ketemu saudara,tapi anaknya suka ketawain dan mengejek.bagaimana cara mnegurnya?

aku pernah ketemu sodara,biasa pas lagi tahun baru cina itu suka acaran angpao,disitu ada saudara ibu ,kakak perempuannya punya anak yang sudah berkeluarga,anaknya laki, terus menikah dengan istri dan punya anak mereka berdua, laki dan perempuan. itu mulut anaknya tidak bisa dikontrol ,mereka katain aku mr bean,mau lihat mr bean,waktu aku mau buka pintu ,mereka gak tahu,aku ada pas lagi mau buka pintu dan mendengar
itu perkataan seperti menyayat hati,udah gituaku harus nahan perasaan, sakit sih sakit,kadang aku jadi males ketemu ,dan suka menghindar daripada ketemu terus dihinain,lama lama juga capek sendiri
pernah dlu aku marah,sampai mau usir pakai sapu,karena sudah tidak tahan dengan kata dan sikap konyol anaknya, dan orang tuanya aku beritahu kalian ini gak bisa ajari anak ya sopan santun ,saya ini lebih tua, tetap aja orang tua agama Kristen bela anaknya. istrinya kelihatan marah denganku,suaminay minta maaf denganku,aku mikir yang salah anaknya kuarang ajar,bicara walau dibelakang tapi kedengaran,malah disitu yang marah, terus karena aku didik oleh Tuhan dan berusaha memelihara FirmanNya,aku yang akhirnya minta maaf,2x 1 pas lagi ketemu di luar ,1x lagi pas di gereja. kadang aku mikir, aku gak mau dendam dan jadi urusan ama Tuhan,lebih baik salah gak salah aku minta maaf dan berdamai. (aku mikir, mereka ga minta maaf sama aku,cuma bapaknya aja atau saudaraku yang minta maaf, mereka udah salah juga tetap aja gak mau minta maaf. makanya aku agak males ketemu orang yang seperti itu, bukan aku dendam ,aku merasa diinjak ,dan aku ketekan sama Firman Tuhan untuk tidak boleh dendam dan musuhan, tapi harus berusaha damai , aku merasa enak di mereka yang katain gw, sedangkan gw harus sabar,maafin, mereka salah aja ga di tegur,dan ga minta maaf lagi ,malah sering jauhin gw.

ada sodara gw punya kakak perempuan/cici itu anaknya dulu suka katain gw juga,ketawain gw, terus akhirnya dia kena batunya, diceritain neneknya/gw manggilnya bibi , itu anaknya yang katain gw di sekolah dikatain si gendut sama temen2nya,akhirnya dia nangis waktu pulang terus tidak mau sekolah,dan di aduin ke neneknya,neneknya marah bisa belain cucunya sampai bilang nanti nenek yang tegur. ( mungkin ini yang namanya hukum karma kali ya, dan disini saya merasa puas, kena lu batunya, saya merasa lebih lega,biar ini jadi pelajaran kalau hina orang dengan mulut itu ada sebab akibatnya, seperti hukum tabur tuai ,ini baru adil)

gw juga berharap orang lain,termasuk saudara,juga saudara seiman yang menabur kata buruk akan menuai hasil yang buruk buat mereka, biar tahu rasa kena akibatnya, hahaha gw berharap seperti itu supaya mereka tobat dan tidak berani katain lagi. tujuannya bukan dendam ,tapi agar tobat aja,kalau gak dikasih kena batunya ya akan jadi kebiasaan buruk buat mereka.

gimana cara menegurnya saat ketemu orang seperti itu? soalnya kalau tidak di tegur juga akhirnya jadi kebiasaan buruk.

Ada beberapa cara,

Berapa usia anak anak itu? Karena beda beda caranya.

Cara pertama butuh strategi dan modal. Ajak atau cari seorang anak yang sumuran dengan mereka ke rumah mereka. Bawa makanan yang disukai oleh anak anak itu, tetapi berikan HANYA pada anak yang anda tentukan itu, usahakan pemberian anda dilihat oleh kedua anak ‘nakal’ itu. Kalau mereka melihat dan sudah tampak kepingin, panggil mereka, dan berikan bagian mereka, sambil kataka, lai kali yang sopan ya.

Cara kedua, ajak bicara orang tuanya dengan baik baik. Minta tolong mereka mengajari anak anak mereka untuk bersikap sopan kepada orang yang lebih tua, jangan mengolok-olok orang yang lebih tua, karena tidak setiap orang senang diolok-olok, jangan sampai ada orang yang tidak terima dan mengasari mereka. Katakan itu dengan nada wajar, tanpa nada marah.

Cara ketiga, secara terang terangan, tegur si anak di depan orang tuanya dengan keras, tetapi tidak kasar. Bentak kalau perlu tetapi jangan memaki.

Kira kira seperti itu yang bisa kita lakukan.

Ada kisah nyata lagi. Seperti juga anda, saya saat saat tertentu berkumpul dengan semua kerabat. Salah seorang ponakan saya sangat dimanja oleh ortunya. Sikapnya untuk beberapa orang bisa diterima, tetapi bagi beberapa orang lain tidak layak. Misalnya mengacak acak rambut orang yang sedang duduk (dewasa ataupun yang seumur) dari belakang. Biasanya kalau yang sumuran mereka akan saling balas. Nah, rupanya si ponakan ini kebablasan, dari belakang tiba tiba si ponakan memegang rambut saya dan mengacak-acaknya. Saat itu juga, saya tepis tangannya dengan keras, dan saya bentak dengan keras. ‘Jangan kurang ajar kepada orang yang lebih tua, mengerti !!’
Ortunya kaget melihat saya sangat marah, tetapi mereka diam saja, kemudian memanggil anaknya dan memberi nasehat. Setelah itu perilaku si anak jauh lebih terkontrol, terutama kalau saya yang bicara.

Jadi, sekali lagi tergantung kondisi saat itu.

Syalom

anaknya sudah sekolah mungkin sd kelas 6 / sudah smp kali.

cara ke 1 lebih kalem ,tapi apa bisa berhasil?

cara ke 2 lebih kekeluargaan ,ini sudah aku coba ,tapi bapaknya bilang : namanya juga anak-anak masih umur berapa,sebaiknya anda cari kesibukan aja,jadi tidak terlalu perlu memikirkan ini, bapaknya ini yang minta maaf, dan aku pernah bilang tolong dikasih tahu itu anak anakmu,dan jaga sopan santun, tapi kelihatanya bapakanya tidak bisa didik anak, padahal bapaknya pintar jurusan it, tapi bela anaknya terus, ini juga salah satu saudara dari yang kakak perempuannya yang anak cicinya dikatain si gendut. terus saya bilang , keponakan saya aja diberitahu sama orang tuanya, masa anda gak bisa didik anak? tapi tetap saja bela anaknya. coba kalau aku langsung tiba tiba gampar anaknya, apa bapaknya bisa sabar??? gimana ibunya tuh yang kayak ikan teri mukanya pokoknya jelek? cuma gw kembali gw takut sama Tuhan Yesus nih,jadi sering banget gw pendam perasaan gw,sampai gw gak mau kata kasar ,karena gw terlalu takut menganggap Tuhan nanti marah. terus klo gw seteru,dendam dan belum maafin ,gw takut nanti Tuhan hukum aku ke neraka, ini yang gw gak berani tiap x mau melawan ,sering ketahan.

cara ke 3 dulu sudah pernah tegur,tapi langsung kasar pakai sapu,orang tuanya juga tidak lama setelah itu pamitan mau pulang ke orang tua. tidak seperti cara anda ini yang lebih terarah. gw kalaui mau tegur ,suka gak mau depan orang tua,karena takut ketahuan gw dikatain mr bean, dan gw tersinggung, dan didepan kakak gw juga gw suka ketahan disitunya, tapi sekarang gw da buka-bukaan sama keluarga, membongkar kemaluan diri sendiri dan kelemahan karena sudah tidak harus gimana lagi untuk disembunyikan nama julukan.

aku pernah juga seperti itu bro, aku dipukul,diperlakukan agak kasar sama keponakan, tapi aku berusaha tegas dan mengajarkan tidak boleh begitu,sambil pegang tangannya.sama seperti anda begitu, heran ya bro ,kq jadi orang tua gak bisa ya didik anak gitu? cari duit pintar,tapi didik anak bodo dan tolol.

Karena ada kesalah pengertian dari sebagian orang, bahwa anak anak itu harus dibiarkan apa adanya. Menurut saya jelas salah. Karena seperti juga tumbuhan merambat, kita bisa membentuknya saat masih kecil/muda, kalau terlambat mendidiknya, terlanjur besar dan merambat liar, sudah tidak bisa dibentuk lagi. Jika dipaksakan justru akan patah (ribut antara ortu dan anak).

Melatih kejujuran, kesopanan, etika, berterima-kasih, kerapihan, semua itu harus diajarkan ketika anak anak masih sangat muda. Terlambat, berakibat seumur hidupnya si anak akan bermasalah.

Karenanya, sering di forum ini, saya menegur member member yang tidak punya etika. Dan betul dugaan saya, mereka tidak merasa salah bahkan justru merasa diserang. Itulah karena ortunya tidak mendidik etika ketika mereka masih kecil dulu.

Jadi, bro, mungkin memang terasa jengkel menyaksikan anak anak tidak punya etika dan sopan santun seperti itu, tetapi justru kelak anak anak itu (dan juga ortunya ) yang akan bermasalah saat si anak beranjak dewasa.

Syalom

Terima aja ejekannya

Balas dengan kasih

Itung2 pikul salib