ketidakkonsistenan pemahaman Tuhan yang impersonal

tergerak dari pemahaman yang baru disampaikan (supaya aktual), mengenai no personal God

About God, I cannot accept any concept based on the authority of the Church. As long as I can remember, I have resented mass indocrination. I do not believe in the fear of life, in the fear of death, in blind faith. I cannot prove to you that there is no personal God, but if I were to speak of him, I would be a liar. I do not believe in the God of theology who rewards good and punishes evil. My God created laws that take care of that. His universe is not ruled by wishful thinking, but by immutable laws

apakah ada Tuhan yang no personal? atau Tuhan yang impersonal?

tidak mungkin ada!

  1. jika Tuhan dikatakan maha baik, maha pengampun, maha pengasih, dsb, baik itu bersifat personal, pengampun dan pengasih itu bersifat personal, jadi jika Tuhan impersonal tidak mungkin bisa menjadi maha pengampun, maha pengasih, dsb (karena sifat-sifat tersebut dihasilkan dari personal identity)

  2. jika ada yang menyebut Tuhan maha pengasih, maha penyayang, maha penyabar, tapi menyatakan Tuhan impersonal (tidak memiliki kepribadian), jelas itu tidak sesuai dengan alur yang dibangun dalam pemahaman tersebut atau inkonsisten, bagaimana Tuhan bisa diketahui maha pengasih kalau tidak berkepribadian? apakah batu bisa dikatakan baik? atau bulan bisa dikatakan sabar? atau semesta alam bisa dikatakan memiliki kasih?

  3. jika Tuhan diketahui maha pengasih, maha penyayang, maha penyabar tanpa alur bahwa Tuhan itu memiliki kepribadian, penjelasan itu adalah mitos yang kontradiktif, dari mana “sebab” Tuhan maha pengasih, penyabar dan penyayang kalau tidak ada “akibat” Tuhan memiliki kepribadian (Tuhan yang personal)

  4. jika Tuhan itu impersonal (tidak berkepribadian) darimana ia punya sifat-sifat yang adalah mutlak termasuk term kepribadian, misalnya zat itu mempunyai sifat2 seperti asam, dsb, sedangkan sifat pengasih dsb mana bisa dihasilkan oleh zat atau senyawa yang tidak dapat diidentifikasikan dengan baik

  5. jika Tuhan itu impersonal, maka umat yang bertuhankan tuhan yang impersonal itu tidak perlu berdoa, beribadah dan melakukan ritual-ritual agama, karena untuk apa melakukan sesuatu yang tidak bisa diidentifikasikan oleh sosok yang tidak boleh memiliki kepribadian?

  6. jika dalam doa tersebut ada keluh kesah mengenai hal-hal yang bersifat pribadi, bagaimana sosok yang dikatakan tuhan yang impersonal itu bisa memahami?

sebenarnya masih banyak poin2 yang bisa saya sampaikan, tapi cukup sampai disini saja dulu

mengenai Tuhan yang personal memang hanya dapat dipahami oleh Kristen dan Judaism, sedang agama-agama di dunia memang tidak mengajarkan Tuhan yang personal

Heb 4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu YESUS, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.

Heb 4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Heb 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Tuhan bagi orang percaya (Kristen) lebih dari Tuhan yang memiliki kepribadian, tapi juga yang mau turut mengambil bagian sebagai manusia biasa bukan hanya untuk turut merasakan, melainkan untuk menebus hidup orang percaya dari kutuk dosa dan maut

Tuhan yang mau menjadi sama dengan ciptaan Nya

:slight_smile:
GBU

Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.”

http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Kel&chapter=3&verse=14

bukankah tuhan personal itu justru adalah paradox besar dalam pencarian logis akan keberadaan tuhan?

@TONY PAULO…
ENTE MENCOBA BERFILSATA RIA.NEH…!! .ENTE GA SADAR BAHWA ENTE MULAI BERPIKIRAN UNT MENGURUNG KE HAKEKATAN TUHAN YA…??
INI NEH FILSAFAT YUNANI KUNO…BROO…!!
GA ADA RELEVANSINYA SAMA SEKALI DENGSN KEIMANNAN KRISTIANI…!!
MALAH NANTINYA MENYESATKAN ABIS…KACAU…HEHHEHE…
SADAR @BROO TONY POOULL…

PEACE…PEACE…???

SALAM GBU

justru sebaliknya…TUHAN yang tidak menjadi PRIBADI, TUHAN yang tak akan bisa berelasi…

bisakah batu berelasi dengan batu?

:slight_smile:

kenapa bro sebut nantinya menyesatkan ? :ashamed0002:

mantap deh pemikiran om tony
up dulu ah

ALLAH tidak bisa di capai oleh pikiran dan kepribadian manusia yang serba terbatas. Dan ini harus disadari manusia sperti kita ini.
Jika perihal yang di sampaikan ALLAH tidak paradoks…maka ALLAH SENDIRI YANG MENGINGKARI SEGALA YANG SUDAH DICIPTAKANNYA UNTUK KITA MANUSIA DI DUNUA MAUPUN DI AKHIRAT.

Perlu kita pahami yang namanya Paradoks tsb adalah bertentangan, tapi mempunyai keter-IKATAN maupun ketert-TARIKAN satu sama lain.
Itulah HUKUM ALAM yang secara Naturalnya sudah di ciptakan ALLAH SEBAGAI CIPTAAN YANG PALINGSEMPURNA DAN PARIPURNA.
Hukum Alam selalu bekerja dengan tertib, sistimatis,terkronologis, dan tertib. Secara universal hukum tsb kita pahami sebagai hukum SEBAB-AKIBAT.
JADI Kalau wacananya paradoks, pasti kita pahami / ketahui seperti :

  • ada pria dan ada wanita…
  • ada malam ada siang…
  • ada terang dan ada gelap…
  • ada baik dan ada buruk…
  • ada upah/pahala dan ada dosa
    *ada sorga dan ada neraka.
  • ada personal dan ada impersonal…
  • ada konsisten dan ada inkonsisten…
  • dst …dst nya…

Paradoks tsb bukan hal yang aneh tapi itulah kesinambungan dari segala persoalan yang nantinya bertemu di satu titik temu…Makanya ,di situlah kita perlu tuntunan suatu ajaran agama yang benar- benar : “BENAR.”

Artinya Tuhan YANG BENAR ,pasti mengajarkan kita tentang PARADOKS
ITU SENDIRI…Karena sudah menjadi prinsip dalam keimannan Kristen bahwa :
" KEINGINAN MANUSIA BELUM TENTU SAMA DENGAN KE INGINAN TUHAN
ALLAH "…KAN…??

SALAM GBU

IYA SOBAT @ BAYI…

SOALNYA SAYA BERPENDAPAT…[email protected]…TIDAK MENAMPILKAN
AYAT ALAKITAB YANG LEBIH AKURAT DAN PUNYA"RELEVANSI "YANG SAYA ANGGAP SEBAGAI BAHAN BAKU ORIGINALNYA…HEHEHE ( MAAF INI PENDAPAT SAYA SAJA …LHO…!!

SALAM …GBU

@shipiros purba
ada bacaan menarik mengenai personal God yg sy post di