KESAKSIAN KESAKSIAN TENTANG MELIHAT NERAKA, bukanlah dasar Iman Kristiani!

Terlalu banyak kesaksian2 di dunia ini dari orang2 yang mengaku telah ke Surga atau juga ke Neraka. Di dalam gereja Katolik sendiri banyak kisah2 orang-orang yang menerima Stigmata dsb, tetapi bagi gereja Katolik tidak serta merta menerima semua itu, KARENA IMAN KITA TIDAK BERGANTUNG KEPADA KESAKSIAN2 NERAKA ATAU SURGA ITU, TETAPI KEPADA INJIL YANG DIBERITAKAN!

Bagi mereka yang begitu dengan mudah percaya akan kesaksian2 itu ada baiknya membaca ulang injil Lukas Lukas 16:29-31

Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Salam

  • Mari kita bandingkan dgn firman Tuhan apakah betul yang dikatakan uda ada yang datang dari surga atau neraka selain Yesus? Yohanes 3:13
  • di sorga hanya ada orang2 suci Matius 5 : 8
  • Neraka itu belum ada sekarang nanti waktu hari penghakiman baru orang2 berdosa baru dihukum. Wah 21:8

Di sorga ada orang?

Konsep Keselamatan Kristiani itu bukan berdasarkan “fear of hell”
Konsep Keselamatan Kristiani itu adalah KASIH KARUNIA DI DALAM IMAN KEPADA TUHAN YESUS KRISTUS.

Benar sekali bro!

[i]Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.[/i] (Kejadian 1:31)

Allah hanya menghendaki yang baik bagi ciptaanya bukan yang buruk. Neraka hanya diperuntukan bagi Iblis bukan kepada manusia, jika sekirannya ada manusia yang harus ke neraka, itu semua karena pilihannya sendiri yang secara sadar menolak Allah dan memilih bersekutu dengan Iblis.

kita mendengar ada beberapa orang yang mengklaim mendapat penglihatan tentang surga. Kita memang tidak dapat mengetahui sejauh mana kebenarannya, karena memang hal- hal tersebut tidak dapat dibuktikan. Terlepas dari benar atau tidak benar, hal penglihatan tersebut termasuk di dalam katagori Wahyu pribadi, yang tidak berpengaruh terhadap iman kita. Lain halnya penglihatan tentang surga yang dicatat dalam Kitab Suci, sebab itu termasuk dalam Wahyu Umum, sehingga mengikat kita umat beriman.

Dalam Kitab Suci sendiri, dikatakan ada tiga orang selain dari KRISTUS sendiri yang pernah memperoleh penglihatan tentang surga, yaitu: St. Stefanus (Kis 7:54-55), Rasul Paulus (2 Kor 12:1-4) dan Yohanes (Rev 4:1- 22:22). Dikatakan di Kisah Para Rasul bahwa St. Stefanus memang melihat surga sebelum wafatnya. Sedangkan Rasul Paulus ‘melihat’ surga namun kemudian masih kembali hidup selama beberapa tahun sebelum akhirnya wafat sebagai martir.Rasul Yohanes juga demikian, penglihatannya tentang surga diperolehnya sebelum wafatnya, dan ia menuliskannya dalam Kitab Wahyu. Sedangkan dalam sejarah Gereja Katolik, ada juga beberapa orang kudus yang memperoleh wahyu pribadi, tentang penglihatan akan surga, beberapa contohnya: St. Katarina dari Siena (1370) yang menerima penglihatan itu selama ia mengalami mati suri sekitar 4 jam, Discover-catholic-miracles.com
St. Yohanes Don Bosco (1815-1888), St. Maria Faustina (1905- 1938), para visioner penampakan Bunda Maria di Fatima yaitu Francesco, Jacinta dan Lucia (1917).

Bagi umat Katolik wahyu- wahyu pribadi tersebut tidak mengikat, karena tidak mengubah (menambah ataupun mengurangi) apa yang disampaikan dalam wahyu umum. Sedangkan untuk mengetahui otentik atau tidaknya, umat Katolik mengacu kepada keputusan Magisterium. Suatu tolok ukur yang dapat dipakai adalah apakah pesan yang disampaikan dalam wahyu- wahyu pribadi itu cocok dengan ajaran Magisterium Gereja? Jika tidak, maka tidak otentik. Sedangkan jika ya, maka bisa jadi otentik, walaupun tetap saja sifatnya tidak mengikat dan tidak setara dengan Wahyu umum yang tertuang dalam Kitab Suci dan Tradisi Suci.

Salam

Sola Gratia, Sola Fide, n Sola Christos nih… :wink:
btw, Sola Scriptura juga n Soli Deo Gloria.

setuju sekali :afro:

terlalu banyak kesaksian yang tidak sesuai dengan alkitab…
entah apa tujuannya menyebarkan berita yang kemungkinan besar menurut saya adalah hoax…

logikanya saja sesudah seseorang meninggal…bukankah yang tersisa adalah roh…dan bukan bentuk tubuh jasmani…bagaimana siksaan itu spert konsep yang ada pada islam…ckckck…
setelah penghakiman terakhir barulah sseorang diberikan tubuh kemuliaan kekal atau tubuh kehinaan kekal…

kita bisa mengasihi Tuhan karena bukan takut mati atau takut neraka…tapi takut Tuhan…dan karena Dia lebih dahulu mengasihi kita…

dari bemacam2 kesaksian ttg orang yang pernah mengalami dibawa melihat alam maut…mungkin kesaksian yang paling mendekati dan lebih saya bisa percaya …adalah kesaksian sadhu sundar singh walaupun hanya 50% yg saya percaya dan kesaksian ian mc cormack…

berikut sedikit kesaksian…dan latar belakangnya…saya minta pendapat teman2 sekalian…

Pada 1980 saat usiaku 24 tahun saya keluar berpengalaman untuk suatu perubahan. Saya lahir dan
dibesarkan di New Zealand. Orang tua- ku baik, dan stabil. Keduanya guru, dan karenanya kami sering
berpindah-pindah kota, direlokasi ke beberapa daerah. Saya mempunyai dua kesempatan dan bersamabersama
kami menikmati banyak hal yang dipergunakan anak-anak di New Zealand sebagai kesempatan,
seperti liburan panas di pantai. Dari usia mudah saya senang akan laut.
Saya menyelesaikan gelar universitas di bidang agrikultur pada Lincoln Universitas dan bekerja dua tahu
sebagai konsultan pada New Zealand Dairy Board. Saya suka beternak. Seorang pencinta alam, dan berhasil
dalam pekerjaan alami. Kebanyakan akhir pekan dihabiskan dengan menyelam, selancar, berkemah, dan ber
aneka…(saya potong)


Kami terus berangkat ke Bali di Indonesia, kami berselancar di Kuta Reef, dan di Uluwatu, reef-nya sangat
mengagumkan. Kami juga mengunjungi beberapa kuil Hindu & Budda sebelum berlanjut ke daerah Jawa.
Sementara berkeliling orang-orang disana bertanya jikalau kami orang Kristen, karena berkulit putih.
Pertanyaan mereka menerpaku karena saya dibesarkan dalam keluarga Kristen, tetapi tak yakin jika
menyebut diri ku Kristen.
Usia 14 tahun sidi di Gereja Anglican. saya pernah berdoa sewaktu kecil di Sekolah Minggu dan kumpulan
pemuda, Namun belum pernah mempunyai pengalaman hubungan pribadi dengan Allah.
Saya teringat saat keluar Gereja selesai sidi seperti illusi. Tak ada yang baru. Maka saya bertanya pada ibuku
jika Allah pernah berbicara dengannya secara pribadi. Ibu menoleh padaku dan menjawab, “Allah benar
berbicara dan Dia nyata”. Ibu bercerita bagaimana dia menangis pada Allah saat tragedi dan Allah menjawabnya. Saya bertanya mengapa Allah tidak berbicara denganku. Dia membalas, “Kadang tragedi
membuat kita merendahkan diri. Manusia pada dasarnya suka akan kebanggaan”. Saya menimpal “saya
bukan orang semacam itu, saya tidak bangga”. Tetapi ada rasa bangga, saat saya me-refleksikan.
Ibu berkata, “Saya tak akan memaksa mu ke Gereja. Tetapi ingat satu hal. Apapun yang kau lakukan dalam
hidup, kemanapun kau pergi, berapa jauhnya kau pikir telah jauh dari Allah, Ingat hal ini; jika engkau dalam
kesulitan dan menemui persoalan, menangislah dengan hatimu pada Allah, dan Dia akan mendengar mu
Dia sungguh akan mendengar mu dan mengampuni- mu.”Saya ingat kata-kata itu. Perkataan itu terjerat
dalam ingatan-ku. Tetapi saya putuskan daripada menjadi seorang hipokrat saya tak akan kembali ke Gereja
karena sungguh tak pernah berpengalaman dengan Allah.Hal itu bagiku hanyalah Agama…
…(saya potong)
Kami menyelam kedalam. Saya naik kearah Reef dan kedua temanku turun melalui reef. Biasanya kami
bersama namun karena alasan lain kami terpisah. Saya mencari udang laut saat melihat hal aneh dalam laut
terlihat seperti cumi-cumi. Karena tertarik, Saya berenang mendekatinya dan menyentuh dengan tanganku
dan memegangnya. Saya memakai sarung tangan dan benda itu melebur dalam tanganku seperti ubur-ubur.
Kulihat terapung lalu pergi, sangat menarik, ubur-ubur aneh. Muncul dengan kepala seperti cumi-cumi
tetapi itu bentuk kotaknya dan seperti mempunyai jari-jari. transparan. tak pernah kulihat seperti
demikian sebelumnya, tetapi saya berbalik dan melanjutkan mencari udang laut.
Dengan senter di reef, saya mencari udang, dan sesuatu menyengatku. Saya berputar melihat apakah itu.
Saya memakai baju selam lengan pendek, dan bagian lengan itulah yang tak tertutup dengan baju
penyelamku. Sesuatu telah lewat dan menyengatku dan meninggalkan shock padaku. Seperti berdiri di
kandang sapi yang basah lantainya dengan tak bersepatu, telanjang kaki, dan mengangkat tangan kearah
kotak listrik. Ketegangan Luarbiasa. Saya menarik darinya, dan mencoba mencari tahu apa dan dimana
dengan lampu senter anti air, tetapi tak dapat melihat apa yang menerpaku.
Mungkin sesuatu telah menggigitku, atau saya mencederaiku sendiri pada reef. Kupastikan lenganku jika
berdarah, tetapi tidak. hanya kesakitan yang sangat. Saya mengusapnya, yang seharusnya tak boleh
kulakukan. Sekarang sakitnya berkurang sehingga tak kuperdulikan dan berpikir, “Saya akan mendapat
udang dan kembali menanyakan pada lelaki yang di perahu apa yang menyengatku”. Saya tidak marah
Sebagai penyelam, Seharusnya tidak pernah marah.
Saya pergi mencari udang. Menyelam lagi dan melihat ubur-ubur yang telah kulihat beberapa menit lalu.
Keduanya sedang menuju kearahku. Dengan samping mataku dapat kulihat menempel pada lenganku. Saat
menyengatku, pengalaman sama seperti arus listrik menerpaku. seperti memukulku dengan pentung dalam
air. Tiba-tiba kusadari apa yang menyengatku!
Saya tahu dari pengalamanku bahwa beberapa ubur-ubur laut beracun. Sewaktu kanak-kanak sering saya
merasa demam karena reaksi allergi jika disengat lebah maka kaki akan membengkak seperti balon.
sekarang Saya merasa sangat kuatir karena disengat ubur-ubur pada dua tempat yang berbeda. Saya
berenang kepermukaan air dan mencari perahu. Saya Hanya bisa berenang kearah reef. Kutaruh lengan
dibelakangku dan membawahnya keluar dari air. Tak mau disengat lagi. Saat berenang saya merasa sesuatu tergelincir dibelakangku dan merasa shock berikutnya pada lenganku. Dan melihat ubur-ubur ini
terlepas. Saya di sengat yang ketiga kalinya…saya potong…
Saat itu temanku Simon berjalan di reef kearahku. Masih dalam segala perlengkapan dan bahkan tidak
disentuh oleh ubur-ubur laut. Dia melihat lenganku, kemudian memandangku. Dia bertanya, “Berapa
banyak? Berapa kali kau disengat?” saya menjawab, “Empat kali.” Dia berkata, “tak bisa dilihat? Seperti
transparan?”saya menjawab,“Ya, tak terlihat .” Simon menundukkan kepala dan mengumpat. Dia berkata
“satu sengatan dan kau musnah, hanya satu!” Dia menyoroti wajahku dengan lampu senter dan dapat
melihat keseriusan yang tertulis diwajahku. Saya katakan “Jadi, apa yang harus kuperbuat dengan empat
sengatan pada lenganku…saya potong…
Saya dapat merasa racun itu melalui aliran darah dan menekan pada sesuatu dibawah lenganku. Urat utama
pada tubuh terkena racun tersebut. Kesakitan menanjak dan membuatku sulit bernapas. Sebelah kanan paruparu
tertekan oleh baju selam jadi dengan lengan kiri harus kubuka bajuku, merobek dan kemudian memakai
celanaku sementara masih dapat bergerak. Lalu terduduk dengan Mulut yang mengering. Dapat kurasakan
racun itu bergerak dalam tubuhku. kurasakan sakit pada bagian belakang seperti seseorang memukul
lambungku. Kucoba untuk tidak bergerak, dan menjadi panik. Saat tengah dalam perjalanan kearah pantai
kurasakan racun itu beredar bersama aliran darahku.
Tak tahu arah mana aliran darahku bergerak hingga malam itu, tapi aku mau katakan, saya sangat tertarik
kearah mana sirkulasi darahku mengalir! Racun itu telah mematihkan kaki kananku, dan saya tahu bahwa
…saya potong…
Kami dalam perjalanan ke RS dan mobil mulai menanjak. kakiku terangkat keatas Karena posisiku dalam
mobil dan kurasakan racun yang berada dalam aliran darah sedang menuju kearah otak. Saya melihat
gambaran anak kecil disalju, kemudian melihat seorang remaja laki-laki dengan berambut putih seperti salju.
kulihat gambar itu dan berpikir, “Wah anak itu berambut putih,” tetapi tiba-tiba kulihat diriku sendiri pada
anak itu, saya telah melihat hidupku. Pengalaman yang menakutkan, melihat hidupku sendiri seperti
menonton video, semua ini terjadi jelas dihadapan mataku. saya berpikir, “telah kudengar tentang hal ini,
dan telah kubaca tentang hal ini. Kehidupan orang sebelum ia mati diperlihatkan sebelum ajalnya.”
kukatakan pada diriku, “Saya terlalu muda untuk mati, mengapa pergi menyelam? Sangat bodoh, seharusnya
tinggal dirumah.”Pikiranku menerawang. Saya sedang bergelut dengan kematian. Kudengar detak jantung
dan menunggu apa yang terjadi denganku jika mati? Apakah ada sesuatu disana setelah kematian?
Kemanakah saya akan pergi saat mati?
Lalu kulihat ibuku. Mengatakan pesan yang ia sampaikan dahulu; “Ian, tak perduli berapa jauhnya engkau
dari Allah, atau kesalahan apapun yang telah kau perbuat, jika kau menangis pada Allah dari dalam hatimu,
Maka Ia akan mendengarmu dan akan mengampuni-mu.”

Dalam hatiku berpikir, “Apakah kupercaya bahwa Allah ada? Apakah saya akan berdoa?” Saya hampir
menjadi ateis. Tak percaya siapapun. Namun, Diperhadapkan pada ibuku. Saat kembali di New Zealand
saya berbicara dengan ibuku. Dia katakan tak bisa tidur dan bangun beberapa kali pada pagi saat kecelakaan.
Allah telah menunjukannya sebagai bagian hidupku dan berkata,”Anakmu tertua Ian hampir mati. Berdoalah
baginya sekarang.” Maka ibuku mulai berdoa bagiku pagi itu.
Tentu doanya tak akan menyelamatkanku, atau membawahku ke Surga, Tetapi saya tahu bahwa saya perlu
berdoa. Tak tahu bagaimana berdoa dan pada siapa. allah yang mana harus kupohon? Buddha, Kali, Shiva?
Ada ribuan diantaranya. Namun tak pernah kulihat Buddha, Krishna, beberapa allah lain atau yang
kelihatan, yang kulihat ibuku, dan ibuku mengikuti Yesus Kristus. Kupikir, “Sudah bertahun-tahun tak
pernah berdoa, Apa yang akan kudoakan? Bagaimanakah mengucapkannya sekarang? Doa yang
bagaimanakah yang disebut sebelum mati?”
Kemudian saya teringat sewaktu kecil ibu mengajariku ‘Doa Agung’. “Bapa kami yang di Surga,
Dikuduskan-lah kiranya Nama-Mu, datang-lah Kerajaan-Mu, Jadi-lah Kehendak-Mu dibumi seperti di
Surga…” Itulah yang akan kusebutkan, hanya itulah yang kuketahui. Saya mulai mengucapkannya, tetapi
tak dapat mengingatnya. Rasanya seperti racun itu telah sampai dikepalaku dan menyetopku untuk berdoa.
Menutup semua jalan pikiranku. Sangat menakutkan. Saya selalu berharap pada akal pikiranku dan
intektualku tiba-tiba sekarang mati dalam diriku. Kekosongan mental. Kosong
Sambil berbaring saya teringat pesan ibu,jangan berdoa dari kepalamu, berdoa-lah dari dalam hatimu.
Sebab itu,saya berdoa “Ya Allah saya tak tahu dimana Doa Agung, Saya mau mengucapkannya, tolong-lah
saya”. Sewaktu saya katakan, Doa Agung ini muncul dari dalam hatiku, dari Rohku. Dan ku-ucapkan,
“Ampunilah dosa kami.” kulanjutkan “Ya Allah, Kumohon Ampuni dosa-dosaku, Namun banyak
kesalahanku. sangat banyak,naluriku mengatakan mereka salah. Jika Engkau sanggup, tak tahu bagaimana
Engkau melakukan-nya-saya tak tahu-Tolong-lah ampunkan dosa-dosaku”.Dan saya bersungguh-sungguh.

Saya mau kesalahanku dihapus,dan memulai lagi.“Ya Allah ampunilah saya…Sewaktu berdoa, kudapati bagian doa lain. “Ampunilah mereka yang telah berdosa kepadamu.” Saya
mengerti bahwa saya harus mengampuni mereka yang telah menyakitiku. kupikir, “Saya tak menahan
amarah. Ada banyak orang yang telah bersalah padaku dan mengkhianatiku dan mengatakan banyak hal
jahat bagiku dan melakukan yang buruk padaku Kuampuni mereka.” Lalu terdengar suara Allah, “Apakah
kau akan mengampuni orang yang mendorongmu keluar dari mobil dan orang cina yang tak mau
membawahmu ke RS?” Saya terhenti, “Hmm,ada rencana lain, jika saya sembuh dari semua ini.” Tetapi
saya berpikir, “Baiklah,Saya akan mengampuni mereka.Jika Engkau mengampuniku,Bagian doa berikut muncul, “Jadi-lah Kehendak-Mu.” Telah banyak melakukan kemauanku selama 20
Tahun. Ku-katakan, “Ya Allah, jika sembuh dari semua ini, Saya tak tahu apa Kehendak-Mu-Tak Kuketahui
apa Kehendak-Mu-Yang kuketahui adalah tidak melakukan yang jahat, Tetapi sama sekali tak tahu dengan
Kehendak-Mu. Jika selamat dari semua ini, akan kucari kehendak-Mu dan akan kulakukan. jika sembuh
Saya akan mengikuti-Mu dengan segenap jiwaku ”.
Waktu itu saya tidak mengerti, tetapi itulah doa bagi keselamatan ku. Bukan dari kepalaku, tetapi dari
hatiku, memohon “Allah mengampuni kejahatanku dan dosa-dosaku. Allah menyucikanku. Saya dapat
ampuni mereka yang telah menyakitiku. Yesus Kristus, Akan kulakukan Kehendak-Mu, jadilah Kehendak-
Mu. Saya akan mengikuti-Mu.” Saya Telah mengucapkan doa seorang berdosa, Doa pertobatan pada Allah
Suatu damai yang luar biasa menyelubungi hatiku sewaktu berdoa. Ketakutan telah lenyap, ketakutan pada
apa yang akan terjadi. Saya tahu, Walaupun masih sekarat, tetapi damai meliputiku. Saya telah berdamai
dengan Penciptaku. Saya tahu, dari awal bahwa akan dijamah bahkan mendengar-Nya. Tak pernah kudengar
Suara Allah sebelumnya. Tetapi sekarang dapat Kudengar Tidak ada seorang pun yang dapat menolongku
menyebutkan Doa Agung saat itu kecuali Dia.

…saya potong…

“Kujaga mataku agar tetap terbuka.”Dan berbicara padaku. Kuharap Dokter segera kembali dan menghapus
keringat ini namun ia tidak kembali. kucoba berbicara, “Dokter kembalilah ” Tetapi bibirku tak bisa
digerakkan. Kucoba kepalaku tetapi tak bisa digerakkan. kupejap mataku.Dan berhasil mengeluarkan
sebagian tetapi pandanganku masih kabur. Kukejap mataku. Dan sedikit yang berhasil dikeluarkan, Tibatiba
saya menghela napas, seperti terlepas dan kutahu sesuatu telah terjadi.
Saya tahu ada kelepasan, perlawanan untuk kehidupan ini telah berakhir. Tak ada yang memberitahu apa
yang telah terjadi, Tak ada yang berkata, “Anakku engkau baru saja mati.” Saya tak tahu. Semua yang
kuketahui ialah bahwa perlawanan agar mataku tetap terbuka dan hidup berakhir.
Saya tahu telah berpindah kesuatu tempat, dan bukan seperti menutup mata dan tidur, saya tahu berada
ditempat lain. saya telah mengalami perasaan mengambang selama 20 menit yang lalu sewaktu di RS
sebelum mati. Dan telah bertahan pada tubuhku dengan tidak bersandar pada apapun. Dan sewaktu saya
menutup mata, saya tidak mengambang, Saya mati.
Alkitab mengatakan di Pengkhotbah, bahwa ketika manusia mati Rohnya kembali pada Allah yang
memberikannya dan tubuhnya kembali ke tanah darimana ia datang. Ya,Kutahu bahwa Rohku telah pergi,
Telah pergi kesuatu tempat, dan tak tahu bahwa sebenarnya saya telah mati. Saya tiba disuatu jalan yang
besar, suatu tempat yang diselimuti kegelapan. Saya merasa saya berdiri.Seolah-olah terbangun dari mimpi
buruk dirumah orang lain, dan menerka-nerka dimana orang-orang ini.kulihat berkeliling dan mencoba
berorientasi dengan sekelilingku.
Pernakah anda bangun pada tengah malam dan mencari kontak lampu? Demikianlah, saya mencoba
mencari kontak lampu, dan tak menemukannya. Saya mencoba menjamah sesuatu, dan saya bergerak
berkeliling namun tak menemukan sesuatu. Bahkan tidak terbentur pada apapun. Saya tak bisa melihat
tanganku dihadapan wajahku. Kuangkat tanganku dan mencoba melihatnya. Kuangkat kearah wajahku
tetapi menembus wajahku. Pengalaman yang menakutkan. Saya tahu disaat itu, saya adalah saya sendiri, Ian
McCormack, berdiri disana, Namun tanpa tubuh. Saya bersensasi dan merasakan bahwa saya memiliki
tubuh, tetapi tak ada fisikku yang dapat terjamah. Saya dalam bentuk Roh, dan tubuh fisikku telah mati,
tetapi saya hidup, dan sangat peka bahwa saya mempunyai lengan dan kaki dan sebuah kepala, tetapi tak
dapat menjamahnya. Allah itu Roh, suatu keberadaan yang tak terlihat, dan kita dibentuk menurut
gambarannya.
Muncul pertanyaan, “Dibumi manakah saya berada?” Berdiri dalam kegelapan, kurasakan hawa dingin dan
ketakutan menghantuiku.Mungkin seperti anda berjalan di jalan yang sunyi pada malam hari, atau anda
masuk kerumah sendirian dan merasa ada yang sedang mengawasi anda. Pernah merasakannya? Naluri anda mengatakan bahwa seseorang sedang memperhatikan anda dari kegelapan tetapi anda tak dapat melihatnya.
Saya mulai peka dengan iblis dikegelapan. Gelap yang bukan hanya fisik tetapi juga Rohani. Saya merasa
sedang diawasi. Kedinginan merangkak dan diisi iblis mendatangiku. Saya tahu ada ada sesuatu di
sekelilingku. Perlahan-lahan aku mulai peka dengan orang-orang yang datang dari segalah arah kepadaku,
23
sepertiku. Walaupun tidak berbicara mereka dapat menjawab pikiranku. Di kegelapan kudengar suara
teriakan keras berkata padaku: “Diam!” “Kau layak di tempat ini!” kupikir, “Saya di Neraka, ini kenyataan,
Tetapi bagaimana saya berakhir disini?” Saya ketakutan–takut bergerak atau bernapas atau berbicara. Dan
berpendapat, “Ya, Saya layak ditempat ini.Orang melukiskan Neraka sebagai, Tempat berpesta pora dan bersenang-senang. Sayapun pernah
berpendapat demikian.Kupikir dapat melakukan apa saja disini yang tak bisa dilakukan di dunia.Dan itu
sampah. Tempatku berada saat itu adalah tempat yang menakutkan yang pernah kutemui. Orang-orang
disana tak dapat melakukan apa yang diinginkan oleh hati mereka yang jahat, mereka tak dapat melakukan
apa-apa. Dan tak ada kebanggaan. Siapa yang dapat dibanggakan disini?“Oh ya,memperkosa, membunuh,
mencuri, merampok.” Bersuka hati! Tak ada seperti itu,Tak ada.Mereka tahu bahwa pengadilan itu semakin
dekat.
Tak ada hubungan waktu di tempat tersebut. Orang-orang disana tak dapat mengatakan jam berapa. Mereka
tak dapat mengatakan apakah mereka telah berada selama sepuluh menit, sepuluh tahun atau 10,000 tahun.
Mereka tidak berhubungan dengan waktu. Tempat yang sangat menakutkan. Alkitab berkata ada dua
Kerajaan, Kerajaan Gelap,yang dipimpin oleh setan, dan Kerajaan Terang. Dalam Kitab Yehuda dikatakan
bahwa Kerajaan Gelap ini dipersiapkan bagi malaikat yang tidak mentaati Allah. Bukan untuk manusia, tak
pernah untuk manusia. Tempat menakutkan dan menjijikkan yang pernah kualami. Dan tidak ingin atau
mengharapkan musuhku yang terburukpun berada di Neraka.
Tak tahu bagaimana keluar dari tempat ini. Bagaimanakah anda dapat keluar dari Neraka? Tetapi saya telah
berdoa, Tetapi bagaimana mungkin saya berada disini, Saya berdoa sebelum mati, dan memohon Allah
mengampuni dosaku. Saya menangis pada Allah, “Mengapa saya disini, Saya telah memintah
pengampunan-Mu, mengapa saya disini? Saya telah berbalik dengan hatiku kepada-Mu, Mengapa saya
disini?”
Jalan keluar adalah saya telah bertobat sebelumnya. Sangat terlambat jika bertobat setelah di Neraka.
Anda dapat bertobat sebelum mati. Anda tak bisa berdoa diNeraka memohon keluar dan Tak ada seorangpun
didunia dapat berdoa supaya anda dikeluarkan,Tak ada. Harus berdoa sendiri. Alkitab berkata Tidak
seorangpun dapat berdoa untuk kematian, jiwa tak bisa keluar dari Neraka. Mereka harus bertobat sebelum
terlambat.
Kemudian Cahaya terang menyinariku dan membawahku keluar dari kegelapan.Alkitab berkata bahwa
Terang telah bersinar dalam kegelapan, mereka yang berjalan dalam bayang-bayang kematian dan
kegelapan, dan telah menuntun kaki mereka kejalan kebenaran dan Damai. Saya berdiri terpaku pada cahaya
yang menembus kekelaman di atasku dan menyinari wajahku. Cahaya ini mulai membungkusku dan
kurasakan tubuhku sangat ringan. Lalu tubuhku terangkat kedalam Cahaya yang menyinariku ini.
Sewaktu kulihat keatas dan kurasakan bahwa sedang dihentar kesebuah bundaran terbuka diatasku. Saya tak
mau menoleh kebelakang tak mau jatuh kedalam kegelapan itu. Saya bersukacita keluar darinya. sewaktu
memasuki Terowongan kusaksikan Sinar terang benderang menantikan di ujung terowongan. Sinarnya
menyilaukan, seperti pusat seluruh alam raya ini. Terlihat seperti Sinar yang memiliki seluruh pilar
kekuatan, Seluruh Terang. Lebih Terang dari terang matahari, lebih berkilau daripada segala jenis

perhiasan, permata, benderang lebih dari Sinar Laser. Walaupun demikian anda dapat memandang kedalam
sinar-Nya.
Saat terbawah ke arah sinar ini , seperti Laron kearah Lampu. Saya merasakan diriku terbawah diudara
dalam kekuatan yang dasyat kearah ujung dari terowongan ini. Disaat yang sama dapat kulihat gumpalan
gelombang-gelombang Sinar yang datang kearahku. Gelombang sinar pertama memberikan kehangatan dan
kesejukan. Seolah-olah bukan hanya Sinar biasa tetapi “ Sinar Kehidupan” yang mengirim suatu pesan
perasaan belas kasih. Kemudian disusul oleh sinar yang kedua padaku.
Sinar ini memberikanku suatu kedamaian yang utuh. Telah kucari “suatu kedamaian” bertahun-tahun dan
semuanya hanya sementara. Disekolah saya pelajari Keats dan Shakespeare ( Buku ) mencoba mendapati
kedamaian. Telah kucoba Alkohol, telah kucoba pengetahuan, telah kucoba beolahraga, telah kucoba
berhubungan dengan wanita, telah kucoba obat-obatan, telah kucoba segalah sesuatu untuk mendapati
kedamaian dan kepuasaan dalam hidupku, dan tak pernah kutemui. Sekarang dari ujung rambutku sampai
pada ujung kakiku kudapati diriku dalam suatu kedamaian yang sejati.

Pikiranku muncul “Bagaimana rupa tubuhku?” Dalam kegelapan saya tak dapat melihat tanganku didepan
wajahku. Kupikir “Saya pasti dapat melihatnya sekarang dalam terang.” Saat kulihat Pandanganku dapat
menembus lengan dan tanganku. Tubuhku transparansi seperti Roh, hanya tubuhku dipenuhi dengan sinar
yang memenuhiku sejak berada dalam terowongan. Seolah-olah saya dipenuhi dengan terang. Gelombang
sinar yang ketiga di akhir terowongan memberiku Sukacita yang utuh. Saya sangat bersukacita dan
menantikan pengalaman indah yang akan terjadi dalam seluruh kehidupanku.
Pikiranku tak dapat katakan kemana tujuanku, kata-kataku tak dapat berkomunikasi dengan apa yang
kulihat. Saat keluar terowongan diriku berdiri dihadapan Pilar seluruh Terang dan Kuasa.Penglihatanku terarah
pada Cahaya menakjubkan ini.Kupikir tentang Aurora.Kemudian tentang Cahaya Kemuliaan. Pernah
kulihat Gambar Tuhan Yesus dengan sebias sinar diwajahNya. Yesus Kristus mati, Bangkit dari kematian
dan Naik ke Surga, duduk disebelah kanan Allah Bapa, dan Dimuliaakan, dipenuhi dengan Sinar Kemuliaan
dan Tak ada kegelapan. Dia-lah Raja Kemuliaan, Pangeran Damai, Tuhan diatas segala tuhan dan Raja
diatas segala raja.Yang kulihat itulah yang ku percaya ini-lah Sinar Kemuliaan Tuhan. Dalam Perjanjian
Lama, Musa naik kegunung Sinai selama 30 hari dan melihat Cahaya Kemuliaan Tuhan.Saat turun wajahnya
diliputi Cahaya Kemuliaan Allah. Wajahnya menyinarkan Kemuliaan Tuhan, dan Musa harus menutupinya
dengan selubung, agar orang-orang tidak ketakutan. Dia telah melihat Cahaya Allah, Kemuliaan Allah.
Paulus dibutahkan oleh Cahaya dalam perjalanan ke Damaskus, Kemuliaan Yesus. Saat ini saya berdiri
dalam Cahaya dan Kemuliaan.
Saat itu, Timbul pertanyaan dalam hatiku; “Inikah suatu, kepercayaan Budha, atau karma, atau yin dan
yang? Inikah suatu energi kuasa alami yang menyerupai seseorang yang sedang berdiri disana?”masih
bertanya-tanya. Dan terdengar-lah suara dari dalam Cahaya. berkata“Ian, Apakah engkau berharap
kembali?” Saya bergetar saat mengetahui bahwa ada SeseOrang dalam Terang tersebut dan siapapun Orang
Nya dia mengetahui namaku.Bahkan jalan pikiranku. Kurenungkan apa yang dikatakannya “ Kembali,-
kembali-kemana? Dimanakah saya?” Segera kuarahkan pandangan ke belakangku, Kulihat terowongan yang
menuju kedalam kegelapan. Saya menduga sedang berada di tempat tidur RS dan bermimpi, kututup
mataku.” Inikah suatu kenyataan? Benarkah saya sedang berdiri disini, saya, Ian, berdiri dalam suatu
kehidupan disini, suatu kenyataan?” Tuhan berbicara lagi. “ Apakah engkau berharap kembali?” Saya
membalas “ Jika telah keluar dari tubuhku saya tak tahu dimana keberadaanku, saya berharap kembali
Jawab Nya “ Jika engkau berharap kembali Ian engkau harus melihat dalam Terang yang baru.”
Saat kudengar “Melihat dalam Terang yang Baru,” pikiranku terbuka. Saya teringat diberikan Kartu Natal
yang tertulis, “Yesus adalah Terang Dunia” dan “Allah itu terang dan tak ada kegelapan didalamNya.” Saya
bahkan bermeditasi dengan Firman tersebut pada waktu itu. Saya Sadar baru saja datang dari kegelapan, dan
sudah jelas tak ada kegelapan disini.
Dan dapat mengenal Kasih itu,
Sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.
Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi
Didalam seluruh kepenuhan Allah.
Efesus 3:19
(Alkitab Terjemahan Baru)
Inilah ALLAH! Dia-lah Terang. Dia mengenal namaku dan mengetahui segala rahasiaku akal,pikiran dan
hatiku. Saya berpikir, “Jika ini Allah tentu dapat melihat semua yang telah kulakukan dalam hidupku.”

kurasa hina dan transparansi dihadapanNya. Malu dan berpikir “Mereka pasti melakukan kesalahan
membawah orang yang salah. Tidak seharusnya disini. Saya bukan seorang baik.Saya harus berjingkrakjingkrak
diantara bebatuan dan kembali ke kegelapan.” Saya berjalan mundur kearah terowongan sebuah
gelombang Sinar dari Allah datang kearahku. Awal nya saya mengira Pancaran Sinar ini akan membuangku
kedalam jurang. Tetapi dugaan ku salah gelombang pancaran sinar ini membawah Cinta Kasih yang murni
kepadaku. Itulah hal terakhir yang kudambahkan.Yang seharusnya diadili malah dibersihkan dengan Kasih
yang tulus.
Tulus, Murni, Suci, Tak terhalang, Tak mengharapkan balas, Kasih. itu mengisiku dari dalam hingga keluar.
Kuberpikir, “Mungkin Allah tak mengetahui semua kesalahanku,” sebab itu hendak kusampaikan semua
kebejatanku yang telah kulakukan dalam kegelapan. Namun Dia telah mengampuniku dan hanya
memberikanku KasihNya dan Kasih itu mulai bertambah dalam diriku. Ternyata,kemudian Allah
menunjukanku bahwa sewaktu kumohon pengampunan di mobil Ambulans, Dia telah mengampuniku dan
membersihkan Rohku dari segalah yang jahat.

Saya menangis tak terkendali disaat Kasih itu semakin mengalir kuat dalam diriku. Sangat indah
dan murni, tak terikat. Tak pernah kurasakan dikasihi bertahun-tahun. Yang kurasakan terakhir kalinya
adalah dikasihi ibuku sewaktu kami tinggal bersama, tetapi saya telah keluar kedunia dan tak ada kasih yang
kudapati dalam dunia ini. Telah kulihat dan mengira dikasihi. Seks bukan Kasih, hanya melelahkanmu. Dan
hanya keinginan yang bernyala-nyala dan yang tak terkendali yang keluar dari dalam dirimu.
Saat itu, Gelombang pancaran kasih ini berhenti dan saya terbungkus dalam Terang yang ber-isikan kasih.
Terpaku diam. Saya berpikir, “Saya sangat dekat,mungkinkah dapat melangkah masuk kedalam Cahaya
yang mengelilingi Allah dan melihat wajahNya. Jika dapat kulihat wajahNya maka saya akan mengetahui
kebenaran.”Saya lelah mendengar penipuan dan ketidak jujuran.Kuingin mengetahui kebenaran. Telah
kucari dimana -mana, tak seorangpun dapat memberitahukannya. Saya mau bertanya pada siapapun yang
dapat memberitahukan arti hidup ini,kebenaran yang terjadi,sesuatu yang benar. Saya berpikir jika masuk
bertemu muka dan muka dengan Allah akan kuketahui kebenaran itu dan arti kehidupan.Tak perlu
menanyakan orang, wanita atau anak-anak. Saya akan mengetahui.

Dapatkah kulangkah masuk?Tak ada suara yang mengatakan Tidak. Sebab itu, Saya masuk, Kulangkakan
kakiku kedalam cahaya itu. Seperti masuk kedalam selimut terang itu sendiri, seperti bintang bersegi yang
memberikan cahaya yang bersinar. Sinar itu terus menerus menyembuh kan bagian terdalam diriku, seolaholah
menyembuhkan bagian - bagian yang telah hancur dalam diriku, menyembuhkan kehancuran hatiku.
Kumasuk kedalam titik Cahaya tersebut. Dalam pusat terang itu berdiri seSeorang dengan jubahNya turun
hingga kepergelangan kakiNya. JubahNya bukan buatan manusia tetapi Jubah yang bersinar. Saat kuangkat
wajahku dapat kulihat bagian dadaNya dengan tangan yang terbuka menyambutku. Kupandang wajahNya.
Sangat berkilau; terlihat seperti sepuluh kali lebih terang dari terang yang kulihat. Dan membuat sinar
matahari berubah kuning dan pucat dalam perbandingannya. Sangat berkilau sehingga saya tak dapat
menggambarkanNya, saya terpaku memandangNya dan mulai menyadari bahwa Terang ini menyatakan
kesucian,Kekudusan. Saya berdiri dihadirat Allah Yang Maha Kuasa–tak ada seorangpun hanya Allah saja
lah yang terlihat demikian. Kesucian dan Kekudusan terpancar dari wajahNya dan masuk kedalam diriku.
Ingin kudekati dan melihat wajahNya. Tak ada ketakutan hanya kemenangan yang membuatku mendekat.
Sekarang saya berdiri dihadapanNya, mencoba mengamati pancaran wajahNya saat kupandang Ia bergerak
kearah samping dan semua Cahaya itu mengikutiNya.

Akulah (Yesus) pintu.
Barangsiapa masuk melalui aku, ia akan selamat;
Dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh
dan membinasakan. Aku datang, supaya
mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Akulah gembala yang baik.
Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.
Yohanes 10:9-11
(NASB)
Tepat dibelakang Yesus ada sebuah terowongan bundar yang baru saja kulewati. Saya memandang
kearahnya, dapat kulihat sebuah dunia baru yang terbuka dihadapanku. Saya merasakan seolah-olah sedang
berdiri ditepi Firdaus, memandang kedalam sekelumit suatu kekekalan.
Tak terjamah.Didepanku terbentang padang rumput hijau.Rerumputan ini memancarkan sinar dan kehidupan
sebagaimana berada dihadapan hadirat Allah. Tak kulihat pepohonan yang layu. Jika berjalan di rerumputan
maka mereka akan hidup kembali seperti tak pernah terinjak. Air bening mengalir diantara padang rumput
dan pepohonan di sekelilingnya. Dikananku gunung-gunung pada kejauhan dan langit biru cerah terbentang
diangkasa. Dikiriku bukit-bukit yang biru dan bunga-bunga, yang berkemilauan. ‘Firdaus’. kutahu saya
kepunyaannya, Saya telah berkeliling dunia mencari Firdaus, sekarang saya menemukannya. Kurasakan
kelahiran baru dalam hidupku. Setiap bagian hidupku tahu bahwa saya telah tiba dirumah. Dihadapanku
terbentang suatu kekekalan, hanya selangkah didepanku.
Saya hendak masuk kedunia baru Yesus melangkah dan berdiri di pintu. Alkitab katakan Yesuslah pintu jika
masuk melaluiNya,anda akan masuk dan keluar menemukan padang rumput.Yesus-lah Jalan, Kebenaran dan
Hidup. Tak seorangpun datang kepada Bapa Kalau tidak melaluiNya. Dia-lah jalan satu-satuNya. Hanya ada
jalan yang sempit yang menuju pada KerajaanNya. Sedikit orang yang mendapatiNya. Banyak orang
menemukan jalan yang lebar yaitu Jalan raya kedalam Neraka.
Yesus menanyakanku “Ian, sekarang kau telah melihat apa kau berharap kembali?” kupikir "kembali, tentu
tidak. Kenapa mau kembali? Kenapa ingin kembali pada kekelaman dan kebencian? Tidak, Saya tak
memiliki apapun.Tak ber-isteri tak ada anak, tak seorangpun yang mengasihiku. Saya ingin masuk.” Namun
Yesus tidak berpindah maka saya menoleh kebelakangku dan berkata, “Selamat tinggal dunia keji saya
keluar!”
Sewaktu menoleh, didepan terowongan, berdiri ibuku. Saat kulihat Saya tahu telah menipu; ada yang
mencintaiku – ibuku terkasih. Bukan saja mencintaiku, tetapi kutahu dia berdoa setiap hari bagi hidup ku,
dia telah mencoba membawahku pada Allah. Dalam kebanggan dan kesombongan saya mencemoohkan
kepercayaan-nya. Namun dia benar, Allah ada Surga dan Neraka. Kusadari betapa hanya kuingat diriku
masuk ke Firdaus dan tinggalkan ibuku yang percaya bahwa saya di Neraka. Dia tak akan tahu bahwa telah
Ku-ucapkan Doa orang berdosa dan bertobat dari dosa-dosaku dan menerimah Yesus sebagai Tuhan dan
Juruselamat-ku. Dia mungkin hanya menerimah jenasah terkirim dari pulau Mauritius.
Saya berkata, “Ya Allah,Sungguh hanya ada satu orang yang membuatku ingin kembali dan dia-lah ibuku.
Kuingin katakan padanya bahwa yang di Imani-nya benar, Allah yang Hidup ada, bahkan Surga dan Neraka,
dan Yesus Kristus adalah pintu kita harus melaluiNya”. Kemudian, dibelakang ibuku kulihat Ayahku

saudara lelaki-ku dan saudari perempuan-ku, teman- temanku dan ribuan orang. Allah menunjukanku
bahwa banyak orang tidak mengetahui kebenaran, dan tak akan tahu jikalau saya tidak membagikan-nya
dengan mereka. Saya bertanya, “Siapakah orang lain yang banyak itu?” Allah katakan, “Jika engkau tak
kembali, orang banyak itu tak akan mendapat kesempatan mendengar tentang Aku karena banyak yang tidak
melangkah kedalam Gereja-Ku”.
Saya berkata, “Allah saya mau kembali dan menceritakan. Saya telah berada sekali disini,tak tahu
bagaimana,tetapi tentu dapat mengetahui nya.Jika sekali datang, kutahu akan kembali. Ingin kupastikan akan
kembali ”kukatakan,“Allah, bagaimanakah kembali? melalui terowongan gelap, dan kembali ke tubuhku?
Bagaimana saya kembali? Saya bahkan tak tahu bagaimana dapat tiba disini.” Tuhan katakan, "Jikalau
kembali kau harus melihat segala sesuatu dalam Terang baru.” Kupahami bahwa melalui mata Allah, Mata
penuh Kasih dan pengampunan. Saya harus melihat dunia sebagaimana Allah melihatnya – melalui mata
kekekalan.
Kukatakan “Allah,bagaimanakah saya kembali? Saya tak tahu bagaimana berbalik”.Dia katakan, "Ian
balikan kepala-mu…sekarang rasalah cairan itu mengering dari mata-mu…sekarang bukalah matamu dan
melihat-lah.”
BAGIAN SEPULUH – KEMBALI
Sebab Engkau telah meluputkan aku daripada maut;
Bahkan menjaga kakiku,sehingga tidak tersandung.
Maka aku boleh berjalan dihadapan, Allah,
Dalam cahaya Kehidupan.
Masmur 56:14
(Alkitab)

Segera saya kembali pada tubuhku. Kepalaku di balikan kekanan dan satu mataku masih terbuka. Saya
memandang kearah Dokter pribumi muda yang mengangkat kaki kananku dan menghantam kakiku dengan
bendah tajam. Dia mencari tanda jika ada kehidupan. Sedikitpun dia tak menyadari bahwa sekarang saya
hidup dan sedang melihat padanya. Saya heran apa yang sedang ia lakukan, kemudian; “Dia mengira saya
telah mati!” pada saat yang sama Dokter itu berhenti dan memandang wajahku. Saat melihatku, terror
menyapuh wajah tersebut, seolah-olah ia melihat hantu. Darah telah mengering diwajahnya dan dia pucat
pasi . kakinya hampir terangkat dari lantai.
Bergetar saya memohon pada Allah agar dapat membalikkan kepalaku kekiri dan melihat kearah lain. Saat
saya membalikkan kepala kekiri kulihat perawat-perawat yang menatap dengan terror kekaguman pada
wajahku saya merasakan kelemahan dan menutup mataku lagi,tetapi segera kubuka dan memastikan bahwa
masih berada dalam tubuhku. Saya tak pasti akan menghilang lagi. Sangat lelah. Saya menutup mata lagi
dan tertidur…saya potong…

bagaimana pendapat teman2…?
saya sendiri pertama membaca meragukan …lalu saya ada teman di sabda.space yang meyakinkan bahwa kesaksian ini bukan bohong…karena dia sendiri mengenal dan menjamin ttg orang yang memberi ksaksian ini…
walau begitu saya tdk bisa meyakini 100%…
ya hanya 50% lah…
setidaknya memang ada laporan medis yang mendukung kesaksian itu…
dan memang lebih baik dari kesaksian zaman sekarang…yang aneh2…
saya minta pendapat teman2…

Out of body experience. Atau Near Death Experience. Tentunya benar dan nyata bagi subyek yang mengalaminya.

bagaimana ke akuratannya bro?

apakah ada pembuktian ilmiah yang mendukung nde

Banyak pengalaman yang terjadi, namun bukti ilmiahnya belum final. Ilmu kedokteran hanya berkutat dengan fisik dan psikis manusia, belum merambah ke dunia spiritual.
:slight_smile:

setidaknya kesaksian ini yahhhh lebih baik dari kesaksian philip,angelina…yg menurut penafsiran saya …sory…hoax…
tapi pengalaman dari kesaksian ian maupun sadhu sundar singh…pun saya tdk bisa percaya 100%
…hanya sekedar input lah

Mungkin bukan hoax bro, tapi masing-masing orang punya pengalaman yang berbeda. Tidak hanya orang kristen yang mengalami hal itu. Ada orang budhist, hindu, islam dll juga yang mengalami NDE, dan pengalaman mereka bisa berbeda-beda.

yah utk kesaksian philip dan angelina…mereka mengaku mendapat penglihatan…bukan pengalaman nde…
bagaimana kesaksian orang2 di luar kristen ttg nde?
menurut bro bagaimana ke akuratan nya?