Kenginan Memperbaiki Kesalahan dan Mendapatkan Kepercayaan Seseorang

syalom saudara-saudara
saya ingin berbagi cerita, maaf masih anak baru :slight_smile:

sekitar 3 bulan yang lalu, saya putus dengan kekasih saya, yang bisa dibilang hubungan kami sudah begitu sangat jauh, dimana kami beda 5 tahun, dan bisa dibilang kekasih saya begitu dewasa, kami menjalani hubungan selama 2,5 tahun dan begitu bnyak hal sangat penting terjadi dalam hidup saya, hal-hal yang terjadi itu bisa dibilaang kebanyakan adalah hal pertama kali

disinilah awal saya melakukan kesalahan, dimana saya memiliki titik kejenuhan dan ingin break, dengan alasan ingin memberikan dia waktu untuk menyelesaikan skirpsinya yang tertunda selama 3 tahun, awalnya berjalan dengan lancar dan tiba-tiba saya ditembak oleh seorang pria dan saya mengiyakan, dalam hal ini saya selingkuh, pacar saya mengetahui hal itu, dia marah, memaki-maki saya, sampai mengiba-iba dan meminta balikan dengannya, hanya saja pada saat itu saya benar-benar buta dan memilih lelaki itu, berkali-kali menghancurkan hatinya, dan bahkan ketika saya putus dengan selingkuhan saya, saya meminta ia bicara padanya, namun, dalam hati kecil saya yang amat sangat dalam, ketika saya melihat pacar saya menangis, hati kecil itu terasa sangat pedih dan sakit, namun belum terasa. sampai akhirnya beberapa waktu saya putus dengan selingkuhan saya dan pacar saya. Saya dan dia ke kontrakan temannya, mendengar mereka ngobrol dan menangkap percakapan bahwa mantan pacar saya ini sudah memiliki wanita lain yang ingin dia miliki, disitulah awal kehancuran saya menerima itu, dimana Tuhan menampar saya begitu kuat dan membuat saya stres dan melakukan percobaan bunuh diri karena tidak bisa kembali dengannya. Ditengah kesesakkan itu saya pergi ke jogja, bertemu teman-teman dan mencoba melupakannya, tapi ternyata lebih parah, itu karena saya mengandalkan kekuatan saya sendiri dan saya benar-benar jauh dari Tuhan Yesus. Disana saya mimpi 3 hal yang sama berturut-turut, bangun kemudian tidur dan memimpikan hal yang sama, itu terjadi berulang-ulang sampai 3 kali, akhirnya malamnya itu saya dengan saudara saya yang ayahnya seorang pendeta berdoa, kami berdoa dan disitu saya mohon ampun dan mengakui semua kesalahan saya dan menangi sejadi-jadinya di hadapan Tuhan. Disitu saya agak tenang walaupun masih banyak kekhawatiran yang menghantui saya. Pulang dari Jogja saya kembali ke kota saya dan menemui seorang pendeta untuk menceritakan masalah saya dan berdoa bersama-sama, setelah banyak kejadian itu saya lebih banyak mendekatkan diri terhadap Tuhan, bergumul dan berharap pada-Nya agar kesalahan ini bisa saya perbaiki dan mendapat kesempatan kedua walaupun saya sudah berulang kali di tolak oleh mantan saya untuk kembali, ketika saya mendapatkan kenyataan itu, serasa begitu putus asa namun kembali seperti ada mengatakan kepada saya bahwa saya harus sabar dan terus berusaha serta berpengharapan kepada-Nya, bukan kepada mantan saya, ketika saya yakin dan percaya bahwa di mata saya ini mustahil namun di mata Tuhan tidak ada mustahil, banyak hal yang sudah Ia tunjukan ketika saya berpegang di tangan-Nya, kami kembali dekat seperti dulu, namun dengan status yang tidak jelas, kadang ia begitu hangat, tapi terkadang begitu dingin dan saya hanya bisa sabar menghadapinya yang sekarang. Sekiranya saya berusaha mengerti bahwa ini kesalahan dari saya dan saya ingin memperbaiki dengan tulus apa yang sudah Tuhan berikan kepada saya. Setidaknya saya tau Tuhan sdah menguatkan saya selalu, namun saya masih merasa sesak ketika melihat mantan saya dekat dengan wanita lain :’( mohon pencerahan dan bantuan doanya saudara-saudara

Terima kasih, Tuhan Berkati selalu :slight_smile:

JullyM ini umurnya berapa yahh ??

Menurut saya curahkan perhatianmu ke hal yg lain
aktifitas lainnya dengan teman" gtu misalnya
and jangan lupa
Fokus sama Tuhan dulu, perbaiki dulu hubungan dengan Tuhan
misalnya doa stiap pagi, saat teduh.
God will fill your empty and broken heart

saya bantu doakan

Berdoa buat sis JullyM
semoga makin dikuatkan,
ada sukacita yang dari sorga,
ada ROH KUDUS yang mau menyertai langkannya

amiin

bisa dibilang seperti itu, namun ada saja hal yang selalu mengingatkan saya tentang dia, di kampus, di jalan, dimanapun, dengan siapapun, bisa dibilang hampir semua hal saya lalui dengannya. Hubungan saya dengan Tuhan juga sudah saya perbaiki, hanya kesesakkan itu yang sedikit menganggu saya. Terima kasih sudah mau mendoakan kak, saya mahasiswi umur 20 tahun :slight_smile: hari ini mantan saya akan kembali dari jogja, awalnya ia mengatakan membawa teman wanitanya untuk nginap di kos, saya sempat emosi dan ingin menjauh darinya, namun ia menjelaskan ini hanya sebatas teman, padahal selama ia di jogja saya diminta untuk menjaga kosnya, bahkan ketika ia berangkat kemarin, saya masih sempat membantunya menyiapkan barang-barang yg harus dibawa, bahkan kami masih sempat berciuman ketika ia pergi,benar-benar seperti sepasang kekasih, hanya saja tidak ada hubungan yg jelas.
ketika dia bilang akan kembali dan membawa teman wanitanya, saya begitu cmburu dan berusaha untuk mngerti dan manjauh darinya, dia tetap berusaha meyakinkan saya bahwa mereka hanyalah teman. namun di jogja, mereka tinggal satu kamar di penginapan. Banyak pikiran negatif yang mncul di benak saya membuat saya pesimis, saya meminta waktu sendiri dan dia mnjawab sedang di statiun mengantar teman wanitanya untuk beli tiket karena nanti malam sudah harus balik, entah apalagi yang terjadi saya hanya bisa sabar, tenang dan meminta Tuhan membuka jalan :’( hari ini saya begitu sesak. Mungkin untuk beberapa hari kedepan saya tidak menghubunginya. Semoga Tuhan menolong yah kak :’( Terima kasih

Ga usah dipikirin, percuma… Karena suatu hubungan hanya bisa langgeng jika si pria yg aktif mencintai wanitanya, kalo sebaliknya sih biasanya cekcok terus…

Mending kamu fokus sama Yesus yang jelas2 mencintai kamu, layani Dia sambil menunggu kedatangan seseorang yg tulus mencintai kamu…

iya, sekarang memang saya memilih untuk lebih fokus terhadap Yesus saja, dan memilih menjauh darinya. Karena saya terlampau capek dan jenuh. Saya ingin menenangkan diri dan tidak menghubunginya dalam bentuk apapun itu. Saya berusaha untuk menahan keinginan hati saya untuk menghubunginya. Toh ternyata dia jua sudah tak peduli terhadap saya :’) memang jika harus begitu adanya saya hanya bisa menjalaninya saja.

Kalau di hati tidak ada Tuhan maka kita akan terombang ambing ombak dilautan.

tetapi jika kita hidup didalam Tuhan, Bapak akan selalu berikan petunjuk setiap masalah hidup kita
bahkan sampai detik2 terakhir yang harus kita jalani. bukan cuma masalah jodoh.

Percayalah dan dahulukan Tuhan.

Jesus bless you

biarkan dia pergi, kalau tidak jodoh Tuhan tdk akan memanggilnya kepadamu
JS BACH Arioso BWV 156 Hauptwerk Orgue Silbermann St Petri Nicolai Freiberg