Kesaksian => Hampir bunuh diri setelah meninggalnya suami saya....

Kira2 sebulan yang lalu saya kehilangan suami saya…umurnya masih 36 tahun…dia meninggal karena komplikasi gagal ginjal dan jantung ditambanh infeksi paru2…hidup saya rasanya hancur karena kejadian itu terjadi secara tiba2…suami saya cuma berada dirumah sakit selama 4 hari sebelum meninggal…sering terlintas pikiran untuk bunuh diri karena saya merasa hidup saya tidak berarti lagi…iblis terus membuat saya merasa bersalah atas meninggalnya suami saya…bahwa saya bukan istri yang bisa merawat suami dengan baik, saya tidak berhak untuk hidup dan sebagainya…tapi Tuhan itu sangat baik…Tuhan mengingatkan saya pada kejadian yg saya alami 14 tahun yang lalu saat itu saya hampir meninggal karena infeksi sinus yang menjalar sampai ke otak…singkat cerita saya mengalami koma dan dalam keadaan koma itu saya seperti berada dalam ruangan yang gelap sekali saat itu saya mendengar 2 suara…suara yang pertama mengatakan bahwa sudah terlambat bagi saya untuk meminta ampun kepada Tuhan karena dosa2 saya yg begitu banyak…didepan saya diperlihatkan suatu layar yg sangat besar dimana saya bisa melihat perlakuan2 buruk yg pernah saya lakukan kepada keluarga dan teman2 saya…tentu saja saat itu saya merasa bersalah dan merasa bahwa dosa2 saya terlalu banyak untuk bisa diampuni oleh Tuhan…saya merasa putus asa dan ingin mati tetapi tiba2 saya mendengar suara yg kedua sangat lembut sekali meminta saya untuk memanggil nama Tuhan Yesus dan meminta pertolongan dari Tuhan agar dikeluarkan dari ruang yg gelap gulita itu…saya menuruti suara yang kedua karena saya yakin pada saat itu bahwa Tuhan mengutus malaikatnya untuk menyelamatkan saya…saya berteriak memanggil nama Tuhan Yesus, meminta ampun atas dosa2 yang pernah saya lakukan dan meminta Tuhan menyelamatkan saya…tiba2 saya merasa seperti ada suatu tangan yang kuat menarik saya keluar dari ruangan itu sampai akhirnya saya tersadar dari koma…Dari kesaksian ini saya ingin menunjukan bahwa iblis akan memakai cara apapun agar kita merasa putus asa dan ingin mengakhiri hidup kita…jangan sampai terjatuh dalam tipu muslihat iblis…tetaplah bertahan hidup ketika anda menghadapi masalah sesulit apapun karena dibalik semua masalah Tuhan punya rencana yang indah…mungkin kita belum tahu apa rencana Tuhan tetapi dengan tetap setia mengikut Tuhan dan terus berjalan dijalan Tuhan pada akhirnya kita akan tahu rencana indah apakah yg sudah Tuhan sediakan buat kita…contohnya 4 bulan setelah kejadian koma itu saya dipertemukan dengan suami saya…kami menikah dan hidup bahagia selama 14 tahun sampai akhirnya suami saya dipanggil pulang kerumah Tuhan…kalau sampai saat ini saya masih tetap kuat itu karena mujizat Tuhan dan keyakinan saya bahwa Tuhan masih ingin memakai saya untuk melayani dan berguna bagi orang2 disekitar saya…kalau sudah waktunya nanti saya akan pulang kerumah Tuhan dan berkumpul dengan suami dan anak saya yang juga sudah berada disurga…saat ini saya masih harus menyelesaikan tugas2 saya didunia yg belum selesai dan hanya dengan bersandar pada Tuhan saya bisa kuat dan bertahan dalam penderitaan.

Sis, akan ada 14 Tahun kedua bagi anda sehingga setelah anda “selesai menjalankan dan menyelesaikan tugas2 anda didunia yg belum selesai dan hanya dengan bersandar pada Tuhan anda bisa kuat dan bertahan dalam penderitaan”… apalagi kalau di Masa 14 Tahun kedua yg dipinjamkan Waktunya bagi Anda , anda bisa berbuah banyak dengan melayani sesama dan bagi orang2 yg tidak tahu akan adanya Jalan Keselamatan Abadi melalui Maha Karya Penebusan Allah … sesuai Janji-Nya maka anda akan mengisi Hidup ke II anda ini penuh dengan Sukacita dan Damai Sejahtera dan di Pengadilan Orang Percaya di Angkasa , anda akan diberikan Penghargaan berupa Mahkota untuk memerintah 5 kota atau 10 Kota tergantung banyaknya Orang yg anda selamatkan dengan Kesaksian Perjumpaan dengan Tuhan Yesus dahulu !
Do God’ Business and God will do your Business, OK ?!
Kalau perlu bantuan bagi2 tugas sama saya ,sis karena saya juga sedang menjalani Hidup Pinjaman dari Allah Bapa untuk terus memindahkan Orang2 yg akan Binasa dalam maut ke & menjadi Orang2 yg akan diselamatkan !

amien! thanks liliput…kalau masalah tugas setiap orang punya talenta yang berbeda2…liliput talenta nya apa? karena saya suka ngobrol kayaknya talenta saya ada hubungannya dengan berbicara pada orang lain…

Yaap , sama sis … karena bukankah Tuhan Yesus bilang :
Pada saat Aku di Penjara , kamu datang melawat.
Pada saat Aku telanjang, kamu memberikan jubah dan pakaian.
Pada saat Aku LAPAR, kamu memberikan Aku Makanan
Pada saat Aku HAUS, kamu datang memberikan Aku Minuman.
Bla bla bla

Jadi Peran kita didalam Waktu yg dipinjamkan-Nya ini cukup aja mengingatkan sesama Domba yg ada disekitar kita atas KELUHAN-Nya :

BEHIND OUR STATEMENT
(DIBALIK PENGAKUAN KITA)

Pernahkah kita merenungi apa kewajiban kita saat kita memanggil Allah Juruselamat, Yesus, didalam SEBUTAN/PANGGILAN2 yg kita kenakan kepada-Nya ?
Tuhan Yesus BERKATA DAN BERTANYA kepada kita SEMUA :

1.Engkau menyebut Aku, TUHAN……tetapi engkau TIDAK MELAYANI-KU

2.Engkau menyebut Aku, RAJA………tetapi engkau TIDAK MENGHORMATI-KU

3.Engkau menyebut Aku, JALAN……tetapi engkau TIDAK MENGKIKUTI-KU

4.Engkau menyebut Aku, KEBENARAN……tetapi engkau TIDAK PERCAYA KEPADA-KU

5.Engkau menyebut Aku, GURU………tetapi engkau TIDAK MAU BELAJAR KEPADA-KU

  1. Engkau menyebut Aku, JURUSELAMAT…tetapi engkau TIDAK MENGANDALKAN-KU

  2. Engkau menyebut Aku SAHABAT,tetapi ada banyak HAL yg kau SEMBUNYIKAN dari-KU

8.Engkau menyebut Aku, AJAIB……tetapi engkau TIDAK PERCAYA MUJIZAT-KU

9.Engkau menyebut Aku, TABIB…tetapi saat engkau SAKIT, TIDAK DATANG KEPADA-KU

10.Engkau menyebut Aku,KESELAMATAN, tetapi engkau MENGANDALKAN KEKAYAAN MU

11.Engkau menyebut Aku, GEMBALA….tetapi engkau TIDAK MAU KUTUNTUN

12.Engkau menyebut Aku, BAPA….tetapi engkau TIDAK BERPRILAKU seperti ANAK-KU

Why ? Why ? Why ?
Dan kulihat airmata menetes dipipi Bapa !

saya juga tidak tahu berapa lama Tuhan akan memberikan waktu untuk saya tetapi saya ingin memanfaatkannya untuk memuliakan Tuhan…jujur pada saat saya sangat down setelah suami saya meninggal Roh Kudus terus memberikan penghiburan buat saya…saya ingat dulu Tuhan pernah memakai saya untuk menasehati teman saya yg akan bunuh diri karena hubungannya dengan kekasihnya ditentang oleh ortu nya…tiba2 saya merasa kalau saat ini Tuhan belum memanggil saya karena Tuhan membutuhkan saya untuk menasehati orang2 yg hancur hati nya seperti yg saya alami pada saat suami saya meninggal…

Berbahagialah mereka yg menjadi GARAM (bisa mengasini Hati2 yg TAWAR) dan TERANG ( bisa menerangi Hati yg Gundah Gulana dalam Kegelapan) … karena Kehidupan yg berarti adalah bila Kehadiran Kita sangat diriundukan oleh orang2 disekitar kita …
Kita yg harus memulai Perubahan sebelum dunia sekitar kita BERUBAH !
Mungkin Kisah dibawah ini bisa membukakan Mata Hati sis makin terbuka lebar …

Kebosanan Hidup
Seorang pria mendatangi Sang Guru, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati”.
Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit”. “Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan ini. Itulah sebabnya saya ingin mati”. Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya. Sang Master meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan”.
Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi.
Apa sih yang langgeng, dan yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari tentang sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita…
“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjuk-ku”. Demikian Sang Master menyarankan.
“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh”. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran Sang Guru.
“Jadi kamu tidak ingin sembuh?? “ Kamu betul-betul ingin mati?” tanya Sang Guru
“Ya, memang saya sudah bosan hidup”, pria itu kukuh menjawab.
“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.” Perintah Sang Guru.
Giliran pria tersebut bingung. Setiap Guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.
Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Sang Guru EDAN itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai !!!Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarganya di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir ini malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya pun menjadi santai banget !
Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu. “Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis !!”
Bersambung …

Sambungan …
Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis !!!
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya ?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis !!
Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.”
Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami.”
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?
Ia mendatangi Sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya Sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh!!
Apa bila kau hidup dalam ke-kini-an, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan ini !!!
Leburkan egomu, leburkan keangkuhanmu, leburkan kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan pernah jenuh, tidak akan pernah bosan.
Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan”…

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya.
Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam ke-kini-an. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !!!
…………….
Hidup bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul tapi merupakan suatu anugerah untuk dinikmati.
“Anda tidak akan pernah menang jika Anda tidak pernah memulai.”

Masih Ingat Hukum Kasih yg Pertama , sis ?

“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan SEGENAP Hatimu, Jiwamu dan Akal Budimu !”

Didalam kata SEGENAP itu mengandung Makna MUTLAK 100% , tidah boleh TERBAGI atau BERBAGI saat Sis diberikan suatu Tuga Khusus dari-Nya.
Tidak boleh terusik atau terganggu dalam menjalankan Tugas dari-Nya baik oleh Kematian Suami, anak2, orang tua , dll … ITU MUTLAK sis !
Tunjukkanlah bahwa anda adalah anak-Nya yg patut dibanggakan dan Ia berkata :“I am Proud of You, my Child !”

Thank you banget buat dukunagn liliput…saya tidak akan menyerah atau bunuh diri…karena saya tahu bunuh diri adalah jalan pintas menuju neraka sedangkan saya ingin bisa berkumpul dengan suami dan anak saya disurga suatu saat nanti setelah tugas tugas saya selesai :slight_smile:

jadi ingat perkataan seseorang yang bijak kira2 seperti ini :

Hidup itu seperti lukisan… setiap pengalaman hidup, serta tindakan yang kita lakukan dari pengalaman tersebut adalah warna2 kehidupan… nah gabungkanlah warna2 tersebut sehingga menjadi suatu lukisan yang indah yang bisa kita persembahkan untuk TUHAN… ingatlah warna itu banyak dari hitam sampai putih… gunakanlah warna itu dengan baik dan pada tempatnya sehingga menjadikan suatu lukisan yang harmoni dan indah yang TUHAN sukai…

Semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memberkati…

Thank you ibmagi buat nasehatnya :slight_smile: