kenapa orang percaya urapan Roh Kudus dibenci oleh hampir seluruh dunia?

Berita ini datang dari charisma, diliput juga diwawancara tv amerika. Silahkan cari beritanya di charisma news.
Dinyatakan disana, bahwa rakyat amerika, menghambat orang2 kharismatik dan pentacostal untuk menjadi presiden. Mereka menolak orang2 yang berhubungan dengan latar belakang kristen yang percaya urapan Roh Kudus, seperti, michelle bachman, rick perry, ataupun sarah palin, makanya dimedia sangat gencar juga mediskreditkan orang2 seperti sarah palin sebagai “rasilis”.

Benarkah ini fenomena saat ini? Apakah orang percaya begitu sulit menerima urapan Roh Kudus? Karena yang ditolak sebenarnya bukan orangnya tetapi imannya akan urapan Roh Kudus.

Perlu diperhatikan bahwa diamerika, pentacostal dan kharismatik adalah “minoritas”.

Disini juga sama. Kita yg minoritas jangan mimpi untuk jadi Presiden RI.

Ada bedanya bro, kalau kita lihat posisi minoritas kita disini dengan disana. Karena disana minoritas “kedalam”, bukan keluar. Disini minoritas keluar, ya tentu berbeda posisinya.

Karena orang Amerika tidak suka sesuatu yang tidak rasional. Mereka yang anda sebutkan kebanyakan memang lebih suka berbicara yang kurang rasional berkenaan dengan pekerjaan ROH KUDUS.

Jika kita sedikit-sedikit bicara tentang dunia roh, bicara tentang urapan (yang tidak kasat mata), bicara tentang kepenuhan Roh, tentang pengelihatan yang tidak dilihat orang lain, berterik keras-keras dengan bahasa Roh (walau tidak dianjurkan oleh Kitab Suci) dan nubuatan-nubuatan yang simpang siur dan mempercayainya seperti besok pasti terjadi, hal ini membuat risih mayoritas warga Amerika yang lebih menyukai sesuatu yang nyata dan logis.

Karena mayoritas itu meraasa risih dengan ajarannya, maka terciptalah kelompok ekslusif yang semakin membuat perpisahan lebih lebar dan pada gilirannya, didalam kepemimpinan dunia sekuler secara non formal hal itu menjadi sebuah penghalang untuk mereka yang seperti itu berkiprah.

Menurut saya wajar saja. Tinggal sekarang bagaimana mereka yang menerima urapan ROH KUDUS belajar untuk hidup tertip dan menjadi berkat bagi dunia tanpa marus menakuti dunia dengan pernyataan roh yang emosionil.

wah sudah digenapi kembali berarti…
“tetapi dunia membenci engkau” “tetapi dunia membenci Aku”

kalo amerika, mereka memang sudah bukan negara kristiani lagi, thanks to Obama… dia sendiri tuh yang deklarasiin

bahkan hari doa nasionalnya mereka, yg presiden sebelum sebelumnya telah tetapkan, telah di hapus sama obama, tapi konyolnya dia memperbolehkan umat islam berdoa di plataran WH pada hari yang telah dia dibatalkan sebagai hari doa nasional US…

@krispus
Apakah orang yang percaya Roh Kudus tidak hidup tertib? Mereka lebih tertib dari yang hidup gak percaya Roh Kudus, mereka ibadah, mereka berusaha tidak seks bebas, berusaha tidak narkoba, berusaha mengikuti peraturan dengan baik, lalu apanya yang hidup tidak tertib?? Senjata mereka adalah doa.
Kalau keluar kata kata seperti diatas dari seorang yang mengaku percaya Yesus, itu menurutku aneh, kenapa? Karena satu satunya ""yang dibuat takut oleh kehadiran Roh Kudus adalah --SETAN-- bukan manusia… Kalau anda menyatakan orang percaya urapan Roh Kudus harus hidup tertib supaya tidak menakuti dunia, sama saja anda menyatakan, "“buang Roh Kudus atau kesampingkan Roh Kudus supaya iblis tidak takut”… Hehehe… Jadi sekarang Roh Kudus yang harus tunduk kepada “dunia(setan)” ya? Hehehe…
Masalah manifestasi itu bukan ketakutan dunia akan Roh Kudus, karena mereka faktanya justru senang melihat manifestasi iblis yang yang ““lebih seram”” dari manifestasi Roh Kudus. Lihat aja lady gaga, jauh lebih serem kok gak ada yang protes?? Hey, jujurlah, manifestasi itu ““cuman alasan”” untuk menutupi inti penolakan saja. Yang ditolak Roh Kudusnya bukan manifestasinya!!
Saya kira ini perlu diperhatikan… Karena sangat penting… Orang selalu menyalahkan manifestasi sebagai biangkerok, padahal manifestasi iblis jauh lebih serem dianggap ok. Dari sini aja kelihatan, bahwa manifestasi hanya sebagai “kambing hitam” atas penolakan kepada Roh Kudus.

Shalom.