Kenapa sh Tuhan ciptain pohon pengetahuan ttg yg baik dan jahat?

Berdasarkan isi Kej 2: 9

  • Kenapa sh Tuhan ciptain kedua jenis pohon ini kalo toh dilarang untuk dimakan buahnya?
  • Kan Tuhan Maha Tahu yh, berarti dia udah tau dong manusia bakalan jatuh dalam dosa. So, kira2 tujuan Tuhan ciptain manusia itu apa sh sebenarnya gambling kah, coba2, atau ada tujuan khusus yg lain ya?

btw maaf yh kalo trnyata udh pernah ada judul post yg sama. :slight_smile:

@Erincristia :

Coba Anda baca-baca dulu di SINI.

kalau pendapatku Pohon larangan itu adalah sarana yang dibuat Tuhan untuk menjadikan manusia itu mencapai karakter seperti Pencipta. pohon itu adalah sarana agar manusia itu dapat melatih sifat sifat pengendalian diri, Kesabaran, Penurutan, mencapai kedewasaan dalam menggunakan kuasa memilih.

pohon itu melambangkan hukum Tuhan.
ukuran yang digunakan kepada kesetiaan seseorang adalah ketaatannya kepada perintah yang ada.

tanpa hukum tidak akan ada pengetahuan antara yang salah dan benar, itulah kenapa nama pohon itu adalah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Kejadian 2:9

salam kenal Erincrsitia :wink:
TYM

- Kenapa sh Tuhan ciptain kedua jenis pohon ini kalo toh dilarang untuk dimakan buahnya?
Allah menciptakan mansia dg satu tujuan: Agar manusia itu [b]memuliakanNya[/b] di bumi.

Yes43:7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Tujuan tsb baru bisa terlaksana bila ada sarana pendahuluannya yaitu buah dari kedua pohon tsb.

Saya sertakan ay sbb , agar kita mendapat sedikit lebih jelas:
Yang berkaitan dg buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat (ppbj):
Rom8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,

Yang berkaitan dg buah pohon kehidupan:
Ef1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.(bold itu telah menjadi dasar dari manusia yg akan diciptakanNya sejak sebelum dunia dijadikan ).

Rom8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.(berpadanan dg bold yg di Ef1:4 )

- Kan Tuhan Maha Tahu yh, berarti dia udah tau dong manusia bakalan jatuh dalam dosa. So, kira2 tujuan Tuhan ciptain manusia itu apa sh sebenarnya gambling kah, coba2, atau ada tujuan khusus yg lain ya?
Kita sering tdk bisa menerima kebenaran dari paparan saya di atas , karena kita lebih fokus pada satu kejadian (jatuh dalam dosa) dari pada pada tujuan akhir /goal dari apa yg Allah rencanakan sejak sebelum dunia dijadikan, spt yg saya tulis di atas bhw [b]manusia tdk akan dapat memuliakan Allah bila proses lengkap hingga manusia itu dianugerahi dg anugerah hidup dari Allah tdk terjadi[/b].

Pertanyaan sisipan: bagaimana anugerah hidup dari Allah itu bisa sampai kepada manusia ?.

Ketika manusia belum ada (belum ada alam sementara ini) , di alam kekal telah ada Allah, malaikat dan iblis.
Kalau manusia itu tdk jatuh dalam dosa , mk manusia akan spt malaikat dan iblis yg kekal hidupnya tdk akan mati, sakit bersalin (krn di alam kekal tdk ada replikasi/beranak pinak ,walau ada perintah Kej1:28 tapi batasan alam kekal akan dg sendirinya membatasi mrk untuk tidak bisa beranak pinak sampai mrk menjadi makhluk tdk kekal/bisa mati barulah ay tsb bisa terjadi), mereka tdk akan mengalami kemajuan /perkembangan otak spt perkembangan teknologi,perkembangan peradapan ( malaikat pd saat Adam sama hebatnya dg malaikat saat ini mrk tdk mengalami spt zmn batu dan zmn komputer, tdk ada malaikat dalam usia balita dan dewasa semua sama ).

Dengan kemudian manusia yg jatuh kedalam dosa, sampai disini apakah sdr Erincristia mengatakan : Allah pencipta dosa .
Saya harap sdr sudah mengerti dan tdk ada statement spt di atas (goal hanya tercapai bila proses lengkap terjadi).
Sebelum ada manusia , iblis telah ada, Allah menggunakannya untuk tujuan besar Allah, bolehkah ? tentu krn Allah adalah berkuasa atas semuanya.
Jadi implisit memang Allah menyediakan suatu peluang untuk jatuhnya manusia(Rom8:20 ), tapi eksplisit tidak shg penghakiman tdk bisa di veto.

MIsalkan manusia tertipu iblis pada hari ke 5, maka artinya 4 hari sebelum hari itu manusia tdk tertipu (walau sangat mungkin iblis sdh berupaya menipu dari hr ke 1 , karena memang itulah naturenya ), ini berarti pula sebenarnya bisa juga hari ke 5 itu berakhir spt 4 hari sebelumnya (tdk tertipu), dan ini berlaku pula dg hari ke n dimana n mendekati tak hingga -----> maka secara eksplisit Allah tdk bisa dituduh pencipta dosa .

Salam.

Supaya manusia jatuh dalam dosa.

Trims yh kk Shadowing sudah menbagi link nya, cukup mencerahkan buat saya.
Tapi masih ada sedikit pertanyaan lagi nh kk, boleh yh? :slight_smile:

Saya masih bingung yang mana sebab dan yg mana akibat. Dikatakan bahwa Tuhan sudah tau bahwa manusia bakal jatuh dalam dosa bahkan sebelum manusianya sendiri dibentuk, jadi sebagai Sang penulis skenario kehidupan sbenarnya yg membuat manusia jatuh dalam dosa itu manusia nya atau ternyata Tuhan yh kk soalnya kn jika ibarat pena yg ada di tangan Tuhan kan Beliau bisa milih utk menulis bahwa kelak manusia itu bakal berdosa atau tidak atau kira2 ada sudut pandang yg lain yh dimana ada bagian2 yg tidak bisa diintervensi bahkan oleh Allah sendiri misalnya?

Hai kk Simatupang, salam kenal juga yh. Makasi nh udh komen di mari :slight_smile:
Btw disini kk katakan bahwa kedua pohon tsb diciptain salah satunya buat melatih ketaatan dan ngembangin kedewasaan Adam & Hawa, tapi yang jadi pertanyaan saya, bukannya Tuhan udah tau kan yh tingkat kekuatan manusia dalam menghadapi pencobaan seperti tertulis dalam ayat ini,

1 Korintus 10 : 13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya”.

• Jadi kenapa Tuhan ga buat pencegahan sejak dini aja sh dulu waktu di Taman Eden misalnya agar manusia ga sampe jatuh dalam dosa, kn Tuhan ga mesti repot2 buat turun sendiri ke bumi lagi?

• Disebutkan di Alkitab bahwa Tuhan Maha Tahu kn yh berarti Beliaunya udah tau dong skenario kehidupan manusia bakal gimana dari awal Bumi terbentuk sampe berakhir kelak. Tapi yg buat sdikit bingung itu kalo dikatakan semua hal di bumi ini terjadi atas seizin Tuhan jd hubungan antara izin Tuhan dgn “free will nya” manusia itu gimana sh?

• Misalnya Tuhan udh tau nh si A bakal terpilih jadi pengikut Kristus tetapi si B tidak, apa mungkin skenario itu bisa berubah di tengah jalan bahwa akhirnya krn satu dan lain hal ternyata si B akhirnya selamat juga? kan bakal aneh tu krn masa Tuhan kita bisa salah prediksi begitu kn mustahil yh. Itu dia yg masih agak kabur buat saya kk. :slight_smile:

Makasi kk Adhy udah mampir disini
Btw jika manusia itu diciptakan utk memuliakan Tuhan, itu bukan berarti Tuhan kita gila hormat kan yh soalnya bahwa batu2 pun bisa Ia perintahkan utk memuji Dia jika Tuhan mau kok seperti dalam
Lukas 19:40 “Jawab-Nya: “Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak”.
Jadi bentuk memuliakan yg Tuhan inginkan itu sebenarnya seperti gimana sh kk?

Berdasarkan Ef 1:4 bukankah itu berarti Tuhan sudah tau siapa saja yg bakalan selamat pada akhirnya, berarti apakah Tuhan kita itu punya sifat pilih kasih yh dan apa gunanya lagi Tuhan suruh para rasul & setiap orang percaya utk menjalankan Amanat Agung seperti dalam Mat 28:19-20 itu krn bukankah Tuhan sudah menentukan orang2 yg dia pilih sejak semula bahkan sebelum bumi dibuat, kok sepertinya Tuhan kita terkesan lebih suka cara yg repot buat menyelesaikan persoalan yh? :slight_smile:

Disini kk katakan bahwa yg ciptakan dosa itu bukan Tuhan kn yh, jadi apakah pencipta dosa itu iblis dan kalau begitu kenapa Tuhan harus nunggu akhir zaman dulu sh baru menghakimi iblis apakah sengaja atau bagaimana kira2 yh kk?
(btw maaf loh yh kk bilamana ada kata2 yg membuat kurang berkenan) Trims :slight_smile:

Trimakasih buat jawabannya, ada penjelasan lebih lanjutkah kira2? :slight_smile:

Memuliakan= mulut dan hati manusia itu mengatakan bahwa kemuliaan itu hanya untuk Allah saja.

Sebelum dunia dijadikan Allah mempunyai kehendak agar ada manusia di bumi yg akan memuliakanNya, mulailah Allah merencanakannya , rencana itu di bukukanbNya sbg kitab kehidupan , di dalam kitab itu ada banyak nama : Adam, Hawa , Habel, Set,…Nuh, …Abraham, …nama urutan terakhir.

Kemungkinan:

  1. Semua mrk dicipta barengan , di taroh di Eden, tdk ada ppbj, tdk ada iblis .
    Dalam kemungkinan 1. ini pasti mrk semua hidup kekal di Eden.
    Selang sejuta tahun kmdn (misal), ditanyalah mereka : “mengapa kalian bisa hidup mulia di Eden ini, tdk seperti tuh si iblis dan sekutunya yg di buang ke api kekal ?”
    Jawab mrk: "Ya tentu saja, kami kan memang manusia mulia yg diciptakan segambar dan serupa Allah ".
    pertanyaan: apakah jawaban mrk memuliakan Allah ?.

  2. Semua di ciptakan bareng di Eden di sana diberi ppbj, mrk di beri freewill (positive and negative will) jadi dr diri mrk sendiri bisa menentukan mau patuh apa memberontak Allah (persis seperti ketika Allah mencipta malaikat untuk melayaninya).
    Selang sejuta tahun kemudian Allah datang menghakimi mrk yg makan buah ppbj saat itu langsung mati, yg sisa hanya yg patuh tdk makan buah ppbj.
    lalu ditanyalah mrk yg masih hidup itu: " mengapa kalian bisa tetap hidup dan mulia di Eden ini , tdk spt mereka yg mati di buang ke lautan api bersama iblis ?".
    Jawab mrk:" tentu saja, karena kan kami ini patuh akan perintah Allah ".
    pertanyaan: apakah jawaban mrk memuliakan Allah ?.

3.Mereka dicipta bertahap spt tertulis di Alkitab.
nanti di langit yg baru dan bumi yg baru ditanyalah mereka yg menang itu: “mengapa kalian bisa ada di sini dg hidup mulia bersama Allah tdk spt mereka yg di buang ke api kekal ?”.
Jawab mereka:" sebenarnya tidak ada sesuatu apapun pada kami yg lebih dari mereka itu, kalau mrk dibuang ke api kekal selayaknya pula kami juga (Yes64:6 , Yes26:12 ,Why19:8 ), kalau sampai kami sekarang ada disini semua itu hanya karena kemuliaanNya saja ".
pertanyaan: jawaban itukah yg di katakan memuliakan Allah itu ?.

Berdasarkan Ef 1:4 bukankah itu berarti Tuhan sudah tau siapa saja yg bakalan selamat pada akhirnya, berarti apakah Tuhan kita itu punya sifat pilih kasih yh dan apa gunanya lagi Tuhan suruh para rasul & setiap orang percaya utk menjalankan Amanat Agung seperti dalam Mat 28:19-20 itu krn bukankah Tuhan sudah menentukan orang2 yg dia pilih sejak semula bahkan sebelum bumi dibuat, kok sepertinya Tuhan kita terkesan lebih suka cara yg repot buat menyelesaikan persoalan yh? :)
Allah tidak pilih kasih. Allah hanya punya rencana kehidupan sejak sebelum dunia dijadikan ( mk disebut kitab kehidupan), Allah tdk punya kitab mati/rencana kematian, tapi memang Allah [b]menyimpan[/b] iblis untuk hari penghakiman , krn penghakiman itu di akhir dari bumi sementara ini ,dan dasar hukumnya juga hukum yg di undang kanNya selama ada manusia di bumi ini mk baik yg kalah dalam proses pemurnian (Why3:5) maupun iblis yg disimpanNya untuk hari penghakiman haruslah dihakimi dg dasar hukum yg sama, iblis adl makhluk roh bagaimana bisa didapat bukti materiil yg bisa dibawa ke pengadilan akhir?, mk haruslah ada kemah yg bisa mengejawantahkan bukti materiil itu (debu di Kej3:14), siapakah mrk? = org2 yg lahir dari darah dan daging Yoh1:12-13, Rom9:7-8 , Kel11:5-7 , anak2 manusia di Kej6 , yg tdk tertulis di kitab kehidupan sejak dunia dijadikan Why17:8 dan Why13:8 , Yudas di Yoh6:70 , Kain di 1Yoh3:12 , salah satu contoh ahli taurat di Yoh8:44 , perumpamaan babi2 di Mark5:10-12 , dan masih banyak contoh lainnya.

Amanat agung di Mat 28 pada dasarnya adl ditujukan pada milikNya/lahir dari Allah/nama2 di kitab kehidupan.
Tapi memang betul tdk ada satu manusiapun yg tahu ciri fisik dr yg milik Allah ini, sebab memang tdk boleh manusia tahu, hanya Allah saja yg tahu persis mrk, mk haruslah diberitakan sampai keujung bumi.
Satu lagi tambahan:

Mat13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
Apakah semua orang bertelinga (rohani )?.
Ditujukankah FT di atas kepada yg tdk bertelinga ?.
Apakah yg bertelinga akhirnya pasti mendengar ?
Mengapa tdk dikatakan :siapa bertelinga pastilah mendengar ?

Jawabannya tepat untuk menjawab:

kok sepertinya Tuhan kita terkesan lebih suka cara yg repot buat menyelesaikan persoalan yh? :)

bersambung

sambungan

Disini kk katakan bahwa yg ciptakan dosa itu bukan Tuhan kn yh, jadi apakah pencipta dosa itu iblis dan kalau begitu kenapa Tuhan harus nunggu akhir zaman dulu sh baru menghakimi iblis apakah sengaja atau bagaimana kira2 yh kk?
Kalau Ada perintah Tuhan untuk iblis: hai iblis , tipulah manusia itu spy jatuh ! , ----> mk benarlah Allah sendiri yg mencipta dosa ?, dan kalau sdh begini pasti tdk ada penghakiman, dan iblispun tdk bisa dibawa kepenghakiman.

Disimpan sampai akhir zmn adl untuk tercapainya tujuan Allah mencipta manusia yaitu spy manusia memuliakan Allah.
Tanpa adanya kemah iblis = iblis tdk bisa di hakimi, manusia tdk bisa memuliakan Allah krn tdk ada peer yg sbg pembanding (yg lahir dari darah dan daging/cangkang akan menjadi kemah iblis (pasti) Kej3:14.

(btw maaf loh yh kk bilamana ada kata2 yg membuat kurang berkenan) Trims :)
Tidak usah sungkan2 ,saya senang berdiskusi dg sdr Erincristia :afro:

Salam.

ya sangat betul, menurutku pohon itu adalah sarana yang ditetapkan Illahi agar manusia dapat mencapai sifat Illahi.

1 Korintus 10 : 13 [i]“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya”. [/i]

sangat setuju dengan ayat itu. :wink:

• Jadi kenapa Tuhan ga buat pencegahan sejak dini aja sh dulu waktu di Taman Eden misalnya agar manusia ga sampe jatuh dalam dosa, kn Tuhan ga mesti repot2 buat turun sendiri ke bumi lagi?

bailah mari kita bahas.
sesuai dengan karakter Tuhan (1 Yohanes 4:8), bahwa Allah adalah Kasih. waktu Tuhan menciptakan Pohon Pengetahuan baik dan Jahat itu, Tujuannya bukanlah supaya manusia Jatuh dalam dosa. tetapi agar manusia itu melatih kuasa memilihnya, agar dapat bertumbuh ke arah Dia, yaitu Yesus Pencipta.

Tuhan menempatkan Pohon larangan baik dan Jahat di tengah taman eden, saya percaya karena Allah mengetahui manusia tentu pasti sanggup mengatasi pencobaan seperti ayat yang kamu kutip. 1 Kor 10:13 dan menurutku lagi pohon di tengah taman itu adalah pencobaan biasa biasa saja. itu bukan yang rumit. :smiley: :smiley:

yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah: kalau begitu mengapa manusia jatuh dalam dosa, ?

inilah jawabanku :
semua makhluk berpikir yang memiliki akal budi (Manusia, Malaikat) memiliki potensi untuk jatuh. semua makhluk yang dapat menggunakan kuasa memilihnya antara ya atau tidak, menurut atau melanggar punya potensi untuk jatuh. itu sudah pasti.

itulah kenapa manusia dapat jatuh dalam pencobaan. Dia gagal mencapai standar Illahi, gagal menggunakan kuasa memilih-nya.

betul bahwa Allah Maha Tahu, sebelum jatuh dalam dosa, Allah telah melihat dan mengetahui. tetapi potensi untuk jatuh ini, menyerang siapa saja, apakah malaikat atau manusia, atau siapapun yang di dalam dirinya memiliki kuasa untuk memilih benar atau salah. anda atau saya, siapapun punya potensi untuk melanggar.

menurutku:
Allah tidak boleh dipersalahkan karena dosa, dosa bukan kehendak Allah, dan Tuhan tidak membuat atau menulis skenario supaya manusia berdosa tidak, tidak, tidak pernah begitu. betul bahwa Allah dapat mengontrol kuasa manusia untuk memilih yang baik baik saja, tetapi Allah tidak melakukannya, karena manusia yang dikendalikan kuasa memilihnya tidak dapat mengasihi Allah dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budinya…

salam
:slight_smile:
TYM

Saya sudah membaca hampir keseluruhan pengetahuan yang di lontarkan oleh masing-masing orang dengan iman masing-masing. Saya pun akan menjawab menurut apa yang diterangkan kepada saya. Memang Tuhan menempatkan pohon itu ditengah-tengah taman dan juga ada pohon lain yang hampir sama dengan itu. Kedua pohon itu adalah pohon terlarang dan tidak boleh sama sekali di sentuh dan terlebih lagi dimakan. Jadi pertanyaannya mengapa Tuhan melarang jika Tuhan mengetahui hal tersebut? Tentunya Tuhan sendiri punya alasan mengapa Dia melakukan hal tersebut sehingga kita tidak menghakimi-Nya sebagai sumber masalah atas timbulnya dosa. JIkalau saudara percaya bahwa sebelum manusia ada iblis/malaikat jatuh itu sudah lebih dahulu ada. Sebagai yang tertua dari segala-gala ciptaan maka iblis menuntut hak yang lebih karena dirinya adalah yang termulia diantara semua ciptaan. Iblis adalah dia yang terlebih dahulu ada, yang terindah di segala ciptaan melebihi ciptaan lain, tetapi ketika Allah membuat manusia segambar dengan rupa-Nya maka runtuhlah rasa bangga ini dari diri iblis, dia berusaha untuk memberontak, sehingga di Sorga terjadi pemberontakan terlebih dahulu dan seluruh divisi yang dikepalai oleh iblis itu dijatuhkan ke bumi. Iblis mempunyai kekuatan yang begitu luar biasa dan tentu saja dia mengetahui banyak sekali rahasia sorga karena dia telah ada sebelum dunia ini ada. Demi menjaga hal itu maka Allah menempatkan kedua pohon ini sebagai alasan bahwa manusia berhak menjadi pengantin Allah dimana Allah yang membuat dan manusia yang menamakannya, bukankah seperti itu tugas manusia pada asal mulanya? Dan juga manusia mempunyai kewenangan penuh atas bumi, dimana seluruh bumi akan tunduk pada perintah manusia yang adalah perwujudan/perwalian dari Allah itu sendiri karena dia merupakan gambar dan wujud Allah. Allah sengaja menempatkan pohon itu mengingat tuntutan dari iblis agar manusia itu layak sebagai pengantin Allah, dan Allah berharap besar kepada manusia agar supaya manusia tidak memakan buah tersebut. Allah mengetahui manusia akan jatuh sehingga Dia sendiri telah menciptakan sebuah karya keslamatan yang datang dari diri-Nya sendiri yaitu Kristus dalam wujud manusia. Semua hal itu Dia lakukan karena Dia sendiri lebih memilih manusia daripada malaikat tetapi Dia tetap tegas dalam penghakiman-Nya dimana Dia adalah Hakim sehingga manusia harus jatuh dalam keberdosaan sama seperti sih iblis, manusia bisa selamat tetapi iblis yang berwujud roh tidak bisa selamat karena tidak ada pengampunan kepada roh hanya kepada darah dan daging. Ini adalah perjanjian yang sudah dari zaman purbakala ada dan ini adalah alasan mengapa semua hal ini jadi. Seiring waktu manusia harus di ajarkan lagi mengenai siapa DIa yang menciptakan langit dan bumi dan seluruh isinya, sehingga manusia harus sadara atas pilihan mereka sendiri. Pohon tersebut adalah sebuah pilihan dimana kita harus lebih memilih baik daripada yang jahat. Bayangkan jika kita tidak memakan pohon tersebut maka tidak ada pilihan lain yang akan kita pilih, tidak perlu ada kejahatan lagi tetapi manusia cenderung lebih memilih kearah yang jahat karena dia berasal dari debu dan tanah dan alasan ini juga yang mengakibatkan iblis memandang rendah manusia.

Makasi kk buat penjelasannya, mudah dimengerti. :slight_smile:
Tapi maaf ni kk ada yg belum saya mengerti, ttg opsi yang ke-3 itu. Apakah manusia harus jatuh dalam dosa dulu baru di kemudian hari bisa memuliakan Allah atau adakah opsi lain selain harus berdosa dulu?

Tetang penghakiman dan pembanding itu, berarti disini kk setuju kah dgn istilah Corpus Delicti, jika ya apakah sebenarnya manusia diciptakan hanya krn pemberontakan iblis atau tanpa iblis berontak manusia bakal tetap diciptakan yh kk?

Trims buat pencerahannya yh kk, hanya jikalau boleh saya mau nanya lg dong… :slight_smile:
Ttg hubungan antara free will manusia dan izin dari Allah (kehendak dari Tuhan). Benarkah walau manusia punya free will namun, jika ga sesuai dgn skenario awal yg Tuhan buat, apakah Tuhan bisa intervensi dan merubahnya kapan saja atau gimana y kk hubungan dari kedua hal itu?
(Btw maaf yh kk2 sekalian bila merasa cara pikir saya masih sederhana) :slight_smile:

Hai kk Ogev, salam kenal yh. Terima kasih buat jawabannya :slight_smile:

Btw itu dia yg jadi pertanyaan saya kk,
Jika Tuhan udah tau dari awal manusia bakal makan itu buah dan jatuh dalam dosa, kenapa masih berharap lagi kalo manusia ga bakal makan buah pohon itu. Emang rencana Tuhan bisa dirubah oleh manusia yh?

Udah tahu dari awal biasa disebut dengan istilah pra-pengetahuan atau fore-knowledge.

Menurut Anda apakah Tuhan juga tahu “reaksi” Adam dan Hawa setelah makan buah tersebut?

Tapi maaf ni kk ada yg belum saya mengerti, ttg opsi yang ke-3 itu. Apakah manusia harus jatuh dalam dosa dulu baru di kemudian hari bisa memuliakan Allah atau adakah opsi lain selain harus berdosa dulu?
Ya, Alkitab cukup jelas menunjukkan itu. Dari contoh opsi 1. di atas ---> tidak memungkinkan untuk terjadi memuliakan Allah. Memuliakan Allah baru bisa terjadi bila manusia itu telah jatuh kedalam keadaan yg paling buruk / mati (Kej2:17 ), dari keadaan itu terjadi pemulihan kepada hidup. Selama manusia bisa mencapai [b]selamat/hidup[/b] dari upayanya sendiri (perbuatan baik dll), selama itu pula tdk ada memuliakan Allah, shg haruslah premise "selamat = anugerah Allah saja " menjadi [b]satu2nya jalan[/b] manusia itu memuliakan Allah , mk sejak awal mula sdh dikatakan: 1. Allah mengenalkan hr ke tujuh di Kej2:2-3 , jauh hari sebelum manusia itu mati (hr ke tujuh = sabat). 2. Manusia harus menguduskan hr sabat, siapa yg bekerja pd hr sabat ancamannya hukuman mati (siapa berupaya mengerjakan keselamatannya dg upayanya sendiri pastilah mati). 3. Di kitab Yessaya beberapa kali dikatakan bhw juru selamat itu adl Allah sendiri, penebus itu adl Allah sendiri (artinya hanya lewat anugerah Allah lah manusia itu baru bisa selamat, atau premise : selamat = anugerah Allah[b] harus berlaku[/b]). 4. Sejak sebelum dunia dijadikan sdh ada ketentuan bhw manusia itu harus [b]"di dalam Dia"[/b] spy kudus tak bercacat.
Tetang penghakiman dan pembanding itu, berarti disini kk setuju kah dgn istilah Corpus Delicti, jika ya apakah sebenarnya manusia diciptakan hanya krn pemberontakan iblis atau tanpa iblis berontak manusia bakal tetap diciptakan yh kk?
Bukan krn pemberontakan iblis manusia diciptakan, tapi sebaliknya manusialah yg menjadi inti dr penciptaan.

Kol1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

Ef1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
(walau eksekusi dr rencana itu urut2annya didahului oleh penciptaan malaikat)

Corpus Delicti = the body of the crime , kalau tidak salah mengharuskan adanya bukti materiil yg cukup (dasar penuntutan) sebelum peradilan di gelar , betulkah?, saya tdk ahli dalam hukum , tapi kalau ya saya setuju dg pandangan itu.

Why20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab (yg dikenal manusia termasuk di dalamnya kuhp ;D ) . Dan dibuka juga sebuah kitab lain (tdk diketahui manusia), yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.

iblis = malaikat yg memberontak.

2Pet2:9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,
Bold mengesankan: bisa di eksekusi sejak awal, tapi demi kepentingan yg jauh lebih besar mk eksekusi di tunda sampai hari penghakiman.

Salam.

yoi, sama sama dik… :wink:

hanya jikalau boleh saya mau nanya lg dong… :) Ttg hubungan antara free will manusia dan izin dari Allah (kehendak dari Tuhan). Benarkah walau manusia

inilah yang kuimani: Kehendak Allah adalah agar manusia memuliakan Allah dengan freewill-Nya.

punya free will namun, jika ga sesuai dgn skenario awal yg Tuhan buat, apakah Tuhan bisa intervensi dan merubahnya kapan saja atau gimana y kk hubungan dari kedua hal itu?

tentu Allah bisa mengintervensi Will manusia, karena Allah adalah MahaKuasa, tetapi Allah tidak akan melakukannya.

freewill adalah salah satu karunia terbesar yang pernah diberikan kepada manusia.

setan dapat membujuk engkau, tapi dia tidak berkuasa atas freewill-mu. engkau adalah tuan atas Will-mu,. disaat yang sama Roh Kudus juga dapat membujuk engkau menjadi lebih baik, tetapi Allah tidak akan pernah mengontrol Will-mu jadi tiba tiba mengasihi-Nya.

mari kita latih kuasa Kehendak kita, untuk takluk di bawah kasih karunia Kristus. :slight_smile:

(Btw maaf yh kk2 sekalian bila merasa cara pikir saya masih sederhana) :)
sama, kita juga sedang belajar kok disini.. :)

salam
TYM

Ok kk, skrang saya udah lumayan ngerti n dapat pencerahan.
Thank you yh buat penjelasannya. Tuhan memberkati… :wink: :afro: