Ketika IMAN bertemu tantangan.

Saat kita berhadapan dengan masalah yang ALLAH berikan, terkadang keputusasaan dan ketakutan sudah lebih dahulu melangkah dari pada iman dan keyakinan kita akan kuasa-NYA. Perasaan takut gagal dan keputusasaan mulai membuat kita memperhitungkan berapa banyak waktu yang akan kita habiskan untuk melewati masalah itu. Dan tanpa kita sadari, kita mulai meragukan kuasa ALLAH untuk mengatasi semua masalah kita.

kita tidak lagi memfokuskan pandangan kita pada-NYA, tetapi mulai memusatkan perhatian kita pada rasa sakit yang kita rasakan dan mulai melakukan berbagai cara untuk menghentikan rasa sakit itu. Padahal kalau kita sedikit lebih peka terhadap cara-cara yang DIA lakukan, maka kita akan menyadari kalau TUHAN memakai rasa sakit untuk mengajar, mendewasakan dan tentunya membuat kita semakin dekat dengan-NYA. Karena rasa sakit adalah jalan terbaik yang akan menuntun kita pada pertobatan…(Roma 2:4b).

Yang seharusnya kita lakukan adalah mempercayakan semua masalah kita pada-NYA dan belajar untuk meneguhkan hati kita dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Jadikanlah YESUS sebagai contoh dalam melewati masalah, lihatlah betapa DIA mampu menjadikan penderitaan yang DIA alami sebagai sesuatu yang akan berlalu dan berusaha untuk memandang penderitaan-NYA sebagai suatu proses untuk meraih sebuah kemuliaan kelak. YESUS memiliki keteguhan hati yang seharusnya kita tiru, DIA meyakini, percaya, dan tau pasti bahwa apa yang DIA alami tidak akan pernah sia-sia, bahwa semua penderitaan yang DIA alami akan berganti dengan sebuah kemuliaan kelak.

Saat kita menghadapi sebuah kesulitan, percayalah bahwa kita tidak pernah berjalan sendiri, ada YESUS yang menyertai kita dalam masa-masa tersulit sekalipun, DIA tidak pernah meninggalkan kita sekalipun kita berkali-kali menyerah, YESUS tidak akan pernah menyerah untuk menyertai, menguatkan, dan menghibur disaat-saat terberat kita. Kita hanya perlu melihat semuanya dari kacamata iman bahwa semua yang kita hadapi pada akhirnya akan membuat ‘otot-otot’ rohani kita makin berkembang dan akan membuat kita makin kuat didalam DIA.

sama seperti raga kita yang membutuhkan makanan-makanan yang bergizi dan beberapa latihan fisik untuk mendapatkan tubuh yang sehat, begitu pula dengan iman kita yang membutuhkan ‘makanan-makanan’ dan latihan rohani yang akan membuat ‘otot-otot’ rohani kita berkembang dengan baik dan menghasilkan iman yang sehat didalam DIA, yang dengan sendirinya akan membuat kita kuat dalam menghadapi tantangan-tantangan iman yang ada di depan kita.

Mungkin ada banyak waktu yang akan kita habiskan untuk bertahan, akan ada banyak air mata yang kita keluarkan, dan mungkin juga akan ada banyak rasa sakit yang akan kita terima, tetapi ketika kita mulai meneguhkan hati kita dan percaya bahwa YESUS tidak pernah meninggalkan kita dan selalu menyertai kita, maka kita akan memiliki cukup tenaga untuk bernyanyi di dalam tangis, tersenyum disaat kita tersakiti, dan menari disaat kita kecewa. Percayalah bahwa penyertaan YESUS lebih dari cukup untuk kita bersukacita dan tersenyum saat menghadapi rintangan hidup.

Jangan jadikan penderitaan sebagai jurang yang memisahkan kita dengan kasih YESUS, tetapi jadikanlah setiap penderitaan yang kita alami sebagai suatu jembatan iman yang akan menghubungkan kita dengan kasih YESUS yang besar. Yakinilah bahwa YESUS lebih dari cukup bagi kita untuk bersuka cita.

(…Seperti AKU menyertai musa, demikianlah AKU akan menyertai engkau ; AKU tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu,……Hanya , kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, ……Bukankah telah KUperintahkan padamu : kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN , ALLAH mu, menyertai engkau, kemanapun engkau pergi……YOSUA 1:5b,6a,7a,9…)