu setiap anggota jemaat harus menyumbangkan uang seikhlas hati nya setiap bulan,sebagai perpuluhan dan sumbangan itu akan di bacakan setiap minggu. cara ini sangat ampuh,karena biasanya hanya rp.50.000/bulan,sekarang rata rata jemaat menyumbang rp.30.000/bulan,bahkan ada yang sampai ratusan ribu. dampaknya terhadap pelayanan khotbah:pendeta tetap jarang masuk,paling sekali sebulan,guru sekolah minggu masih anggota pp.(anak smu).dan anggota jemaat yang berhari minggu harus rela mendengar khobah para penatua yang kadang tak dapat di mengerti isinya.ada beberapa orang yang sudah pindah ke gereja lain,tapi kami masih bertahan karena nilai historis tadi.tapi entah sampai kapan kami harus menderita. tolon masukannya,karena sepertinya gereja kami tidak menyediakan ruang pengaduan.dan rasa segan yang dalam terhadap para penatua.

Jawabnya: Karena tidak ada makanan !

Ada bisa menghubungi GKPI pusat bidang yang terkait mungkin bidang kerohanian, untuk membicarakan tentang pergantian atau peremajaan pendeta-pendata untuk ditempatkan di GKPI Tebing Tinggi.

Gereja adalah sebuah organisasi, segala yang terjadi dan perubahan yang dikehendaki sebaiknya dilakukan lewat jalur-jalur organisasi. Jika anda merasa tidak banyak kunjungan, anda bisa menghubungi bidang terkait di pusat dan membicarakan tentang kurangnya kunjungan atau kurangnya Firman Tuhan. Saya yakin semua ini hanya masalah dialog saja, asalkan kita bisa membuka pembicaraan dengan pusat perihal organisasi gereja dan pelayanan gereja terhadap jemaatnya, selalu akan ada jalan keluarnya.

Disebuah daerah yang pernah saya kunjungi, di sana gembala sidangnya kurang mendapat respon positif dari jemaatnya dan memiliki banyak kasus, akhirnya perwakilan datang ke gereja pusat dan menceritakan keluhannya. Tidak berapa lama terjadi perpindahan gembala sidang, untuk mengadaptasi kebutuhan jemaat di daerah tersebut dan masalah yang terlihat rumit dan bisa menahun terselesaikan.

Di daerah lain, malah lebih lucu, dari gereja protestan, dan karena terajadi kekosongan pastor dan tidak tidak juga pusat memberikan dukungan, sehingga akhirnya penatua gereja sepakat untuk mencari wadah organisasi lain dan hari ini mereka bagabung dengan organisasi gereja pentakosta. Hari ini terjadi sesuatu kolobrasi tradisi protestan dalam gereja pentakosta, apa yang kurang di protestan dan apa yang kurang dipentokosta saling dilengkapi.

Ditempat lain, masalah yang sama kurangnya pendata yang memberitakan Firman Tuhan, dan dengan doa-doa mereka akhirnya entah dapat angin dari mana datang pendatang didaerahnya dan berasal dari gereja sealiran dan berjemaat disana, seperti mendapat angin segar seorang pengajar yang baik untuk gereja itu.

Jadi usul saya dari beberapa kejadian yang saya dapati diatas, berusahlah untuk membicarakan hal itu dengan pusat GKPI dan jangan remehkan kuasa doa orang benar. Akan tiba saatnya di GKPI Tebing Tinggi akan tampil bersinar membawa perubahan yang indah didalam Kristus.

GBU

klo anda mempelajari mengenai para rasul, mereka adalah nelayan nelayan yang mencari ikan. . .

toh Yesus memilih mereka untuk menjadi murid dan kemudian melayani. . .

kenapa mereka sampai berhasil menjadi rasul dan memberitakan injil kemana mana bahkan rela mati dalam pelayanannya ?

sebab ketika ROH KUDUS turun keatas mereka, mereka yang tadinya hanya nelayan, Tuhan merobah mereka menjadi penjala manusia. . .
dan melalui mereka injil kerajaan ALLAH tersebar di seluruh dunia dan terus berkembang sampai sekarang.

jangan melihat kepada orangnya, tetapi KLO ROH KUDUS yang bekerja, maka semuanya menjadi indah. . .
sebab itu andapun perlu bantu doa kepada hamba hamba Tuhan yang melayani. . . .

Tuhan Yesus memberkati.

Sangat setuju dengan saran @Krispus juga seandainya tidak mendapatkan tanggapan yg postif dari gkpi pusat.

Tapi sementara menunggu hal tersebut, apa tidak bisa orang-orang yg mendapatkan tugas berkhotbah “diperlengkapi” terlebih dulu. Di jaman internet sekarang ini, bahan khotbah & cara-cara berkhotbah sudah sangat banyak. Tinggal download, dipelajari dan bisa langsung dipraktekkan.

mgkn dtanyakan ke gereja, ke mana sumbangan tsb dibuat utk apa, kok tidak ada perubahan… tentunya bicaranya dgn kepala dingin…

salah satunya jemaat males ke gereja mgkn dikarenakan tidak mendapat makanan rohani tetapi jg bs krn anggep ke gereja itu sbg suatu rutinitas hari minggu,krn anda tulis td gereja itu sudah ada turun temurun…sehingga kl hari mgg ga ke gereja kyknya ada kegiatan yg kurang…kl sudah seperti ini, mgkn perlu adanya gebrakan rohani… adakan ret2 pemulihan…

seluruh panatua, guru sekolah minggu, pengurus2 harus di charge lg spiritnya… krn namanya para pengurus dan gembala itu sbg sarana Tuhan utk bekerja, kl sarananya uda lemes, loyo, uda tidak bersemangat mana bs memberikan dampak kepada jemaat…

Inilah salah satu di antara sekian banyak gejala gereja yg sudah berakar sejak lama di bumi pertiwi ini:

  • diharapkan tidak menulis nama gereja secara jelas termasuk lokasinya di mana (kurang baik untuk forum umum spt sub forum ini - pakailah kasusnya saja & buatkan inisial nama gereja + nama sintua/pdt/dls…).
    agar diskusinya lebih lancar tanpa hambatan.

  • mulailah dari diri dan keluarga Anda sendiri untuk membangun jemaat yg kuat (mulia & misioner), bila Anda sempat membaca buku: coba cari & baca buku riwayat hidup Martin Luther, John Wesley, Charles Finney, John Sung, Laland Wang, Evangelism Explosion International “D. James Kennedy”.

  • Baca & hayati 1 Kor 15:58, Kis 2:41-47 - usahakan membacakannya sebanyak mungkin (15-25 kali) + dihafal + didoakan jadi motivasi Anda + keluarga. Yakini kuasa Firman-Nya akan berkarya untuk insan yang berharap.

  • Semua gereja yg berakar lama di Indonesia ini sudah punya wadah naskah khotbah Mingguan yang tercetak untuk jangkah waktu 3-6 bulan bahkan untuk satu tahun ke depan. Semua bahan itu sudah disusun secara teratur menurut temanya. Permasalahannya: bahan itu belum & tidak berakar pada diri yang membacakannya. Bila itu dihayati+dilaksanakan dlm kehidupan pribadi, PASTI dampaknya luar biasa… tidak biasa lagi. Anda perlu berupaya mendoakan pembaca naskah khotbah mingguan tsb baik Sintua/Penatua/Tua-tua/Mejlis Jemaat/dls istilah yg dipakai. Masalah berikutnya: konsep LIBERALISME sudah mulai bahkan berakar pada diri orang2 tertentu shg ALKITAB tidak menjadi tolak ukur utk iman, keluarga, masyarakat untuk taat kepada-Nya. Baca 2 Tim 3:16-17, Maz 19:9,11, 119:105, Maz 1:1-6, Yer 17: 5-8, Roma 1:16-17, Kis 2:42.

  • Kebaktian/Ibadah bukan hanya untuk mendengarkan khotbah saja, mulai dari awal Kebaktian sampai berakhir = ibadah untuk memuji Tuhan.

  • Bertekadlah saat dengar Firman, konsentrasi pada teks Alkitab tsb: beri tanda untuk mudah membukannya, catat pada satu lembar kertas, sampai di rumah baca berulang-ulang+doa dg hati berharap… PASTI Anda akan menemukan air hidup yang berkelimpahan. Baca Yoh 10:10).

  • Ingat pindah gereja bukan penyelesaian yang baik & tuntas untuk ukuran Kerajaan Surga.

  • Gerakan penggalangan dana untuk mengupayakan agar jemaat setempat mandiri perlu diupayakan semaksimal mungkin. Masalah dana = masalah LAMA meniru zaman penjajah yg nota bene dpt subsidi besar-besaran sehingga dimanja. Ingat sejak nenek moyang Anda, untuk persembahan kebutuhan pelayanan gereja: berikan uang paling kecil nominalnya… ini tertanam sejak di Sekolah Minggu… akhrnya untuk waktu gereja lokal mandiri… tidak mampu berdiri di atas kedua kakinya sendiri???.

  • Perbarui konsep dan jumlah persembahan Anda untuk pelayanan gerejawi: doa+usaha+ikut aktif pelayanan kepada sesama jemaat. Anda sendiri memulainya bersama Tuhan Yesus setiap hari (baca Firman+doa+hafal ayat Alkitab setiap hari). Lihat + tunggu berkat-Nya akan mengalir untuk Anda sekeluarga termasuk di manapun/kapanpun Anda siap+rela+tulus di hadapan Tuhan Yesus.
    GBU.

fs.euro4
  • Coba berusaha meresponi konsep JadiForumKuSaja:

    Benarkah pola pikir, keyakinan, dan pelaksanaan Anda bersama keluarga sudah berakar ttg konsep persembahan untuk kelangsungan hidup pelayanan gerejawi: berikanlah uang sekecil mungkin/uang receh… koin Rp. 50,-/100/500/1.000 ???. Coba jawab/tulis di sub forum ini dengan serius: ya atau TIDAK???.
    Saya mengatakan ini berdasarkan data dan fakta lapangan aktual u/ Tapanuli/Medan/Jambi/Palembang/Lampung/Jakarta/Menado/Malang/Ambon/Surabaya/dls…

Anda pribadi hanya menganggap hari Minggu ke gereja: dengar khotbah. Keluar dari pintu gereja: pelaksanaan pemujaan kepada leluhur spt Opo…2 atau apalah namanya terus berlangsung. Keyakinan ttg perdukunan/nujum/sesajen tetap berimbas. Pakai benda2 tertentu untuk anak kecil/cucu/dls??? untuk apa itu → penangkal??? Coba dijawab dg jujur: ya atau TIDAK.

Anda pribadi tidak punya tekad & komitmen u/ membaca Alkitab secara pribadi + berdoa secara pribadi. Baca Alkitab hanya saat butuh pakai sistim SIM SALABIM: buka baca & tebak: ini Firman Tuhan? Coba jawab: ya atau TIDAK.

Beberapa kalimat pernyataan ini adalah dari hati saya yang terdalam u/ jemaat yg sudah berakar sejak zaman Kolonial termasuk di daerah Nias yang perdukunan ala Kristen cukup dominan, shg ada tulisan pd buku Okultisme menyebutkan Nias salah satu tempatnya. Demikian juga dengan Minahasa & sekitarnya.

fs.euro4

Untuk fs.euro4 yg sedang butuh OASIS di tengah padang gurun penuh pasir dan kehangatan, bisa meresponi beberapa butir titik tolak versi JadiForumKuSaja di atas?

Why 3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Ya bro TS sampaikan ke GKPI pusat permasalahan jemaat di gereja tempat sodara berada dan biar pihak gereja pusat yang menentukan solusi apa yang layak diberikan.

Tuaian memang banyak tapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah pada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.