Ketika ingin menyerah dalam hidupmu

Mati??? Yaaa itulah yang terniang dalam otaku ketika merasa bahwa semua yg kujalni sia2 dan kenapa hidupku tidak seperti yg lainnya. Terlihat depresi dan putus asa memang. Tapi itu benar adany. Keluarga yg harusnya menjadi “rumah” ternyata hanya menjadi neraka. Pacar yg harusnya menjadi penguat pergi meninggalkan. Doa??? Berkali-kali memaohon kepada Tuhan untuk ditolong tapi entahlah seperti diabaikan permohonanku.

Mengerikan memang ketika protes kepada Tuhan karena nerbagai hal yg tak memuaskan dalam hidupku. Tapi bagaimana??? Tak ada yang lain dapat kulakukan selain aku menyerah pada hidupku. Aku merasa semua sia-sia jika aku tetap hidup. Toh pun hidupku tak akan menjadi lebih baik.

Mengapa Mbanya harus mempercepat diri untuk mati atau berpikir untuk mati??Apakah mbanya sudah siap kalau ditanya di pengadilan seperi ini:

  1. Mengapa kamu putus asa dan mengambil jalan pintas
  2. Apakah mba sudah selesai dengan dosa-dosa mba dan membereskan hubungan mba dengan Allah??

Kenapa juga harus membandingkan juga dengan orang lain??? Jangan-jangan usaha kita yang belum maksimal, doa kita yang salah, motivasi kita yang tidak benar, kita yang tidak sabar…Atau apa yang orang lain dapatkan ternyata didepannya saja yang baik tetapi didalamnya sama saja…

Dan ini lah tahap yang paling sulit, : kalau keluarga menjadi neraka seharusnya kita bisa menjadi penyejuk didalamnya dan tetap berdoalah kepada Allah (pengalaman teman saya yang orang tuanya pisah rumah tetapi sudah bahagia dan nikah sama pendeta tetapi orang tuanya masih pisah rumah walaupun sudah didoakan karena doa juga butuh respon dari orang yang didoakan)…Apabila kita hanya mengandalkan keluarga atau pacar agar kita hidup nyaman seperti orang lain itu akan sia-sia…Lihatlah sekeliling, pasti ada orang-orang yang peduli kepada mba nya…Tapi jika kalau sudah menyerah,biarkanlah Allah yang mengambil peranNya dan janganlah memaksakan kehendak mbanya…Karena semuanya ada prosesnya…