Ketuhanan dan Kemanusiaan Yesus

Baiklah, terima kasih.

perkenankan saya memasuki ruang diskusi dan membagikan pandangan mengenai KeTuhanan dan Kemanusiaan Yesus. dengan harapan membantu saudara penanya menemukan jawabannya
Baiknya ini disampaikan kepada [i]Administrator Forum[/i] ato [i]Moderator Forum[/i].
saya mulai dari KeTuhanan duluan.. Tuhan itu Esa..

Tuhan Yang Esa ini ketika mencipta, Dia menciptakan sifat sifat ke-Esaan-Nya ini dibenda ciptaan-Nya… dengan maksud melalui benda benda ciptaan itu kita dituntun untuk dapat mengenal Allah dengan lebih baik…
Contoh 1:
Hari : hari ada hari Kemarin, hari ini dan hari Eskok…
Contoh 2:
Matahari : ada Panasnya, ada terangnya ada pula materialnya…
Contoh 3:
Binatang : ada unggas, ada ikan, ada reptil
contoh 4:
Unggas : ada Ayam, ada Bebek ada Burung
Contoh 5:
Burung : ada Burung Beo, ada Burung Elang ada Burung Pipit.
Contoh 6:
Makhluk Hidup : ada Manusia, Tumbuhan, Binatang
Contoh 7:
Keluarga : ada Papa, Mama dan Anak
Contoh 8:
Tubuh : ada Tangan, Kaki, Perut

tapi Contoh Yang Paling tepat untuk menyatakan Tuhan adalah KELUARGA
terdiri dari 2 orang yang menjadi SATU.

Markus 10:7-8
sebab itu laki laki akan meninggalkan Ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu…

Salam Sehat
TYM

Super.
Tidak mampu @Sotardugur Parreva tangkap.
Contoh 3 itu, harimau itu binatang, tidak masuk ke unggas, ikan, ato reptil.
Contoh 5 itu, burung penguin bukan beo, elang, ato pipit.
Contoh 6 itu, virus termasuk ke mana?

Ah, kenapa rasa-rasanya tidak nyambung, ya?

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Ya Bethul…

Di dalam keluarga joko contoh yg anda ajukan tetdapat tiga orang yang berbeda,

Ya Bethul…
hanya ada Satu Keluarga dengan Tiga Person dalam Keluarga tersebut…

apakah itu berarti: 1. Dalam tritunggal ada 3 Tuhan yang berbeda?

Tidak Seperti itu…
Hanya ada Satu Tuhan, Tuhan itu Esa yang terdiri tiga Pribadi yang berbeda.

2. Apakah Tuhan = Allah?

Ya…
Tuhan adalah Allah.

salam sehat
TYM

sama sama

Baiknya ini disampaikan kepada [i]Administrator Forum[/i] ato [i]Moderator Forum[/i].

kurang pas kepada Moderator…
karena yang membuat Topik adalah sdr. rama noor dan bukan moderator…
menurutku ijin nimbrung lebih tepat kusampaikan kepada orang yang sedang asyik berdiskusi… :slight_smile:
dengan harapan bukan membuat si penanya semakin bingung, tapi membuat topik yang ditanya menjadi sederahan dan mudah dimengerti.

Super.
Terima Kasih.
Tidak mampu @Sotardugur Parreva tangkap.

tidak apa apa, mudah mudahan seiring dengan berjalannya diskusi, kterangan keterangan yang diberikan dapat juga membantu topik ini ditangkap, dipahami dan menjadi berkat bagi @Sotar

Contoh 3 itu, harimau itu binatang, tidak masuk ke unggas, ikan, ato reptil.

ya Betul,
harimau itu tidak termasuk Reptil, dan tidak termasuk Ikan…
tetapi Ikan dan Reptil adalah Binatang…

begitulah dengan Tuhan…
Bapa itu bukan Yesus, bukan pula Roh Kudus… dan Yesus bukanlah Roh Kudus dan Bukan Bapa…
tapi Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah Tuhan… :slight_smile: :afro:

Contoh 5 itu, burung penguin bukan beo, elang, ato pipit.

ya betul, Penguin itu bukan Elang, bukan Beo dan bukan Pipit…
tapi Penguin, Elang, Beo dan Pipit adalah Burung atau Unggas…

begitulah dengan Tuhan…
Bapa itu Bukan Anak, Roh Kudus bukanlah Yesus…
tapi Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah Tuhan.

Contoh 6 itu, virus termasuk ke mana?

nggak tahu, kurang cocok Virus dibuat menjadi perumpamaan untuk menggambarkan Tuhan…

Ah, kenapa rasa-rasanya tidak nyambung, ya?

awali dulu dengan Doa, lalu dibaca ulang, lalu berdoa lagi lalu direnungkan dan dicoba pahami, kalau kurang mengerti ditanyakan lagi… mudah mudahan jadi mengerti… :slight_smile:

Salam damai. Amalkan Pancasila. Kita adil, bangsa sejahtera.

Salam Damai
Salam Sehat
TYM

Sotar

Jika anda bisa mengajukan perumpamaan atau perbandingan yang bisa konsisten diterapkan pada konsep tritunggal maupun dwinatur yesus mungkin kita bisa uji di sini karena sekolah tinggi teologi belum bisa menemukan jawabannya

Simatupang

Mengenai contoh keluarga yang anda ajukan, pak joko adalah bagian dari keluarga, pertanyaannya Bapa sepenuhnya Tuhan atau bagian dari Tuhan?

pak Joko adalah Sepenuhnya Keluarga Joko…

ibu Joko adalah sepenuhnya Keluarga Joko…

Joko adalah sepenuhnya Keluarga Joko…

Joko bukan setengah atau sepertiga dari Keluarga Joko…
Joko adalah Sepenuhnya Keluarga Joko 100%, yang sudah menjadi Kecoak 100%

ketika Joko jadi Kecoak,
Joko tidak berubah, Joko tetaplah Joko yang menjadi Kecoak.
hanya penampilan Joko saja yang berubah…

dulu Joko Ganteng, sekarang jadi jelek…
dulu punya tangan sekarang tidak punya tangan,
dulu kakinya dua sekarang jadi banyak…
dulu Joko tidak bau, sekarang jadi bau kecoak.

Joko tetaplah bagian dari Keluarga Joko 100% walaupun Joko telah jadi kecoak…

salam sehat
TYM

@rama noor terlalu tinggi menilai @Sotardugur Parreva yang tidak mampu mereka-reka contoh Tritunggal, dan dwi-natur Yesus Kristus.
Kuusulkan @rama noor memasuki kelas Sekolah Tinggi Teologi untuk mencari jawaban, adalah untuk lebih menyeragamkan jawaban yang diberikan. Sebab, menurut dugaanku, silabus di Sekolah Tinggi Teologi secara disadari ato tidak, sudah menjadikan setiap pembelajar di sana bergelimang dengan hal-hal Teologis. Kemungkinan besar, pertanyaan @rama noor merupakan bagian dari mata ajar di sana. Ato setidaknya, pertanyaan mengenai Yesus di Sekolah Tinggi Teologi akan menjadi perhatian serius. Dan, spektrum pemikiran Sekolah Tinggi Teologi, paut diduga, berkisar pada ketuhanan dan kemanusiaan Yesus.
Namun demikian, jika @rama noor sudah mengetahui bahwa Sekolah Tinggi Teologi belum bisa menemukan jawabannya, mau bagaimana lagi? Menurut pendapatku, segala hal mengenai ketuhanan, akan sangat tepat dibahas dan dibicarakan secara ilmiah di Sekolah Tinggi Teologi.

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Sori rama, tak pikir2 lagi… bukan 3 entitas dink, tapi BANYAK entitas/keberadaan.
Jadi nggak masuk kalu saya ceplokin ke perihal Tritunggal :char11:.

Jadi : BANYAK keberadaan yang identik.

Ceritanya rama bisa membelah diri.
Taroh kata rama membelah dirinya jadi ada dua, maka:
Secara “kualitas” —> ada satu.
Secara “kuantitas” —> ada dua.
Selanjutnya rama ke kota A nemuin si X dan rama ke kota B nemuin si Y,
maka dari pov si X maupun si Y, mereka ini ketemu keberadaan yang disebut rama.
rama yg mana yg ketemu si Y, rama yg mana yg ketemu si X, gak menjadi persoalan.

Ini jadi mirip ilustrasi DVD saya yang buat LOT.
Bedanya kalo yg ini "parent"nya tetep ada, yakni master disk.
Baik master disk maupun kopi2annya identik, satu kualitas.
Kuantitasnya ada lebih dari satu.

Ilustrasi DVD:
kepingan2 disk kopian bisa nunjuk “itu master disk kita, dia duluan dari kita”.

Ilustrasi rama (binary fission):
masing2 rama gak bisa nunjuk “kamu yang duluan - saya yang blakangan”.

Kalo menurut saya, itu cara paling mudah utk nge-definisiin Tuhan.
Jadi lebih baik ngajuin “Tuhan ada banyak” dgn ilustrasi yang make sense,
ketimbang tereak2 “Tuhan cuma satu” tapi gak ada satupun ilustrasinya yg make sense.

:D,
salam.

Simatupang

Mengenai keluarga joko apakah itu berarti ada tiga entitas berbeda yang sepenuhnya keluarga joko? Jika diterapkan pada trinitas apakah itu berarti ada tiga entitas berbeda yang sepenuhnya tuhan?

Saat joko menjadi kecoa apakah itu berarti ada entitas keluarga joko yang bukan manusia? Jika diterapkan pada trinitas apakah itu berarti selama tiga puluh tiga tahun yesus hidup di bumi ada entitas dalam trinitas yang bukan tuhan?

Odading

Jadi menurut oda itu tiga entitas dengan satu identitas yang sama? Jika diterapkan dalam trinitas apakah itu berarti ada tiga entitas tuhan dengan satu identitas yang sama?

Jika identitasnya sama apakah itu berarti semua oknum dalam trinitas mempunyai sisi kemanusiaan?

Atau bisa saja elo yang memang tidak membutuhkan jawaban apa pun, bray.

Virus

Sejauh ini Contoh yang diajukan simatupang dan odading cukup masuk akal. Hanya saja dari contoh yang mereka ajukan memiliki konsekuensi bahwa tuhan atau entitas yang sepenuhnya tuhan lebih dari satu

Nah itu. Kenapa pula keberadaan yg ngbrojol dari perut Maria orang bilang “itu Allah” ?

Ini lucu jadinya.
Ibarat kayak gini :
Ada yang berkata mengenai keberadaan yang lagi didapur :
“ada Allah lagi makan di dapur”

Keberadaan yang lagi makan didapur nyaut:
“tidak seorangpun yang pernah melihat Allah, gue bukan Allah TAU?!” :smiley:

yang berkata mengenai keberadaan yang lagi didapur nge-respond:
“alah, pura pura luh… elu kan Allah dan buktinya ini gue sedang ngeliat elu”.

Tuhan itu Roh, maha kuasa, sehingga dapat menampilkan diri dengan apa saja yang dikehendakiNya
Jadi ini ngotot yang apa nih ? A. ngotot "tidak seorangpun yang pernah melihat Allah" ? ataukah B. ngotot menangkal kalimat biru, dengan bilang "banyak orang yang pernah melihat Allah" ?
Kupikir, jika pertanyaan itu ditujukan kepada Kristen, maka jawabannya bukan A, B, ato C. Bagi pemahaman Kristen, [b]Tuhan itu cuma SATU, esa[/b]
Oke... bukan A, B atopun C. Sekali lagi, jadi apa itu maksudnya kosakata SATU ?

yang sima ajukan sebenernya bisa masuk, yakni SATU keluarga… satu clan/rumpun.
Jadi ini bisa di ceplokin ke yang B … keberadaan di kota A dan keberadaan di kota B, satu clan, yakni kucing.
cewe-cowo kawin —> ini dua menjadi SATU keluarga.

Jangan gunakan kosakata “satu” pada kalimat “Tuhan itu cuma satu” sementara padahal kosakata “satu” di kalimat tsb gak tau maksud/artinya apa, donk sotar :wink:.

Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah [b]melihat Bapa[/b]
Well, ini kalimat yang berbeda dengan Yoh 1:18, sotar. Yang satu "melihat Bapa" - yang satu lagi "melihat Allah". So, banyak orang telah melihat Bapa - tapi tidak seorangpun yang pernah melihat Allah.
Jadi, karena melihat sosok Yesus yang dapat diindrai, maka para pengikut Kristus akan dengan yakin [b]menggambarkan Bapa[/b]
Ya... dan tetep aja gak bisa menggambarkan Allah, yang gak pernah dilihat seorangpun itu. :wink:
mustahil makhluk dapat menggambarkan Allah secara sempurna
Saya tidak nuntut penggambaran sempurna, sotar. Sotar bilang "Allah itu cuma SATU". Saya tanya : maksudnya SATU itu apa ? Sotar jawab : bukan A, B ataupun C. Saya respond : jadi SATU apa ? maksudnya opo ?

Kalo sotar selanjutnya jawab : “gak tau saya maksudnya SATU apa”
maka saya : Lah ya atuh jangan berkata “Allah itu cuma satu” doooonk… :D.
Itu kan jadi permisalannya kayak gini… :
Ibu : the glass is so large
Anak : maksute “large” opo bu ?
Ibu : ora weru

Logikanya kan si ibu pasti bisa menjawab : maksute “big”, nak :D.

Ya… jadi kalo Bapa = jenis Allah, Anak = jenis Allah, RK = jenis Allah, maka artinya itu Allah ada tiga, kan sotar.

Berikut saya kutip kalimat bahasa inggris yang ada di internet :
X. in the name of the Minister and the trustee
Y. in the name of the Prime Minister and the Chief Minister

Itu kesemuanya = jenis orang.
So, di kalimat X ada dua orang - juga di kalimat Y ada dua orang.

menuntun orang yang mengikuti Yesus Kristus mengatakan bahwa Allah memang Tritunggal, yaitu Bapa, Anak, dan ROH KUDUS.
Apabila kosakata "tunggal" disitu maksudnya adalah "satu keluarga", ya masih bisa dikatakan "masuk", sotar. Namun tetep itu ada tiga Allah, kan sotar.

Semisal di kalimat Y itu kakak beradik, family name “Smith”,
maka itu bisa dikatakan Dwitunggal.
“The smith memang Dwitunggal”.
Orangnya ya ada dua, terkait kalimat Y.

Jadi, seorang pengikut Kristus mengatakan nalar manusia saya tidak bisa menggambarkan Tuhan secara sempurna, bukan otomatis [b]nggak pantes[/b] menyatakan "Tuhan itu Tri[b]tunggal[/b]"
Nggak pantes pabila kosakata "tunggal" itu dia pakai, tapi dia sendiri gak tau apa itu maksudnya, sotar. Ybs gak bisa mengajukan analogi-nya, gak tau itu kenapa jadi digunakan "tunggal", begimana pula ybs bilang "Allah itu TriTUNGGAL" ?

Gak usah jauh jauh dulu deh… gak usah bikin2 “tri” dulu…
cukup ini dulu “Allah itu cuma satu”.
Nah… maksute “satu” itu opo ? begimono ? :smiley:

Tuhan yang universal, menjadi Tuhan [b]Yesus [/b]yang personal
Sekali lagi, baiknya jangan nyertakan kosakata "Yesus" sotar. Biar bisa fokus, gitu loch :D. Juga baiknya konsisten, selalu digunakan kosakata "allah", tidak ada pakai kosakata "tuhan".

So…
Allah yang universal menjadi Allah yang personal.

Nah… untuk sso nyampe ke Allah yang personal kan tentunya ybs ini duluan punya pemikiran Allah yang universal. Dari yang universal ditarik menjadi personal.

Nah, pertanyaannya :
Jadi Allah yang universal itu apa/gimana ?

Demikian juga, “Tuhan” tanpa diikuti “Yesus”, adalah universal, dan jika diikuti “Yesus” menjadi “Tuhan Yesus”, itu personal.

Demikian juga, “Allah” tanpa diikuti “Anak”, adalah universal, dan jika diikuti “Anak” menjadi “Allah Anak”, itu personal.

Tidak bawa bawa kosakata “tuhan”, tidak bawa bawa kosakata “Yesus”. So, revisinya yang kalimat ijo.

Nah… jadi Allah yang universal itu apa/gimana ?

misalnya menjadi “kucing kami”, itu [b]menjadi personal[/b], tidak ada yang lain
Ya. Allah kami = P1, P2, P3 ---> ini dari yang universal [b]menjadi personal[/b].

Sekarang pertanyaannya : Allah yang universal itu apa/gimana ?

Ya, runyam
Makanya supaya gak runyam, saya sekarang nanya Allah yang universal apa/begimana ?

Betul.

Ya, jika Allah tidak menampakkan diri kepada manusia.
Tidak ada "jika" yang kayak ungu di Alkitab, sotar. Lagi pula, jika yg kayak ungu tsb menunjukkan tidak memerlukan perihal berwujud gak berwujud, karena berwujudpun kalo ngendon terus di timbuktu antah berantah tidak ada yg laen yg idup, ya toch ujungnya sama. Sbb : Yang ngendon (berwujud) di timbuktu = X. Tidak seorangpun bisa melihat X, jika X tidak keluar dari timbuktu menampakkan diri kepada manusia.
Ya, berwujud sesuai dengan yang dikehendakiNya, dengan wujud apa ato bagaimana Dia dilihat oleh manusia
So, kesimpulan : Allah berwujud ? Dan banyak orang telah melihat Allah ?
Jika mengatakan 100% kucing, masih dapat diartikan sebagai [b]tidak ada hewan lain selain kucing[/b]. Bukan pengertian begitu yang dimaksud.
hehehe.... dan bukan pula bold yg saya maksud :D.

A. satu keberadaan, X.
thdp X orang bilang itu 100% kucing.

B. satu keberadaan, Y.
thdp Y orang bilang : “80% kucing, 20% ikan”.

Yang A
jelas

yang B
walo B itu ajaib misterius, namun tetep make sense.

C. satu keberadaan, Z.
thdp Z orang bilang : “100% kucing sekaligus 100% ikan”.

Yang C
gak ada bisa dikatakan “ajaib misterius”, karena udah duluan doesn’t make sense.

jadi…

Jika mengatakan 100% kucing, masih dapat diartikan sebagai [b]tidak ada hewan lain selain kucing[/b]. Bukan pengertian begitu yang dimaksud.
Yang A itu nggak bold, melainkan X itu 100% kucing, tidak ada itu X selain kucing. Yang Y, Y itu TIDAK 100% kucing, karena selain kucing, Y itu 20% ikan.
Dalam hal [s]Yesus Kristus[/s]Allah Anak 100% manusia, dan 100% [s]Tuhan (=[/s]Allah), dimaksudkan untuk mengatakan bahwa [s]Yesus Kristus[/s]Allah Anak itu manusia sungguhan, dan sekaligus [s]Tuhan ([/s]=Allah) sungguhan.
Lah... wong Allah Anak sendiri bilang : tidak seorangpun pernah melihat Allah. Sementara kalo saya ngikutin sotar, jadinya ya itu orang2 yang lagi ngedenger kalimat tsb sedang melihat juga 100% Allah.
Maksud dari yang kutulis: [b]100% Katolik 100% Indonesia[/b] adalah untuk menunjukkan satu orang Katolik yang Indonesia, bukan menjadi dua orang
Lah, yang sotar ajukan itu 100% orang. Ya tentu dan jelas lah, bhw [100% Katolik 100% Indonesia] TIDAK berarti ada dua orang. Cuplis : saya ORANG yang 100% Katolik sekaligus 100% Indonesia. So analogi yang sotar ajukan nggak masuk dgn yg lagi dibicarakan.

Saya rasa gak akan ada seorangpun yang pernah/akan bisa memberi analogi-nya, karena pernyataannya itu sendiri udah dengan sengaja dibuat doesn’t make sense duluan —> blablabla 100% kucing 100% ikan… blublublu 100% metal 100% kayu :cheesy: Yang dimana : “Allah saya berkelamin pria menyetubuhi ibu saya” masih make sense :happy0062:.

Sekali lagi, ungu itu gak bisa digunakan kosakata orang, sotar. Makanya selalu tulisan2 saya itu menggunakan “keberadaan” ataupun “X/Y/Z” ataupun “blablabla/blublublu”.

X 100% orang.
X TIDAK 25% ikan, 25% gendruwo, 50% orang.
X 100% orang !
Kalo dikatakan 100% ya udah gak ada lagi hal laen, sotar.

nubuatan Yesaya, [u]anak itu akan [b]disebut [/b]orang Allah yang Perkasa[/u]
Kalimat itu JELAS JELAS didalam pengertian : ORANG itu akan [u][b]DISEBUT [/b][/u]orang laen : Allah yang Perkasa. [b]DISEBUT ![/b]

Begimana pula itu kalimat yang jelas2 dalam pengertian pink, dijungkir balikan menjadi : keberadaan yang ngbrojol dari perut Maria itu ADALAH 100% Allah yang Perkasa

Kalimatnya jelas2 ngomongin seseORANG yang akan disebut blablabla.
Kosakatanya menggunakan “disebut”, jadi ya whatever lah ORANG tsb mao disebutnya apa.
Mao DISEBUT Allah kek, Dewi Kwan Im kek, gendruwo kek, ikan sekaligus kucing kek… ya sekarepnya lah :D.

itu, dapat disimpulkan bahwa yang dilahirkan Maria itu [b]adalah [/b]sungguhan manusia, sekaligus, sungguhan Tuhan (=Allah) yang akan menyelamatkan manusia dari dosa
Tidaaaaak. Kalimat tsb TIDAK menggunakan kosakata "adalah", melainkan menggunakan kosakata "disebut", sotar.

cuplis 100% ORANG.
cuplis DISEBUT monyet.

sotar :
dapat disimpulkan bahwa cuplis ADALAH sungguhan orang sekaligus sungguhan monyet.

oda :
paraccccchhh :smiley:

[b]Orang [/b]yang 100% manusia sekaligus 100% Allah
Lah... saya lagi ngomongin yang saya bold. Itu sotar tulis dgn kosakata "orang", harusnya dgn "keberadaan" atopun "X/Y/Z" atopun "blablabla".

Sampai botak-conge-an, tidak akan ada itu kalimat yang kayak gitu, sotar.
Tidak akan ada kalimat : kucing yang 100% kucing sekaligus 100% ikan.
Jadi kalimatnya : “X yang 100% kucing sekaligus 100% ikan” lah yang masuk.
Selanjutnya ditanyakan : X itu APA ? kucing ?
sotar jawab : ya
ditanya lagi : X itu APA ? ikan ?
sotar jawab : ya

Ngotot sotar pakai kalimat “kucing yang 100% kucing sekaligus 100% ikan”
Untuk mengajukan pertanyaan yang sama aja kalimatnya sudah duluan amburadol, sotar. Sbb…
Q : Kucing itu APA ? kucing ? —> :cheesy: :cheesy: :cheesy: :cheesy: :cheesy:
Q : Kucing itu APA ? ikan ? —> :cheesy: :cheesy: :cheesy: :cheesy: :cheesy:

Kenapa jadi ribet, ya?
Ya jelas jadi ribet. Wong tidaklah pantas dan selayaknya sotar gunakan kosakata "orang" "kucing" di ilustrasi pada awal kalimat. Lagipula, sekolah mana yang mengajarkan bhw kosakata "disebut" maksud artinya adalah "adalah" ?
[b]anak [/b]itu akan [b]disebut [/b] Allah yang Perkasa
Jelas jelas kosakata bold disitu ngerujuk ke suatu keberadaan yang ADALAH 100% kucing. Begimana pula sotar bilang kosakata bold itu ngerujuk ke suatu keberadaan yang ADALAH 100% kucing sekaligus 100% ikan ?

Kalimat penulis TIDAK sedang mengajukan “[100% kucing sekaligus 100% ikan] itu ADALAH ikan yang perkasa”, sotar. Yang diajukan : “[100% kucing] itu akan DISEBUT ikan yang perkasa.”, sotar.

kalo “Allah”, menurut pemahamanku, itu universal
So, penjelasan sotar mengenai Allah universal ?
yang akan dilahirkan Maria itu akan membebaskan manusia dari dosa mereka. [b]Yang dapat membebaskan manusia dari dosa hanya Allah[/b]
Ini saya tunda dulu yah. Saya mao cari2 peluru dulu di internet, sot :char11:.

Ya itu dah…, sot.

pengikut Kristus menginginkan [b]agar semua orang percaya bahwa Yesus adalah sungguh manusia sekaligus sungguh Allah[b]
Saya tidak temukan ayat dimana bisa diambil kesimpulan bhw para Rasul menginginkan bold di quote atas.

Dan sepanjang yang saya pernah baca :
nggak ada itu Injil (kabar baik) yg berupa perihal oranye.

Jadi, yang dilahirkan Maria itu ADALAH [s]Manusia [/s] ORANG yang menyelamatkan manusia dari dosa
Sekali lagi, sotar nggak masuk menggunakan kosakata "orang", sot.

Keberadaan yg dilahirkan Maria itu menurut sotar ADALAH 100% orang 100% Allah.
Sementara kalimat ayat lain tulis “seORANG anak” yang otomatis ini 100% orang, TITIK.
Selanjutnya kalimat ayat bilang “akan DISEBUT”.

[b]Berarti[/b], Maria melahirkan Manusia yang sekaligus Allah
kosakata "disebut" [b]tidak berarti[/b] "adalah", sotar.
Lhah, seingatku, yang kutulis, “Yesus itu [b]manusia sungguhan[/b], sekaligus [s]Tuhan (=[/s]Allah) sungguhan.”
kucing sungguhan itu TIDAK kucing sungguhan sekaligus ikan sungguhan, sotar. Jadi yang mesti digunakan adalah X ataupun blablabla. X itu kucing sungguhan sekaligus ikan sungguhan. Baru dah ditanya : X itu APA ? jenis apa yang keberadaannya dua jenis (kucing sekaligus ikan) ?
Maksudku menuliska begitu untuk menunjukkan bahwa Yesus itu [b]sungguh manusia[/b]
Tidak. Sotar bilang keberadaan itu [sungguh orang sungguh Allah].

100% kucing = 100% bukan selain kucing.
100% ikan = 100% bukan selain ikan.
Keberadaan APA itu yang [100% bukan selain kucing sekaligus 100% bukan selain ikan] ? :rolleye0014:

Kubold karena kupikir perlu menekankan arti bahwa [b]Yesus itu manusia sungguhan[/b]
Tidak.... itu namanya "sotar nakalan" :D. Sementara padahal menurut sotar, satu keberadaan itu [manusia sungguhan sekaligus Allah sungguhan].

Oh ya dengan demikian Esther adalah 100% manusia sekaligus 100% Allah :afro:.

Tidak kutemukan ayat dalam Kitab Suci yang dapat diartikan bahwa Esther menebus manusia dari dosanya
Oh dengan demikian seruan keberadaan di salib itu TIDAK masuk untuk sotar bilang "Allah sungguhan si keberadaan yang [Allah sungguhan sekaligus orang sungguhan] kabur meninggalkan keberadaan tsb."

Semisal tak fur “masuk untuk sotar bilang demikian” …
maka jadinya keberadaan tsb sudah tidak lagi [Allah sungguhan sekaligus orang sungguhan], melainkan tinggal [orang sungguhan], karena kan sotar bilang yang Allah sungguhan keberadaan tsb kabur gak bisa campur dosa. Otomatis penebus dosa itu [sungguh orang], bukan [sungguh orang sungguh Allah]. Dengan kata lain, sotar gak bisa bilang “yang bisa menebus dosa adalah Allah”, karena keberadaan yg mati disalib bersatu dengan dosa itu adalah [100% orang] BUKAN [100% orang 100% Allah], wong yang 100% Allah itu kabur kooook. Hayoooooo :D.

Artinya, menyamakan seruan Yesus di salib itu, inkonsisten bila disamakan dengan seruan Esther.
Salah atuh. Artinya, sotar gak masuk utk mengajukan bhw seruan "eloi eloi" keberadaan disalib itu artinya adalah : [i]Allah sungguhan keberadaan tsb kabur gara2 gak bisa campur dosa[/i] , Karena seruan Esther "eloi eloi" tidak menunjukkan bhw [i]Allah sungguhan keberadaan tsb kabur gara2 gak bisa campur dosa[/i]
Kesimpulan: Walaupun kemanusiaan Yesus merasakan kesakitan, [b]Dia [/b]setia sampai mati
Kesimpulan : sewaktu pas mati, Dia itu [sungguh orang], bukan [sungguh Allah sungguh orang]. Kan sotar bilang yang sungguh Allah keberadaan tsb kabur gak bisa campur dosa.
Yesus benar manusia, dan benar Allah, tetapi Esther benar manusia dan Esther bukan Allah.
Nubuat Yesaya itu bilang keberadaan tsb [ORANG], sotar. Tidak bisa itu jadinya dikatakan keberadaan ngbrojol dari perut Maria itu [100% bukan selain orang - 100% bukan selain Allah], sotar.
Tidak kutemukan suatu ayat yang mengartikan bahwa Esther adalah Tuhan dan Juruselamat
Nah itu. Dengan demikian seruan "eloi eloi" keberadaan di kayu salib itu gak masuk untuk sotar katakan bhw itu artinya Allah sungguhan keberadaan tsb kabur gak bisa campur dosa. Ngotot bahwa itu artinya [Allah sungguhan keberadaan tsb kabur gak bisa campur dosa], ya itu dah... yg diatas saya sampaikan : keberadaan tsb [sungguh orang] bukan [sungguh orang sungguh Allah], wong sungguh Allah keberadaan tsb kabur gak bisa campur dosa.
Lhah, selaku pengikut Kristus memang @Sotardugur Parreva mempercayai bahwa Yesus 100% manusia sekaligus 100% Allah. [b]Mosok nggak boleh kugunakan manusia Yesus?[/b]
Boleh aja. Tapi itu namanya "sotar nakalan". Wong menurut sotar keberadaan itu [100% bukan selain orang sekaligus 100% bukan selain Allah], kok sotar sebut cuma ajukan yang [100% bukan selain orang] saja ?

Membiarkan “kenakalan sotar” tsb, nanti nanti sotar jadi bisa mengajukan keberadaan tsb dengan cuma menggunakan yang [100% bukan Allah] saja. Sotar jadi leluasa maen silat, berkelit kesana berkelit kesini, loncat2 :smiley:

Ayat ini juga memuat Yesus Kristus dating sebagai manusia
Tidak. Sotar sendiri udah duluan menyatakan bhw keberadaan tsb ADALAH [100% bukan selain orang sekaligus 100% bukan selain Allah]. Sementara ayat itu jelas2 sedang mengajukan ORANG, 100% bukan selain orang. Orang SAJA.

Ayat2 yg sotar kutip, jelas2 TIDAK mengajukan “datang sebagai [sungguh orang sungguh Allah], melainkan ORANG, titik”, eh ada aja yang bilang : artinya ayat tsb bilang bhw Allah datang sebagai [sungguh orang sungguh Allah].

Demikian pula hal sama yang terjadi pada nubuatan Yesaya.

Dengan percaya kepada nubuatan Yesaya, anak yang dilahirkan perempuan muda itu, satu sebutan namaNya antara lain Allah yang Perkasa.
Jelas2 ayatnya TIDAK mengajukan "keberadaan yang dilahirkan perempuan muda itu ADALAH [sungguh orang sungguh Allah], melainkan ORANG, titik. Eh ada aja yang bilang : artinya ayat Yesaya tsb bilang bhw keberadaan yg dilahirkan perempuan muda itu ADALAH [sungguh orang sungguh Allah].
Allah mustahil bersatu dengan dosa, maka ketika dosa manusia ditimpakan kepada Allah, ketuhanan Allah meninggalkan Allah.
Jika hanya mengatakannya sebagai porak poranda [b]tanpa argumen[/b] apa-apa
Kalimat porak poranda otomatis tidak ada argumen, sotar. Karena itu sudah duluan porak poranda.

cuplis berkata :
kemaren sore hari ini bulan juli kita merayakan tahun baru pada tanggal 1 januari besokannya.

Itu kalimat porak poranda.
Gak ada argumen dan gak perlu argumen untuk menunjukkan bhw itu kalimat porak poranda, wong semua orang pasti bilang itu kalimat porak poranda kooook.

Benar. Yesus itu memang [b]luar biasa[/b].
Ya... dan orang yang bikin Yesus porak poranda [u]lebih luar biasa lagi[/u] :D.
mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan [b]manusia[/b]
Bold : ORANG. Jelas2 ayat itu sedang bilang "menjadi = ORANG/MANUSIA". Eh ada aja yang bikin porak-poranda menjadi : [i]"oh ayat itu artinya menjadi = orang-allah"[/i]. :cheesy:
Setiap orang, merdeka menentukan pilihan
Ya, sotar memilih menjadikan keberadaan tsb sbg bulan2an, sebagai bahan permainan kata2 :D.
Kupikir, tentang dari A loncat ke B, selama dapat dijelaskan, tidak jadi soal, bukan?
Oh bukan itu point awal persoalan-nya sotar. Mundur donk ke yang sebelumnya, yakni : "mari kita bikin keberadaan X tsb = kucing sekaligus ikan". Nah disitu dah titik menjadikan keberadaan tsb sbg bulan2an.

Perihal nanti loncat ke A nanti loncat ke B adalah yang menyusulnya :
Yang beranak itu yang kucing sungguhan keberadaan X tsb.
Yang bertelur itu yang ikan sungguhan keberadaan X tsb.
Nah, ketika ada banjir, yang kucing sungguhan si keberadaan X tsb kabur meningggalkan keberadaan X tsb karena kucing sungguhan takut sama air.

sotar : nah, selama bisa dijelaskan berupa pink, tidak jadi soal, bukan ?
oda : ya gak jadi soal, karena emang bukan pink yg pokok awal persoalannya, sotar :D.

Kupikir, boleh saja menggunakannya seperti itu.
Nah itu namanya "sotar nakalan". Wong sotar bilang keberadaan tsb [100% bukan selain manusia 100% bukan selain Allah] koook.

Kalo sotar cuma bilang [100% bukan selain manusia] saja, ini gak masuk karena sebelumnya sotar bilang oranye. Kalo sotar cuma bilang [100% bukan selain Allah] saja, ini juga gak masuk karena sebelumnya sotar bilang oranye. So, keberadaan itu APA ?

Menurut pendapatku, nalar manusia tidak akan mampu memahaminya dengan sempurna
Kalo sementara sotar sendiri gak mampu memahaminya apalagi menjelaskannya, ya atuh ngapain ngajuin X adalah kucing sungguhan sekaligus ikan sungguhan donk.

Ibarat si ibu yang bilang : that glass is so large.
Sementara si ibu itu sendiri gak memahami apalagi menjelaskan kalimat dia itu sendiri, si anak nanya : “maksud lo ?” Si ibu njawab : nalar ibu tidak mampu memahami “that glass is so large” dengan sempurna, jadi ibu gak bisa menjelaskannya. Si anak : preeeeet… :D.

jika Yesus itu hanya manusia tanpa keallahan
Nah tuh maen pencak silat. Sekarang JELASKAN ke saya :apa bedanya antara kalimat [jika keberadaan itu [s]hanya[/s] orang_sungguhan bukan orang_sungguhan_allah_sungguhan] dengan kalimat [jika keberadaan itu hanya orang tanpa keallahan]

Jelaskan juga apa bedanya antara
kalimat [jika keberadaan itu hanya orang_sungguhan bukan orang_sungguhan_allah_sungguhan]
dengan kalimat
[jika keberadaan itu hanya orang sungguhan tanpa allah sungguhan]

Selanjutnya,
apa bedanya antara kalimat
[Karena keberadaan itu orang sungguhan sekaligus Allah sungguhan, maka yang bisa mati ialah orang sungguhan keberadaan tsb. Allah sungguhan keberadaan tsb tidak mati]
dengan kalimat
[Karena keberadaan itu sungguh manusia sekaligus sungguh Allah, maka yang bisa mati ialah tubuh manusiaNya. keallahanNya tidak mati]

Sekedar mengikuti Yoh 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah yang tidak ditulis: Pada mulanya adalah Allah; Allah itu bersama-sama dengan Allah dan Allah itu adalah Allah
Oh... ini nggak lagi ngomongin SBJ, sotar.

sotar :
Ya iya. RohNya ialah Roh Allah

oda :
sotar bilang keberadaan yg ngbrojol dari perut Maria itu = Allah.
So, Roh Allah ialah Roh Allah.
Nah… buat apa diulang, sotar ? Roh Allah ya Roh Allah laaaaah… mosok Roh gendruwo ?

Beda kalo yg ngbrojol dari perut Maria itu TIDAK sotar jadikan bulan2an. Setia dgn kalimat terbaca :
yang nbrojol dari perut Maria itu = ORANG. So, Roh ORANG tsb ialah Roh Allah.
Gak ada itu keberadaan tsb dijadiin bulan-bulanan berupa : Roh yang nbrojol dari perut Maria itu = Roh orang_sungguhan_allah_sungguhan tsb ialah Roh Allah.

Kuduga, penjelasan @odading ini boleh diterima
Kok sotar terima ? Wong sotar bilang : yg ngbrojol dr perut Maria itu = orang_sungguhan_allah_sungguhan, kook. sementara saya bilang : yang nbrojol dari perut Maria itu = ORANG.
Ketuhanan dan kemanusiaan Yesus tidak terpisah selain ketika Yesus mati dan sebelum bangkit
Jelaskan apa bedanya antara kalimat di quote atas dengan kalimat : orang_sungguhan_allah_sungguhan tsb tidak terpisah, selain ketika orang_sungguhan_allah_sungguhan mati dan sebelum bangkit.
Dikatakan "kemudian manusia tsb mati" kepada dia yang hanya manusia dan bukan Allah.
Jelaskan apa bedanya antara kalimat di quote atas dengan kalimat : Dikatakan "kemudian manusia tsb mati" kepada yang orang_sungguhan keberadaan tsb, bukan allah_sungguhan keberadaan tsb.
Allah itu universal. Allah mustahil bersatu dengan dosa-->bisa dimengerti? Allah itu kudus, tidak bernoda, tidak dapat menyatu dengan dosa.
Oh tidak universal itu, sotar. Karena di pov sotar : yg keluar dari Maria itu = orang_sungguhan_allah_sungguhan. So, [b]orang_sungguhan_allah_sungguhan tidak dapat menyatu dengan dosa.[/b]

oda:
kalo yang orang_sungguhan keberadaan tsb bisa menyatu dengan dosa.

Ketika dosa manusia ditimpakan kepada [b]Allah(Yesus)[/b]-->dapat dimengerti?
You see. Bold = orang_sungguhan_allah_sungguhan.
Yesus dijadikan kutuk.
orang_sungguhan_allah_sungguhan tsb dijadikan kutuk.
Ketuhanan Allah(Yesus) meninggalkan Allah(Yesus)
Apa bedanya dengan kalimat [yang allah_sungguhan meninggalkan yang orang_sungguhan ?]
-->Roh Allah meninggalkan Yesus
Apa bedanya dengan kalimat [yang allah_sungguhan meninggalkan yg orang_sungguhan] ?
Raga Yesus mati, tubuh manusia Yesus mati.
apa bedanya dengan kalimat [jadi sekarang yang orang_sungguhan yg mati] ?
-Ku pada “kepada-Ku” di Yoh 6:44 itu ialah Yesus. Jadi, Yoh 6:44 itu kuartikan bahwa tidak seorangpun yang datang kepada Yesus
Ya. Dan sotar tulisnya : [i]"tidak semua orang dapat datang kepada Bapa".[/i] Sementara padahal kalimatnya : Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku.

So, yang masuk utk sotar ajukan kan kalimatnya berupa :
tidak semua orang dapat datang kepada Yesus :smiley: