kenapa kita masih berbuat dosa?

aku org nya mau enaknya aja. ga mau susah

aku mau tau kenapa aku masih di dunia ini, aku sudah jadi org Kristen. aku sudah tau siapa Papa ku sebenarnya.
thousand of times, I have cried.
thousand of times, have I fight and scream that I want my Daddy
thousands of times, have I scream I am sorry, Dad
thosuands of times, I have hurt Daddy…

anyone know why we don’t die yet?
I know masih banyak org belum percaya pada-Nya bahkan keluarga ku sendiri
tapi ga bisa dipungkiri bahwa semakin aku hidup, semakin aku menyakiti-Nya.
ha ha ha ha ha wtf I scream and cries, and shout that I want my Dad, I want the Lord yet I hurt Him soon after that? seriously!?
dan aku juga malah jadi batu sandungan buat keluargaku.
so:

  1. kenapa kita masih didunia ini ketika didunia ini kita malah berbuat dosa, menyakiti-Nya lagi dan lagi?
    
  2. kenapa ketika Ayah sudah memnagnkan the war, sudha ngalahin iblis. anak-anak-Nya masih jatuh juga?

(kayanya banyak yg salah paham. aku bosan hidup karena bosan berbuat dosa)

GOD is powerfull can do all everything anything

GOD is wisefull know how to do all for purposes

GOD is lovefull love all every-one all every-thing

GOD is knowfull know all every-one every-thing

GOD is holyfull cause no one can see meet GOD

GOD director planner manager of all everything

GOD created all everyone everything in destiny

GOD managed all everyone everything happen

Disebutnya MANJA, padahal yg namanya Super ENAK adalah setelah kita merasakan SUPER SUSAH !
Kamu baru merasakan yg namanya BENAR2 “SALTY” setelah kamu merasakan yg namanya TAWAR-HAMBAR !
Kamu benar2 merasakan “LIGHTY” setelah kamu merasakan “DARKY”

aku mau tau kenapa aku [u]masih di dunia ini[/u], aku sudah jadi org Kristen. aku sudah tau siapa [b]Papa ku[/b] sebenarnya.
Agar kamu tahu [b]bagaimana Hidup didalam [u]Suasana dan Situasi[/u] [/b]: - dalam Kecemasan agar kamu menghargai [b]Damai Sejahtera[/b] - dalam Kesakitan agar kamu menghargai [b]Kesehatan[/b] - dalam Ketakutan agar kamu menghargai [b]Ketenangan[/b] - dalam Kesedihan agar kamu menghargai [b]Kebahagiaan[/b] - dalam ketidak berdayaan agar kamu menghargai [b]Pertolongan[/b] - dalam Kebencian agar kamu mampu [b]Mengampuni[/b] - dalam Tekanan agar kamu mengerti [b]Freedom-Kebebasan[/b] - dll Cari dan Petiklah [u][b]HIKMAH[/b][/u] dari apa yg [u]kau alami SEKARANG INI[/u] ! :coolsmiley: :happy0062: thousand of times, I have cried. ...... agar kamu tahu betapa nikmatnya [b][u]TERTAWA[/u][/b] ! thousand of times, have I fight and scream that I want my Daddy ... agar kamu tahu apa artinya [b]RUKUN dan SENYUMAN[/b] serta sakitnya [b]KEHILANGAN[/b] ! thousands of times, have I scream I am sorry, Dad ... agar kamu mampu Give [u][b]Sorry[/b][/u] to everybody. thosuands of times, I [u]have hurt[/u] Daddy... agar kamu [b]Belajar Menyenangkan Hati Bapa [/b]! [b][u]Treasure[/u] Our Loving Daddy[/b]
anyone know [u][b]why[/b][/u] we don't [b]die[/b] yet?
To give you [u][b]how[/b][/u] [u]enjoy[/u] [b]The Life[/b] !
I know masih banyak org belum percaya pada-Nya bahkan keluarga ku sendiri
That's the meaning You must [u][b]Help everyone[/b][/u] [u]To Know and To Understand[/u] [b]Him and His Will[/b] !
tapi ga bisa dipungkiri bahwa semakin aku hidup, semakin aku menyakiti-Nya.
Ibadah yg SEJATI adalah bila engkau mempersembahkan Tubuhmu yg HIDUP (Pikiran, Perkataan dan Perbuatanmu) untuk [u][b]Kemuliaan Nama[/b][/u] [b]"Our Greatest Daddy"[/b]
ha ha ha ha ha wtf I scream and cries, and shout that I want my Dad, I want the Lord [b][u]yet[/u][/b] I [u][b]hurt[/b][/u] Him soon after that? seriously!?
[u][b]Learn and Doing HOW to make[/b][/u] [b]HIM Comfortable and Treasure[/b] because of you and make HIM to be [b]PROUD of You [/b]!
dan aku juga malah jadi [b]batu sandungan[/b] buat keluargaku.
Dengan bantuan [b]Roh Kudus[/b] kamu akan diubah-Nya menjadi [b]Batu Penjuru[/b] asal saja kamu menyediakan [u][b]HATI yg Mau diubah dan Siap dipakai-Nya ![/b][/u] so: ...... Bersediakah anda ?! :coolsmiley: :happy0062: :happy0025: Be [b]a Winner[/b] not [b]a Looser[/b] :happy0025: :ashamed0002:
1. kenapa kita masih didunia ini ketika didunia ini kita malah [b]berbuat dosa,[/b] [b]menyakiti-Nya[/b] lagi dan lagi?
Agar kamu mengerti betapa kamu memerlukan [b]Penebusan dan Mencuci dosamu[/b] !
2. kenapa ketika Ayah sudah memenangkan the war, sudah ngalahin iblis. anak-anak-Nya masih jatuh juga?
Agar kamu [u][b]TERLATIH[/b][/u] [b]Sanggup Berdiri lagi[/b] ! :afro: ;D :happy0062: :happy0025:

Kita berada di dunia ini, untuk menyatakan Kasih Kristus, supaya dunia bisa melihat, ada surga dalam dunia, melalui kehidupan kita

Filipi 1:21
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Re: kenapa kita masih di dunia ini?

apakah sudah bosan hidup ??

bersyukur klo Tuhan Yesus masih mau memelihara anda.

tetap setia dan waspada sampai akhir, inilah yang dikehendaki ALLAH dalam hidup anak anak yang dikasihiNYA.

Jannet

apakah sudah [u][b]bosan hidup [/b][/u]??

bersyukur klo Tuhan Yesus masih mau memelihara anda.

tetap setia dan waspada sampai akhir, inilah yang dikehendaki ALLAH dalam hidup anak anak yang dikasihiNYA.


Dimana ada KASIH ternyata Hidup itu ENAK Banget2 deh !

Bosan Hidup

Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal.
Saya ingin mati”.

Sang Guru tersenyum : “Oh, kamu sakit”.

“Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya inginmati”.

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : “Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama “Alergi Hidup”. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita”.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku”, kata sang Guru.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup lebih lama lagi”, pria itu menolak tawaran sang Guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?”, tanya Guru.

“Ya, memang saya sudah bosan hidup”, jawab pria itu lagi.

“Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini… Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang”.

Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai ! Tinggal satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu”. Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.

Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : “Sayang, apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku sayang”.

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Bersambung …

Sambungan …
Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata : “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu”. Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan : “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami”.

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?

Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan”.

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!

Bkn bosa hidup.
Hidup aku fun2 aja.
Aku cuma bosan perang daging and losing the war.
Klo disadarkan berarti dikasihi sih.
I am happy that I am still allow tonlive tapi beberapa kali, aku dgr suara iblis yg bilang
U sdh dikasihi baik2 sama Tuhan, Ia disiksa buat bayar dosa2 mu kok kamu masih berdosa juga?

Klo aku lg waras, aku ga berpikir pingin mati atau apa.
Aku ga waras pas berpikir klo aku hidup lagi, aku pasti berdosa lagi.

Makanya di pertanyaan ke-2, aku tanya kenapa org kristen masih berdosa.

Kenapa ga ajaib jadi holy people.
(Ini aku lagi slh fokus. Fokusku harusnya ke Tuhan Yesus bkn ke dosa ku. Dan tadi aku kepikiran klo org ga bkl bisa perfect klo ga ada kesempatan buat perfect. Makanya non-kristen ga bakal bisa perfect selama mereka masi dlm jaring dosa).

Aku nulis pengen mati krn ga mau jadi org kejam, menjahati org yg begitu mengasihi dan menyayangiku.

tau darimana merah suara iblis ?

contoh suara iblis: “U sdh dikasihi baik2 sama Tuhan, Ia disiksa buat bayar dosa2 mu, maka lampiaskan hawa nafsu mu sepuas2nya… berbuatlah semau u tanpa takut akan hukuman Allah.”

supaya kita jangan meninggikan diri.

Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus.
Sebab jika aku sedar diriku lemah, maka aku kuat…
namun jika aku menyangka diriku kuat (ie; menganggap diri sebagai orang suci permanen sehingga gak perlu interospeksi diri), maka aku lemah (sombong, suka menghakimi, maunya menang sendiri gak pernah mau ngalah, munafik - pura2 alim padahal hatinya penuh tulang belulang, dll)

maka jangan dengerin ajaran begini: “wa cudah ditebus Yesus, wa adalah orang suci permanen… so ketika wa berbuat dosa itu artinya wa orang suci permanen sedang berbuat dosa” → self-deception, self-esteem, self-righteousness.

righteousness of God is a gift.
the gift of God is righteousness itself.
God = pemberi.
kita = penerima.
so, God yg punya hak memberi… bukan kita yg punya hak mengklaim sendiri aka self-righteousness.

Rm. 9:15 Sebab Ia berfirman kepada Musa: “Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.”
18 Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

Jawabnya; Karena Tuhan menghendaki !

Mengapa Tuhan menghendaki ?

Tanya sama Tuhan, jangan tanya saya, karena Tuhan yang punya rencana.

Mungkin untuk setiap orang berbeda-beda, sesuai dengan rencana Nya.
Paulus lain dengan Petrus, anda lain dengan saya.

Penyebab semua dosa anda krn anda tdk dekat dgn ROH KUDUS, jika hidup dalam ROH KUDUS maka akan berbuah Roh

kalau jauh dari ROH KUDUS maka buahnya adalah kedagingan

Galatia 5 (19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
(20) penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
(21) kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
(24) Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Jika anda tidak hidup dalam ROH KUDUS maka sia2 anda jadi orang Kristen dan cepat atau lambat anda akan pergi dari iman krn tdk akan ada kedekatan/komunikasi dgn Tuhan lewat tanda2 dari Tuhan.

Cobalah anda lihat kiri kanan banyak org berjuang utk hidup mengais tong sampah didepan rumah anda mencari botol2 plastik bekas, berjalan kaki di tengah2 panas menempuh belasan kilometer setiap hari bahkan kadang beberapa hari tdk makan krn yg dikumpulkan belum cukup banyak utk membeli nasi bungkus.

anda kan jauh lebih nikmat dr mereka jadi harus bersyukur.

kenapa kita masih di dunia ini?
karena Dunia diciptakan utk manusia dan untuk dihuni.

tapi kalau pertanyaannya kenapa masih ada dosa… jawabannya baca buku daniel dan wahyu dan matius 24, ada waktunya bahwa tidak ada lagi dosa dan bumi akan diperbaharui sekali lagi lebih dari eden yang mula mula itu… Wahyu 21,22

salam

bersyukurlah bahwa anda masih diberikan kesehatan yang baik, tubuh yang sehat.
bila anda datang ke rumah sakit dan melihat mereka yang tergeletak diatas ranjang dengan selang menempel diseantero tubuh dengan harapan agar bisa sembuh dan dapat hidup yang layak.
kenapa kamu yang sehat pengen cepat meninggalkan dunia ?

alkitab mencatat dalam Roma 3 : 23 bahwa semua orang telah berdosa, dan dosa tidak memandang, apakah dia orang kristen atau bukan.
tetapi bila anda sdh percaya Tuhan Yesus Kristus, tetap setia dan taat sampai akhir.
sebab kei.ningan “mata”, daging" dan keingan keangkuhan hidup itu melekat dalam setiap orang, tinggal saja bagaimana anda dapat mengendalikan keiningan tersebut.
klo tidak bisa mengendalikan ketiga jenis keingan tersebut, maka dengan mudah iblis bisa menjerat, apakah kristen atau bukan.

Jawab Tuhan :
Yakobus 1 :
12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. 16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!

Kejadian 22 :
1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham
Kata MENCOBA bermakna MENGUJI
UJIAN diberikan agar Yg diuji mengalami Kenaikan Jenjang dari Status dan Posisinya sekarang
Sedangkan kata MENCOBAI ber KONOTASI ingin MENJATUHKAN/MENGALAHKAN

Allah tidak MENCOBAI melainkan MENCOBA manusia dengan tujuan agar setelah Bergaul sekian lama (semuanya itu ) dengan Allah , seseorang NAIK TINGKAT dalam HAL Knowing His Will = FAITH = IMAN kita
Abraham yg telah mengalami banyak HAL selama IKUT TUHAN, a.l :

  1. Meninggalkan Orangtuanya yg menyembah Berhala di Kasdim pergi kesuatu Tempat Antah Berantah yg Tuhan belum beritahukan ! Kejadian 12
  2. Pernah mengalami Masa Sulit “Kelaparan” dalam perjalanannya ! (Kejadian 12: 10-20)
  3. Abraham pernah KEBLINGER (Sok Pintar tak mau bergantung pada Tuhan) saat mengatakan Sara, sang Istri, sebagai saudaranya/adiknya kepada Raja Firaun & Abimelekh yg hampir saja men gawininya ! … psl 20 : 1-18. Allah CAMPUR TANGAN karena akan turun Umat Pilihan-Nya dari Rahim Sarah (bukan Hagar) !
  4. Mendapatkan anak dari Rahim yg telah Mati Haid (Mujizat) … Tak ada Pintu Mujizat yg terbuka bagi orang yg Terlalu mengandalkan LOGIKA nya sendiri (LOGIKAL)
    Baca seluruh psl 22 tentang bagaimana Allah begitu HEBAT Mencoba Abraham bahkan dengan Iman sanggup berkata :" 8 Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
    Padahal bisa saja Abraham MENOLAK mempersembahkan anaknya yg Tunggal yg bersamanya saat itu ada jedah waktu 3 hari baginya mempertimbangkannya .
    4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

Contohlah Raja Daud :
Mazmur 13:
1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (13-2) Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?
2 (13-3) Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?
3 (13-4) Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati,
4 (13-5) supaya musuhku jangan berkata: “Aku telah mengalahkan dia,” dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah.
5 (13-6a) Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.
6 (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku

Dalam KETAKUTAN selama Daud dikejar kejar Saul untuk dibunuh, Beliau dengan IMAN nya hanya sanggup hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.
6 (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku

Bersambung …

Sambungan …
ITU juga yg diminta dari kita dalam setiap keadaan kita sesuai Firman-Nya :

1 Thessalonians 5
16 Bersukacitalah senantiasa.
17 Tetaplah berdoa.
18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
19 Janganlah padamkan Roh,
20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.
21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

Sehingga pada achirnya kita sebagai Pemenang sanggup ber SAKSI :
2 Timotius 4
7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya (MARANATHA).

Allah MENUNTUT agar kita 100% MUTLAK bergantung/bersandar HANYA kepada-Nya Saja (= SEPENUH) … ini makna SEPENUH dalam Hukum KASIH yg diberikan-Nya ! :coolsmiley: :happy0062:

"KASIHILAH Tuhan Allahmu dengan SEPENUH : Hatimu, Jiwamu dan Akal Budimu !" !

Apakah ada orang Kristen setelah DIBAPTIS tidak pernah melakukan Dosa Perbuatan?? :coolsmiley: :mad0261: :rolleye0014:
Setelah menerima Tubuh Mulia setelah RAPTURE barulah kita BEBAS dari Dosa Perbuatan lagi !

TUBUH MULIA
Filipi 3 :
… banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Setiap orang ingin masuk sorga karena neraka menakutkan. Bila tidak ada neraka , mungkin manusia tidak tertarik masuk sorga.

Pengikut Kristus akan menikmati satu berkat unik di sorga. Kitab Allah menekankan, mereka akan diberi tubuh baru yang mulia! "[Isa Al-Masih] akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia . . .” (Injil, Surat Filipi 3:21).

“Siapa yang menghendaki kemuliaan, maka hendaklah dia menghubungkan diri dengan Allah. . . . Jika Anda menginginkan kemuliaan yang langgeng, maka andalkanlah pemilik kemuliaan yang langgeng”

Agar dipermuliakan selama di dunia dan di akhirat, kita harus berhubungan dengan Allah. Caranya? Kerajaan Allah adalah Kerajaan Kemuliaan.
Tuhan Yesus bersabda, ". . . tidak seorangpun dapat masuk Kerajaan Allah kecuali dilahirkan baru oleh . . . Roh Allah" (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:5).

Maukah Saudara masuk Kerajaan Allah serta menerima tubuh mulia yang langgeng? Saudara harus dilahirkan kembali! :coolsmiley: :happy0062: :afro:

kamu baca baik baik ya,
bahwa keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup itu ada dalam diri setiap pribadi, apakah dia orang percaya atau tidak. sudah dibaptis atau belum.
yang menjadi inti adalah bagaimana kita - terlebih yang sudah dibaptis - dapat mengendalikan ketiga keinginan tersebut.
itulah sebabnya Rasul Paulus berkata, hidupku ini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup dalamKU dan Yesus yang besar dalam diriku sedangkan aku selalu semakin kecil.

kamu sudah sangat melebar kemana mana yang tidak sesuai dengan apa yang kamu qoute

Maaf @TS

Ini sejujur2nya ya, menurut saya, anda keliru…
Tuhan nggak pernah nuntut kita sempurna kok…
Nggak mungkin manusia bisa sempurna seperti Tuhan…
Tuhan berbeda dengan ciptaan-Nya…
Tuhan menciptakan manusia tidak ada yang sempurna supaya saling melengkapi…
Jadi, menurut saya, dosa itu wajar…
Yg penting, setelah kita menyadari berbuat dosa, kita mengakui dan memohon ampun sama Tuhan…

Mohon maaf yg sebesar2nya kalo saya tidak berkenan dan terkesan sok tau… karena inilah kesan yg saya dapat…