Ketua??

Berbagi Pengalaman…

Kemaren diadain pemilihan ketua untuk Persekutuan Doa di Fakultas ku…
Ada 2 kandidat yang terpanggil untuk menjadi ketua…
Lalu acara dimulai dengan doa, menyanyi puji2an,
penyampaian visi-misi dari 2 kandidat itu, lalu diadakan tanya jawab…
Setelah itu diadakan voting…
Nah setelah selesai voting, dihitung, dan didapatkan hasilnya, ternyata SERI…
Wuah… agak kaget n heran juga… langka banget voting kayak gini bisa seri…

Trus ada masukan dari salah satu temen, dia bilang gini:
Biarlah Tuhan yang menjadi Ketua di Persekutuan ini…
Dan 2 kandidat ini adalah sebagai koordinator dalam pelayanan di persekutuan ini…
Mungkin dengan ini, Tuhan menginginkan mereka berdua mempunyai tanggungjawab yang sama…
Jadi ga ada yang lebih tinggi dan yang satu menjadi wakilnya…

Yah… agak lama juga sih pembicaraan ini… Pro-Kontra…
Pengurus Lama menginginkan agar pemilihan ketua ini diundur minggu depan…
Jadi selama 1 minggu ini diharapkan doanya, agar minggu depan bisa diambil keputusan yang tepat…
Dan akhirnya keputusan pemilihan ketua ini diundur lagi untuk minggu depan…

Yang aku mo tanyain…
Gimana menurut pendapat temen2…
Setuju ga kalo dalam sebuah persekutuan tidak ada ketua??
Ato ada 2 orang yang menjadi koordinator??
:v:

hmmm… sebuah persekutuan ngga ada ketua? sepertinya harus ada deh…
ketua persekutuan kampus 2 orang? kayanya ngga deh…

coba kembali ditanyakan visi dan misi pribadi dari 2 kandidat tersebut, apakah mereka masing2 benar2 mau menerima tanggung jawab serta konsekuensi sebagai pemimpin? 1 hal yang aku mau bagikan kepada semuanya ya bahwa pemimpin rohani (baik hamba Tuhan maupun pemimpin sebuah organisasi rohani) berbeda dengan pemimpin sekuler. pemimpin sekuler dia berdiri di atas setiap anggota2nya… dan pemimpin rohani dia berdiri namun dipundaknya dia harus menopang para anggota2nya (berdiri dibawa anggota2nya)…
semua orang bisa menjadi pemimpin, namun dibutuhkan seseorang yang berjiwa 'melayani’lah yang mampu menopang para anggotanya…

bukannya aku kurang sependapat tapi aku justru sama sekali GAK SETUJU dengan pernyataan temenmu ini. memang benar Tuhan ingin segala sesuatunya berjalan dengan DIA sebagai KEPALA dari tubuh-NYA sendiri tetapi sebagai anak Tuhan kita diberikan kebebasan dalam berkehendak namun berhikmat dalam bertindak. mencari jawaban dari Tuhan itu adalah jawaban yang terbaik bagi pemilihan ketua pengurus persekutuan kampus. hal lain yang harus menjadi perhatian adalah sikap dan sifat dari 2 kandidat ini dalam kesehariannya ! coba deh perhatikan… Tuhan akan bukakan kok… (pengalaman dari kampusku sendiri) selain itu, coba pengurus sebelumnya atau jika ada bagian pemilihan bertanya secara pribadi kepada masing2 kandidat, bagaimana perasaan mereka jika mereka menjadi ketua pengurus? (akan keliatan mana yang terbeban melayani dan mana yang justru terbeban karena melayani !) … beda lho… :wink: OK deh, semoga Tuhan kasih ketua yang terbaik ya…
GBU

Di undi saja… kayak kupon berhadiah … ;D
Tapi nya jgn lupa berdoa sebelum di undi. Minta orang yang tepat untuk menjabatnya :ashamed0004:
Semoga tidak salah… nich ada ayatnya; pas milih rasul ke-12, mereka juga pakai undian koq… :v:

Kisah Para Rasul
1:24 Mereka semua berdoa dan berkata: “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,
1:25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.”
1:26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

Woo… diundi yah… Hem… Iya deh, besok kalo seri lagi, mungkin diundi aja kalee yah… Hehehe… Tapi moga2 jangan dunk… :cheesy:

:happy0062:

Hem… kemaren sih ada pertanyaan juga dari salah satu temen…
Apakah kedua kandidat ini merasa terpanggil untuk melayani ato terbeban??
Dan jawaban keduanya adalah terpanggil… Mereka tidak menganggap bahwa dengan menjadi ketua akan menjadikan suatu beban bagi mereka, tapi mereka sunguh2 dengan tulus mau melayani… Gitu sih…
Trus… terbeban melayani sama terbeban karena melayani bedanya gimana Kak Erzet??

Nah ini lagi… 2 kandidat ini yang satu co dan yang satu lagi ce…
Aku lebih deket, deket banget malah, sama yang ce ini…
Dia dulu juga cerita ke aku, dia bawa ini dalam doa… Aku juga selalu ngedukung dia…
Tapi yang aku heran, kenapa hari2 sebelum pemilihan sampe pada waktu pemilihan aku kok malah lebih sreg sama yang co…Apa itu aku termasuk dengan mengkhianati teman??
Sebelumnya aku ga mengira hal ini akan terjadi, teman2ku pun yang lainnya sama sekali ga menyangka hal ini akan terjadi… Karna kayaknya 80% semuanya akan lebih memilih yang ce… Saat itu menurutku, 1 suara ku ini juga ga akan merubah keadaan, toh masih banyak anak2 lainnya yang akan memilih dia… Tapi ternyata… emang di luar dugaan… Coba kalo aku pilih yang ce… Pasti dia yang akan jadi ketua…
Ga akan ada kejadian kayak gini lahi…Ga perlu ada pro-kontra dikit… Hehehe…
Kemaren aku juga ketemu lagi ma cewek ini… Dia lagi berpuasa… yah untuk ini juga…
Tapi kenapa aku belum sreg juga yah untuk pilih dia…Apa itu aku termasuk dengan mengkhianati teman??

Hem… Buat Kak Milkyway ma Kak Erzet makasih yah…
Iya, doain aja moga2 besok dapet ketua yang emang udah bener2 Tuhan pilih dan Tuhan siapkan…

Yang aku mo tanyain…
Gimana menurut pendapat temen2…
Setuju ga kalo dalam sebuah persekutuan tidak ada ketua??
Ato ada 2 orang yang menjadi koordinator??
:v:
[/color]
[/quote]
Hmm dalam sebuah persekutuan tdk ada ketuanya wah wah repot nih siapa yang bertanggung jawab bila ada masalah masa lepas tangan aja. Walaupun 2 org koordinator pasti ada ketuanya klo tidak siapa yang akan bertanggung jawab dalam penyelengaraan. Tuhan tidak lah Tuhan hanya merestui aja…
Didalam kelas aja ada ketua kelas. Dalam keluarga aja ada kepala keluarga di lingkungan aja aj ketua RT masa dalam sebuah persekutuan tidak ada ketuanya report. Dalam suatu persekutuan tidak ada ketua mending tidak usah ada pemilihan persekutaun.
Bagaimana pun juga dalam suatu rapat mesti ada ketua.Klo tidak kepada siapa donk anggotanya bertanggung jawab…???

salam
isengah kabur ahh peace
;D

blessed, mungkin bisa aku deskripsikan dengan pernyataan aku dengan ini:
Terbeban Melayani
untuk seseorang yang sudah bertobat, sudah lahir baru dan kehidupannya penuh dengan kerinduan karena melayani Tuhan… nah, ini ada fase2nya dan kita bisa melihat perubahan hidupnya dengan sikap dan tindakannya yang berbuahkan hal yang positif dan dapat melakukan apa yang dinamakan ‘melayani’ dan bukan ‘dilayani’…

Terbeban Karena Melayani
untuk seseorang yang kehidupannya dalam lingkup yang biasa dijalani, hidup dalam ligkungan Kristen, aktif dalam kegiatan apapun dimana dia berada, nah, karena kebiasaannya itu yang selalu melayani di manapun, ada suatu tuntutan bahwa di kampus dimana dia berada dia juga harus melayani (bukan karena kerinduan tetapi karena keaktifan dan keluwesannya dalam berorganisasi… ) dan biasanya ini akan terlihat dari sikap yang ingin ‘dilayani’ dan bukan ‘melayani’…

kamu ngga mengkhianati kok blessed. yang berdoa bukan hanya 2 kandidat saja, tapi termasuk kamu juga berdoa untuk hal ini…
coba deh seperti Raja Salomo (duh… :ashamed0004:) yang melakukan hal ini:
inget ngga kisah 2 orang ibu yang melahirkan bareng dan salah satunya anaknya mati. nah, ini bisa menjadi referensi bagi pemilihan ketua persekutuan kampus juga blessed… apalagi kita menggunakan sistem melayani dan bukan dilayani… siapa diantara 2 kandidat itu (dalam forum pemilihan tertutup) yang dengan keinginan sendiri rela melepaskan “jabatan/titel” sebagai ketua dan merelakan diri menjadi pengurus bidang lain, aku pikir dialah yang lebih bijaksana dan seorang pelayan sejati. seorang pelayan tidak ingin keberadaannya di’depan’ tetapi dia ingin memberikan semua dirinya bagi orang lain, mendukung sekuat tenaga dan berada di’belakang’ yang dilayaninya… (tapi pliiiisss… doakan dulu jika ini adalah satu2nya cara ya…)

semoga yang terbaiklah yang Tuhan berikan… amin.

wahhh… segala hal harus ada ketua, karena dialah yang jadi pemimpin, dan pilih lah ketua yang dimana kita memilihnya bersama dengan pasti, menjadi pembimbing, penasehat dll… :char14:

uda aja yang satu jadi ketua yang satu jadi wakilnya kan beres hehehehe…

iya benar juga…
jadi tidak ada yang harus di permasalahkan… :ashamed0004: