Kenapa pada ayat 1Kor 13:13, [faith alone] tidak dinyatakan sbg yg terbesar ?

Barusan buka2 alkitab online, dapet ayat:
1Kor 13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

If [faith alone] → then it makes no sense to me that love is greater than faith
If [faith working through love] → then it make sense that love is greater than faith

Pertanyaannya:
Jika [faith alone], maka kenapa pada ayat 1Kor 13:13, [faith alone] tidak dinyatakan sbg [yg terbesar] ?
Jika [faith alone], maka kenapa pada ayat 1Kor 13:13, [faith alone] tidak dinyatakan sbg [satu2nya yg diperlukan] ?

Silahkan…

Coz faith is nothing without an act

Kasih yang dimaksud itu bukan kasih kita terhadap Allah atau terhadap sesama, tapi kasih Allah terhadap kita:

1Yoh. 4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Karena kalau tidak ada kasih Tuhan melalui Kristus kita mau beriman sama apa? Kita mau berharap sama apa?
Makanya KASIH itu yang terbesar diantara ketiganya.

Sama seperti ayat faith working through love, love disini bukan love-nya kita, tapi Love-nya Kristus kepada kita. Kalau Kristus gak mengasihi kita sampai mati di kayu salib, mau beriman bagaimanapun juga juga gak bisa.

im 1000% agree with U Sir…

Jadi sso dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat TANPA dikasihi Allah ?
Jadi sso dapat memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung TANPA dikasihi Allah ?
Bukankah Allah mengasihi secara universal; baik orang jahat maupun org benar sama2 dikasihi Allah ?

So, kenapa anda memisahkan dua kata sebelumnya dgn kata terakhir pada ayat 1Kor 13:13 ?
Kenapa kata [iman dan pengharapan] kamu rujukkan pada kita, sedangkan kata [kasih] mencelat sendirian kamu rujukkan pada Allah dgn legitimasi ayat 1Yoh demi pembenaran konsep [faith alone versi taph–berbuat dosa semau2nya takkan dihukum] ?

Bukan tidak dikasihi Allah, tapi tidak menyadari akan kasih Allah terhadap dirinya.

Sebenernya sama aja. Ente menganggap seseorang harus mengasihi (punya kasih), lalu darimana kita bisa punya kasih? apakah dengan berusaha punya kasih kita jadi bisa punya kasih?

Alkitab mengatakan, I yoh 4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

Jadi dengan semakin sadar akan kasih Allah kepada kita membuat kita bisa mengasihi orang lain.

Mengenai 1 Kor 13:13, kalau ente mau nafsirkan ‘Kasih’ sebagai, “kasih kita terhadap Tuhan dan sesama”, boleh aja. Tapi balik lagi, gimana kita bisa mengasihi Tuhan dan sesama? Allah terlebih dulu mengasihi kita, bukan?

Ayat 1Kor 13:1-3 tertulis:
a. [tidak menyadari akan kasih Allah terhadapku]
atau
b. [tidak mempunyai kasih] ?

Jika kata [aku tidak mempunyai kasih] kamu rubah menjadi [tidak menyadari akan kasih Allah terhadapku]

Maka imo ayatnya jadi gak sejajar yg berbunyi:
Sekalipun aku menyadari karunia Allah terhadapku untuk bernubuat
dan aku menyadari akan pengetahuan segala rahasia Allah terhadapku
dan aku menyadari akan seluruh pengetahuan Allah terhadapku;
dan sekalipun aku menyadari akan iman Allah terhadapku yang sempurna untuk memindahkan gunung,
tetapi jika aku tidak menyadari akan kasih Allah terhadapku, aku sama sekali tidak berguna.
===>
coba kamu jelaskan dech pengertian dari kalimat diatas ?

Kok suka sekali mbulet dan bermain kata-kata sih???

Gini aja deh…oke ente menafsirkan ‘Harus punya kasih’, terus ente kasihnya ente itu dari mana? gimana caranya biar punya kasih?

Apakah dengan berusaha punya kasih?
Apakah dengan membagi-bagikan segala sesuatu yang ente punya?
Apakah dengan rela berkorban memberikan tubuh dibakar?

Apa hubungannya dgn [apa yg sedang dibahas] ?
Kerjaan ente itu kalo disodorin ayat yg bersifat [faith + work], ente belok2kan…

Note:

  1. Wa bukan dlm posisi mempertanyakan [siapa yg duluan mengasihi] atau [apakah A mengasihi tanpa dikasihi terlebih dahulu oleh Allah]…justeru sebelumnya wa dah mengutarakan opini wa ttg hal tsb iaitu bhw dlm hal mengasihi, imo Allah itu mengasihi scr universal; baik kepada org jahat maupun org benar… yg Allah benci itu [perbuatan dosa sso] bukan membenci [orgnya]…
  2. Sedangkan topik pembahasannya itu mencakup ttg konsepmu iaitu [faith alone versi taph = faith that is alone; tidak pake embel2 apapun]… btol ? makanya wa ketengahkan ayat 1Kor 13:13

Poin wa:

  1. [faith + love] ==> [faith that is not alone]
  2. [faith + love] =/= [faith alone]
  3. jika kamu bicara dgn kosakata yg tidak kontradiksi dgn EYD dan logika umum scr konsisten, maka kenapa pada ayat 1Kor 13:13, [faith alone versi taph = faith that is alone without embel2 apapon] tidak dinyatakan sbg yg terbesar ?

Ngerti apa yg sedang dibahas ?

Kalo ente gak mbulet, jelaskan aja atas dasar apa ente sesuka perut merubah kata [mempunyai] pada ayat 1Kor 13 secara tidak konsisten sehingga pengertiannya jadi acakadut ?

1Kor 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat
dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan;
dan sekalipun aku memiliki iman…,
tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Pada ayat 1Kor 13:2 terdapat 4 kata yg artinya [mempunyai], lantas kenapa anda terjemahkan:
F1: mempunyai karunia
=> mempunyai karunia
F2: mempunyai seluruh pengetahuan
=> mempunyai seluruh pengetahuan
F3: mempunyai iman
=> mempunyai iman
F4: tidak mempunyai kasih
=> tidak menyadari akan kasih Allah terhadapnya

F1-F3 terdapat kata [mempunyai] kamu artikan sebagaimana kalimatnya…
sedangkan F4 JUGA TERDAPAT KATA [mempunyai] SEPERTIMANA F1-F3,
namun kenapa kamu plintir sendirian agar sesuai dgn doktrinmu bhw [berbuat dosa semau2nya takkan dihukum] ?

Sekali lg wa ulang poinnya:
If [faith alone] → then it makes no sense to me that love is greater than faith
If [faith working through love] → then it make sense that love is greater than faith

So poin wa:

  1. [faith + love] ==> [faith that is not alone]
  2. [faith + love] =/= [faith alone]

Pertanyaan wa di TS:
Jika [faith alone], maka kenapa pada ayat 1Kor 13:13, [faith alone] tidak dinyatakan sbg [yg terbesar] ?
Jika [faith alone], maka kenapa pada ayat 1Kor 13:13, [faith alone] tidak dinyatakan sbg [satu2nya yg diperlukan] ?

Rephrase:
Jika kamu yg berprinsip [faith alone versi taph; faith that is alone tanpa embel2] tsb bicara secara konsisten menggunakan kosakata bahasa indonesia yg tidak kontradiksi dgn EYD dan logika umum,
Maka kenapa pada ayat 1Kor 13:13, [faith alone versi taph; faith that is alone tanpa embel2] tidak dinyatakan sbg yg terbesar ?

Perlu wa ulang lagi [apa yg sedang dibahas] agar gak kamu belokkan lg seperti biasanya tiap kamu disodorin ayat ttg [faith + works] ?

Lho,
Saya itu konsisten, keselamatan adalah hanya oleh iman, bukan perbuatan.
Beriman sama apa? yaitu beriman kepada kasih Allah kepada manusia yang melalui Yesus Kristus menebus manusia dari dosa. Ente tau arti beriman kagak?

Itu yang namanya faith works through love. Love disini adalah kasih Allah kepada kita.
Karena kasih Allah kita jadi bisa punya iman,
Karena kasih Allah kita jadi bisa punya pengharapan,
Karena kasih Allah kita jadi bisa punya kasih.

Ente dengan ngawurnya mau memaksakan faith+love jadi syarat keselamatan? Ente mau maksain supaya ‘love’ itu artinya perbuatan baik mengasihi.

Makanya saya nanya, coba pikir, ente bisa punya kasih itu dari mana?
dengan berusaha? dengan membatin? atau dengan langsung bertindak membagi-bagikan yang ente punya? atau dengan rela memberikan diri untuk dibakar?

Ente malah gelagepan, kalap, terus balik pake taktik basi, EYD lah, kosa kata lah, bikin kalimat diputer-puter supaya pendapat saya jadi salah. Abis ini apa lagi yang keluar? tuduhan antinomian? nuduh saya pendosa besar paling bejat? nuduh saya bilang alkitab gak berlaku?

Seek…seek…menyedihkan amat sih elo…

Sapa yg tanya ?
Sapa yg bahas beginian ?
Bisa baca kagak ?
Baca lagi apa yg dibahas!
Udah wa ulang jelasin apa poinnya, apa topiknya!
Jangan strawman sendiri!

Ente dengan ngawurnya strawman sendiri mau memaksakan [berbuat dosa semau2nya kelak bangkit bukan untuk dihukum] ?
Ente mau maksain bhw [love =/= perbuatan mengasihi] ?

Baca lagi apa yg dibahas!
Ente kegedean strawman, ngerti apa yg dibahas aja kagak!

Iya, saya sudah baca yang ente tanyakan.
Dan pertanyaan ente itu berangkat dari pemahaman yang salah. Makanya saya coba betulin…
Masak ‘keselamatan oleh iman’ lalu langsung ditemplokin pake ayat ‘iman pengharapan dan kasih’?

Dibaca pelan-pelan penjelasan saya supaya bisa ngerti.

[Berangkat dari pemahaman yg salah] ==> tulisan wa di trit ini yg mana ?

Coba quote, agar bisa dibahas lbh lanjut; apakah memang pemahaman saya salah, atau kamunya yg ngasal klaim ngasal tuding ajaran org lain sbg salah dgn modal [appeal to faith] doang.

Jika yg kamu sebut [berangkat dari pemahaman yg salah] tsb ternyata tidak bisa kamu quote [tulisan saya di trit ini], maka kalimatmu [berangkat dari pemahaman yg salah]:
==> BONEKA JERAMIMU SENDIRI, sedangkan [apa yg memang pertanyaan SdT] itu sendiri tidak kamu sentuh
==> dgn kata lain; topiknya ngomongin apa, sudah dijelaskan oleh TS poinnya gimana, tentang gimana… kamunya ngarang topik sendiri lalu ditemplokkan atas nama SdT seolah2 [topik saya = topik hasil karanganmu] aka membelokkan topik saya!
==> kamu itu mau diskusi dgn [boneka jeramimu sendiri berlabel nama SdT] atau mau diskusi dgn [SdT] ?

Oke, gini…
Ente nanya kepada yang percaya keselamatan hanya oleh iman [faith alone], kok di 1 kor 13:13 ada 3, iman, pengharapan, kasih. Malah dibilang kasih yang paling besar.

Gitu kan?

Pertanyaan ini dari hasil ente yang ngawur nemplokin sembarangan.
Lihat konteksnya dong.

Saya kasih cerita ilustrasi deh…biar ente ngerti.

Si cuplis kerja di perusahaan besar. Suatu hari bos-nya si cuplis berkata, “barang siapa dateng hari minggu besok ke kantor akan dikasih bonus 20jt”. Karena cuplis percaya, dia beneran dateng. Dan bener, dia dapet duit cuma-cuma 20jt dari bosnya.

Si Sook d Tauk, yang kagak dateng dan kagak dapet duit nanya, “Cuplis dapet duit karena prestasi dia atau karena apa?”, Cuplis jawab, “Bukan karena prestasi saya, tapi karena saya percaya kemurahan bos yang mau ngasih duit.”

Nah ini yang namanya Cuplis dapet duit hanya karena iman (percaya) bukan perbuatan (prestasi).

Kemudian setelah dapet bonus dari Bos, cuplis semakin giat bekerja, semakin percaya kebaikan bosnya, semakin mengasihi rekan-rekan sekerjanya, semakin punya pengharapan akan naik posisi.

Melihat kenyataan ini si Sook d Tauk nanya lagi, “loooh, katanya karena percaya doang, kok sekarang ada percaya, mengasihi dan pengharapan?”…

Nah bisa ente nilai, betapa b*go-nya pertanyaan si Sook d Tauk ini.

Semoga Seek d Truth bisa ngerti…

  1. Baca warna biru, jangan ngasal nuding doang cari ribut di trit orang!
  2. Baca warna biru, bukti bhw wa [ngawur nemplokin sembarangan] itu apa ?

Baca lagi kalimat wa yg berwarna biru ==> itu yg seharusnya anda berikan, sehingga tudingan anda terhadap SdT ada buktinya…
Diatas yg kamu beri ialah karanganmu sendiri untuk membuktikan bhw [pertanyaan yg SdT ajukan berangkat dari pemahaman yg salah] dan bukan [apa yg memang SdT tulis di trit ini]
SEKARANG KAMU CARI TULISAN SAYA DI TRIT INI YG SINKRON DGN ILUSTRASI KAMU AGAR KAMU NGERTI [APA YG DIBAHAS]!

Perbuatan anda itu banyak yg bisa, gak ada mutunya, modalnya cuman ngarang boneka jerami berlabel nama your opponent, dituding2 sendiri lalu koar2 mengklaim [your opponent terbukti salah]

[quote="alephtav post:3, topic:185471"] Kasih yang dimaksud itu [u][b]bukan[/b][/u] kasih kita terhadap Allah atau terhadap sesama, tapi kasih Allah terhadap kita: [/quote] [quote="alephtav post:6, topic:185471"] Bukan tidak dikasihi Allah, tapi tidak menyadari akan kasih Allah terhadap dirinya. [/quote]
Sebentar bilang [kasih yg dimaksud ialah kasih Allah terhadap kita] Sebentar berbalik bilang [bukan tidak dikasihi Allah] :rolleye0014: >>>

Kamu baca komentarmu, lalu baca pertanyaanku.
Sambungin coba ?
Kalo kamu konsisten, maka jangan cuma kata [mempunyai] pada F4 doang yg kamu ganti, tetapi gantilah kata [mempunyai] pada F1-F3 di ayat 1Kor 13:2 dan jelaskan gimana pengertian dari [kalimat yg telah dikonsistenkan] tsb.
Sebab logika kalimatnya itu [(mempunyai …) - (mempunyai …) - (mempunyai …) - (mempunyai …) = sejajar dlm 1 kalimat] sehingga kalo kamu ganti satu ya mestinya kamu ganti semua ke-empat2nya agar kalimatnya jadi konsisten!

Dgn kata lain:
F1: mempunyai karunia = karunia dlm diri sso bukan ?
F2: mempunyai seluruh pengetahuan = seluruh pengetahuan dlm diri sso bukan ?
F3: mempunyai iman = iman dlm diri sso bukan ?
F4: mempunyai kasih = konsistensinya iaitu kasih dlm diri sso juga dong ?

Nah kalo kamu ganti satu kata, maka konsistensinya ya ganti semua jadi begini:
F4: mempunyai kasih = menyadari kasih dlm diri Allah terhadapnya.
F1: mempunyai karunia = menyadari karunia dlm diri Allah terhadapnya juga dong ?
F2: mempunyai seluruh pengetahuan = menyadari seluruh pengetahuan dlm diri Allah terhadapnya juga dong ?
F3: mempunyai iman = menyadari iman dlm diri Allah terhadapnya juga dong ?WHAT? ALLAH BERIMAN TERHADAPNYA (GARA2 KALIMATNYA DIGUBAH OLEH ALEPHTAV)??

Nah, sudah jelas banget poin saya… silahkan anda jelaskan gimana pengertian dari [kalimat yg telah dikonsistenkan] tsb.

Dibaca dong urutan diskusinya. Saya bilang apa, ente jawab apa. Bukan asal main comot dirangkai sendiri. emang kebiasaan potong-potong diskusi untuk bahan fitnah ente ini.

>>>Lho, Saya itu konsisten, keselamatan adalah hanya oleh iman, bukan perbuatan. ...

Kamu baca komentarmu, lalu baca pertanyaanku.
Sambungin coba ?
Kalo kamu konsisten, maka jangan cuma kata [mempunyai] pada F4 doang yg kamu ganti, tetapi gantilah kata [mempunyai] pada F1-F3 di ayat 1Kor 13:2 dan jelaskan gimana pengertian dari [kalimat yg telah dikonsistenkan] tsb.
Sebab logika kalimatnya itu [(mempunyai …) - (mempunyai …) - (mempunyai …) = sejajar dlm 1 kalimat] sehingga kalo kamu ganti satu ya mestinya kamu ganti semua ke-empat2nya agar kalimatnya jadi konsisten!

Silahkan


Ngartiin kalimat pake dinomorin F1-F4? teknik darimana lagi ini…
Masak penjelasan sederhana gitu aja ente kagak ngerti?

Oke lah, kalau ente kagak mau terima penafsiran saya, jadi penafsiran ente sendiri gimana?
Saya sudah pertanyakan, kalau maksud ente itu orang harus punya kasih, kasih itu muncul dari mana? membatin? merenung? atau langsung action memberikan semua yang ente punya? merelakan tubuh untuk dibakar?

Ente malah gelagepan kalap, terus ngeles bilangnya bukan itu pembahasannya…
Seek…seek…omong doang digedein.

Apa coba jelaskan ?
Agar terbukti bhw wa memfitnah anda, jangan modalnya cuman klaim kosong ngasal tuding org lain “memfitnah blah blah”

contoh; cuplis juga bisa ngasal tuding ente “pemfitnah, pembunuh, dll…”
kalo ditanya buktinya: klaim kosong cuplis sendiri… pokoknya apa yg cuplis klaim itulah buktinya (walau cuplis gak punya evidence bhw taph sorang pembunuh)
==> ini namanya cuplis itu tukang cari ribut, pemfitnah, gak ada mutunya diladenin org beginian gak pantas dianggap sbg teman juga!

Wa bilangin ya, kalo kamu mau coba2 jelasin… akibatnya justeru kamu yg terlihat ting tung!

nih wa buktikan:

1Kor 13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu:
iman => [iman dlm diri sso] atau [iman dlm diri Allah] ?
pengharapan => [pengharapan dlm diri sso] atau [pengharapan dlm diri Allah] ?
kasih => [kasih dlm diri sso] atau [kasih dlm diri Allah] ?
dan yang paling besar di antaranya ialah kasih

Tuh jawab… kamu mau merusak ayat alkitab makin parah lagi ya terserah… kamu yg tanggung sendiri akibatnya.

Andai sso bukan sorang antinomian tukang perkosa ayat alkitab, nafsir seenak perut, ayat dipelintir2 agar deemed suit and fit dgn nafsunya sendiri maka gak perlu sampe dibedah struktur kalimatnya…
Udah dibedahpun, org itu tetap aja menolak sebab dia memang antinomian!

Bedakan dech dgn kk Hen2:

Tuh taph, kamu setuju gak dgn pendapat kk hen2 ?

Kamu itu menjelaskan apaan ?
Pertanyaan saya aja gak kamu jawab kok koar2 dirimu menjelaskan ?
Itu pertanyaan saya terpampang didepanmu, tidak kamu sentuh… kok bisa2nya kamu koar2 [menjelaskan] !
Kamu itu menjelaskan [boneka jeramimu sendiri berlabel nama SdT] tanpa menyentuh [pokok bahasan dari SdT beneran] aka strawman!
Paham ?!

Kagak baca quote diatas ?
Kagak baca di TS ?
Lantas apa dari [tulisan saya] yg kamu baca sbg [apa yg memang tulisan saya] dan bukan kamu baca sbg [tulisan boneka jeramimu berlabel nama SdT] makanya sampe kek org yg gak baca bhw di TS, di reply terhadap kamu juga terdapat penafsiran saya ?

Apa hubungannya dgn poin yg dibahas di trit ini ?
Pertanyaan kamu itu juga sudah saya jelaskan diawal agar tritnya gak ngalor ngidul akibat ulahmu!
Masa ditanyakan lagi itu kamu ituuu waaah !!!
Kalo kamu cuman mau [berdiskusi dgn boneka jeramimu sendiri]…
Saya mohon agar anda jangan mengacau di trit saya, silahkan bikin trit sendiri atau bikin blog saja sebab kamu maunya menanggapi [boneka jeramimu sendiri]… terima kasih!