Kesaksianku.. KECEWA thdp Gereja

Saya adalah seorang Kristen yang pernah mengikuti beberapa kebaktian di sebuah gereja. Pada kesempatan ini, saya akan menceritakan pengalaman saya pada sebuah gereja di Jakarta yang menurut saya sangat unik dan aneh.

Awalnya semua sama layaknya sebuah gereja, antara lain:
Memiliki Visi dan Misi.
Memiliki tempat untuk kebaktian.
Memiliki komunitas sel (Komsel).
Adanya pemuridan dan penggembalaan.

Berjalannya waktu saya mulai merasa nyaman dengan orang2 yang ada di gereja tersebut dalam menyambut jemaat baru dengan baik seperti keluarga sendiri. Juga adanya tempat untuk saling berbagi dan sharing Firman Tuhan dalam sebuah komsel.
Sampai suatu waktu saya dan keluarga harus pindah ke Tangerang sehingga tidak bisa rutin mengikuti ibadah dan komsel yang ada. Kemudian saya kehilangan komunikasi dengan gembala saya yang sudah tidak lagi menghubungi saya lagi sejak saya memutuskan untuk tidak bisa bergabung dengan komsel yang ada di Cengkareng.

Berikut hal-hal unik dan aneh yang saya temukan di gereja tersebut, antara lain:

  1.  Gereja tersebut sangat anti mengundang hamba Tuhan dari luar gereja mereka.
    
  2.  Pastor disana sangat anti dan tidak setuju dengan hamba Tuhan yang mendapatkan penglihatan dan pengalaman yang dibawa Tuhan ke Surga atau Neraka.
    
  3.  Saat ibadah mereka memiliki kebiasaan pria dengan pria duduknya dan wanita dengan wanita duduknya.
    
  4.  Kurang mendukung adanya kegiatan Baksos (Bakti sosial).
    
  5.  Kurang peduli lagi dengan orang2 yang pernah menjadi jemaat disana berbeda saat orang tersebut masih menjadi jemaat di gereja.
    

Apakah Anda setuju dengan hal-hal yang saya utarakan di atas? Jika setuju dan tidak setuju tolong diberikan alasan dan pendapatnya supaya saya bisa belajar untuk lebih baik lagi tentang kekristenan. Thanks, GBU!!!

(Untuk yang mau tau lebih detail nya tentang Gereja ini, bisa Download file yang disertakan… Uda ditulis secara lengkap di Wordz 12 halaman) :slight_smile:


Wah, unik juga ya ni Gereja… hehehe… saya udah baca sekilas file Word yang masbro attach di sini, paling komentar saya terkait poin2 di atas:

  1. Kalau ini sih ga masalah, masbro… ini artinya sang Gembala bener-bener care ama jemaatnya, dengan tidak sembarangan ngundang orang. Gembala ini hati-hati tentang siapa yang kasih makan Jemaatnya. Hanya kalau kadarnya berlebihan ya jadi protektif dan egosentris.

  2. Yang ini sih balik lagi ke pegangan ajaran Gereja itu.

  3. Yang ini kayaknya berlebihan, termasuk cerita masbro di file yang tentang pacaran. Saya sih pernah denger juga beberapa Gereja memang menerapkan aturan pacaran yang begitu ketat. Harus lapor lah, harus ini dan itu dulu lah, di satu sisi baik, jadi ada perhatian dan pemantauan kehidupan rohani. Tapi kayaknya yang diceritain masbro itu ya berlebihan, sampe-sampe rasanya mirip Agama seberang, “bukan muhrim nya”.

  4. Ya ini sih pilihan dari Gereja nya, apa mao lebih ke pemuridan atau kegiatan kemanusiaan. KAta saya sih OK OK aja…

  5. Wow, saya baca yang ini dari file nya masbro, bahwa sampe “delete contact” dan dikucilkan juga ya? hehehe… Kalau ini sih ya udha ga bener aja… sok eksklusif jadinya…

Hehehe…

hehe, sebenanrnya arti dari point 1 tentang sangat anti itu mereka Gak Pernah sama sekali ngundang pembicara dari luar sih… Yang khotbah yaa Pastor mereka sndiri terus, klo pastor ny lg ada halangan yaa yang gantiin Leader di dalam Gereja itu sndiri…

Yaah gitu deh masbro… Uda dibaca sndiri unek-unek nya di file testimony kan… hehe…
Thanks for your reply and God Bless yaa… :slight_smile:

Wah, kalo gitu emang eksklusif dong ? Akhirnya bisa bikin jemaatnya bosan tuh, dan lebih parah lagi jadi ga mao belajar dari luar… jadinya pertumbuhan Gereja nya juga jadi terhambat…

Cari tahu apa alasannya, karena ada beberapa gereja yang takut jemaatnya terpengaruh ajaran bidat. Itulah sebabnya mereka memilih untuk menutup pintu bagi hamba Tuhan dari luar.
Bisa juga alasannya adalah merasa doktrin gereja sendiri yang paling benar, sedangkan yang lain sesat. Yang ini sudah tidak sehat.

Mungkin saya keliru, tapi saya justru sependapat dengan pastor itu, karena pengalaman spiritual seperti itu biasanya kurang akurat. Mengapa? Ya, bisa saja mereka memang dibawa Tuhan ke Surga atau ke Neraka. Mereka melihat banyak hal, tapi belum tentu mereka bisa mengingat seluruh detailnya dengan tepat. Selanjutnya, cara untuk mengisi “kekosongan” di cerita mereka adalah menambah-nambah sesuai keinginan sendiri (mengarang).
Alasan saya berpendapat seperti itu ialah adanya kesaksian yang berbeda-beda. Misalnya yang satu mengaku dibawa ke 7 bagian di neraka, sedangkan yang lain bilang di neraka hanya ada 3 bagian. Tidak mungkin keduanya benar. Seharusnya salah satu keliru, atau malah keliru semua.

Tanyakan dulu apa tujuannya. Saya berasumsi bahwa mereka mengambil kebijakan seperti itu supaya jemaat lebih berkonsentrasi dalam beribadah. Tapi saya tidak setuju, sebab dengan dipisah seperti itu, jemaat justru akan mencari-cari kesempatan untuk mendekati lawan jenis. Yang terjadi: “Larangan dibuat untuk dilanggar”. Karena itu, lebih baik memberi kesempatan pria dan wanita duduk bersama, selama mereka bisa bertanggungjawab untuk beribadah dengan sungguh-sungguh.

Apa alasan mereka?
Saya setuju, jika alasannya: mereka pernah mencoba mengadakan Baksos, tetapi ada ormas ekstrim yang menutup dengan paksa dan menimbulkan trauma.
Tapi kemungkinan terjadi seperti itu kecil, sehingga alasan yang lebih masuk akal adalah enggan mengeluarkan dana gereja. Untuk yang ini saya tidak setuju.

Sekali lagi, apa alasannya?
“Kurang peduli” seperti itu bisa dibenarkan jika jemaat tsb pindah ke gereja lain dan aktif di sana. Artinya, gereja Anda tidak mau mencampuri urusan jemaat gereja lain.
Jika kita memutuskan untuk keluar, menurut saya, wajar saja jika mereka mengeluarkan dari keanggotaan atau semacamnya. Yang tidak wajar adalah jika hubungan pertemanan diputus sama sekali dan tanpa komunikasi sedikitpun.

Salam

Yah, begitu deh… Pastor mereka sendiri pernah ngaku en cerita2 di mimbar kok klo dia di"kritik" ama pendeta lain apa jemaat nya gak bosen khotbah nya itu2 aja terus lama gt… Pastor bilang yaa gak masalah toh ini ruang lingkup dia buat bicara…

Ane kasian sih ama temen2 yg msh disana, kesan nya mereka uda gak bisa berbuat apa2, doktrin ny terlalu kuat, jd mereka seperti ada beban tapi gak berani ambil keputusan buat move on…

Hmm… Lengkapnya sih bisa dibaca di File attachment nya,… hehe… uda ada unek-unek beserta sedikit penjelasan di dalam nya sih… :slight_smile:

Soalnya klo dipost semua gak muat… hehe

hmm… TUHAN memfokuskan pada kita untuk menghidupkan rasa kemanusiaan(kasihilah sesamamu)… jika itu tidak ada di gereja… anda tahu sendiri jawabannya…^^

Ya, saya sudah baca. Secara keseluruhan, ada indikasi bahwa gereja tsb memiliki ciri-ciri ‘cult’.
Tapi saya tidak berani memastikan kalau tidak menyelidiki langsung.

Salam

  1. Gereja tersebut sangat anti mengundang hamba Tuhan dari luar gereja mereka.
    Pendapat saya tentang point ini kurang setuju karena kita harus mau belajar dan menerima masukan dari orang lain walaupun berbeda dengan visi dan misi yang ada. Kalau tidak selamanya akan merasa diri kita yang paling benar padahal ada saatnya setiap masukan sebagai bahan evaluasi untuk lebih baik lagi.

  2. Pastor disana sangat anti dan tidak setuju dengan hamba Tuhan yang mendapatkan penglihatan dan pengalaman yang dibawa Tuhan ke Surga atau Neraka.
    Pendapat saya tentang point ini kurang setuju karena sekalipun kesaksian yang disampaikan itu salah ada baiknya tidak membawa dan menjelek-jelekkan di atas mimbar.

  3. Saat ibadah mereka memiliki kebiasaan pria dengan pria duduknya dan wanita dengan wanita duduknya.
    Hari gini masih ada ya Gereja yang masih kaku seperti ini!!! (Saya sangat tidak setuju)

  4. Kurang mendukung adanya kegiatan Baksos (Bakti sosial).
    Kalau point ini saya juga tidak setuju bagaimana mereka menjalankan Visi dan Misi Gereja kalau tidak mau terlibat dalam kegiatan Baksos (Bakti sosial).

  5. Kurang peduli lagi dengan orang2 yang pernah menjadi jemaat disana berbeda saat orang tersebut masih menjadi jemaat di gereja.
    Point ini pun saya sangat tidak setuju sekalipun orang tersebut sudah menjadi jemaat di Gereja lain sekalipun, yang namanya pertemanan, perhatian dan komunikasi yang pernah mereka berikan tidak boleh berhenti. Makanya mungkin banyak orang di luar sana yang kepahitan dengan kekristenan karena orang Kristen yang seperti ini yaitu sangat egois dan munafik…

Ane coba komen hanya dengan niat supaya masbro bisa belajar lebih baik lagi dan lagi tentang Kekristenan dari sudut pandang yg mungkin sedikit berbeda berdasarkan informasi yg masbro berikan :

  1. Gereja tersebut sangat anti mengundang hamba Tuhan dari luar gereja mereka.
    Kalo “jarang” sih udah biasa dilakuin oleh gereja-gereja besar, seperti gpdi, katolik, hkbp, gsja atau gbi. Tapi kalo “sangat anti” atau “100% anti” kok ane nangkepnya gereja yg masbro maksud “hanya ada satu-satunya di dunia”. The one and only-kah?

  2. Pastor disana sangat anti dan tidak setuju dengan hamba Tuhan yang mendapatkan penglihatan dan pengalaman yang dibawa Tuhan ke Surga atau Neraka.
    Memang kesaksian yg berhubungan dengan surga & neraka sifatnya hampir selalu kontroversial. Biasanya ini akan berhubungan dengan doktrin atau dogma yg ditetapkan oleh masing-masing gereja. Ane jadi bertanya-tanya, bagaimana jika suatu waktu pastor/jemaat lokal sendiri yg mendapat penglihatan, apa akan disangkali juga?

  3. Saat ibadah mereka memiliki kebiasaan pria dengan pria duduknya dan wanita dengan wanita duduknya.
    Ini mungkin berkaitan dengan jumlah jemaat yg jumlahnya masih dibawa 200 & juga lokasi ibadah di dalam ruko yg mungkin tidak terlalu besar. Jadi apabila ada jiwa baru, biasanya akan lebih nyaman jika duduk di antara jemaat yg satu gender. Terus apabila ada jemaat pria yg duduk di barisan tengah, tiba-tiba mo ke toliet, tentunya akan lebih nyaman jika dia berjalan melewati barisan pria daripada wanita.

  4. Kurang mendukung adanya kegiatan Baksos (Bakti sosial).
    Setuju dengan penjelasan beberap FK-ers sebelumnya. Tapi mungkin gereja ini lebih memilih menyalurkannya dengan cara lain, misalnya dengan mengirimkan dana sosial ke yayasan-yayasan kristen nasional atau internasional dengan alasan lebih praktis dan tepat sasaran.

  5. Kurang peduli lagi dengan orang2 yang pernah menjadi jemaat disana berbeda saat orang tersebut masih menjadi jemaat di gereja.
    Sebenarnya jika dianalisa hanya berdasarkan apa yg tertulis di point no.5 ini saja, hal ini sangat-sangat lumrah terjadi apalagi di gereja-gereja dengan jumlah jemaat banyak. Cuma prosesnya perlahan-lahan. Logikanya kan kita akan lebih memperhatikan orang-orang yg punya hubungan lebih dekat. Demikian pula sebaliknya. Tapi kalo point no. 5 dicombine dengan apa yg tertulis dalam attachment yg masbro sertakan, kok ane nangkepnya ni gereja “gayanya” mirip-mirip MLM. No link, no care.

Tanggapan ane :
Kalo menilik dari lamanya masbro beribadah sekaligus berjemaat ane bisa simpulkan bahwa sebenernya hati masbro sudah “terpikat” & “terikat” oleh lifestyle yg diterapkan dalam gereja tsb. Apalagi berdasarkan kesaksian bahwa ada banyak hal-hal yg pertama kali masbro alami & dalami di sini, misalnya komsel. Sesuatu yg baru masbro mau terlibat secara serius ketika aktif beribadah & berjemaat di gereja tsb. Betul, memang ada hal-hal yg mengherankan ketika tiba-tiba mereka memutuskan menghapus segala sesuatu yg berhubungan dengan masbro. Tapi pada dasarnya ane mo katakan, inilah “gereja” cinta pertama masbro. Jadi wajar kalo masbro sptnya kecewa banget. CMIIW.

Mungkin agak klise kalo ane katakan, tidak ada gereja yg sempurna tapi itulah kenyataannya. Karena pada akhirnya nanti, Yesus Kristus sebagai kepala yg akan menyempurnakan sendiri tubuh gereja-Nya. Rise up, man! I realy believe, there is one church out there that will acept whole of you and within it you will growing higher, bigger and better. God bless you.

Yang penting jangan kecewa pada Kristus bro. Kristus tidak pernah mengecewakan kita oleh sebab itu jangan berharap pada manusia sekalipun dia berjabatan pendeta, Berharaplah langsung pada Tuhan Yesus, Dia tidak akan mengecewakan kita.

Tanggapan ane : Kalo menilik dari lamanya masbro beribadah sekaligus berjemaat ane bisa simpulkan bahwa sebenernya hati masbro sudah "terpikat" & "terikat" oleh lifestyle yg diterapkan dalam gereja tsb. Apalagi berdasarkan kesaksian bahwa ada banyak hal-hal yg pertama kali masbro alami & dalami di sini, misalnya komsel. Sesuatu yg baru masbro mau terlibat secara serius ketika aktif beribadah & berjemaat di gereja tsb. Betul, memang ada hal-hal yg mengherankan ketika tiba-tiba mereka memutuskan menghapus segala sesuatu yg berhubungan dengan masbro. Tapi pada dasarnya ane mo katakan, inilah "gereja" cinta pertama masbro. Jadi wajar kalo masbro sptnya kecewa banget. CMIIW.

Mungkin agak klise kalo ane katakan, tidak ada gereja yg sempurna tapi itulah kenyataannya. Karena pada akhirnya nanti, Yesus Kristus sebagai kepala yg akan menyempurnakan sendiri tubuh gereja-Nya. Rise up, man! I realy believe, there is one church out there that will acept whole of you and within it you will growing higher, bigger and better. God bless you.

Iya sih, ane setuju banget kalo Gereja manapun gak ada yang sempurna, karena di dalam gereja juga isi nya manusia seperti kita2 yang gak sempurna juga… Thanks a lot bro buat doa nya juga… God bless you too… :slight_smile:

Iya bro, ane juga secara persoanl gak ngeliat orang" ny Gereja tapi lebih prefer langsung ke Tuhan nya aja… Karena kalo ane melihat ny cuma dari orang2 doank, uda lama ane berhenti jd Kristen… hehehe…

5. Kurang peduli lagi dengan orang2 yang pernah menjadi jemaat disana berbeda saat orang tersebut masih menjadi jemaat di gereja. Sebenarnya jika dianalisa hanya berdasarkan apa yg tertulis di point no.5 ini saja, hal ini sangat-sangat lumrah terjadi apalagi di gereja-gereja dengan jumlah jemaat banyak. Cuma prosesnya perlahan-lahan. Logikanya kan kita akan lebih memperhatikan orang-orang yg punya hubungan lebih dekat. Demikian pula sebaliknya. Tapi kalo point no. 5 dicombine dengan apa yg tertulis dalam attachment yg masbro sertakan, kok ane nangkepnya ni gereja "gayanya" mirip-mirip MLM. No link, no care.

bukankah semua gereja rata2 seperti ini??makanya ada pepatah tak kenal maka tak sayang(klo ngga deket ya ngga peduli).ane jg skrng berasa ‘diasingkan’ oleh temen2 komsel ane setelah ane pindah ke komsel laen(pdhal masih 1 gereja & cuman beda area).yg dulu ngomongnya pengen jd sahabat ane malah ninggalin ane sendirian gara2 mentornya pindah denom(dia lebih milih ikut mentornya),klo aja dia ga pake janji2 mau jd sahabat ane mungkin ane ga gitu kecewa.makanya ane males komsel lagi skrng krn erat dgn unsur MLM(no link no care),ga lagi2 deh jd korban MLM terselubung.

Gereja kok sudah seperti bisnis saja, tidak ada kasih lagi, kasihnya hanya pada teman, orang dunia juga mengasihi teman sendiri. Tuhan menghendaki kita mengasihi sesama walaupun mereka membenci kita sekalipun. Ini memang tidak mungkin kalau bukan pekerjaan Roh Kudus. Jadi disini bisa dilihat apakah suatu fenomena merupakan buah Roh atau sekedar buah yang palsu.

Yoi di gereja saya sebelumnya dalam pengajaran maupun tata aturannya, tapi hasilnya bagus dan tidak menyiksa karna semua memang hal2 yang sudah seharusnya anak2 Allah harusnya lakukan jd bukan suatu aturan2 manusia yang dibuat2 tetap harus berpodoman pd Firman Tuhan dan hanya membantu jemaat tetap dalam track dan disiplin rohani alias tidak jd anak2 gampangan. Sekarang saya beribadah di link nya saja tdk masuk dalam sturuktur organisasi.

And to be honest tanpa gereja tsb ajarkanpun, saya secara personalpun memang secara hati nurani pasti akan melakukan. Jd gereja hanya sarana saja buat saya bertemu dg rekan2 seiman dalam satu visi yang sama, sesuai dg hati nurani saya di dalam Kristus. Saya personalpun kan harus dapat visi dari Tuhan, jd dimana Tuhan tempatkan saya ya saya harus bisa figt and struggle. Karna memang sandaran kita hanya Tuhan semata tanpa bermaksud mengabaikan komunitas.

Hanya semakin dewasa rohani, tdk bergantung keberadaan komunitas kudu bisa mandiri secara rohani dan cakap dg situasi2 yang kita hadapi. Karna kan tidak setiap saat ada di komunitas rohani, kalo bagi pekerja sekuler ya mau ga mau kudu bisa figth, strong dg imannya pd Yesus jd tdk mudah terbawa arus dunia yang melenakan. Jalur rohani Puji Tuhan bisa haleluya Puji Tuhan dg waktu yang lebih banyak, tapi bagi pekerja sekuler harus pintar2 menyiasati kehidupan rohani agar terus2 bisa terkoneksi dg Tuhan. Karna pengaruh banget, semakin tinggi jam terbang kita terkoneksi dg Tuhan setiap hari maka semakin baik buat perkembangan dan makanan rohani kita. Jd perlengkapan senjata Allah, kudu siap sedia setiap saat.

And saya paling tdk suka dan tdk bisa menerima fitnah apalagi pekerjaan curang, karna sebelum org lain berkata2 saya suka ngaca diri saya sendiri dulu, uda pantas apa tidak. So bila itu terjadi yg tdk beres, “mari pertempuran di udara akan saya lakukan”. Saya tidak suka iblis menancapkan pekerjaan jahatnya di dalam diri saya, so mari jo kita bertempur di udara :wink: And musuh setiap anak2 Tuhan adalah iblis dan antek2nya. Naklukkin kuasa jahat ga perlu adu mulut tapi jika Roh Kudus suruh berkata2 biarlah setiap perkataan yang kita ucapkan bertujuan mempermuliakan nama Tuhan Yesus, and pray to Jesus (˘ʃƪ˘) Saya tidak suka segala hal yang keluar jalur dari pekerjaan Roh Kudus, wajib pekerjaan Roh Kudus karna hasilnya seringkali buat saya puas dan damai sejahtera dan sempurna. Damai sejahtera dr Tuhan itu sempurna, ga bisa dibeli ditoko manapun di dunia ini dan dari tuhan2 dari agama2 yang tdk percaya Yesus sbg juru selamat yg hidup O:) Sudah, percaya Tuhan Yesus itu uda benar adanya.

But gereja yang TS share berlebihan dalam pelaksanaannya. Semoga apa yang saya share berguna bagi TS dan rekan2 disini. Jbu :angel:

setiap gereja punya aturannya sendiri2 , rasanya kurang etis kalo gereja tsb di kritik abis - abisan

kalo mungkin kurang merasa bertumbuh di gereja tsb

bisa memilih gereja lain, (inilah gunanya pindah2 gereja jika merasa kurang cocok dgn satu gereja)

mungkin TS merasa kurang bertumbuh di gereja tsb, tapi jemaat yg lain yg sudah bertahun2 di gereja tsb

bisa bertumbuh di gereja tsb.

Jadi selera tiap2 orang beda2,

masakan pun rasanya macam2 tinggal dipilih yg cocok dilidah saja

Dalam hal ini apa yang TS share sudah tepat, kurang sehat pengajaran gerejanya. Cuman bagi TS tetap ampuni, berkati dan kasihi. Tdk boleh dendam karna pembalasan tetap milik Tuhan saja. Saya pernah kok tidak puas pd 1 gereja karna saya mendapati penyelewengan dalam money, kepemimpinan yg tdk fair dan gereja layaknya bisnis. Secara manusia saya kecewa dg sistemnya, ditambah keluhan2 jemaat yg merasakan tapi saya lepaskan pengampunan dan tetap doakan, tetap saya kasihi. Karna Tuhan tidak pernah tutup mata atas ketidakadilan. Dan memang ada2 saja yg aneh terjadi pd akhirnya di gereja tsb dan dapat pukulan keras dr Tuhan. Saya berharap kesini2 gereja tsb mengalami pemulihan tatanan. Karna bagaimanapun Tuhan mengajarkan kita KASIH yang di dalamnya berisi keadilan dan kebenaranNYA yang memerdekakan :slight_smile: Pembelaan Tuhan nyata dan saya bersyukur atas hal ini.

duuh jangan manja dong say
pernah baca gak kisah hidup SADHU SUNDAR SINGH ???
pasti bakal malu sama dia deh.