KESAKSIANKU...!!!

Aku bukanlah orang yang berani berbicara didepan banyak orang… karena itulah aku punya kebiasaan untuk menulis apa yang aku pikirkan dan yg ingin aku ungkapkan… dan saat ini,aku ingin menuliskan perjalanan hidupku bersamaNYA… Aku ingin semua orang yg membaca, melihat, bahkan yg bersama-sama menjalani semua ini bersamaku, mengerti dan tahu, bahwa ENGKAU-lah satu-satunya ALLAH yang pantas untuk disembah dan dipercaya… dan kalau ada yang bilang, mukjizat tidak lagi terjadi di jaman sekarang, maka akulah orang pertama yang akan membantah pernyataan itu, karena aku sendiri sudah menerima mukjizat itu dalam hidupku saat ini… yang aku lakukan hanyalah mendekap erat iman yang sudah DIA berikan padaku dalam pengharapan penuh pada-NYA… dan menyatukan semuanya di dalam DOA… inilah kesaksianku…

Namaku YANNE TAKAENDENGAN, 22 tahun yang lalu, aku dilahirkan dengan keadaan normal dan sehat, tidak ada satu hal aneh yang harus membuat orang tuaku takut… sampai aku berusia 1tahun, aku mengalami kecelakaan saat sedang bermain dan mengalami patah tulang kaki. Saat itu bagi orang tuaku, mungkin itu suatu kejadian biasa yang sering terjadi pada anak seusiaku… sampai kejadian yang sama terulang kembali, aku kembali mengalami patah tulang hanya karena terjatuh saat sedang bermain… dalam hati orang tuaku mulai muncul ketakutan, dan mereka memutuskan untuk memeriksakan keadaanku di rumah sakit… dan dokter menemukan kalau aku mengalami kelainan tulang sejak lahir, lebih tepatnya tulangku rapuh dan tidak boleh terkena benturan yang keras yang akan mengakibatkan tulangku patah, penyakitku hampir mirip dengan OSTEOPOROSIS, bedanya osteoporosis hanya dialami oleh wanita yang sudah lanjut usia, sedangkan aku, sudah mengalaminya sejak kecil. Hal yg paling buruk dari semua itu adalah penyakitku tidak ada obatnya. Selain terus mengawasiku selama 1 X 24 jam agar tidak jatuh atau mengalami benturan yang keras, harapan terakhirku untuk sembuh adalah dengan jalan melakukan operasi sum-sum tulang belakang, itupun kemungkinanku untuk sembuh sangat tipis, dan resiko dari operasi itu adalah, kemungkinan besar aku akan mengalami kelumpuhan total. Saat itu orang tuaku tidak berani mengambil resiko itu, dan memutuskan untuk merawat dan menjagaku semampu mereka.

Waktu terus berlalu dan merebut semua bahagiaku, membuatku sadar kalau aku berbeda dengan anak-anak seusiaku. Aku tumbuh menjadi gadis pemalu, tidak percaya diri, selalu pesimis dan cengeng. Aku merasa sama sekali tidak memiliki masa depan yang cerah, semuanya terasa gelap bagiku. Saat lulus dari sekolah dasar, aku memutuskan untuk berhenti sekolah dan tidak melanjutkan lagi, hatiku selalu sakit setiap kali aku melihat penderitaan kedua orang tuaku yang setiap hari harus terus kerepotan membagi waktu untuk menjagaku di sekolah dan mengantar serta menjemputku sepulang sekolah. Aku bahkan harus merelakan beasiswa sekolah demi keputusanku itu, tapi bagiku pengorbananku itu tidak sebesar pengorbanan yang sudah dilakukan orang tuaku, bagiku saat itu yang penting aku sudah bisa berhitung dan baca tulis,itu sudah lebih dari cukup…!!!

Saat teman-temanku sibuk beradaptasi dengan sekolah baru mereka, aku malah sibuk beradaptasi dengan kesendirianku… aku menghabiskan waktuku dengan mengurung diri di kamar. Hidupku aku isi dengan menghadiri KKR kesembuhan. Di mana ada KKR disitu pasti ada mama dan aku…harapan kami hanya satu, kalau dokter tidak bisa menyembuhkan penyakitku, YESUS pasti bisa, karena DIA adalah dokter diatas segala dokter.

Saat itu,walaupun hidupku penuh derita, aku tidak berhenti percaya pada janji-janji-NYA… sampai saat aku berusia 13 tahun, ada teman mama yang merekomendasikan seorang hamba TUHAN yang ‘‘katanya’’ bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, dan ‘‘katanya’’ sudah terbukti… dan akhirnya aku punya kesempatan untuk menghadiri KKRnya. Aku begitu bahagia saat itu, pikirku ini mungkin akan menjadi awal kehidupan baru untukku… yaa… aku pasti akan sembuh… Malam itu, aku menghadiri KKR bersama mama dan papa, awalnya semuanya berjalan baik,s ampai hamba TUHAN itu menyuruhku maju kedepan. Saat aku sudah berada di depannya, dia mulai mendoakanku. Setelah dia selesai berdoa, dia menyuruh aku melompat. Katanya, jika aku benar yakin sudah sembuh, maka buktikanlah dengan melompat. Saat itu dengan kepercayaan yang penuh kalau aku sudah sembuh, akupun melompat… tapi, bukan sebuah kesembuhan yg aku dapat, melainkan kedua kakiku patah,dan tangan kanankupun patah. Sakiiiiiit rasanya, tapi terlebih sakit adalah hatiku, aku kecewa pada BAPA, aku marah, aku terluka dan hancur. Kenapa BAPA melakukan semua ini padaku? Bukankah seharusnya aku mendapatkan kesembuhan? Tapi kenapa justru penyakitku makin parah? Inikah harga yang harus aku bayar atas kepercayaanku padaMU? Apa dosaku padaMU? Atau apakah dosa kedua orang tuaku padaMU, sehingga KAU menjatuhkan hukuman ini padaku…? Kejadian malam itu mengubah seluruh hidupku, aku bukan lagi gadis yang memiliki kepercayaan penuh padaNYA, aku benar-benar tidak ingin lagi menjalin hubungan dengan BAPA, bagiku DIA bukan lagi tempat yang tepat untuk bergantung. Aku tidak lagi membaca firman, alkitabku kusimpan didalam lemari yang paling dalam. Mulutku tidak lagi mengeluarkan puji-pujian untuk-NYA, bahkan makanpun tidak lagi aku awali dengan doa. Aku benar-benar melepaskan dekapan-NYA padaku. Aku hidup dengan jalanku sendiri, jalan yang aku sendiri tidak tahu akan berakhir dimana.

Empat tahun kemudian, saat aku sudah berusia 17 tahun, aku sakit lagi. Aku mengalami patah kaki dan tangan lagi. Saat itu aku tidak tahu harus apa, posisiku saat itu jauh dari-NYA, dalam hatiku mulai muncul pertanyaan-pertanyaan yang membuatku memikirkan kembali keputusanku meninggalkan-NYA. Rasa sakit yang aku rasakan jauh lebih besar saat aku tak bersama-NYA. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk kembali mempercayai-NYA. Sangat berat memang, tapi keinginanku untuk mempercayai-NYA jauh lebih besar dari rasa kecewaku pada-NYA. Aku mengambil kembali alkitabku yang rasanya sudah berabad-abad lamanya tak kubaca dan seperti biasanya, sebelum membaca, aku berdoa padaNYA dan sampai saat ini aku masih mengingat dengan jelas doaku itu:

‘‘BAPA…(cukup lama aku tak berkata-kata ,hanya isak tangis yang terdengar). Entah sudah berapa banyak hari yg sudah aku lalui tanpa memanggilmu BAPA, aku berusaha menjalani semuanya dengan kuatku sendiri, karena aku kecewa dan marah padamu dan sekarang aku lelah BAPA. Aku lelah menghadapi semua ini, ampuni semua kebodohanku, dan kalau memang selamanya aku harus hidup dengan keadaan seperti ini, dan jika itu memang kehendakMU maka aku akan menerimanya, dan biarlah aku bisa menyenangkanMU baik dalam kuat atau sakitku…amiiin.’’

Setelah aku berdoa, aku membuka alkitabku begitu saja, dan aku menemukan satu ayat di dalam Yohanes 9:2-3…’'Murid-muridNYA bertanya kepadaNYA; ‘‘Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?’’ jawab YESUS; ''Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan ALLAH harus dinyatakan di dalam dia…” Saat membaca ayat itu, aku menangis sejadi-jadinya, segala pertanyaanku tentang apa dosaku, atau apa dosa orang tuaku sehingga aku harus menanggung semua ini, terjawab didalam ayat ini. Mungkin bukan aku atau orang tuaku yang berdosa, melainkan memang pekerjaan-pekerjaan ALLAH harus dinyatakan di dalam hidupku. Sejak saat itu, aku mulai belajar mencintai segala yang ada padaku, mencintai apapun yang sudah DIA berikan dalam hidupku, baik ataupun buruk. Aku belajar mencintai semuanya…

Berlahan tapi PASTI… BAPA memulihkan hidupku. Seluruh hidupku, hanya aku isi dengan belajar memahami firmanNYA, berdoa dan berpuasa. Itulah yang terus aku lakukan dalam penantianku akan janji-NYA digenapi dalam hidupku. Aku juga sangat bersyukur, karena di dalam penantianku itu, BAPA memberikan aku keluarga yang selalu siap menolongku. Kedua orangtuaku yang tak pernah lelah menjagaku, dan seorang kakak perempuan yang selalu berusaha membuatku bahagia dan bagiku, mereka adalah wujud dari kasih ALLAH dalam hidupku.

Tiga tahun kemudian, saat aku berusia 20 tahun, aku mengikuti sakramen SIDI. Saat itu memang cukup sulit bagiku, karena setiap minggu aku harus bolak balik ke gereja untuk mengikuti katekisasi sedangkan saat itu aku belum bisa berjalan sendiri, untunglah bapak pendeta mengijinkan aku untuk datang saat hanya ada materi-materi penting yang akan dibahas.

21 Oktober 2007, hari itu kami akan di teguhkan menjadi SIDI jemaat baru. Dengan langkah yang tertatih-tatih aku memasuki ruang gereja didampingi majelis kolomku. Aku bisa melihat dengan jelas, ada begitu banyak mata yang memandangiku, bahkan ada yang nangis waktu melihatku. Aku benar-benar terharu melihat kasih-NYA yang begitu besar, yang menyertaiku sehingga aku bisa melewati hari itu dengan baik. Padahal saat memasuki gereja, aku sudah mulai merasakan sakit yang hebat di kakiku, tetapi PUJI TUHAN aku bisa melalui semuanya. Sejak saat itu, aku mulai melihat mukjizat TUHAN nyata di hidupku, entah itu tiba-tiba atau memang sudah waktu-NYA. Aku sudah bisa berdiri sendiri tanpa dipegang orang lain, kemudian aku sudah mulai bisa melangkah… satu langkah, dua langkah…tiga…dan seterusnya tanpa ada rasa sakit yang aku rasakan dikakiku. Semua tidak berhenti di situ, hari lepas hari, BAPA menunjukan mukjizat-NYA padaku. Tidak hanya melangkah sendiri, aku bahkan sudah bisa melakukan semua hal yang sebelumnya sangat mustahil bisa aku lakukan… dan satu lagi mukjizat yang membuat keluarga besarku sendiri tidak percaya kalau aku bisa melakukannya, Juli tahun lalu aku mendapatkan pekerjaan di sebuah butiq, dan meskipun aku tidak cukup lama bekerja disana, tapi setidaknya itu membuktikan kalau sampai saat ini… BAPA masih bekerja dan sanggup melakukan mukjizat. Yang perlu kita lakukan hanyalah, tetap beriman, tetap percaya padaNYA, dan tetaplah memiliki pengharapan didalam-NYA… Kemudian, satukanlah semua itu dalam ucapan syukur, doa dan puasa… maka kau PASTI akan melihat mukjizatNYA juga…

Biarlah melalui kesaksianku ini, semua orang yang membaca dan yang mendengarnya, dikuatkan di dalam pengharapan sepenuhnya pada-NYA, dan biarlah semua yang lemah bisa dikuatkan, ingatlah satu hal bahwa kesaksianku ini semata-mata untuk membuktikan bahwa sampai saat ini, BAPA masih bekerja untuk memberikan mukjizat dalam kehidupan orang-orang yang percaya pada-NYA termasuk kehidupan saudara juga, karena janji TUHAN itu YA dan AMIN…!!! PERCAYALAH…!!! TUHAN YESUS MEMBERKATI

YANNE TAKAENDENGAN

:slight_smile: good share :happy0158:

:happy0065:

mukjizat itu nyata :smiley:

KEREN SIS…
http://www.laymark.com/i/cz/cz10.gif

Keep ur faith ya…

God bless

Amminnnnnnnn…
Mukjizat emank msh ada sampe selama-lamanya…^^…
Dibalik smua kejadian pasti ada rencana Tuhan yang lebih besar…Aminn…
Thx buat kesaksiannya…^^…Gbu

haleluya…Yesus dasyat,Luar biasa…
tetap semngat y,terus berharap kepada Tuhan. :afro:

:afro:

Puji Tuhan sis, saya sangat terharu dengan pengalamanmu dengan pengalaman sakit, Tuhan tidak tidk tidak pernah meninggalkan kita.

Sungguh besar pemeliharaan Nya pada hidup kita, walau kita senantiasa menderita, tapi Tuhan senantiasa menghibur kita terus.

Teruskan memelihara imanmu dan belajarlah terus menjadi murid Tuhan dengan terus belajar mengenal Tuhan , karena itulah kekuatan kita melalui segala sesuatu.

Pegang erat2 yang pernah kamu alami dan dapatkan dari Tuhan, bertumbuh sis, bertumbuh menguatkan imanmu.

Selalu ingat, penderitaan mendatangkan ketekunan, ketekunan mendatangkan kematangan iman.

Yakobus 1

1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

Selamat berjuang sis GBU :cheesy:

Thanks for sharing… :afro:

Luar biasa kesaksiannya… Tuhan Yesus dipermuliakan :happy0064: :happy0158: :happy0065: :jumping0048:

mak Tjhoa ga pernah lihat orang sharing yach ;D
Heboh banget nich… !! hehehe

thanks for all…JB…^^

@YANNE KATRINA…

Anda sudah membagi sukacita kepada saya dan semakin meneguhkan iman percaya saya kep TYK. Memang terbukti bahwa pengharapan itu segala galanya dalam hidup kita ini ya. Karena TYK itu tetap dan selalu bekerja unutk diri kita untuk selama lamanya…kadang kita selalu lupa untuk bersyukur akan segala sesuatu yang semuanya itu Berkat dariNYA.

Saya ucapkan selamat dan Halleluya untuk anda dan keluarga besar anda.
Kejarlah apa yang menjadi impian anda dan jangan menoleh kebelakang karena merasa tertinggal…semuanya telah disediakan oleh TYK di depan anda. Sekali lagi terimakasih banyak akan shering kesaksiannya. Amin

Salam GBU

yeaahh, Mujizat masih ada ^_^/ bg org2 yg percaya pastiny.

keep on fire yanne :D!

Terima Kasih sharenya, ini akan selalu menguatkan, amien,

@shipiroz:.amin, makasih yaa…aq pasti akan terus berjuang untuk mngembangkan semua potensi2 yang sudah BAPA berikan, untuk semakin mempermuliakan nama-NYA, dan menjadi berkat buat sesama…JBU.

Berbahagialah Yanne !! kamu telah dipakai Tuhan.

dibalik penderitaanmu, Tuhan telah memakai engkau menjadi saksiNya.

kesaksianmu akan menguatkan semua orang yg sedang mengalami kesesakan.

Puji Tuhan, Halelluya !!!

Amin,. maju terus dalam Tuhan,…

Bekerja dengan baik diladang Tuhan,…
Tuhan tidak akan berhutang, apa yang kita lakukan tidak akan sia-sia,…

Dia akan selalu membela dan pelihara tubunNya,… AMin…

AMIN
Maju terus dalam TUHAN

Shalom

Wah bagus yagh sharingnya… dikuatkan, mesti bertahun-tahun menanti, tapi penantian kita tidak sia-sia, Tuhan Yesus selalu keren yagh…

JBU

amien,.
bagus kesaksiannya, sungguh menguatkan aku,.
Gbu,. :smiley:

ya, memang agak ajaib sih, waktu sd kelas 1 saya bersekolah di sekolah kristen , bukan dari latar belakang kristen, dan belum kenal Yesus
suatu pagi saya bangun dan melihat-Nya berdiri di depan saya
sangat indah, dengan jubah putih dan tersenyum kepadaku
rambutnya panjang sebahu, hampir mirip di lukisan
cuma sangat damai waktu melihat-Nya
saya langsung tahu itu Yesus tanpa pernah dengar tentang-Nya
dan sampai saat itu belum terjadi apa2 samapai saat saya smp
saya sangat kuat terdorong ke gereja
untung di sekolah ada seorang anak pendeta
minggu pagi saya dijemput dan mulailah aktif,
di sebuah gereja kecil, tidak punya gedung tapi sewa hall di hotel kecil di kaki gunung,
itu sudah puluhan tahun yang lalu
sampai sekarang, memang tidak ada hal2 gaib atau apa tapi damai-Nya itu yang menangkapku
benar firman-Nya bahwa Dialah yang memilih kita
dan damai itu tetap ada, saya sekolah dan bekerja seperti orang pada umum-Nya
tapi saya sadar Tuhan punya maksud sendiri walau juga tidak lepas akupun sering jatuh juga
tapi kasih-Nya yang terus membuat aku kuat^^
tapi tetap berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya
karena Kristus itu kasih
dan damai sejahtera-Nya telah diberikan-Nya pada kita
sehingga kita punya harapan dan tidak pernah dibiarkan sendirian
Tuhan Yesus memberkati

Hebat … kamu hebat sekali

aku salut dengan kepercayaan penuh & kesabaranmu akan penantian Mukjizat yang Tuhan janjikan pada umatnya hanya saja imanmu telah menyelamatkan dan menyembuhkanmu ,

Wanita tegar, mandiri dan optimis membuat aku ingin menjadi sepertimu aku harap semua yang kamu miliki bukan semata2 karena sakit yang diderita olehmu tapi memang karena kepercayaan & moto ( hidup bersama papa Jesus ). Amin