kenapa orang bs jadi gila

saya mau tanya kenapa manusia bs menjadi gila,yg gila itu rohnnya atau jiwanya.atau 22 nya
kadang saya bingung kalo liat orang gila asalnnya dari waras,apa di alkitab ada yg menjelaskan kenapa manusia bs menjadi gila,karena saya masih penasaran bukan berarti saya harus jadi gila dulu untuk bs tau :ashamed0004:

kadang jg ada orang yg di guna2 bs menjadi gila apa iblis di beri kuasa untuk merusak kejiwaan manusia

terima kasih GBU

menarik,

saya rangkum dulu jawaban saya, ok

Salam

krn ngga kuat dengan tekanan sehingga jiwa ( salah satunya : pikiran) terganggu .
kena santet bisa menjadi gila (klo santet itu memamng di tujukan untum membuat orang terganggu kejiwaannya).
iblis juga punya kuasa… ttp kuasa untuk merusak…

ttp klo kita hidup sungguh2 di dalam Tuhan ngga perlu takut dg kuasa iblis krn yg di dlm kita itu kuasane lebih spektakuler dr pada kuasa apapun di dunia koq :smiley:

Gila adalah gangguan mental, atau biasa juga disebut gangguan jiwa. Jiwa yang dimaksud disini adalah mental seseorang bukan sesuatu yang membuatnya hidup (nyawa).

Secara umum tentang gila dapat dibaca disini http://en.wikipedia.org/wiki/Insanity

Didalam teologia kristiani, ada dua pembagian, pertama manusia terdiri dari Tubuh, Jiwa dan Roh dan pembagian lainya Manusia Batiniah dan Manusia Rohani, atau lebih sering disingkat Tubuh dan Roh.

Gila adalah kondisi dimana seseorang memiliki penyimpangan dalam berfikir dan berperilaku dibandingkan manusia pada umumnya. Penyimpangan ini disebut gangguan mental, dimana pikiran dan perasaannya tidak lagi bekerja seperti pada umumnya. Ada banyak kondisi gila secara ilmu kedokteran, mulai dari yang ringan sampai berat. Kegilaan yang ringan yang tidak mengganggu kehidupan bermasyarakat dan dirinya sering kali diabaikan. Bahkan para paker psikologi menyatakan bahwa semua orang adalah gila. Maksudnya bahwa masing-masing kita memiliki tekanan mental yang melahirkan cara berfikir dan berperilaku yang menyimpang sesuai dengan pengalaman hidup kita.

Gila yang berat, adalah kondisi dimana penyimpangan mental yang dideritanya mengganggu dan cenderung merugikan dirinya dan masyarakat disekitarnya. Biasanya mereka harus dirawat dirumah sakit jiwa, atau pada jaman dahulu dipasung.

Penyebab seseorang menjadi gila adalah ketidak mampuan dirinya mengelola tekanan yang menekan mentalnya, sehingga ia tidak lagi dapat menyeimbangkan indranya, keinginannya, tekanan atau tuntutan sekitarnya dan kehidupan sosialnya. Beberapa peneliti mengkaitkan ketidak mampuan ini dengan garis keturunan (DNA), sebab didapati beberapa kegilaan ternyata ada kecenderungan dialami juga oleh anaknya.

Didalam Alkitab, orang gila sering kali dikaitkan dengan pekerjaan iblis. Sebagai seorang beriman, kita juga mempercayai adanya roh jahat, iblis dan malaikat. Keberadaan mahluk rohani tersebut kerap kali diceritakan disekitar kita, walau saya belum pernah bertemu atau melihatnya, tetapi saya memiliki teman yang mempelajari ilmu sakti, ia menerima kesaktiannya dari penumpangan tangan dan ia merasakan tenaga dalam dirinya. Kemampuan untuk memindah barang sampai memindah sakit dapat dilakukan. Saat ia bertobat, segala kesaktian itu menghilang dan karena ia bertobat dalam ibadah kharismatik, maka disertai juga dengan pertunjukan manifestasi dari roh jahat yang meninggalkannya. Tiga hari kemudian, ia ditelpon oleh gurunya di kota lain dan menanyakan mengapa ia mengembalikan ilmunya? Ilmu yang dimaksud adalah roh jahat yang merasukinya.

Yudas juga tercatat dalam Alkitab pernah dirasuk oleh roh jahat (Luk 22:3) dan ia tidak gila, tetapi menjadi berani bertindak diluar pemikiran sehat dengan menjual Yesus, yang dihormatinya. Juga Saul tercatat juga Roh Kudus merasukinya dan ia bernubat dan disebutkan Alkitab, Ia menjadi “orang lain” (1 Samuel 10:6). Saat roh itu masuk dalam tubuh manusia, maka ada sesuatu yang berbeda yang terjadi. Entah itu menjadikannya luar biasa secara positif atau menjadikannya negatif.

Kerasukan roh jahat dalam Alkitab menunjukan bahwa roh yang merasuki seseorang adalah jahat dan membawa dampak negatif dalam tubuh orang tersebut. Salah satu dampaknya adalah membuat tekanan mental sehingga seseorang menjadi gila. Tekanan mental yang dialami Yudas membawanya naik keatas pohon dan menggantung diri. Orang gila Gadara tekanan mentalnya membuat ia merasa ingin mengakhiri hidupnya. Demikian banyak orang gila yang disebabkan oleh pekerjaan setan.

Jadi pada saat seseorang dirasuk roh jahat, didalam dirinya ada tubuh, jiwa dan roh plus roh jahat. Gambaran itu disebutkan dalam Alkitab seperti rumah yang kosong, dimana iblis dapat tinggal didalam manusia. Secara spiritual rumah yang kosong adalah gambaran roh manusia yang menjadi semakin lemah. Lemahnya roh manusia karena semakin jauhnya roh manusia dari Allah. Karena itulah maka roh jahat dapat berkuasa atas tubuh dan jiwa manusia.

Selain karena roh jahat, orang gila seperti yang dijelaskan pada awal-awal dapat terjadi tanpa kehadiran roh jahat dalam dirinya.

penyakit gila tidak membahayakan masarakat disekelilingnya, banyak penyakit gila yg tidak disadari di masarakat dan berbahaya bagi lingkungan a.l. :

-gila hormat, merasa sbg orang yang harus dihormati di lingkungannya, suka memuji diri sendiri.

-gila kuasa, merasa sbg org yg harus didengar di lingkungannya

-gila harta, semakin kaya semakin kikir krn takut kehilangan hartanya, apapun rela ditempuh
agar kaya, gunung apapun akan didaki untuk mendapat pesugihan, banyak yang menjadi-
kan kerabat2nya sebagai tumbal bagi kekayaannya.

-gila sex, ngebrowse konten2 pornografi setiap hari terus main di hotel, ini partai kenikmatan sex

yg saya maksut bukan gila seperti ini

selama yg saya lihat orang yg kejiwaannya terganggu sangat susah untuk di sembuhkan dan saya tidak pernah tau selama perjalanan hidup saya orang gila tersebut sembuh total

tubuh ini maksutnnya fisik ya jadi kalo luka2 karena jatuh,lah antar jiwa sama roh ini saya masih bingung,apa kalo orang bs sakit jiwa apa tidak bs sakit juga roh nya

bila jiwannya sakit apa roh nya tidak bs berbuat apa2

ada gereja yang mempunyai pelayanan di khusus orang2 sakit jiwa :

sekalipun sakit jiwa … ttp jika dipelihara dg kasih dan rohnya …terus menerus dibangun … rohnya akan menangkap hal yg baik dr Tuhan …
Tuhan juga peduli dengan mereka…

Tubuh manusia bukan saja terdiri dari lengan, siku, kepala, perut dan dada, masih ada jantung, usus, ginjal dan otak. Otak manusia adalah bagian paling penting dalam kehidupan sosial dan budaya. Otak manusia menyimpan semua kejadian, cerita dan segala yang tampak dimata, didengar, dirasa, dikecap dan dibau. Tetapi juga menyimpan perasaan dan ingatan akan emosi, seperti sedih, takut, marah dan sebagainya. Sehingga saat kita melihat sebuah bunga mawar merah, kita merasakan ingatan sebuah peristiwa percintaan kita dan juga emosi pada saat itu.

Jiwa dalam kedokteran bukan berkaitan dengan roh manusia atau nyawa manusia, tetapi kepada mental manusia. Beberapa pakar menyebutkan metal itu bagian dari otak kanan manusia, yang mengelola emosi, seni dan segala sesuatu yang abstrak. Bahkan saat kita menyebut, “hatiku terluka” tentu yang terjadi bukan jantung kita terluka atau limpa kita sakit, tetapi perasaan kita terluka. Bahkan terkadang terasa menusuk di jantung (karena itu sering sambil memegang jantung saat berkata tentang perasaan hati). Tetapi bukan jantung yang menyimpan semua memori tersebut, tetapi otak kita dan otak kanan adalah pengelola perasaan hati manusia.

Saat mental seseorang terganggu, ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada otak kanan mereka, pada ingatan dan kemampuan mengelola semuanya, sehingga melahirkan tindakan yang menyimpang yang disebut gila.

Sakit rohnya itu adalah istilah rohani, hanya ada dalam kehidupan beragama yang menyebutkan keadaan dimana ia jauh dari Tuhan (hidup dalam gelimang dosa). Tetapi istilah itu tidak ada dalam Alkitab, istilah itu lahir sebagai ungkapan saja. Roh manusia itu berasal dari Allah karena itulah maka manusia walau secara fisik sama seperti binatang, tetapi kita berbeda dengan binatang karena kita menerima roh dari Tuhan. Roh manusia itu bukan yang membuat manusia hidup dan bernafas, tetapi yang membuat mahluk hidup itu hidup adalah nyawanya. Nyawa atau jiwa dalam pengertian agama berbeda dengan jiwa dalam pengertan ilmu kejiwaan. Nyawa mahluk hidup ada karena terjadi proses pembelahan. Bukan bangkit dari kematian lalu tahu-tahu ada kehidupan. Mahluk mati tidak dapat menghadirkan sel telur, dan juga sperma, artinya tidak dapat menghadirkan kehidupan dari apa yang telah mati.

Didalam ilmu kedokteran jiwa manusia adalah identitas manusia itu sendiri, menyimpan sifat, kepribadian, pola berpikir dan bertindak, dan sebagainya.

Mengapa orang sakit jiwa yang dirawat di rumah sakit jiwa jarang ada yang sembuh. Seperti yang saya katakan tadi, bahwa jika sesuatu terjadi dan merusak otak kanannya, maka kemampuan menyeimbangkan indra dan sekitarnya menjadi terganggu dan mungkin rusak bersifat permanen. Berbeda jika ia menerima mujizat Allah, seperti orang buta melihat demikian orang gila juga dapat sembuh karena mujizat. Saat iblis diusir dari orang gila yang dirasuk oleh iblis, biasanya mereka sembuh, sebab kerusakan pada mentalnya terjadi karena pekerjaan iblis bukan kerusakan secara alami. Bahkan dokter percaya kegilaan seseorang itu diturunkan, seperti halnya resiko kanker. Ada beberapa orang memiliki resiko menjadi gila lebih besar dari orang lain, secara fisik.

Karena kondisi fisik inilah maka pengobatan orang gila tidak dilakukan oleh psikolog, tetapi psikiater. Sebab dibutuhkan obat-obatan untuk membantu stimulus tubuhnya. Ada yang bersifat meredam dan ada yang bersifat memperbaiki. Tidak semua gila tidak dapat disembuhkan, ada beberapa dapat sembuh (diluar mujizat) lewat proses terapi dan pengobatan.

keren urain dari bro krispus :afro:

ok sudah terjawab terima kasih om krispus

aku ada pertanyaan lagi apa orang gila itu karena kerasukan iblis atau ada yg tidak

apa Yesus pernah menyembuhkan orang gila yg tidak kerasukan iblis

atau semua orang gila itu pasti ada iblis yg ikut serta merusak kejiwaannya

he he jadi inget dulu ada singer & WL di gereja ane yg kena penyakit ini(maen cewe mulu),pdhal performancenya dashyat klo lg mimpin pujian&penyembahan.

ada juga yang gila karena mencontoh peri laku tokoh perjanjian lama

tuhan yesus memberkati

han

Kerasukan iblis tidak harus selalu menjadi gila. Seperti halnya kita menerima Roh Allah dalam diri kita sehingga Allah ada didalam diri kita, demikian juga roh jahat itu juga tinggal didalam diri manusia. Juga sama seperti Roh Allah yang ditinggal didalam diri kita, kita tidak melihat ada hal yang luar biasa terjadi, kita tidak bisa terbang, kita tidak bisa menembus tembok, atau hal-hal ajaib lainnya, tetapi kita menjadi beriman, kadang kita tidak tahu dari mana kita bisa begitu mengimani janji Allah, begitu mengasihi Allah, dan seakan mendorong kita untuk mentaati Firman Tuhan. Itu adalah pekerjaan ROH KUDUS. Beberapa nampak kehadiran ROH KUDUS lewat Karunia ROH KUDUS yang ditulis dalam Alkitab, beberapa melakukan mujizat, beberapa berkata-kata dengan marifat, hikmat dan sering saya jumpai pengakauan orang ide kalimat dan pengertian itu baru saja muncul dan diucapkan seakan ia mengerti. Demikian juga dalam gereja Kharismatik, bahasa Roh menjadi bagian dari berkomunikasi dengan Allah, menyembuhkan orang sakit dan sebagainya.

Roh jahat yang marasuki seseorang juga sama, ia terkadang tidak tampak tanda-tanda jasmani, tidak menjadi gila, tidak menunjukan kekuatan super atau prilaku menyimpang, tetapi tahu-tahu ia begitu membenci Yesus, membenci pengikutNya, tahu-tahu entah dari mana timbul keinginan untuk membunuh dan menyakiti dan berbagai kejahatan lainnya. Tetapi juga ada yang nampak atau istilahnya manifestasi, sehingga mengubah seseorang secara kasat mata. Seperti menjadi gila.

Dalam gereja Kharismatik saat seseorang yang diyakini kerasukan setan dan setan diusir sering kali terjadi peristiwa yang membuat bulu kuduk merinding, seperti wanita bersuara pria, lidah menjulur keluar panjang sekali, lebih kuat dari 10 orang yang memegangi walau kecil badannya, atau bahkan ada yang melayang. Hal itu secara kasar disebut gila, sebenarnya adalah kerasukan setan.

Gila secara umum dalam Alkitab perilaku yang tidak seperti manusia dan dianggap “hilang ingatan”. Seperti Daud berpura-pura hilang ingatan dan bertindak seperti “orang gila”, demikian juga Nebukanezar, saat kehilangan akal budinya, ia menjadi seperti binatang di kebunnya. Beberapa tindakan yang tidak bertanggung jawab dalam Amsal disebut juga dengan gila. Jadi jika kita jumpai kata “gila” di Alkitab tidak berarti ia kerasukan setan, melainkan seperti ilmu kedokteran, mereka mengalami sakit jiwa/mental.

Didalam Injil disebutkan orang kerasukan setan yang dibawa oleh Yesus, dan setan-setan diusir. Mereka yang kerasukan setan dalam Alkitab Perjanjian Baru bukan saja menjadi gila (seperti orang Gadara) tetapi juga ada yang menjadi menjadi buta dan bisu, ada juga yang malah bisa meramal dan sebagainya. Mereka disebut kerasukan setan, sebab kelihatan manifestasi dari roh jahat yang merasukinya.

Memang tidak mudah membedakan apakah seseorang kerasukan setan atau sakit jiwa, sebab saat seorang dirasuk setan, ia bisa menjadi seperti orang sakit jiwa dan lupa ingatan. Beberapa hamba Tuhan yang berkecimpung dalam pelayanan konseling pastoral beranggapan mungkin juga ada diantara orang-orang kerasukan setan yang disebutkan dalam Injil diantaranya mereka sebenarnya sakit jiwa saja, tetapi seperti yang saya katakan, sakit mentalnyapun dapat disebuhkan Tuhan sama seperti orang buta atau buntung kakinya. Istilah gila pada jaman itu lebih banyak dipakai kerasukan setan, sebab kesulitan membedakannya antara seorang yang seperti orang gila Gadara dengan orang gila yang lainnya yang dibawa kepada Yesus untuk disembuhkan. Tidak semuanya menunjukan peristiwa manifestasi keluarnya roh jahat, sebab tidak semua gila adalah dirasuk setan dan istilah dirasuk setan pada jaman itu menyebut tentang orang gila.

Jadi akhirnya dapat disimpulkan, apakah ia dirasuk oleh setan atau dia mengalami kegilaan secara medis, tidak lagi menjadi penting saat kita mendoakan dan memohonkan kesembuhan dari TUHAN, sebab baik cacat jasmani ataupun pekerjaan roh jahat, Allah sanggup menyembuhkannya.

Demikian penjelasannya, semoga mencarahkan.

sory baru baca.ok terima kasih om akhirnnya sudah tau saya

kan di alkitab ada kisah Tuhan Yesus ketemu org super kuat yg ga bisa diatur, nyakitin diri sendiri. Ini bukti orgil. Nah, kan orgil itu ternyata dimasukin roh jahat legion (banyak). Trs roh jahat itu diusir sama Tuhan. Mereka akhirnya masuk ke babi. Trs para babi jadi gila.

Lupa ayatnya dimana

Gila - hilangnya kendali / kontrol akan jiwa manusia, yang seharusnya dikendalikan oleh roh manusia itu sendiri, akhirnya dikendalikan oleh roh lain / yaitu roh jahat.

Memang gila berat itu sepenuhnya jiwa pikiran dan perasaan sudah dikendalikan oleh roh jahat, sedangkan roh manusia itu sendiri tidak bisa mengendalikan tubuh dan jiwanya lagi.

penyebab disebabkan oleh tekanan pada jiwa baik tekanan pikiran maupun tekanan batin. roh yang lemah itu yang memicu masuknya roh jahat untuk merebut kendali.

roh yang lemah = menyerah, hanyut dalam kesedihan, hanyut dalam kebencian amarah.

=======================================================================

gila itu ada tingkatannya :

  • gila 1 : roh jahat hanya memberikan pikiran2 cabul, jahat, nafsu yang tak terkendali. Seperti yang paulus katakan bahwa apa yang aku perbuat seringkali tidak aku kehendaki. orang itu akan terikat dengan dosa, dosa yang memberi ruang kepada roh jahat masuk dalam hati kita. Merebut damai sejahterah menjadi gelisah dan patah semangat memberi dorongan untuk bunuh diri, atau melakukan kejahatan, dorongan nafsu sek besar.

  • gila 2 : roh jahat menguasa pikiran dan perasaan. Disebabkan karena gejala gila1 tidak segera diantisipasi dan bertobat. Maka roh jahat mulai untuk menguasai kehidupan rohaniah kita.

  • gila 3 : roh jahat memegang kendali penuh atas tubuh dan jiwa. roh orang itu sadar kalau dirinya dikendalikan oleh roh jahat. kadangkala ia menangis dalam hati meminta pertolongan. akan tetapi roh mereka lemah.

=============================================================================

cara menyembuhkan :

  • kuatkan roh manusia yang lemah, walaupun kesadarannya hilang tapi ingat rohnya bisa mendengar. Beri nasehat firman dengan tegas untuk menguatkan roh yang lemah.
  • roh yang lemah menjadi kuat untuk bisa mengusir roh jahat keluar dari diri sendiri.
  • berdoa dan pelepasan.
  • cari penyebab kegilaan dan konsultasi rohani secara rutin setiap waktu.

.

kalau netter yg ini sangat tergila2 dgn perjanjian baru sampai dimana2 menyuarakan kampanye penolakan dan anti perjanjian lama.