Ketika Youtuber Anonim Lebih Dipercaya Ketimbang Ke-3 Pakar Biblika Ini

Saya melihat fenomena menarik di medsos yang mirip dengan tetangga kita. Jadi influencer saat ini lebih dipercaya ketimbang pakar. Kalau umat sebelah, mualaf atau ustad dadakan lebih populer. Demikian pula di Kristen, influencer Kristen itu lebih diamini dan diimani para followernya.

Contoh, menyoal kata ‘Allah’. Chanel Youtube TANPA RAGI membuat konten-konten yang ditujukan ke KALANGAN KRISTEN, agar mengubah atau membuang kata ‘Allah’ itu dengan kata ‘DEWA’.

Saya melihat, dia mengutip penjelasan para pakar Biblika, misalnya Pak Bambang Noorsena dan Dr. Anwar Tjen, tapi dia tetap ngotot pakai LOGIKANYA sendiri. Ditambah dengan dia merujuk ke penjelasan Pak Pdt Yakub Sulistya, pendukung keras SEKTE YAHWEISME.

Begitu ngototnya TANPA RAGI memaksakan kata ‘dewa’, sampai ada komentator di videonya bilang, ini logika Mbelgedhes!

Jadi dia memakai logika dan argumen ‘marketing’, lalu mengklaim memakai kata ‘Allah’ itu akan melemahkan iman. Dia lalu mengutip ayat2 yang bicara tentang kata ‘Allah’ dari Al Quran.

Jadi yang saya nggak respek adalah, dia mengabaikan dan meremehkan penjelasan para pakar Biblika serta meremehkan terjemahan LAI. Dia menganjurkan terjemahan ILT.

Kedua, dia sendiri sudha menjiwai konsep ‘Allah’ dalam Al Quran karena demen menyenrang Muslim kan" Jadi ketika membahas kata "Allah ’ dalam Kekristenan, mindsetnya atau paradigmananya nggak berubah.

Para pengikut TANPA RAGI juga membelanya.

Gini aja deh, coba saat ibadah, nyanyi dan doanya kata ‘Allah’, diganti kata ‘dewa’, bisa dapat feel-nya nggak?

Hm, begitulah, miris dan ironis dengan Kekristenan zaman now. Lebih percaya Youtuber anonim yang merasa levelnya kayak Christian Prince padahal masih jauh.

Saya membaca tentang penjelasan BU RITA WAHYU juga, penjelasannya sama dgn Pak Bambang Noorsena dan PDt Anwar Tjen. Tapi sayang, ketiga pakar ini nggak dianggap oleh TANPA RAGI.

Youtuber anonim, influencer yang nggaj jelas teologi dan pendidikannya lebih diimani oleh netiZEN 62+. Luar biasa memang, ;D ;D ;D

Salam damai.