kesaksian dari umat agama lain yang direkam dan dipublikasikan

@liliput

Gimana Bro berdua ?

Maksudnya gimana apanya, bro?

bener tuh bro kumis, walaupun aku agak nggak ngerti apa yang bro ngomong tapi intinya pembahasan ini nggak sinkron gitu.

Salam Damai :happy0025:

Kesaksian itu tentang kenyataan hidup yang dialami seseorang bagaimana dia di tebus, diselamatkan, di berikan suatu berkat. Bukan menjelekkan golongan lain.

Meskipun kenyataan hidup itu mungkin di siksa oleh golongan lain, tetapi bukan karena orang tersebut di siksa golongan lain makanya mujizat terjadi. Jadi yang perlu di ceritakan bagaimana mujizat itu terjadi.
Kalau memang dalam proses terjadi mujizat itu menyangkut golongan lain baru di ceritakan tapi gak perlu dijelek-jelekkan.

Bicara tentang kesaksian yang direkam, sebenarnya di kalangan agama tetangga lebih parah lagi. Saya sering membaca majalah rohani agama tetangga, dan seperti biasa selalu menyerang dan menjelek-jelekkan agama lain, terutama Kristen. Bandingkan dengan majalah Kristen yang isinya justru “adem” dan menekankan kasih…

Nah, kembali ke majalah agama tetangga tadi, ada satu kolom tentang konsultasi agama. Lalu ada seorang ibu yang berkonsultasi dan mengeluhkan anak2nya yang sering bermain dengan anak2 Kristen karena dia kebetulan tinggal di lingkungan yang banyak Kristennya. Ibu itu kuatir anak2nya akan terpengaruh…

Lalu apa jawaban pengasuh rubrik tsb? Si pengasuh menyarankan ibu itu untuk pindah rumah. Tetapi kalau belum bisa disarankan untuk melarang anak2nya bergaul dengan anak2 Kristen sambil menekankan kejelekan2 anak2 Kristen, contohnya: orang Kristen itu jorok, kalau pipis gak cebok…dll
Lalu si pengasuh rubrik juga mengatakan, “kalau menurut ibu De**, seorang mualaf dari Solo, misionaris dilatih sejak umur enam tahun. Jadi ibu harus berhati2 jangan2 anak2 tsb sengaja diprogram untuk mempengaruhi iman anak2 ibu…”

Miris saya membacanya. Anak2 sudah diajari kebencian sejak dini (perhatikan yang biru), dan ditambah lagi fitnah yang tidak berdasar (perhatikan yang merah).

Betul sekali bro. Memang mereka sangat ditanamkan perasaan ‘anti’ terhadap orang Kristen, sejak sangat dini.

Tetapi, jika kita diam sejenak, membaca forum kita tercinta ini (FK), maka sepertinya tidak kurang juga pihak pihak yang menanamkan perasaan ‘anti’ bahkan kepada sesama saudara penganut Kristen (lain denom). Dan kadang, juga disertai dengan segala bumbu fitnah yang tidak masuk akal.

Jadi, intinya, selama kebencian terdapat di dalam hati(jiwa) maka apa yang baik tidak mungkin berada bersama dengan yang buruk, karena terang tidak mungkin bersatu dengan gelap. Apa yang keluar dari mulut (tulisan) adalah cermin yang berada dalam hati.

Karenanya, adalah sangat baik jika kita selalu menjaga kebersiha hati (jiwa) kita, agar yang baik tetap tinggal.

Syalom

Setuju bro… :afro:

Amat Sangat Setuju brader…

“jagalah hati…jangan kau nodai…” aa gym mode on ;D

idemm :smiley: setujahh dah

kita harus bisa menerima perbedaan
karena menerima perbedaan artinya kita belajar prinsip kerendahan hati
sama mencerminkan kedewasaan rohani :slight_smile: :slight_smile:

Bener banget, setuju. Parah banget, menjelek-jelekan iman kristen sangat parah, bahkan kristen dikatain agama para pemabuk, hanya karena selama dia jadi kristen suka ke diskotik… Juga katanya mantan ‘pendeta’ ga tahu kisah para rasul 9:4-5 tentang pertemuan Yesus dan Paulus, STT dimanakah itu kok sampe2 ga tahu? Jangan2 STT abal-abal…

adalah hal lumrah
suatu aliran kepercayaan “mengejek” aliran kepercayaan lain.

adalah hal luar biasa,
aliran kepercayaan yg diejek TIDAK PERNAH membalas lagi dgn mengejek.

sayangnya…

adalah hal yang tidak pernah akan dijumpai…
SELURUH/SEMUA anggota aliran kepercayaan yg diejek TIDAK PERNAH membalas lagi dgn mengejek… yang ada cuma sebagian … :).

seperti yang bruce kemukakan, gak usah jauh2…
dalam satu aliran kepercayaanpun (di FK), tetep aja ada ejek-mengejek…:smiley:

salam.

contoh baik: abdul wadud karim amrullah. dy pindah ke kristen, tapi ga jelek2in kepercayaannya yang sebelumnya.

Yang lucu ada orang islam ngaku mualaf dari hindu kasta brahmana, bernama ida bagus…, orang bali. Banyak diundang kemana-mana untuk kesaksian/dakwah. Dia jelek2in hindu, bahkan jelek2in NU. Akhirnya kesandung masalah, diperiksa ternyata semua bohong. Ngaku orang bali, tapi gak ngerti bahasa bali, ternyata bukan orang hindu jugal…

Ketahuan deh…ternyata cuma nyari nafkah. Sayangnya di kristen juga ada kayak gitu, masuk kristen terus kesaksian dimana-mana cuma untuk nyari nafkah.

Anda pasti juga pernah tahu kisah bualannya irene handono yang mengaku pernah menjadi biarawati Katolik. Terakhir justru orang tetangga yang curiga dengan kelakuannya.

;D

Pendeta YANG MENGAKU BERNAMA Willy Abdul Wadud Karim Amrullah

Di Padang, trik yang sama dipakai untuk menggoyang akidah umat. Seseorang
yang menamakan dirinya Pendeta Willy Abdul Wadud Karim Amrullah, namanya
menjadi naik daun di dunia pemurtadan Kristenisasi, setelah mangaku adik
kandung ulama besar pakar tafsir, Yang Mulia Almarhum Buya Hamka.

Orang awam banyak yang percaya tanpa cek dan ricek. Langsung yakin begitu
saja dengan pengakuan bahwa adik kandung Buya Hamka itu sudah murtad ke
Kristen.

Setelah diselidiki, ternyata pengakuan itu adalah kebohongan yang sangat
besar. Salah seorang putra Buya Hamka menyatakan bahwa sepanjang hayatnya,
dia tidak pernah punya paman yang namanya Willy Abdul Wadud Karim Amarullah.

http://myquran.org/forum/index.php?topic=43099.0

Lah kenapa mesti merasa tersudut mas? Ada yang salahkah…
Kalo salah ya dibenerin dong, tapi kalo kesalahan dasarnyadari sononya, ya sononya aja yang perlu dibenerin…kalo ga bisa ganti sononya ya ngapain ngikutin yang salah?
Udah jelas salah kok diikuti…gmana panjenengan mas…

Kalo emang salah dan pitenah, counter aja…berikan bukti2 kalo apa yang dikatakan ga bener.
Dan itu akan menjadi kesaksian palsu, orang Kristen sendiri ga akan suka dengan kesaksian palsu kok mas…percaya dech… pasti ga akan laku tu kesaksian

Kebenaran akan membela dirinya sendiri mas…ga usah perlu dibela apalagi pake perang,
kecuali yang ga punya kebenaran, itu perlu dibela, dan emang hobi ma perang… :afro:

Seribu orang keluar dari Kristen dan jelekin Kristen, saya ga peduli kok mas…Kristus akan membela diriNya sendiri, bahkan saya aja dibela ma Dia…lha siapa saya ini kok begitu sombongnya bela Yesus?

Sebaliknya, saya ikut Kristus karena saya yakin saya akan dibela, bukan kebalikannya… gitu lo mas…

Ejek mengejek dan mendebat dengan memberi argumen dan bukti-bukti yang benar?
Saya kira ga ada masalah mas Oding… dan sejauh yang saya ikuti sering menambah pemahaman kok

Yang jadi masalah adalah ketidakmampuan membela terus “hajar” “bakar” “usir” “bunuh” “perang” “bom”
Nah ini sama sekali ga bener, yang akhirnya menunjukkan kualitasnya sejauh mana…

Kalo kualitas saya sih…kualitas murid kelas SD aja dech…hehehe :ashamed0002:

Sikap RENDAH HATI yg patut di :afro: , pak Geronim !
Karena masih mempunyai SIKAP MURID lah yg suatu SAAT NANTI…eh eh eh …jadi Prof Dr…daripada sikapnya yg GALAK, suka kejar2an dan selalu memburu kayak The Hunter aja…padahal yg dibawa bawa buat nakut2in cuma Senapan Angin , pas nge “DOR” yg keluar kok angin yg malahan membuat yg ditembaknya , cuma TUTUP HIDUNG nya saja! :mad0261:

Ach, mbak Lili terlalu tinggi memuji saya… emang saya merasa secara keimanan masih murid SD kok, ga bermaksud merendah hati, makanya saya sering hanya melihat, mendengar, mencoba memahami, dengan mencerna lewat keterbatasan akal budi dan nurani saya, lalu menyimpulkan untuk membentuk pemahaman saya pribadi … makanya saya ga punya aliran apapun, aliran saya aliran Kristus menurut pemahaman saya…hehehe… :slight_smile:

Kalo mengambil cara temen2 Katolik, pegang dahi (cerna dengan akal pikiran dan logika), pegang dada (cerna dengan hati nurani), pegang pundak kanan (kemungkinan kebenarannya), dan pegang pudak kiri (kemungkinan ketidakbenarannya) dan simpulkan AMIN…hehehe… :ashamed0002:

Salam kenal mbak… saya pernah liat nama mbak di rumah makan sebelah, yang cerita kalo melakukan penyembahan selalu gemetar dan tidak dapat berkata…ach, mungkin kesamaan nickname aja kali ya… :slight_smile:

Apapun salam kenal, mbak…

Juga sama Yahya Waloni, Pdt yang ternyata pengin poligami makanya jadi mualaf dia…