Keselamatan Tetap, Dosa, dan Kenyataan Diri

seorang pendeta pernah memberi ilustrasi spt ini :

keselamatan seperti sebuah televisi baru yang diberikan Allah kpd setiap kita secara free…
namun ada yg menolak, ada yang mengambil…
namun juga ada yg sudah mengambil tapi tidak menggunakannya, masih asik dengan tv hitam putih jadulnya…
dan ada juga yg bersuka cita menggunakannya… dan itu kita… :slight_smile:

mau nanya sama mba Rita… kalau semua org berdosa menerima keselamatan secara ga sadar dan dibaharui oleh Allah, ga ada yg masuk neraka lg donk mba? :slight_smile:

Bagaimana sso tidak sadar kalau dia beriman wong Roh Kudus yang bersaksi didalam dirinya kok.

Roma 8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

ya itu saya jg tanya sm mba Rita bro hehe :tongue:

Tidak ada iman percaya diluar kesadaran bro karena iman timbul karena pendengaran akan Firman dan pertobatan didalam proses kelahiran baru oleh Roh Kudus.

Terserah apa kata anda,
percuma diskusi hanya dgn memutar2 kata saja
GBU

Manusia bebas berpikir karena diciptakan menurut gambar Allah tetapi tidak berpikir bebas karena terikat Hukum Allah.

Shalom Aleikhem

Lho… ranah berpikir kita itu penting kita perhatikan… kalau diskusi dengan kata POKOKNYA dan TERSERAH artinya belum dewasa untuk berbeda.

Itu makanya salam saya buat anda adalah SEJAHTERA, supaya anda mengalami pemenuhan batin akan hikmat.

Saya tidak memutarbalik kata… memang bahasanya sedikit puitis karena saya mencintai hikmat.

Salam Damai

Mohon maaf saya yang menjawab… Sis Rita kalau mau menambahkan lagi silakan.

Sebenarnya saya telah menjelaskan analogi ini di awal treat.

Dalam catatan Alkitab saya menemukan bahwa ada perbedaan antara karunia menetap dan karunia tidak menetap dalam hidup manusia. untuk memudahkannya saya menggunakan istilah Anugerah untuk karunia menetap dan Karunia untuk yang tidak menetap. Dari penyelidikan panjang yang saya lakukan saya menempatkan keselamatan dalam Anugerah.

Nah, berkaitan dengan ilustrasi yang disampaikan pendeta tersebut, saya kurang sependapat bila pemberian itu dikenakan pada keselamatan, karena pada dasarnya Keselamatan hanya dari Allah dan tidak mungkin ada campur tangan dari manusia. Apabila ada sedikit saja peranan manusia dalam keselamatan, maka ALKITAB salah dengan mengatakan bahwa keselamatan adalah anugerah dari ALLAH. Cf. Ef 2.8. Ketika manusia berperan untuk menerima atau menolak pemberian bukan saja ALKITAB salah, namun ALLAH bukanlah ALLAH karena dia tidak berdaulat atas ciptaanNya.

Nah. seperti selalu saya ingatkan dari mula, bahwa dalam treat ini tidak ada maksud sama sekali untuk menghakimi apakah si A atau si B atau si C yang masuk sorga atau neraka. di sini saya mengajak semua pembaca untuk merefleksi keselamatan yang telah diterimanya dan mengerjakan keselamatan itu. Jangan sampai kita ribut soal keselamatan orang, sementara ternyata kita sendiri tidak yakin dan tidak jelas keselamatannya. Satu hal dasar yang saya ingin ulang adalah bahwa KESELAMATAN HANYA DATANG DARI ALLAH. Dengan demikian adalah HAK PREROGATIF ALLAH untuk menentukan siapa yang selamat siapa yang tidak. Hendaknya keselamatan tidak hanya dilihat dari kacamata manusia yang hanya melihat fenomena, namun terutama dari kacamata ALLAH sesuai dengan kasih karuniaNya.

Penjelasan lebih lanjutnya adalah: SEMUA ORANG TELAH BERDOSA dan TELAH KEHILANGAN KEMULIAAN ALLAH, karenanya adalah wajar bila semua orang dihukum, menerima akibat dari dosa tersebut. Namun syukur kepada ALLAH bahwa DIA begitu menyayangi saya dan anda, sehingga kita diluputkan dari hukuman dosa melalui karya YESUS KRISTUS, Tuhan kita.

Nah, memperhatikan itu saya yakin setiap anda yang membaca treat ini dan percaya telah diselamatkan, anda akan memperjuangkan dan menghidupi keselamatan anda itu.

Selamat bersyukur.

Great, you got the point. :afro:

iya bro :afro:

tp mba Rita nya belum jawab nih :slight_smile:

Manusia yang berdosa , kehendaknya terikat oleh jeratan setan, bagaimana dia dapat menerima tv dari Tuhan ?

Roma 6 : , 20,
6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.

2 Tim 2 : 26
2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Yoh 3 :

3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”

3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Apakah anda seperti Nikonemus yang tidak percaya kepada pekerjaan Allah Roh Kudus yang supranatural ???

Dunia dan seiisinya diciptakan dengan BERFIRMAN, apa artinya merubah manusia lahir baru dari dalam diri manusia ?

Anugerah Allah diberikan secara cuma2 menurut kerelaan kehendak Allah.

Roma 5
5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

5:19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.

3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

1 Pet 1 : 2
1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

Tidak semua mendapat TV, hanya orang orang yang di pilih Allah didalam kekekalan menurut kerelaan kehendak Allah. dan menurut belas kasihan Allah.

Ef 1 : 4.5 ; Roma 9 : 15 - 18

Ini bukan menurut pendeta, tetapi menurut ALKITAB.

ya pendeta kan kan juga menurut Alkitab mba Rita… :slight_smile:
iya luar biasa penjelasan mba Rita… :afro:
tapi lbh enak kalau penjelasannya mengerucut mba Rita, jd diakhir nya saya bisa menarik sebuah kesimpulan gt mba Rita… hehe

Tuhan memberkati… :slight_smile:

[email protected]

SAYA SEPAKAT DNG NARASI ANDA…MERDEKA…!!!..DALAM KASIH TUHAN YESUS KRISTUS…

Karena disini mengisyaratkan…Pengajaran dalam Alkitab bahwa : “”.Ada anjuran untuk mengerjakan keselamatan mu dng takut dan gentar…!!!

Salam GBU…

Tidak ada manusia yang merdeka secara mutlak karena dia hanyalah ciptaan bukan self existence dan kodratnya hanyalah menjadi hamba.

Apakah menjadi hamba Allah atau hamba Dosa/Iblis/Diri.

Merdeka didalam Kristus berarti merdeka dari jeratan Dosa/Iblis dan menjadi hamba Allah.

Shalom Aleichem

Makasih Bro… mari terus mengerjakan keselamatan yang sudah Tuhan anugerahkan…

Salam perjuangan…

Apakah ada kemutlakan dalam hidup ini kecuali Kemutlakan Sejati itu? Ketika seseorang membebaskan diri dari sesuatu maka dia akan terikat pada sesuatu yang lain.

Kepada siapa kita mau terikat?

Salam kebebasan…

Kebebasan yang sejati adalah bebas untuk tidak menggunakan kebebasannya secara bebas !

Kristus memiliki kebebasan yang mutlak tetapi Dia tidak menggunakannya melainkan mau mengikat diri menjadi manusia yang terbatas (kenosis) demi kasihnya kepada manusia yang sudah berada didalam jeratan dosa.

Allah memiliki kebebasan yang sejati tetapi Ia juga mengikat diri-Nya untuk tidak bebas melakukan sesuatu yang bertentangan dengan atribut atribut keilahian-Nya sendiri.

Inilah contoh kebebasan yang sejati.

Shalom Aleichem

Tepat sekali, kadang orang percaya masih mau terikat pada sifat lamanya yang segan dilepaskan.

Bagaimana menurut bro ???

setuju… :afro:

http://cdn.content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/00020405.gif