Ketua PGI : Bangsa Ini Sakit dan Tidak Akan Putus dari Malapetaka

Ketua Umum Persatuan Gereja-Gereja Indonesia, Pdt Andreas Yewangoe menilai kasus laporan kecurangan saat Ujian Nasional (UN) di SDN Gadel II Surabaya oleh Siami dan Widodo yang berujung pengusiran terhadap mereka dianggap sebagai wujud bangsa yang bermasalah.

Menurutnya ini merupakan iklim berbahaya yang sedang terjadi di Indonesia. Masyarakat justru nyaman dengan kecurangan.“Bangsa ini sakit. Yang benar jadi salah, yang salah jadi benar. Inilah iklim yang menguasai kita sekarang. Ibarat air yang keruh dan ada ikan di situ dan mereka sudah nyaman, pas dikasih air yang bersih malah pusing dia,” Ujarnya seusai seminar Yap Thiam Hien Memorial Lecture" di Universitas Kristen Indonesia, Jl Mayjen Sutoyo, Jakarta, Selasa (14/6).

Yewangoe pun menambahkan bahwa jika budaya mencontek yang terang-terangan didukung oleh para orang tua ini dibiarkan justru akan membuat bangsa Indonesia terus dirundung malapetaka. “Ketika ketidakjujuran sudah ditanamkan pada anak-anak, dalam hal ini menyontek, dan hal ini dianggap biasa, ini akan berlangsung terus menerus, bangsa ini tidak akan putus dari malapetaka.” Katanya.

Siami dan Widodo sendiri diberitakan melapor ke kepala SDN Gadel II Surabaya bahwa anaknya, AL, diperintahkan guru memberikan contekan secara massal ke siswa lainnya saat UN SD beberapa waktu. Akibat laporan itu, mereka justru jadi bulan-bulanan wali murid yang lain, karena kelulusan anak mereka jadi tidak jelas dan beberapa guru mendapat sanksi.

Tidak sampai disitu pasangan inipun diusir keluar dari kampung tersebut walau dibela oleh beberapa pejabat desa yang turut hadir menenangkan massa. Hal memalukan seperti ini membuktikan bahwa masyarakat senang dengan ketidakjujuran yang kemungkinan dicontohnya dari perilaku beberapa pejabat publik yang suka bermasalah.

Source : mediaIndonesia/DPT