Kepekaan atas kehendak Tuhan

Kisah Abraham lekat dalam ingatan kita, di mana Tuhan menyuruh mengorbankan Ishak sebagaimana domba sembelihan. Padahal dalam benak melekat, bagaimana mungkin membunuh apalagi anak sendiri ? Jika kita di posisi Abraham, apa yang kita putuskan ?

Ini kisah yang berbeda :
1Ki 20:35 Seorang dari rombongan nabi berkata kepada temannya atas perintah TUHAN: "Pukullah aku!" Tetapi orang itu menolak memukulnya.
1Ki 20:36 Lalu ia berkata kepadanya: “Oleh sebab engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, ketahuilah, apabila engkau pergi dari padaku, seekor singa akan menerkam engkau.” Dan ketika orang itu pergi dari padanya, maka seekor singa bertemu dengan dia, lalu menerkam dia.
1Ki 20:37 Kemudian nabi itu bertemu dengan orang lain, lalu ia berkata: “Pukullah aku!” Orang itu memukul dan melukai dia.

Dalam hati saya mikir, seandainya saya yang jadi nabi mungkin saya gak suruh teman mukul, tapi suruh preman maka dipukul betulan (premannya mikir: koq tumben, gak disuruh aja gue emang mau mukul orang koq?) Cuman nyuruh setop mukul-nya bakalan repot :tongue:

Bagaimana seseorang bisa memukul teman sendiri apalagi teman itu nabi ?? Bukankah dalam kitab suci Tuhan melarang memukul orang. Saya membayangkan jika suatu hari saya kedatangan pendeta yang menyuruh menganiaya dirinya sampai sekarat. Apa yang akan kita perbuat ? :ashamed0004:

Ada juga beberapa kisah lain di mana Tuhan menyuruh melakukan hal yang spesifik di mana perintah itu tidak cocok dengan yang kita pahami dari kitab suci.

Jika kita suatu saat berada dalam posisi seperti ini… kira-kira apa yang terjadi yaa… :tongue:

GBU.

Oleh sebab itu Abraham disebut Bapa orang percaya,
dia lebih taat kepda Allah daripada perasaan hatinya sendiri

Kisah spt itu hanya terjadi di PL,
dimana Tuhan memakai simbol2 utk apa yg Dia akan lakukan
Jadi hal spt itu tdk mungkin akan terjadi dimasa sekarang,
Tuhan lebih memberikan penglihatan2 langsung utk peristiwa2 yg akan terjadi,
itu karena Roh Kudus ada & berkuasa di dlm setiap org percaya.
GBU

Saya pikir bukan taat kepada Allah vs perasaan hati sendiri. Sebab sejak jaman Kain dan Habel, membunuh adalah dosa. Kain membunuh Habel adiknya, saat itu Abraham dihadapkan pada pilihan membunuh Ishak anaknya.

Loh saya pernah mendengar kesaksian yang dilematis seperti itu pada jaman ini.

GBU

Perlu dijui dulu sebelum disebut sbg “kesaksian” :slight_smile:

Nah justru inilah pokok persoalannya.
Bagaimana mengujinya, sedangkan pemahaman kita dari kitab suci tidak cocok dengan kejadian spesifik seperti itu.

GBU

Lihat ke awal TRIT, itu penjelasan yg sesuai Alkitab

[quote="Dya10^_^ post:1, topic:180964"] Kisah Abraham lekat dalam ingatan kita, di mana Tuhan menyuruh mengorbankan Ishak sebagaimana domba sembelihan. Padahal dalam benak melekat, bagaimana mungkin membunuh apalagi anak sendiri ? Jika kita di posisi Abraham, apa yang kita putuskan ? [/quote] [b]Oleh sebab itu Abraham disebut Bapa orang percaya,[/b] dia lebih taat kepda Allah daripada perasaan hatinya sendiri

Kisah spt itu hanya terjadi di PL,
dimana Tuhan memakai simbol2 utk apa yg Dia akan lakukan
Jadi hal spt itu tdk mungkin akan terjadi dimasa sekarang,
Tuhan lebih memberikan penglihatan2 langsung utk peristiwa2 yg akan terjadi,
itu karena ROH KUDUS ada & berkuasa di dlm setiap org percaya.
GBU

Loh dari mana kita menyimpulkan bahwa hal seperti itu cuma ada di PL. Bukankah teman nabi dari Ki 20:35-36 bisa juga mematok : hal dilematis seperti itu hanya terjadi pada Abraham.

Dalam PB ada juga hal dilematis demikian walau kontras perbedaannya lebih kecil. Dan jaman sekarang saya juga mendengar kesaksian serupa dari hamba Tuhan yang juga mengalami hal yang dilematis. Namun dia menolak sehingga tidak lulus :slight_smile:

GBU

Kisah Abraham & nabi2 itu bukankah terjadi di PL?

Dalam PB tdk ada contohnya,
jadi kalau ada yg klaim spt itu gak sesuai Alkitab > bukan kesaksian > cerita ego

Tidak ada ayat yang mengatakan hal seperti itu tidak mungkin terjadi saat ini bukan…

Ini salah satu contohnya di PB :

Mat_21:2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku.

Bagaimana kalau suatu saat kita disuruh mengendarai mobil orang lain yang diparkir di pinggir jalan ?
Pasti dalam pikiran kita akan menjadi dilema, dan berkecamuk berbagai pertimbangan berdasarkan kitab suci. :slight_smile:

GBU

Tidak ada contohnya di PB berarti tdk mungkin terjadi

Nah itu dia,
anda tidak bisa membedakannya dgn penglihatan,
Tuhan Yesus dapat melihat jauh ke depan, tdk ada yg bisa menghalangi Dia,
itu bisa terjadi pada siapa saja kalau Tuhan memberikan penglihatan spt itu .

dan itu tdk mungkin bisa terjadi,
kecuali dgn maksud mencuri yg ditutupi dgn alasan rohani bahwa mendpt penglihatan
pencuri mana yg mungkin bisa dpt penglihatan? :slight_smile:

Loh apa hubungannya dengan penglihatan.

Di ayat itu Tuhan Yesus menyuruh, bukan memberikan penglihatan. Dan instruksinya adalah seperti itu (mengambil keledai yang tertambat), selebihnya yang disuruh tidak tahu dan satu-satunya yang mereka tahu adalah mereka disuruh dan mau taat. Tapi koq di sisi lain, perintahnya aneh. :tongue:

Nah ini kan salah satu pikiran yang menjadi pertimbangan untuk menurut atau menolak jika kita ada dalam posisi dilematis. :slight_smile:

GBU

menyuruh itu karena Tuhan Yesus dpt meilhat apapun ke depan:

Bukan pertimbangan lagi, tapi jelas harus ditolak

Yesus tentu saja tahu tapi yang disuruh gak tahu apa-apa selain nurut (padahal dia bingung karena dilematis). :happy0025:

( Seperti halnya Abraham. Tuhan yang nyuruh tahu bahwa itu nantinya bukan bunuh sungguhan. Tapi Abraham gak tahu, justru karena gak tahu itulah ujiannya apakah mau taat atau tidak ).

Berarti mas dalam hal ini memilih ngambil sikap seperti teman nabi (yang diterkam singa), bukan ngambil sikap orang yang kedua. :slight_smile:

GBU

Disuruh Yesus ya pasti mau lah,
masa murid2 masih gak tahu siapa itu Yesus?
kan tiap hari sdh bersama2 dan melihat sendiri siapa itu Yesus

karena sekarang bukan jaman nabi spt di PL,
jadi gak usah tertipu oleh nabi2 palsu :slight_smile:

Loh jaman sekarang kita enak aja ngomong begitu.
Jaman Yesus, siapa saat itu yang mengetahui Yesus adalah Tuhan ? Petrus aja sesudah itu masih menyangkali bahwa “aku tidak kenal orang itu”.

Loh siapa bilang jaman sekarang gak ada nabi :slight_smile:

1Co 14:31 Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.
1Co 14:32 Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi.

GBU

kalau ukuran kepekaan saya ya spt yg sdh saya jelaskan,
mungkin saja kepekaan anda berbeda, silakan saja :slight_smile:
GBU

Nah itulah masalahnya…

Ada lagi kisah nabi yang bingung dengan kepekaannya sendiri, lalu dia terpengaruh dengan nabi yang lebih senior :

1Ki 13:14 dan pergi mengikuti abdi Allah itu dan mendapatinya duduk di bawah sebuah pohon besar. Ia bertanya kepadanya: “Engkaukah abdi Allah yang telah datang dari Yehuda?” Jawabnya: “Ya, akulah itu.”
1Ki 13:15 Katanya kepadanya: “Marilah bersama-sama aku ke rumah untuk makan roti.”
1Ki 13:16 Tetapi jawabnya: “Aku tidak dapat kembali bersama-sama engkau dan singgah kepadamu; aku tidak dapat makan roti atau minum air bersama-sama engkau di tempat ini,
1Ki 13:17 sebab telah diperintahkan kepadaku atas Firman Tuhan: Jangan makan roti atau minum air di sana. Jangan berjalan pulang melalui jalan yang telah kauambil itu.”
1Ki 13:18 Lalu jawabnya kepadanya: “Akupun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air.” Tetapi ia berbohong kepadanya.
1Ki 13:19 Kemudian orang itu kembali bersama-sama dia, lalu makan roti dan minum air di rumahnya.
1Ki 13:20 Sedang mereka duduk menghadapi meja, datanglah Firman Tuhan kepada nabi yang telah membawa dia pulang.
1Ki 13:21 Ia berseru kepada abdi Allah yang telah datang dari Yehuda: “Beginilah Firman Tuhan: Karena engkau telah memberontak terhadap titah TUHAN dan tidak berpegang pada segala perintah yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu,
1Ki 13:22 tetapi kembali dan makan roti dan minum air di tempat ini walaupun Ia telah berfirman kepadamu: Jangan makan roti atau minum air, --maka mayatmu tidak akan masuk ke dalam kubur nenek moyangmu.”
1Ki 13:23 Setelah orang itu makan roti dan minum air, dipelanailah keledai baginya.
1Ki 13:24 Orang itu pergi, tetapi di tengah jalan ia diserang seekor singa dan mati diterkam. Mayatnya tercampak di jalan dan keledai itu berdiri di sampingnya; singa itupun berdiri di samping mayat itu.
1Ki 13:25 Orang-orang yang lewat melihat mayat itu tercampak di jalan dan singa berdiri di sampingnya. Dan mereka menceriterakannya di kota tempat kediaman nabi tua itu.
1Ki 13:26 Ketika hal itu kedengaran kepada nabi yang telah membujuk dia berbalik kembali, ia berkata: “Dialah abdi Allah yang telah memberontak terhadap titah TUHAN. TUHAN menyerahkan dia kepada singa, yang mencabik dan membunuhnya sesuai dengan Firman Tuhan yang diucapkan-Nya kepadanya.”

GBU

itulah iman… mba dya
emang klo iman kadang di luar nalar kita …
klo di dalam nalar kita bukan iman :smiley:

kadang Tuhan itu nyuruh yang aneh2 :smiley: klo mba dya mengenal Dia lebih dekat :smiley:

Masalahnya adalah kalau perintah Allah yang aneh-aneh itu gak cocok dengan kitab suci (seperti contoh-contoh yang saya tulis di trit ini ) tuh gimana ngujinya kalau benar dari Tuhan atau tidak ? :onion-head33:

GBU

Jika kita memahami Alkitab sesuai kehendak Allah dan percaya bahwa pada mulanya hanya Allah saja yang berkuasa atas manusia dan Allah telah menjadikan adanya manusia yang berkuasa atas manusia lainnya pada permulaan jaman yaitu Hawa dikuasai oleh suaminya maka pemahaman akan kehendak Allah akan terwujud lebih baik.

Ada batasan kuasa orangtua atas anak-anaknya. Selama orangtua; entah dua-duanya atau salah-satu dari orangtua memiliki kuasa atas anaknya maka hidup mati anak itu ditangan mereka.

Memang wajar ketakutan akan kematian karena belum mampu memahami atau meyakini seluruh kebenaran bahkan wajar setelah memahami kebenaran masih juga memiliki ketakutan dalam hal tersebut, contoh Yesus Kristus yang berdoa minta dijauhkan dari cawan yang harus diminumnya.

Tetapi Allah memang tidak menetapkan bahwa semua manusia ‘harus mati saat menjelang tua saja’.
Itulah sebabnya Yesus Kristus tidak menambah beban kepada murid-muridNya waktu itu dan memerintahkan mereka memegang apa yang telah ada saja.

Aku sendiri meminta kalian selidiki dan uji tulisan aku; bukan secara hurufiah, tetapi secara makna, sebab kita tahu bahwa tiba waktunya bagi Kristus Yesus untuk menghakimi dunia, bahkan orang-orang percaya saja hampir tidak luput dari penghakiman.
Artinya Yesus kristus tidak lagi menanggung beban manusia saat datang kedua kalinya dan tiap orang menanggung kesalahan mereka masing-masing dan menerima pahala atas kebenaran yang mereka jalankan untuk memuliakan Allah.

Terpujilah Allah dan kasihilah sesama manusia!