Kenapa Teman2 dari gereja Protestan sepertinya memusuhi katolik

Salam dalam kasih Kristus,

Saya kurang tahu apakah tepat topik ini muncul disini, namun karena ingin tahu pandangan dari teman-teman protestan, yang ingin saya ketahui adalah mengapa dari kalangan Protestan sering muncul tokoh2 anti katolik yang sering memberikan kesaksian atau pengajaran yang palsu mengenai gereja katolik.

terima kasih

Alasan yang klise adalah “menyelamatkan dari kesesatan”, “menolong supaya tidak masuk ke jurang”, dll. Padahal di balik semua itu alasannya ialah arogansi. Jangankan antara Protestan dan Katolik, antar sesama Protestan saja sering terjadi. Yang Kharismatik menyerang fundamentalis, yang Reformed menyerang Kharismatik, dst.

Salam

Sejarah munculnya gerakan reformasi abad ke-16 yang melahirkan berbagai aliran Protestan menunjukkan bahwa “permusuhan” itu telah muncul sejak awal. Umumnya, kaum Protestan (termasuk di antaranya Lutheran, Kalvinis/Reformed, Baptis, Pentakosta, Adventis, dan Kharismatik) menganggap gereja Katolik tidak mengajarkan Alkitab secara benar, karena menambahkan tradisi2 yang tidak ada dalam Alkitab bahkan yang bertentangan. Misalnya berdoa kepada orang2 suci, termasuk bunda Maria.

Di lain pihak, Katolik memandang Protestan juga sebagai aliran sempalan, karena tidak mengikuti tradisi gereja dan tidak mengakui otoritas Paus.

setuju dengan mas khalil…

memang manusia amat mudah tergelincir kepada NAFSU DUNIAWI dan EGOISME PRIBADI / KELOMPOK, yang SEOLAH-OLAH tersamar sepertinya itu adalah KEHENDAK TUHAN…

saya jadi sering merenung…
sebenernya Dosa gak ya, kalau men-comot nama Tuhan, menjadikan-Nya TAMENG, men-kutap-kutip Firman Tuhan, untuk:

  1. membenarkan pendapatnya sendiri (Nafsu Duniawi untuk rasa Kepuasan / Kebanggaan / Kemegahan diri), dan/atau
  2. demi kepentingan diri / kelompoknya (Egoisme Pribadi / Kelompok)

mari berkontemplasi yuk…

“Permusuhan” antara Katolik dan Protestan pada masa lalu sering dimanifestasikan dengan kekerasan fisik (peperangan dan pembunuhan). Namun permusuhan secara fisik itu sudah hampir tidak ada. Yang ada sekarang adalah pertentangan secara teologis, dan ini sesuatu keniscayaan apabila ada dua (atau lebih) aliran yang mengajarkan/menfasirkan ajaran secara berseberangan.

Alasan yang klise adalah “menyelamatkan dari kesesatan”, “menolong supaya tidak masuk ke jurang”, dll. Padahal di balik semua itu alasannya ialah arogansi. Jangankan antara Protestan dan Katolik, antar sesama Protestan saja sering terjadi. Yang Kharismatik menyerang fundamentalis, yang Reformed menyerang Kharismatik, dst.
Salam

Memang bnr kdg alasannya seperti yang bro katakan, namun seringnya sentimen negatif dari saudara2 Protestan itu sampai sepertinya benci dengan katolik. Sy sendiri pernah mengalami hal tidak enak tersebut. Rasanya tidak hanya alasan keselamatan namun lebih dari itu, ini yang saya ingin gali dari teman2 protestan apa sih penyebab sebnrnya.

Mari :slight_smile:

Kalau begitu, yang bisa menjawab adalah orang Protestan yang membenci Katolik. Masalahnya, biasanya orang-orang seperti itu tidak berani mengaku secara terang-terangan :smiley:

Salam

Setuju juga mas… :afro:

alasannya:
dari hasil menginterpretasikan apa yang didengar dilihat dibaca mengenai ‘katolik’… and dirasakan tidak sepaham dengan yang diimani kalangan Protestan.

tapi gw maw memverifikasi dulu:
yang glow; apakah brow tujukan pada dr.luther juga ?
[jika menurut pengertian brow; dr.luther seorang anti-katolik…]
ataw dr.luther tidak termasuk yang anda sebut sebagai tokoh anti-katolik’ ?

jika menurut anda dr.luther termasuk anti-katolik and anda katakan sebagai “yang sering memberikan kesaksian atau pengajaran yang palsu mengenai gereja katolik.

bukankah hal ini menjadikan brow alfan menjadi ‘api yang menghasilkan asap’ ?

dalam peribahasa:
‘tak ada asap kalau tak ada api’ ?

just verification… jangan diambil ati ye brow…

gak apa bro… dulu waktu sekolah, saya juga sudah dapat hal-hal seperti itu dari teman sekelas, karena pada waktu belajar agama, yang katolik cuman 2 orang dan salah satunya saya, bukan cuman siswanya, guru agamanya pun yang notabene seorang pendeta juga demikian. sekarang pun saya berpikir, apakah yang ditanamkan pada mereka-mereka sejak dini (protestan), sehingga apa yang disebut “membenci katolik” itu sudah ada sejak dini juga?

To sis ling

Tng aja sis,

saya pribadi tidak pernah menganggap bhw luther, calvin atau tokoh lain sebagai anti katolik, namun diluar sana bnyk org yang menyatakan diri sebagai anti katolik secara terang2an. Bhkan ada yg menulis buku untuk menjatuhkan ajaran katolik.

na maka sekarang fokusnya beralih pada:
“memberikan kesaksian atau pengajaran yang palsu mengenai gereja katolik.”

“pengajaran yang palsu” == buku yang ditulis untuk menjatuhkan katolik itu PALSUNYA DIMANA ?
jika sso TIDAK TAHU namun SOK TAHU and MEMFITNAH == KESAKSIAN PALSU MENULIS BUKU UNTUK MENJATUHKAN katolik.
tapi jika yang menulis buku adalah soorang MANTAN KATOLIK… maka silahkeun anda verifikasi KEPALSUANNYA ntuh dimana ?

sebab jika brow tidak dapat menunjukkan kepalsuan ‘buku yang dutulis untuk menjatuhkan katolik’ oleh mantan katolik… bukankah brow sendiri yang memberi kesaksian palsu ?

adapun, ini memang complicated bangat… sebab STANDAR/PATOKAN/PEDOMANNYA kaga ade.

dipihak katolik; tradisi, magistrate, alkitab…
dipihak protestan; sola scriptura…

na yang penentuan ‘PALSU’ and ‘TIDAK’ nya ntuh dimana ?

kalo pendapat pribadi saya…

JUSTRU pastor Martin Luther amat berjasa pada organisasi Khatolik Roma setelahnya.

karena menjadi SHOCK THERAPY yang amat telak, yang memaksa semua sendi-sendi organisasi harus di-perbaiki secara radikal bila ingin survive…

dan perlu dilihat juga bahwa pakdhe Martin mengambil sikap demikian,
karena reformasi secara internal IMPACT nya kurang signifikan, dan bisa di-sabotase oleh oknum2 di struktur organisasi di atasnya yang memang berkepentingan menjaga status quo tsb…
akhirnya… pupus lagi deh…

sebenernya di forum kita juga udah ada contohnya kok mbak…

antara lain: mas Jackson…

eh salah…
beliau ini bukan MEMBENCI atau MEMUSUHI…
TETAPI SEBALIKNYA… amat MENGASIHI dan MENCINTAI UMAT KHATOLIK…
sehingga mewakafkan dirinya untuk:

  1. Rela Berkorban dalam rangka “mengembalikan ke jalan yang benar”
  2. Rela mengorbankan dirinya untuk menunjukkan kepada khalayak tentang Kesesatan dan Kejahatan Lembaga Khatolik Roma
  3. Rela memikul salib untuk mencukili Selumbar di Institusi Khatolik, tetapi salibnya masih terlalu berat untuk mencongkel balok di mata-nya sendiri
  4. Rela mengorbankan waktunya dalam meng-IMPLEMENTASI-kan scr NYATA teladan Yesus dalam kehidupan sehari-hari, karena Kasih-nya yg begitu besar kepada Umat Khatolik, sehingga BERTANGGUNG JAWAB untuk senantiasi menunjukkan Kesesatan dan Penipuan Lembaga Roma Khatholik terhadap pengikutnya sendiri.
    5… dan sebagainya…

Mungkin menurut mereka…
ini adalah MANIFESTASI nyata ajaran CINTA KASIH Yesus ya? ehehe…

lumayan… dapat bahan lawakan baru… ehehe…

seperti apa yah mbak bro… kesaksian itu harus otentik lho… :slight_smile:

Pertanyaan: Mengapa gereja protestant menganggap gereja katolik sesat ?

Jawab: Sebab terpengaruh buku Martin Luther yang berjudul: “The Babylonian Captivity of the Church.”
Dimana dia menulis bahwa kursinya paus itu adalah kursinya antichrist.
Alasan yang dia berikan ialah: Karena topinya Paus sama dengan topinya pelacur-pelacur di Babylon.

Martin Luther adalah tokoh Reformasi, yang sangat dihormati oleh banyak orang kristen, sehingga segala sesuatu yang dikatakannya dianggap benar.

nurut gandrung; ini benar ataw hoax:
[mungkin salah satu faktor penyebab beberapa orang kalangan protestan antipati pada katolik]

Anti-Protestantism originated in a reaction by the Roman Catholic Church against the Protestant Reformation of the 16th century.
Christian Protestantism was denounced as heresy, and those supporting these doctrines excommunicated as heretics.
Thus by canon law and the practice and policies of the Holy Roman Empire of the time, Protestants were subject to persecution in those territories, such as Spain, Italy and the Netherlands, in which the Catholic rulers were then the dominant power.

This movement was started by the reigning Pope at that time and various political rulers with a more political stake in the controversy then a religious one.

These princes instituted policies as part of the then extant Spanish Inquisition, these abuses of that crusade originally authorized for other reasons such as the Reconquista, and Morisco conversions, ultimately led to the Counter Reformation, and the edicts of the Council of Trent. Therefor the fallout from the political repercussions of various European rulers for their own political reasons supporting traditional Catholicism or the new Protestant groups, only subsequently branded as heretical, and after rejection by the adherents of these doctrines of the Edicts of the Council of Trent, resulted in religious wars and outbreaks of sectarian hatred, one example of which is the St Bartholomew’s Day Massacre.

In 1771 Charles Walmesley published his General History of the Christian Church from her birth to her Final Triumphant States in Heaven chiefly deduced from the Apocalypse of St. John the Apostle, written under the pseudonym of Signor Pastorini. The book forecast the end of Protestantism by 1825 and was published in at least 15 editions and several languages.[1]

By the 19th century and later, some Eastern Orthodox thinkers, such as Berdyaev, Seraphim Rose, and John Romanides believed that Northern Europe had become secular or virtually atheist due to its having been Protestant earlier. In recent eras Orthodox anti-Protestantism has grown due to increasing nationalism and Protestant proselytization in predominantly Orthodox countries.

kalu gw pribadi sih; kaga benci katolik baik orangnya mawpon ajarannya… [walu ada yang kaga sesuai yang gw imani ajarannya]… sebab benci ntuh bikin sakit diri sendiri; ‘makan ati’.
jadi ngapain nyusahin diri dengan ‘membenci’
;D

Kalau mengingatkan dikatakan arogansi padahal hasilnya dimaki2 bukan dihormati lalu yang tidak mau mengingatkan dianggap apa bro?

Yang penting motifasi dalam hati masing2.

Arogansi itu kan tujuannya dipuji2. Kalau ternyata banyak dimaki mestinya dijauhi. Jadi kalau mengingatkan tahu bakal dimaki supaya dihormati jangan mengingatkan.

To sis ling.

Contohnya aja ya seperti kesaksian palsu Alberto Rivera, lalu ada buku lorent boetner (kl ga salah tulis) yg diterbitkan sekitar tahun 1900-an seorang teolog protestan yang memuat apa yang menurut dy penyimpang2an gereja katolik, lalu memicu org protestan membuat gerakan anti katolik dgn membagi2kan selebaran di gereja2 katolik mengenai apa yang menurutnya kesesatan, dan bnyk contoh lainnya.

Kl pribadi sy sempat mengalami rasa permusuhan dari teman2 protestan, tp tidak perlu sy ceritakan disini.

Tapi topik ini bukan untuk membangkitkan rasa permusuhan lagi namun hanya ingin menggali secara lebih dalam kenapa teman2 protestan sering membenci katolik dan mudah memberikan tuduhan sesat

Saya sendiri seorang protestan dan secara teologis mungkin bisa dikategorikan “anti Katolik”. Saya tidak punya kebencian terhadap orang2 Katolik, saya punya banyak teman yang Katolik. Saya menolak ajaran Katolik yang menurut keyakinan saya tidak sesuai dengan Alkitab.

Secara teologis boleh saja kita berseberangan, tapi secara sosial hendaknya tetap menjunjung tinggi perdamaian.