Kesalahan pemberian berkat oleh pendeta di akhir kebaktian

Disetiap gereja pada saat ini , sering dilakukan pemberian berkat di akhir kebaktian , hal ini tidak sesuai dengan firman ALlah , mengapa?

pertama tama saya akan membahas pembagian jaman , dari jaman adam sampai masa saat ini

kita harus mengerti pembagian jaman ini , karena setiap jaman mempunyai ketentuan yang berbeda , pada jaman Yakub, yang menjadi imam adalah ayah, dimana yakub memberkati atau mengutuk anaknya , bisa kita lihat juga pada jaman ayub ,dimana ayub bertindak sebagai imam bagi anak anak nya ,

sampai akhirnya ALlah membentuk suatu bangsa , yaitu bangsa israel , dan Allah menetapkan harun dan keturunannya sebagai imam, dan ayah tidak lagi seorang imam ,

sampai kapan keimaman harun berlangsung ? sampa Yohanes Pembaptis muncul lukas 16:16 "

Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya."

dan di bagian lain kita dapat menemukan ayat yaitu kamulah imamat yang rajani ,
pada saat ini , setiap orang kristen adalah imam atas dirinya sendiri
dan Yesus adalah Imam besar kita

sekarang ketika pendeta melakukan pemberkatan , dia sebenarnya memposisikan dirinya sebagai Imam

jika sdr perhatikan biasanya pendeta mengangkat tangan , dan kalau tidaksalah berkata, "terimalah berkat dari Tuhan , bla bla bla "

sekali lagi, pada masa ini tidak ada orang lain yang berhak menjadi imam atas orang percaya lainnya ,
karena fungsi imam adalah penghubung antara manusia dan Allah

maranatha

Bos… aneh bangat pemikiran sprintcis ini???
kalo ada orang yg mendoakan kita, spt pendeta mendoakan berkat ya sah2 aja, kagak ada salahnya.
yang salah itu bila kita di bawa ke dukun, para normal lalu dia mendoakan dengan jampi2 kepada kita itu nama baru salah total
jadi menurut saya, sesama orang percaya terhadap Kristus harus saling mendoakan.

Benar, saling mendoakan itu tidak salah , dan saya sama sekali tidak keberatan jika pendeta mendoakan jemaat,

mungkn jika mendoakan dia akan berkata " semoga Allah memberkati kalian semua ,bla bla bla"
yang saya katakan adalah pendeta yang bertindak seakan akan dia imam , dengan mengangkat tangan dan berkata " terimalah berkat ALlah bla bla bla "

model apakah gembala anda tersebut?

harus dibedakan antara mendoakan dan bertindak seakan akan sebagai imam

pendeta = pastor = imam —> secara religi
Yesus = Allah = Roh Kudus = Iman → secara Ilahi

Pertanyaan saya:

  1. saat orang2 kudus berkumpul ada pemimpinnya bukan? lalu bila pemimpin kita mendoakan kita agar Allah memberkati itu suatu hal yg wajar, itu memang tugas seorang pemimin yg nota bene imam.

mungkin ini berbedaan pandangan antara kita,

gembala bukan imam

gembala bertugas menggembalakan domba, gembala sebagai pemimpin itu benar

imam adalah jabatan dimana tugasnya adalah penghubung antara manusia dan ALlah

dan detik ini kita adlah imam atas diri kita sendiri

sangat sayang sekali klo pemikiran anda di terima oleh gerjea “charismatik” / lainnya… sehingga setiap kali habis kebatian maka sia sialah ibadah kita :slight_smile:

ck ck ck…

  1. Semua orang percaya adalah imam
  2. Dalam rumah Tuhan, iman mempunyai jabatan yang berbeda-beda
  3. Dalam jabatan yang berbeda-beda, terkandung otoritas yang berbeda-beda
  4. Imam yang diurapi sbg gembala mempunyai otoritas atas umat Tuhan (imam lain) yang dipercayakan Tuhan dalam penggembalaannya.
  5. Adalah sah bila yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi
  6. Maka sah saja apabila Gembala (pendeta) mewakili Tuhan dalam memberkati jemaat karena gembala adalah yang diurapi Tuhan dan memiliki otoritas atas jemaat.

Bila Gembala tidak mpunyai otoritas utk memberkati jemaat atas nama Tuhan, maka otomatis jemaat tidak berhak menghormati otoritas si gembala.

Dmikian dari saya,
Smoga bisa memberkati.

1Pe 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Setiap kita orang percaya adalah imamat rajani … imam untuk melayani sang Raja :afro:

Mungken lebih tepatnya bukan kesalahan, tetapi perbedaan cara pandang terhadap pemberkatan yang dilakukan oleh pendeta/gembala di akhir suatu ibadah.

Karena apa yang salah menurut seseorang (TS), belon tentu menurut yang laen.

Bro TS sendiri udah mengakuinya diatas dengan mengatakan, …mungkin ada perbedaan pandangan antara kita…

Siapa ajah orang percaya bisa memberkati, seperti kata sista Alice, tetapi dalam suatu ibadah tentunya yang menyampaikan berkat adalah pemimpin yang kita percayai adalah penyambung lidah/suara dari Tuhan kita.

Kalo bilang rawan/hati2 (bukan berarti negatif thinking) terhdap orang yang memberikan berkat lebih masuk akal, karena kita tentunya engga mau menerima tumpangan tangan berkat dari orang yang engga jelas walopun dia statusnya seorang pendeta, rite? :smiley:

TOP MARKOTOP Bro Siip…C7

Ps 133:1-3

1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Tidak ada salahnya seorang pendeta mengangkat tangan nya dan memberikan berkat rohani buat jemaatnya pada waktu selesai kebaktian.

Pendeta adalah hamba Allah yang sudah di khususkan untuk pekerjaan Allah, dan layaknya hamba yang bekerja sebagai perpanjangan tangan Tuhan, Pendeta ada otoritas khusus untuk memberkati Jemaatnya, sama seperti pemberkatan pada waktu Pernikahan.

Ketika harun dan keturunannya di angkat Allah sebagai imam, seorang ayah tidak bisa menjadi imam lagi , dan tidak bisa ayah memberkati atau mengkutuk anak nya, karena jabatan imam sudah beralih ke harun dan keturunannya

dan saat ini ketika umat Allah adalah imam bagi diri nya sendiri dan jaman taurat berakhir tidak ada orang lain yang menjadi imam atas orang percaya lainnya

sekali lagi kita kembali ke fungsi asli imam, yaitu perantara antara manusia dan Allah

dimana saat ini adalah jaman keimamatan setiap orang percaya, anda dan saya dapat berkomunikasi langsung kepada ALlah tanpa perlu adanya orang lain menjadi perantara

sekali lagi, saya tidak bermasalah jika orang lain berdoa agar orang lain diberkati atau di lindungi

bahkan dalam PB sangat jelas sekali jabatan gereja, antara lain gembala ,pengajar dan penginjil

kesalahan kekristenan di bawa dari katholik dimana mereka masih menggunakan jabatan imam , bahkan untuk melakukan bertobatan harus melewati imam ,

kk nga pakai syalom yh? maranathakan artinya Tuhan Yesus datang kan?

syalom ,ungkapan salam orang yahudi
saya pakai maranatha karena itu yang di gunakan rasul rasul ketika mengucapkan salam perpisahan

saya tidak anti dengan syalom , tapi terkesan yahudi banget, sedangkan saya orang indonesia hehe

Brarti bahasannya hrs dbedakan.

Jika Bro tidak stuju dg dikotomi antara jabatan ‘imam’ dg ‘jemaat awam’,
Memang harusnya tidak ada dikotomi sdemikian.

Smua jemaat adl imam, bahkan jemaat yg tidak berjabatan pun dia adl imam.

Tp bahasan awalnya adl ‘gembala / pendeta yg mberkati jemaat’.
Kl itu sih sah-sah saja.

Krn di jaman PL pun imam itu ada jenjang otoritasnya.

Imam Besar lebih tinggi dari para imam.
Yang lebih tinggi otoritasnya mberkati yg lebih rendah.

Nah,
Kl gitu di jaman PB,
Jemaat (imam dg jabatan terendah) mberkati siapa?
Memberkati mreka yg blm kenal Tuhan.

Ga ada yang salah semua benar… :cheesy:

Eh satu lagi…Semua orang bisa jadi imam (copet, pencuri, pegawai negeri, sopir, camat, lurah, penjudi…etc)…Kalau menjadi orang yang beriman ini yang susah…ckikikikikik :cheesy: :char11: :smiley:

gua selalu menganggap itu perwakilan, gembala sebagai perwakilan / saluran berkat bagi jemaatnya.

lebih parah lagi kalau pakai kata semoga, berarti itu khan sesuatu yg tidak pasti, sedangkan berkat Tuhan adalah sesuatu yg pasti bagi semua yg percaya kepada Yesus.

Yach keduluan alice d…
Dulu yang boleh menghadap takhta ALLAH adalah para imam; Tetapi setelah Yesus mati, tabir bait suci terbelah dua dan kita bisa menghadap takhta Tuhan lewat Yesus kristus… Smua org percaya bisa menjadi imam. Dalam gereja imam-nya ya pak pendeta; dalam rumah tangga, imam-nya yach bapak2…