Ketuhanan dan Kemanusiaan Yesus

mungkin belon sempet kebaca, di post saya yg berikutnya saya membatalkan nyeplokin Tritunggal ke ilustrasi saya tsb, rama.

Anyway,

Jika diterapkan dalam trinitas apakah itu berarti ada tiga entitas tuhan dengan satu identitas yang sama?
Kalo ilustrasi saya tsb saya paksa ceplokin dgn perihal Trinitas, maka tiap-tiapnya itu Trinitas. Master disk = Trinitas, kopian2nya = Trinitas. Rama yg ketemu si X dikota A = Trinitas, Rama yg ketemu si Y di kota B = Trinitas.
Jika identitasnya sama apakah itu berarti [b]semua oknum dalam trinitas[/b] mempunyai sisi kemanusiaan?
bukan bold, melainkan ungu mempunyai sisi kemanusiaan.

Maksud saya “sisi kemanusiaan” disini bukan diperihal jasmani, melainkan di perihal “master” - “slave”.

Ilustrasi :
cuplis punya kucing dan cuplis senang/suka/sayang sama binatang yang namanya kucing.
Nah untuk bisa “mengenal” kucing, cuplis punya sisi “kekucingan” —> misal : cuplis punya “sense” ketika kucingnya lagi sakit/murung. Akibatnya kucing seneng sama cuplis, karena di pov kucing, cuplis kayak kucing.

Itu ilustrasi diatas ada dulu2an.
Sekarang kalo di ceplokin ke perihal Allah, Allah yang sebagai pencipta manusia, ya secara logikanya Allah punya sisi “kemanusiaan”. Di pov Allah : kalo manusia layaknya begini/begono… oh manusia itu lagi sedih… dll.

Tapi jangan nanti lanjutin dgn nanya : [kalo hewan gimana ?] ya…
bakalan puyeng saya kalo lanjutannya menjadi [Allah mempunyai sisi kehewanan] ;D

So, mungkin secara ilustrasinya saya ajukan berupa :
tiap ungu ada aspek master, aspek slave, aspek roh.

diceplokin ke Yesus, saya coba berupa :
ungu menjadi manusia. ungu yang mana, doesn’t matter, pokok itu Rama (satu kwalitas).
manusia ini sendiri ada aspek master, aspek slave, aspek roh (berjasmani),
namun di"atas"nya dia ya tetep ada itu ungu beraspek master,slave,roh (non-jasmani).

kosakata “roh” disitu nggak sedang saya maksudkan kayak roh/setan gentayangan… makhluk halus…
melainkan “spirit” —> “semangat”.

Ketika Yesus berkata “Bapa”, rujukannya ke aspek master ungu.
Ketika Yesus berkata “Allah”, rujukannya ke ketiga aspek ungu.

Belon saya cek cek lagi dgn kalimat2 laen yang ada di Alkitab apakah masuk ato kagak yang saya pendapati tsb :D.

Dulu pernah saya bikin post yg singkatnya begini (ngikutin secara pov Trinitas) :
SBJ, di sorga ada P1 P2 P3
Disuatu ketika di tahun NOL, P2 turun ke bumi menjadi manusia.
Nah pertanyaannya : Ketika P2 di bumi sebagai manusia, apakah di sorga tinggal P1 dan P3 ?

Kayaknya post tsb gak ada jawabannya.
Anyway, apabila saya jawab : YA, di sorga tinggal P1 dan P3
Maka jawaban tsb buat saya sendiri terasa “awkward”.
Oleh karena itu saya berpendapat, ungu tetep beraspek master,slave,roh di sorga walo ada aspek slave nya menjadi manusia di bumi. Ibarat panas matahari nyampe ke bumi tidak menyebabkan matahari tidak panas anymore gara2 panas-nya nyampe ke bumi.

Dan walo saya sendiri cerewet sekali mengenai keberadaan yg keluar dari Maria itu dikatakan ADALAH allah-sungguhan-manusia-sungguhan, konsekwen/nunut ngikutin dongeng yang terbaca, saya bilang : yang keluar dari Maria itu ORANG dan ya, orang tsb Ilahi. So, whatever ORANG tsb mau DISEBUT apa, fine fine aja buat saya. Namun ketika dikatakan “ADALAH allah-sungguhan-orang-sungguhan”, big no no buat saya :D.

Ajuin kalo rama ketemu “loophole” nya ya.

Odading

Saya tertarik dengan konsep saat P2 turun ke bumi maka di surga tetap ada P1 P2 P3. Pertanyaan: apakah P2 yang turun ke bumi bagian dari trinitas?

Jika ya, apakah itu berarti ada entitas dalam trinitas yang bukan tuhan
Jika tidak, apakah itu berarti tidak ada entitas dalam trinitas yang mati untuk menebus disa manusia

kita ganti saja Entitas dengan Pribadi ya… :slight_smile:
Bethul, hanya Satu Keluarga Joko, Tiga Pribadi di dalamnya…
ada Tiga Pribadi dalam Keluarga Joko…

Jika diterapkan pada trinitas apakah itu berarti ada tiga entitas berbeda yang sepenuhnya tuhan?

Hanya ada Satu Tuhan, dengan Tiga Pribadi yang berbeda di dalam-Nya…
ada Tiga Pribadi dalam Ke-Allahan…

Saat joko menjadi kecoa apakah itu berarti ada entitas keluarga joko yang bukan manusia?

Saat Joko menjadi Kecoak, semua kemampuan kemampuan Joko sebagai Manusia Kosong sama sekali. tapi Joko tidak Berubah, Joko tetaplah Keluarga Joko 100% yang sudah menjadi Kecoak 100%.

Jika diterapkan pada trinitas apakah itu berarti selama tiga puluh tiga tahun yesus hidup di bumi ada entitas dalam trinitas yang bukan tuhan?

malahan bukan hanya 30 Tahun… lebih dari 30 Tahun Yesus tetap Jadi Manusia…
ketika Tuhan Yesus datang di kali Yang ke Dua pada hari Kiamat… Dia akan datang sebagai Anak Manusia.
Markus 13:26
pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya…

pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang ke Dua kali, Tuhan akan datang sebagai Anak Manusia yang Punya Daging dan Tulang, Bisa di Raba, di peluk, dan Lihat…

sama seperti Joko yang jadi Kecoak tapi tetap Keluarga Joko, tapi kehilangan kemampuan kemampuannya sebagai seorang manusia.

begitullah Tuhan Yesus Kristus, Yang Telah menjadi Manusia. Dia Tetap Tuhan, Tidak Pernah Berubah, yang berubah adalah semua kemampuan kemampuan-Nya sebagai seorang Tuhan.
Yesus Kristus adalah tetap Tuhan yang menjadi Manusia Yang Tidak bisa Mahahadir lagi…

oh Sangat begitu hebat dan tinggi dan besar Pengorbanan Yang dilakukan Tuhan bagi Manusia.
Pengorbanan Tuhan tidak hanya datang lahir besar dan mati di Kayu Salib. tapi pengorbanan Tuhan adalah Permanen, sampai Zaman Kekekalan, Dia akan tetap disebut Anak Manusia, Putra Maria, saudara umat manusia, yang mengasihi Kita…

Filipi 2:5-9
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap Kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang Hamba, dan menjadi sama dengan Manusia.
dan dalam keadaan sebagai Manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu Salib.

Ajaib Kasih Tuhan bagi kita semua…
Tuhan lakukan itu demi rama noor juga, supaya rama noor dapat diselamatkan…

salam sehat
TYM

Koreksi kalimat di bold :
Q1 : apakah P2 yang turun ke bumi bagian dari trinitas ungu?
oda : Ya.


pertanyaan yang rama ajukan selanjutnya apabila jawaban saya thdp Q1 = YA (saya jawab YA)

Jika ya, [b]apakah itu berarti ada entitas[/b] dalam trinitas [b]yang bukan tuhan[/b]?
Koreksi : Q2 : Jika P2 yang turun ke bumi bagian dari [s]trinitas[/s] ungu.... apakah itu berarti ada entitas yang bukan ungu (bukan Tuhan) ? oda : Ya. P2 di bumi BUKAN [Tuhan/Allah/Ungu]. P2 berupa ORANG.

P1 = “master”
P2 = “slave”
P3 = “spirit”
Rama yg ketemu si X dikota A = Trinitas,
Rama yg ketemu si Y dikota B = Trinitas

Agar mudahnya,
taroh kata P2 Rama yg ketemu si X dikota A blakangan menjadi manusia…
ini tidak menyebabkan Rama yg ketemu si X dikota A tidak ada P2 anymore.

Secara “berdiri sendiri” (gak bisa disambung ke perihal2 berikutnya), mungkin semacem air laut.
air laut —> dwinitas :char11: —> air + asin (P1 + P2).
Asinnya air laut blakangan menjadi garem tidaklah menyebabkan air laut jadi tidak ada asin anymore.
asin (P2) didalem toples BUKAN air laut. P2 berupa GAREM


pertanyaan yang rama ajukan selanjutnya apabila jawaban saya thdp Q1 = TIDAK : (saya jawab YA)

Jika tidak, [b]apakah itu berarti tidak ada entitas[/b] dalam trinitas [b]yang mati untuk menebus disa manusia[/b]
Koreksi : Q3 : Jika P2 yang turun ke bumi BUKAN bagian dari [s]trinitas[/s] ungu.... apakah [b]itu berarti[/b] tidak ada entitas ungu yang mati untuk menebus dosa manusia ?

oda : kalimat merah tidak berlaku, karena saya jawab Ya (biru)

Jawaban “Ya” dari saya tsb kronologinya sbb :
oda : P2 yang turun ke bumi bagian dari ungu (Ya).
So, nggak pink, melainkan : itu berarti : ada bagian dari “air laut” yang sdh berupa “garem” dimana selanjutnya “garem” ini mati untuk menebus dosa manusia.

Q : apakah garem bagian dari air laut?
oda : tidak. asin si garem bagian dari air laut.

:char11:,
salam.

Ketika Yesaya menubuatkan, memang dikataknnya bahwa begitu perempuan muda melahirkan anak bagi jemaat, tidak segera dinamakan Allah yang Perkasa. Nubuat Yesaya, (Yes 9:6) namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Pemberian nama ato sebutan itu tidak serta-merta setelah anak itu lahir. Karena, kelahiran Yesus diketahui orang banyak sebagai kelahiran manusia, walaupun banyak nubuatan mengenai kedatangan Mesias. Hanya kepada gembala saja diberitahukan oleh malaikat bahwa yang baru lahir itu ialah Tuhan. Luk 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Tetapi, malaikat Tuhan mengatakan kepada Yusuf dalam mimpi (Mat 1:21), Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Itu, yang bold hanya dapat dikerjakan Allah, maka Yesus adalah Allah.
Luk 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Ayat itu mengungkapkan bahwa anak yang dilahirkan Maria itu akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.
Yoh 1:1&14 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Dikatakan, kemuliaan diberikan kepada Allah yang Anak Tunggal Bapa.
Dari ayat-ayat itu diketahui bahwa Yesus yang adalah Anak Tungal Bapa, Firman Allah, adalah Allah. Tetapi, penamaan itu bukan seketika diketahui oleh sebagian besar jemaat. Bahkan, ketika berumur 12 tahun, ketika Yesus berdiskusi dengan alim ulama di Bait Allah, ketika Yesus menjawab Maria ibuNya, “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Luk 2:49) tidak dimengerti oleh alim ulama pasangan diskusi Yesus.
Jawaban itu memaksudkan, Yesus mengaku bahwa Dia adalah Anak dari Bapa (Allah). Jika pada saat itu alim ulama mengerti perkataan Yesus yang mengaku sebagai Anak dari BapaNya, kuduga alim ulama akan merajam Yesus sampai mati. Terindikasi dari bahwa penyaliban Yesus karena pengakuanNya sebagai Anak dari Bapa (Allah).
Yang ingin kusampaikan, Yesus Kristus tidak serta-merta mengumumkan kepada khalayak bahwa Dia adalah Anak Tunggal Bapa, yang adalah Firman Allah, yang adalah Allah. Sepenangkapanku, Yesus Kristus tidak pernah mengatakan secara verbal langsung bahwa Dia adalah Allah.
Jadi, pertanyaan @odading: Kenapa pula keberadaan yg ngbrojol dari perut Maria orang bilang “itu Allah” ? adalah salah. Sebab, dari pertanyaan itu, tertangkap, menurut pemaknaan @odading, Yesus sejak lahir sudah disebut ato dipanggil oleh orang banyak sebagai Allah. Bukan. Justru karena pengakuan Yesus sebagai Anak Allah, Allah, Tuhan, maka Dia disalibkan. Dipandang oleh alim ulama Yahudi dan kaun Farisi bahwa pengakuan tersebut adalah penghujatan kepada Allah.

Ini lucu jadinya. Ibarat kayak gini : Ada yang berkata mengenai keberadaan yang lagi didapur : [i]"ada Allah lagi makan di dapur"[/i] Keberadaan yang lagi makan didapur nyaut: [i]"tidak seorangpun yang pernah melihat Allah, gue bukan Allah TAU?!"[/i] :D yang berkata mengenai keberadaan yang lagi didapur nge-respond: "alah, pura pura luh... elu kan Allah dan buktinya ini gue sedang ngeliat elu".
Yesus itu nyata-nyata dikenal dan disebut Allah oleh orang banyak sebagai Allah, ialah setelah Dia bangkit dari alam maut, dan kemudian naik ke sorga. Selama hidup manusiaNya, hanya kalangan terbatas saja yang menyebutNya Allah, dan, tidak ada informasi yang mengatakan bahwa selama hidup ragawiNya, Yesus dipanggil ato disebut Allah. Sekali lagi, Yesus sendiri tidak pernah secara verbal mengatakan langsung, “Aku adalah Allah”. Yang Yesus katakana ialah, [i]“Aku dan Bapa adalah satu”[/i] (Yoh 10:30). Ato, [i]”Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.,”[/i] (Yoh 13:13) :D

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Tuhan itu Roh, maha kuasa, sehingga dapat menampilkan diri dengan apa saja yang dikehendakiNya
Jadi ini ngotot yang apa nih ? A. ngotot "tidak seorangpun yang pernah melihat Allah" ? ataukah B. ngotot menangkal kalimat biru, dengan bilang "banyak orang yang pernah melihat Allah"?
Maksud pertanyaan @odading itu, apa ya? Tidak ada yang hendak menangkal. Tidak ada yang ngotot. Yoh 6:46 [i]Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.[/i] Ayat itu adalah perkataan Yesus, memberitahukan secara tidak langsung, bahwa Dialah yang sudah melihat Bapa, karena Dia datang dari Bapa (=Allah). Yang dicatat di Injil, Tomaslah yang mengatakan secara verbal, bahwa Yesus adalah Allah, ketika Yesus memperlihatkan luka bekas tombak di lambungNya. Yoh 6:36 [i]Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"[/i] Tidak ada perkataan lain yang merupakan komunikasi langsung dengan Yesus, yang mengatakan Yesus adalah Allah. Yesus sendiri, belum kutemukan perkataanNya secara langsung mengatakan, misalnya, “Aku adalah Allah”. Tidak kutemukan ayat seperti itu.
Kupikir, jika pertanyaan itu ditujukan kepada Kristen, maka jawabannya bukan A, B, ato C. Bagi pemahaman Kristen, Tuhan itu cuma SATU, esa
Oke... bukan A, B atopun C. Sekali lagi, jadi apa itu maksudnya kosakata SATU ?
SATU itu numerik. Esa bukan numerik, karena artinya adalah kesatuan. “Tuhan itu cuma satu” benar bahwa Tuhan hanya satu dalam seolah diartikan numerik, Tuhan yang memiliki firman, Tuhan yang memiliki Roh, Tuhan yang memiliki fisik. Allah itu esa, yaitu Bapa dan Anak dan Roh Kudus.
yang sima ajukan sebenernya bisa masuk, yakni SATU keluarga.... satu clan/rumpun. Jadi ini bisa di ceplokin ke yang B ... keberadaan di kota A dan keberadaan di kota B, satu clan, yakni kucing. cewe-cowo kawin ---> ini dua menjadi SATU keluarga.
Iya, benar. Satu keluarga itu punya individu-individu, kan? Ada ayah (suami), ada ibu (istri), ada anak-anak. Meski tidak setiap keluarga harus punya ketiganya, SATU KELUARGA itu mengandung arti bahwa keluarga itu terdiri dari individu-individu. Satu keluarga yang sudah ditinggal oleh anggota-anggota keluarga sehingga tersisa satu individu, itu juga disebut keluarga. Maksudnya, ada keluarga yang tidak punya anak, ada keluarga yang tidak punya ibu (istri), ada keluarga yang tidak punya ayah (suami), ada keluarga duda tak punya anak, ada keluarga janda tidak punya anak. Semuanya disebut keluarga. Arti keluarga bukan [u]satu individu[/U] walopun mungkin keluarga hanya terdiri dari satu orang, misalnya duda tanpa anak. Menurut pendapatku, karena hal seperti itu pula maka dimunculkan istilah Tritunggal. Satu saja dari ketigaNya, misal, Bapa, ato Anak, ato Roh Kudus, disebut juga sebagai Allah. Dan pada pembahasan lain, Allah memiliki Firman, memiliki Roh. Menurutku, itu tidak salah.
Jangan gunakan kosakata "satu" pada kalimat "Tuhan itu cuma satu" sementara padahal kosakata "satu" di kalimat tsb gak tau maksud/artinya apa, donk sotar :wink:.
Nah, menurut pendapatku, itu lagi, merupakan hal tentang Allah yang tidak logis menurut manusia, tapi memang begitu kondisinya. Tuhan itu cuma satu yang dinamakan [b]Bapa dan Anak dan Roh Kudus.[/b] Rasul diperintah untuk membaptis semua bangsa dalam nama itu. Bapa itu Allah, Anak itu Allah, dan Roh Kudus itu Allah, tetapi ketigaNya sebagai kesatuan juga disebut Allah, bukan [u]tiga Allah[/u]. Bapa dan Anak dan Roh Kudus adalah nama yang di dalamNya, Yesus Kristus mengamanatkan agar rasul membaptis semua bangsa.
Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa
Well, ini kalimat yang berbeda dengan Yoh 1:18, sotar. Yang satu "melihat Bapa" - yang satu lagi "melihat Allah". So, banyak orang telah melihat Bapa - tapi tidak seorangpun yang pernah melihat Allah. Ya... dan tetep aja gak bisa menggambarkan Allah, yang gak pernah dilihat seorangpun itu. :wink:
Benar. Kalimat itu berbeda. Yoh 1:18 [i]Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.[/i] Ayat ini memaksudkan bahwa walau tidak seorangpun pernah melihat Bapa, pribadi Yesuslah yang menjadikan Allah nyata di pandangan manusia. Dan, surat Paulus kepada jemaat Kolose, Kol 1:15 [i]Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,[/i] artinya, Yesus adalah gambar dari Allah yang tidak kelihatan. Yoh 10:30 [i]Aku dan Bapa adalah satu.[/i] Jika “satu” pada ayat ini adalah numerik, menjadikan tidak logis. Sebab, penggunaan kata [b]“dan”[/b] mengindikasikan ada “dua” yang berbeda satu dengan lainnya. Tapi, dikatakan dua hal yang berbeda itu adalah “satu”. Tidak logis menurut nalar. Jadi, Yoh 1:18 memang berbeda dari Yoh 10:30.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

[QUOTE]mustahil makhluk dapat menggambarkan Allah secara sempurna
Saya tidak nuntut penggambaran sempurna, sotar. Sotar bilang "Allah itu cuma SATU". Saya tanya : maksudnya SATU itu apa ? Sotar jawab : bukan A, B ataupun C. Saya respond : jadi SATU apa ? maksudnya opo ? [/quote] Allah itu satu, yaitu [b]Bapa dan Anak dan Roh Kudus.[/b] Yesus mengamanatkan kepada rasul agar membaptis semua bangsa dalam nama [b]Bapa dan Anak dan Roh Kudus.[/b] Bukan membaptis dalam nama-nama.
Kalo sotar selanjutnya jawab : "gak tau saya maksudnya SATU apa" maka saya : Lah ya atuh jangan berkata "Allah itu cuma satu" doooonk... :D. Itu kan jadi permisalannya kayak gini.... : Ibu : the glass is so large Anak : maksute "large" opo bu ? Ibu : ora weru Logikanya kan si ibu pasti bisa menjawab : maksute "big", nak :D.
Allah itu cuma satu, maksudnya, Allah itu esa. Esa bukan satu numerik, melainkan kesatuan.

Dengan logika manusia, ya.
Tapi, dengan perkataan Yesus dalam amanat itu menunjukkan bahwa dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan bukan dalam nama-nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus menunjukkan bahwa Bapa tidak terpisah dari Anak dan tidak terpisah dari Roh Kudus, hanya satu Allah.

Berikut saya kutip kalimat bahasa inggris yang ada di internet : X. in the name of the Minister and the trustee Y. in the name of the Prime Minister and the Chief Minister Itu kesemuanya = jenis orang. So, di kalimat X ada dua orang - juga di kalimat Y ada dua orang.
Kusalin dari [i]KJV Bible[/i] Mat 28:19 [i]Go ye therefore, and teach all nations, baptizing them in the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Ghost:[/i] [b]bukan[/b] [i]Go ye therefore, and teach all nations, baptizing them in the name[b]s[/b] of the Father, and of the Son, and of the Holy Ghost:[/i] Artinya, [i]in the name of[/i] itu bukan [i]in the name[b]s[/b] of, [i]the Father, and of the Son, and of the Holy Ghost[/i]. Yang merah itu adalah [b]nama,[/b] dan yang coklat itu adalah [b]nama-nama.[/b] Jadi, Bapa dan Anak dan Roh Kudus adalah satu, tunggal. Tetapi selaku pribadi-pribadi berbeda, ada tiga, tri, maka disebut Tritunggal. Itu pendekatan paling dekat untuk menguraikan Tritunggal yang istilahnya tidak tercatat dalam Alkitab.
menuntun orang yang mengikuti Yesus Kristus mengatakan bahwa Allah memang Tritunggal, yaitu Bapa, Anak, dan ROH KUDUS.
Apabila kosakata "tunggal" disitu maksudnya adalah "satu keluarga", ya masih bisa dikatakan "masuk", sotar. Namun tetep itu ada tiga Allah, kan sotar.
Salinan dan komentar atas Mat 28:19 dari [i]KJV Bible[/i] di atas, kukira, dapat memberi pengertian yang jelas.
Semisal di kalimat Y itu kakak beradik, family name "Smith", maka itu bisa dikatakan Dwitunggal. "The smith memang Dwitunggal". Orangnya ya ada dua, terkait kalimat Y.
Tritunggal yang tidak tercatat dalam Alkitab. Itu merupakan pendekatan yang dipandang paling dekat [sampai saat ini] untuk menggambarkan Allah, yang ialah [b]Bapa dan Anak dan Roh Kudus.[/b] Disebut tri, karena Bapa bukan Anak bukan Roh Kudus. Anak bukan Bapa dan bukan Roh Kudus. Dan Roh Kudus bukan Bapa dan bukan Anak. Tunggal tapi tri, karena yang satu bukan yang lain. Tri tapi tunggal karena yang satu adalah yang lain. Kalo dipikir-pikir dengan nalar manusia, [i]illogical[/i] sih.
Jadi, seorang pengikut Kristus mengatakan nalar manusia saya tidak bisa menggambarkan Tuhan secara sempurna, bukan otomatis nggak pantes menyatakan "Tuhan itu Tritunggal"
Nggak pantes pabila kosakata "tunggal" itu dia pakai, tapi dia sendiri gak tau apa itu maksudnya, sotar. Ybs gak bisa mengajukan analogi-nya, gak tau itu kenapa jadi digunakan "tunggal", begimana pula ybs bilang "Allah itu TriTUNGGAL"?
Kupikir, sampai sekarang, Tritunggal itu merupakan kosa kata paling mendekati untuk menggambarkan ketunggalan Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Lhah, kalo ada nalar yang tidak dapat menerima, idealnya, mencari istilah yang lebih pas. Mungkin Trinitas? Ato kesatuan dari tiga? Ato ketigaan dari satu? Ato, bahkan tidak menerima. Sedang hangat dibahas viral di [i]youtube[/i], ada pihak menolak Tritunggal karena memandang bahwa Bapa adalah Anak, adalah Roh Kudus, yaitu Yesus Kristus. Padahal, banyak ayat Alkitab yang menunjukkan bahwa Bapa bukan Anak bukan Roh Kudus, Anak bukan Bapa dan bukan Roh Kudus, dan Roh Kudus bukan Bapa dan bukan Anak. :D

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Gak usah jauh jauh dulu deh.... gak usah bikin2 "tri" dulu... cukup ini dulu "Allah itu cuma satu". Nah... maksute "satu" itu opo ? begimono ? :D
Satu di situ adalah kesatuan, esa. Kesatuan ato keesaan dari Bapa dan Anak dan Roh Kudus.
Tuhan yang universal, menjadi Tuhan Yesus yang personal
Sekali lagi, baiknya jangan nyertakan kosakata "Yesus" sotar. Biar bisa fokus, gitu loch :D. Juga baiknya konsisten, selalu digunakan kosakata "allah", tidak ada pakai kosakata "tuhan".
Kukira, Allah dan Tuhan sama saja. Digunakannya kata Tuhan, justru untuk membedakan Bapa dan Anak. Keduanya adalah Allah. Masih ingat Yoh 1:1, kan? Allah dan Firman (Anak) adalah Allah. “Allah”, demikian pula “Tuhan” adalah pengertian universal, dalam arti [u]“Sesuatu” yang dipercaya sebagai yang paling tinggi, paling utama, paling hebat[/u]. Maka dalam pemahaman @Sotardugur Parreva, Allah adalah Tuhan, Tuhan adalah Allah.
So... Allah yang universal menjadi Allah yang personal.
Lhah, maksudku, Allah yang universal itu ialah [u]“Sesuatu” yang dipercaya sebagai yang paling tinggi, paling utama, paling hebat[/u]. Itu berlaku untuk semua nalar manusia. Allah itu bukan nama diri, bukan nama personal. Berbeda dengan [b]Allah Isreal,[/b] itu sudah personal, yaitu Allah yang awalnya disembah oleh hanya orang Israel. NamanNya YHWH. Demikian juga Tuhan, adalah universal, dalam arti, semua manusia mengartikan Tuhan ialah [u]“Sesuatu” yang dipercaya sebagai yang paling tinggi, paling utama, paling hebat[/u]. Ketika disambungkan dengan sesuatu, misalnya “kami”, menjadikanNya personal, yaitu [u]Tuhan yang dimiliki oleh kami saja[/u].
Nah... untuk sso nyampe ke Allah yang personal kan tentunya ybs ini duluan punya pemikiran Allah yang universal. Dari yang universal ditarik menjadi personal.
Bagaimana cara menarasikanNya, terserah saja, sepanjang sama-sama dimengerti secara sama oleh penarasi dan pembaca/pendengar narasi. Tentang tulisan @odading, seseorang sampai kepada Allah personal, lebih dahulu punya pikiran Allah universal, menurut pendapatku, [b]tidak selalu[/b]. Seorang anak dari orang tua yang sudah menganut suatu “Sistem Keallahan” yang personal, lazimnya mengajarkan “Sistem Kallahan” itu kepada anak-anaknya. Maka anak-anaknya lebih dahulu memikirkan Allah yang personal yang diajarkan orang tuanya, daripada memikirkan Allah universal.
Nah, pertanyaannya : Jadi Allah yang universal itu apa/gimana ?
Menurut pendapatku, Allah yang universal itu ialah Allah yang diartikan sama oleh semua manusia, sedangkan Allah personal ialah Allah yang diartikan oleh sekelompok orang saja.
Demikian juga, “Tuhan” tanpa diikuti “Yesus”, adalah universal, dan jika diikuti “Yesus” menjadi “Tuhan Yesus”, itu personal.

[color=green]Demikian juga, “Allah” tanpa diikuti “Anak”, adalah universal, dan jika diikuti “Anak” menjadi “Allah Anak”, itu personal.

Tidak bawa bawa kosakata “tuhan”, tidak bawa bawa kosakata “Yesus”. So, revisinya yang kalimat ijo.
Benar, bukan?
“Allah” tanpa diikuti “Anak”, yaitu “Allah” saja, universal, bukan?
Jika ada kelompok yang memandang “Allah” saja itu bukan universal, melainkan “Allah Personal”, artinya, “Allah” saja itu dibatasi, dikerangkeng, diisolasi, hanya sebagai “Allah” kelompoknya.
Demikian juga, jika “Allah” diikuti “Anak” menjadi “Allah Anak”, jadinya, personal bukan? “Allah Anak” ialah “Allah” yang dipandang sebagai “Anak” tentu menjadi personal, karena keuniversalanNya menjadi terbatas oleh “Anak”. Artinya, “Allah” yang hanya dimiliki “Anak”, ato jika diartikan dengan hukum “Menerangkan – Diterangkan” diartikan sebagai “Anak” dari “Allah”.

Nah... jadi Allah yang universal itu apa/gimana ?
Yang kuartikan dengan “Allah yang universal” ialah Allah yang dipandang oleh siapa saja ya tetap Allah. Sementara Allah yang personal ialah Allah yang dipandang oleh kelompok tertentu. Agar dapat kita bandingkan, kupikir, @odading juga perlu mengemukakan apa itu “Allah yang universal” dan apa itu “Allah yang personal” yang @odading maksudkan.
misalnya menjadi “kucing kami”, itu menjadi personal, tidak ada yang lain
Ya. Allah kami = P1, P2, P3 ---> ini dari yang universal [b]menjadi personal[/b].
Menurut pemahamanku, "Allah kami" bukan universal melainkan personal. Sebab, “kami” yang mengikuti “Allah” itu sudah membatasi keallahan menjadi hanya milik kami. Terbatas hanya “Allah” bagi “kami”, artinya, “Allah kami” adalah personal untuk “kami” saja, bukan Allah untuk yang di luar kami.
Sekarang pertanyaannya : Allah yang universal itu apa/gimana ?
Sudah kutulis di atas pengertian menurut pemahamanku. Bahwa Allah universal itu ialah Allah menurut siapapun. Maka, jika ada kelompok yang mengklaim bahwa Allah hanya kepunyaan daerah ato suku tertentu, kumaknai, Allah yang begitu sudah personal.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Ya, runyam
Makanya supaya gak runyam, saya sekarang nanya Allah yang universal apa/begimana ?
Persis di atas sudah kutuliskan menurut pemahamanku. @odading belum menulis pemahaman terhadapNya.

Baiklah, dalam poin itu, kita sependapat.

Ya, jika Allah tidak menampakkan diri kepada manusia.
Tidak ada "jika" yang kayak ungu di Alkitab, sotar. Lagi pula, jika yg kayak ungu tsb menunjukkan tidak memerlukan perihal berwujud gak berwujud, karena berwujudpun kalo ngendon terus di timbuktu antah berantah tidak ada yg laen yg idup, ya toch ujungnya sama. Sbb : Yang ngendon (berwujud) di timbuktu = X. Tidak seorangpun bisa melihat X, jika X tidak keluar dari timbuktu menampakkan diri kepada manusia.
Sepenangkapanku, Allah di [i]Kitab Taurat[/i] (lima kitab pertama [i]Perjanjian Lama[/i]) bertemu muka langsung dengan Adam dan Hawa, selanjutnya setelah Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden, manusia sudah tidak melihat Allah langsung. Pada peristiwa-peristiwa selanjutnya, Alah menampakkan diri bukan lagi seperti rupa Allah kepada Adam dan Hawa di Taman Eden. Allah hadir dalam rupa nyala api, tiang awan, dan lain-lain.
Ya, berwujud sesuai dengan yang dikehendakiNya, dengan wujud apa ato bagaimana Dia dilihat oleh manusia
So, kesimpulan : Allah berwujud ? Dan banyak orang telah melihat Allah ?
Kalo membaca Kej 1:27 [i]Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka,[/i] kutangkap, Allah berwujud, dan manusia dicipta segambar dengan Allah. Tapi, ada pula ayat: [i]Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran[/i] (Yoh 4:24). Jadi kumaknai, “wujud” Allah tidak berbentuk, karena roh tidak berbentuk.
Jika mengatakan 100% kucing, masih dapat diartikan sebagai tidak ada hewan lain selain kucing. Bukan pengertian begitu yang dimaksud.
hehehe.... dan bukan pula bold yg saya maksud :D.
Baiklah. Jadi, 100% kucing itu maksudnya ialah bahwa “utuh kucing”, begitu, kan? Ato, kucing utuh? Terserahlah. Kelihatannya, 100% kucing sudah kita pahami.
A. satu keberadaan, X. thdp X orang bilang itu 100% kucing.

B. satu keberadaan, Y.
thdp Y orang bilang : “80% kucing, 20% ikan”.

Yang A jelas

Oke. Artinya, 100% kucing itu memaksudkan bahwa seekor kucing yang utuh.

yang B walo B itu ajaib misterius, namun tetep make sense.
Oke. Misalnya ada makhluk yang 80% kucing, dan 20% ikan, misalnya bagian ekor kucing tersebut adalah ekor ikan dan tubuhnya bersisik seperti sisik ikan.
C. satu keberadaan, Z. thdp Z orang bilang : "100% kucing sekaligus 100% ikan".

Yang C
gak ada bisa dikatakan “ajaib misterius”, karena udah duluan doesn’t make sense.

Nah, begitu pula yang kumaksud bahwa Yesus itu 100% Allah sekaligus 100% manusia tidak berterima di nalar manusia, tetapi ternyata, orang Kristen mempercayai seperti itu, bahwa Yesus Kristus itu 100% Allah sekaligua 100% manusia. Dia Allah sungguhan, dan sekaligus manusia sungguhan. Kenapa bisa? Karena tubuh manusiaNya memang manuisa, dan RohNya adalah Roh Allah yang adalah Allah. Menyatu tidak terpisahkan dalan individu Yesus Kristus.

jadi....
Jika mengatakan 100% kucing, masih dapat diartikan sebagai tidak ada hewan lain selain kucing. Bukan pengertian begitu yang dimaksud.
Yang A itu nggak bold, melainkan X itu 100% kucing, tidak ada itu X selain kucing. Yang Y, Y itu TIDAK 100% kucing, karena selain kucing, Y itu 20% ikan.
Oke, bisa kutangkap.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Dalam hal Allah Anak 100% manusia, dan 100% Allah), dimaksudkan untuk mengatakan bahwa Allah Anak itu manusia sungguhan, dan sekaligus =Allah) sungguhan.
Lah... wong Allah Anak sendiri bilang : tidak seorangpun pernah melihat Allah. Sementara kalo saya ngikutin sotar, jadinya ya itu orang2 yang lagi ngedenger kalimat tsb sedang melihat juga 100% Allah.
Ketika Yesus masih menggunakan tubuh manusiaNya, bahkan sampai menggunakan tubuh kemuliaanNya setelah bangkit dari alam maut, Yesus tidak pernah mengatakan secara verbal, “Aku adalah Allah”. Keallahan Yesus diketahui oleh orang banyak ialah setelah Dia bangkit dari alam maut dan naik ke sorga. Maka, terpenuhi nubuatan Yesaya, Dia akan disebut Allah yang Perkasa. Yoh 6:46 [i]Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.[/i] Benar, ayat mengartikan bahwa yang telah melihat Bapa hanya Yesus. Tetapi dengan Yoh 14:9 [i]Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? [b]Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;[/b] bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami,[/i] mengartikan bahwa yang telah melihat Yesus, telah melihat Bapa. Jadi, karena jumlah orang yang telah melihat Yesus begitu banyak, maka, yang telah melihat Bapa ada sebanyak orang yang telah melihat Yesus.
Maksud dari yang kutulis: 100% Katolik 100% Indonesia adalah untuk menunjukkan satu orang Katolik yang Indonesia, bukan menjadi dua orang
Lah, yang sotar ajukan itu 100% orang. Ya tentu dan jelas lah, bhw [100% Katolik 100% Indonesia] TIDAK berarti ada dua orang. Cuplis : saya ORANG yang 100% Katolik sekaligus 100% Indonesia. So analogi yang sotar ajukan nggak masuk dgn yg lagi dibicarakan.
Kayaknya sudah kutulis di awal, bahwa yang kumaksud dengan hal itu bukan menunjukkan kaitannya ke 100% Allah 100% manusia, melainkan untuk memberi pengertian kepada @rama noor bahwa [b]entitas Yesus bukan menjadi dua karena Yesus 100% Allah 100% manusia.[/b] Entitas Yesus tetap hanya satu, yang sudah menderita, mati, lalu bangkit. Bahwa raga Yesus adalah ditambahkan kepada Roh Allah sehingga Yesus Kristus itu 100% Allah sekaligus 100% manusia.
Saya rasa gak akan ada seorangpun yang pernah/akan bisa memberi analogi-nya, karena pernyataannya itu sendiri udah dengan sengaja dibuat doesn't make sense duluan ---> blablabla 100% kucing 100% ikan.... blublublu 100% metal 100% kayu :cheesy: Yang dimana : [i]"Allah saya berkelamin pria menyetubuhi ibu saya"[/i] masih make sense :happy0062:.
Menurut pendapatku, kalimat itu dibuat bukan untuk [i]doesn't make sense[/i] melainkan merupakan upaya maksimal yang dipandang dapat menjelaskan ketuhanan dan kemanusiaan Yesus. Kalo tetap saja banyak yang belum menangkap, itu memang fakta.

Wah, maaf @odading.
Kalo mendasarkan kepada Luk 1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus, kupikir, boleh-boleh saja menulis seorang untuk memaksudkan Yesus.

X 100% orang. X TIDAK 25% ikan, 25% gendruwo, 50% orang. X 100% orang ! Kalo dikatakan 100% ya udah gak ada lagi hal laen, sotar.
Karena Yesus itu memiliki raga dan Roh, kupikir, masih bisa menyebutNya 100% Allah, sekaligus 100% manusia. Jika ada yang tidak dapat menangkap maksud penulisan itu, mau bagaimana lagi? Itu sudah upaya maksimal yang dapat dikemukakan. Jika tetap tidak dapat diterima, mau apa lagi? Dan para penerus rasul memang mengartikan seperti itu, bahwa Roh Allah dan tubuh manusia Yesus merupakan kesatuan yang utuh, tidak tercampur baur, dan tidak dapat dipisahkan dalam pribadi Yesus Kristus.
nubuatan Yesaya, anak itu akan disebut orang Allah yang Perkasa
Kalimat itu JELAS JELAS didalam pengertian : ORANG itu akan [u][b]DISEBUT [/b][/u]orang laen : Allah yang Perkasa. [b]DISEBUT ![/b]
Iya, memang orang selain Yesuslah yang mengatakan Yesus adalah Allah. Yesus sendiri tidak pernah mengatakan secara langsung bahwa diriNya adalah Allah. Tomas mengatakan, [i]"Ya Tuhanku dan Allahku!"[/i] setelah Yesus bangkit dari alam maut. Tidak seorangpun yang tercatat di Alkitab mengatakan Allah untuk menyebut Yesus sejak dilahirkan. Kutangkap, begitulah yang dimaksudkan Yesaya dengan [i]namanya disebutkan orang Allah yang Perkasa.[/i]

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Begimana pula itu kalimat yang jelas2 dalam pengertian pink, dijungkir balikan menjadi : [i]keberadaan yang ngbrojol dari perut Maria itu [b]ADALAH [/b]100% Allah yang Perkasa[/i]
Kayaknya, di bagian depan sudah kutulis bahwa penyebutan Yesus adalah Allah adalah setelah kebangkitanNya dari alam maut. Selama jasmani manusia Yesus bersama-sama dengan manusia, tidak seorangpun, termasuk Yesus sendiri, mengatakan Yesus adalah Allah. Setelah Yesus bangkit dari alam maut, Tomas mengatakan "Ya Tuhanku dan Allahku!"
Kalimatnya jelas2 ngomongin seseORANG yang akan disebut blablabla. Kosakatanya menggunakan "disebut", jadi ya whatever lah ORANG tsb mao disebutnya apa. Mao DISEBUT Allah kek, Dewi Kwan Im kek, gendruwo kek, ikan sekaligus kucing kek... ya sekarepnya lah :D.
Iya. Lantas, yang jadi masalah itu, apa? Selama Yesus mengenakan raga manusiaNya, memang tidak ada yang mengatakan langsung bahwa Yesus adalah Allah. Tomas mengatakan Allah kepada Yesus ketika Yesus sudah bangkit dari alam maut. :D
itu, dapat disimpulkan bahwa yang dilahirkan Maria itu adalah sungguhan manusia, sekaligus, sungguhan Tuhan (=Allah) yang akan menyelamatkan manusia dari dosa
Tidaaaaak. Kalimat tsb TIDAK menggunakan kosakata "adalah", melainkan menggunakan kosakata "disebut", sotar.
Mat 1:21 [i]Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena [b]Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.[/b][/i] Menurut pendapatku, [b]yang bold[/b] itu kutangkap bahwa [b]Yesuslah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.[/b] Yang dapat menyelamatkan manusia dari dosanya ialah pekerjaan Allah. Maka, Yesus adalah Allah, yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.
cuplis 100% ORANG. cuplis DISEBUT monyet.

sotar :
dapat disimpulkan bahwa cuplis ADALAH sungguhan orang sekaligus sungguhan monyet.

oda :
paraccccchhh :smiley:

Cermati ulang, @odading. Yang dapat menyelamatkan manusi dari dosa ialah Allah, Tuhan. Maka, jika Yesus dapat menyelamatkan manusia dari dosanya, berarti Yesus adalah Allah, Tuhan.
Tenangkan dirimu. Jaga tensi jangan meninggi. :smiley:

Orang yang 100% manusia sekaligus 100% Allah
Lah... saya lagi ngomongin yang saya bold. Itu sotar tulis dgn kosakata "orang", harusnya dgn "keberadaan" atopun "X/Y/Z" atopun "blablabla".
Sejak dilahirkan Maria, menurut kata malaikat di Luk 1:30-31 [i]Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan [b]mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki[/b] dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus,[/i] sudah menyebut Yesus adalah seorang laki-laki. Kenapa setelah dewasa tidak boleh menyebutNya sebagai orang?
Sampai botak-conge-an, tidak akan ada itu kalimat yang kayak gitu, sotar. Tidak akan ada kalimat : kucing yang 100% kucing sekaligus 100% ikan. Jadi kalimatnya : "X yang 100% kucing sekaligus 100% ikan" lah yang masuk. Selanjutnya ditanyakan : X itu APA ? kucing ? sotar jawab : ya ditanya lagi : X itu APA ? ikan ? sotar jawab : ya
Memang tidak ada kata “kucing” dalam Alkitab. Kalo kata “ikan”, banyak ayat berisikan ikan. Yesus 100% Allah sekaligus 100% manusiapun tidak ada dalam Alkitab. Tetapi dengan mencermati isi Alkitab, Kristen menyimpulkan dan mempercayai bahwa Yesus itu 100% Allah sekaligus 100% manusia, tetapi Yesus bukan 200%. :D
Ngotot sotar pakai kalimat "kucing yang 100% kucing sekaligus 100% ikan" Untuk mengajukan pertanyaan yang sama aja kalimatnya sudah duluan amburadol, sotar. Sbb... Q : Kucing itu APA ? kucing ? ---> :cheesy: :cheesy: :cheesy: :cheesy: :cheesy: Q : Kucing itu APA ? ikan ? ---> :cheesy: :cheesy: :cheesy: :cheesy: :cheesy:
Sepenangkapanku, yang mengajukan 100% kucing sekaligus 100% ikan ialah @odading. “Kucing” tidak tercatat dalam Alkitab. :D Eksistensi Yesus yang 100% Allah dan sekaligus 100% manusia tidak dicatat dalam Alkitab. Tetapi dengan mencermati biografi Yesus yang dicatat di Alkitab, Kristen menyimpulkan bahwa Yesus itu 100% Allah sekaligus 100% manusia.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Kenapa jadi ribet, ya?
Ya jelas jadi ribet. Wong tidaklah pantas dan selayaknya sotar gunakan kosakata "orang" "kucing" di ilustrasi pada awal kalimat. Lagipula, sekolah mana yang mengajarkan bhw kosakata "disebut" maksud artinya adalah "adalah" ?
Tentang penggunaan “orang”, terkait dengan keberhadiran Yesus ke dunia bukan hanya nubuatan Yesaya. Rasanya di atas tadi sudah kutulis, tetapi agar tidak mencari-cari ke awal, ini kutulis lagi, Luk 1:31 [i]Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.[/i] Ayat itu jelas mengatakan bahwa Yesus yang dilahirkan Maria itu adalah [b]seorang anak laki-laki.[/b] Boleh dong menulisNya sebagai “orang”. Maksud @odading, walo pada nubuatan Yesaya menginformasikan bahwa [i]namanya disebut Allah yang Perkasa[/i], itu tidak memberi interpretasi bahwa anak yang dilahirkan itu [u]adalah Allah yang Perkasa[/u]? Jika “Ya”, dalam hal itu kita berbeda pemahaman. Menurut pemahamanku, karena anak yang dilahirkan itu “disebut Allah yang Perkasa”, maka anak yang dilahirkan itu [u][b]adalah[/b][/u] orang. Sedikitnya, nubuatan Yesaya tentang kelahiran anak yang diperuntukkan bagi jemaat itu, memaksudkan bahwa yang dilahirkan itu adalah orang. Selanjutnya, berdasar Luk 1:31 itu diketahui bahwa nama anak laki-laki yang dilahirkan Maria itu dinamai Yesus. Maka relasi nubuatan Yesaya dan berita yang disampaikan malaikat Gabriel kepada Maria itu, menuntun pemahamanku bahwa Maria melahirkan orang. Dan karena itu, orang yang dilahirkan Maria itu adalah Allah yang Perkasa.
anak itu akan disebut Allah yang Perkasa
Jelas jelas kosakata bold disitu ngerujuk ke suatu keberadaan yang ADALAH 100% kucing. Begimana pula sotar bilang kosakata bold itu ngerujuk ke suatu keberadaan yang ADALAH 100% kucing sekaligus 100% ikan ?
Kenapa lari ke kucing? :D
Kalimat penulis TIDAK sedang mengajukan [i]"[100% kucing sekaligus 100% ikan] itu ADALAH ikan yang perkasa"[/i], sotar. Yang diajukan : [i]"[100% kucing] itu akan DISEBUT ikan yang perkasa."[/i], sotar.
Begini. Yesaya menubuatkan [u]anak yang lahir itu itu akan disebut Allah yang Perkasa[/u]. Malaikat Gabriel mengabarkan bahwa anak laki-laki(orang) yang dilahirkan Maria itu dinamai Yesus. Maka, Yesus itu akan dinamai Allah yang Perkasa. Artinya, Yesus adalah orang sekaligus Allah. Dinamai Allah yang Perkasa bukan seketika baru dilahirkan, walopun kepada Yusuf dan Maria dan gembala di Padang Efrata, dikabarkan oleh malaikat bahwa Maria telah melahirkan Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud (Luk 2:11).
kalo “Allah”, menurut pemahamanku, itu universal
So, penjelasan sotar mengenai Allah universal ?
Allah universal kuartikan bahwa [b]siapa saja, tanpa kecuali menyebutNya Allah.[/b] Menurtumu?
yang akan dilahirkan Maria itu akan membebaskan manusia dari dosa mereka. Yang dapat membebaskan manusia dari dosa hanya Allah
Ini saya tunda dulu yah. Saya mao cari2 peluru dulu di internet, sot :char11:.
Baiklah. Pendapatku, kompetensi membebaskan orang dari dosanya adalah milik Allah. Dan kisah selama jasmani Yesus mengajar di dunia, setelah bangkit dari alam maut sebelum naik ke sorga, wewenang mengampuni dosa itu diberikan kepada rasul. Yoh 20:22-23 [i]Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."[/i]

Maksudnya? Ya itu dah…, sot ini memaksudkan apa? :smiley:

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

pengikut Kristus menginginkan agar semua orang percaya bahwa Yesus adalah sungguh manusia sekaligus sungguh Allah
Saya tidak temukan ayat dimana bisa diambil kesimpulan bhw para Rasul menginginkan bold di quote atas.

Dan sepanjang yang saya pernah baca :
nggak ada itu Injil (kabar baik) yg berupa perihal oranye.

Ayat yang menginformasikan langsung begitu memang belum kutemukan. Tapi, dengan merangkai bagian-bagian kisah yang dicatat dalam Injil, kupercaya, rasul memang mengininkan semua orang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan memberi diri dibaptis.
Rasul diperintah oleh Yesus untuk memuridkan semua bangsa. Rasul menerima tugas itu walau resikonya dihukum mati. Semua rasul selain Yohanes meninggal dengan cara yang tidak wajar. Satu-satunya rasul yang meninggal tua hanya Yohanes, walaupun dia sempat dibuang ke Pulau Patmos.
Nah, dari kerelaan rasul memuridkan semua bangsa walau sampai kehilangan nyawa, kusimpulkan bahwa rasul menginginkan semua bangsa menjadi murid Yesus, sesuai dengan amanat Yesus Kristus. Keinginan itu memang tidak tercatat secara eksplisit di Alkitab, setidaknya, belum kutemukan, tetapi dengan kerelaan rasul sampai martir untuk memuridkan semua bangsa, memperlihatkan keinginan rasul menjadikan semua bangsa percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, memandang Yesus 100% manusia sekaligus 100% Allah.

Jadi, yang dilahirkan Maria itu ADALAH ORANG yang menyelamatkan manusia dari dosa
Sekali lagi, sotar nggak masuk menggunakan kosakata "orang", sot.
Lhoh, Malaikat Gabriel bilang bahwa seorang anak laki-laki yang dilahirkan itu dinamai Yesus. Artinya, yang lahir itu orang, dong? Malaikat dalam mimpi Yusuf juga menyebut bahwa Maria akan melahirkan Yesus yang menyelamatkan manusia dari dosa mereka (Mat 1:21) Artinya, yang lahir itu adalah Allah yang kompeten membebaskan manusia dari dosanya, kan?
Keberadaan yg dilahirkan Maria itu menurut sotar ADALAH 100% orang 100% Allah. Sementara kalimat ayat lain tulis "seORANG anak" yang otomatis ini 100% orang, TITIK. Selanjutnya kalimat ayat bilang "akan DISEBUT".
Orang yang dilahirkan Maria itu kompeten membebaskan manusia dari dosanya, sementara kompetensi membebaskan manusia dari dosanya adalah milik Allah. Maka, yang dilahirkan Maria itu ialah orang, sekaligus Allah. Dan ALkitab [b]bukan hanya satu ayat,[/b] kok.
Berarti, Maria melahirkan Manusia yang sekaligus Allah
kosakata "disebut" [b]tidak berarti[/b] "adalah", sotar.
Maria melahirkan seorang anak laki-laki yang akan membebaskan manusia dari dosanya. Jadi, yang dilahirkan Maria itu adalah orang yang sekaligus Allah.
Lhah, seingatku, yang kutulis, “Yesus itu manusia sungguhan, sekaligus Allah) sungguhan.”
kucing sungguhan itu TIDAK kucing sungguhan sekaligus ikan sungguhan, sotar.
Tidak terkait dengan kucing, @odad. :D
Jadi yang mesti digunakan adalah X ataupun blablabla. X itu kucing sungguhan sekaligus ikan sungguhan. Baru dah ditanya : X itu APA ? jenis apa yang keberadaannya dua jenis (kucing sekaligus ikan) ?
Yesus itu bukan kucing. Yesus adalah manusia sungguhan ato orang sungguhan, sekaligus Allah sungguhan. Kepribadian Yesus yang manusia dan Allah itu bukan tercampur, bukan terpisah, tetapi kepribadian yang utuh, memiliki jasmani dan memiliki rohani. Jasmani dan rohani Yesus itu tidak bercampur, tapi sekaligus utuh. Istilahnya, [b]hipostasis.[/b]
Maksudku menuliskan begitu untuk menunjukkan bahwa Yesus itu sungguh manusia
Tidak. Sotar bilang keberadaan itu [sungguh orang sungguh Allah]. [/quote] Tapi Yesus menyebut diriNya Anak Manusia, bukan Anak Orang. :D
100% kucing = 100% bukan selain kucing. 100% ikan = 100% bukan selain ikan. Keberadaan APA itu yang [100% bukan selain kucing sekaligus 100% bukan selain ikan] ? :rolleye0014:
:D Nalar manusia kayaknya nggak akan menangkapnya, @odad. Harus diterima dengan iman. :D
Kubold karena kupikir perlu menekankan arti bahwa Yesus itu manusia sungguhan
Tidak.... itu namanya "sotar nakalan" :D. Sementara padahal menurut sotar, satu keberadaan itu [manusia sungguhan sekaligus Allah sungguhan].
100% manusia, sekaligua 100% Allah, tapi bukan menjadikan Yesus lebih dari 100%. :D
Kupikir tidak porak poranda. Sebab, Yesus dicatat nyata menyerukan seperti itu
Oh ya dengan demikian Esther adalah 100% manusia sekaligus 100% Allah :afro:.
Tidak. Tidak kutemukan ayat pendukung untuk mengatakan Esther adalh Allah. Dia tidak mampu membebaskan manusia dari dosanya. Esther itu adalah manusia yang bukan Allah.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Tidak kutemukan ayat dalam Kitab Suci yang dapat diartikan bahwa Esther menebus manusia dari dosanya
Oh dengan demikian seruan keberadaan di salib itu TIDAK masuk untuk sotar bilang "Allah sungguhan si keberadaan yang [Allah sungguhan sekaligus orang sungguhan] kabur meninggalkan keberadaan tsb."
Lhah, sudah kutulis argumenku, kan? Yesus menjadi kutuk di mana Dia menanggung dosa manusia. Sisi keallahan tidak berbaur dengan dosa ato kutuk. Maka, ketika Yesus menjadi terkutuk, sisi keallahanNya meninggalkanNya, dan Dia berseru nyaring, “Eli, Eli, lama sabakhtani?”
Semisal tak fur "masuk untuk sotar bilang demikian" .... maka jadinya keberadaan tsb sudah tidak lagi [Allah sungguhan sekaligus orang sungguhan], melainkan tinggal [orang sungguhan], karena kan sotar bilang yang Allah sungguhan keberadaan tsb kabur gak bisa campur dosa. Otomatis penebus dosa itu [sungguh orang], bukan [sungguh orang sungguh Allah]. Dengan kata lain, sotar gak bisa bilang [i]"yang bisa menebus dosa adalah Allah"[/i], karena keberadaan yg mati disalib bersatu dengan dosa itu adalah [100% orang] BUKAN [100% orang 100% Allah], wong yang 100% Allah itu kabur kooook. Hayoooooo :D.
:D Sisi keallahan yang meninggalkan sisi manusia Yesus itu hanya selama Yesus dikuburkan sampai sebelum bangkit, di mana Yesus menginjili orang-orang yang berada di alam maut. 1 Pet 3:18-19 [i]Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, dan [b]di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,[/b][/i] Proses penebusan manusia(yang sudah meninggal sejak zaman Adam) dari dosanya dilakukan ketika menginjili selama dalam alam maut itu, yaitu bagi mereka yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Untuk selanjutnya, setelah kehadiran Yesus di dunia berdiam di tengah manusia, tentu tergantung kepada manusia, apakah mau dimuridkan ato mengeraskan hati tidak mau dibaptis, walaupun percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Karena, setan sendiri mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah Yang Mahatinggi. Setelah Yesus bangkit dari alam maut, Dia kembali mengenakan tubuh, tapi bukan tubuh kemanusiaan lagi, walaupun tampaknya sama saja. Yesus mengenakan tubuh kemuliaan, yang terlihat sama dengan tubuh kemanusiaan, tetapi karakteristiknya berbeda, di mana, tubuh kemuliaan dapat menembus dinding.
Artinya, menyamakan seruan Yesus di salib itu, inkonsisten bila disamakan dengan seruan Esther.
Salah atuh. Artinya, sotar gak masuk utk mengajukan bhw seruan "eloi eloi" keberadaan disalib itu artinya adalah : [i]Allah sungguhan keberadaan tsb kabur gara2 gak bisa campur dosa[/i] , Karena seruan Esther "eloi eloi" tidak menunjukkan bhw [i]Allah sungguhan keberadaan tsb kabur gara2 gak bisa campur dosa[/i]
Kayaknya sudah jelas, Esther ada di dunia adalah manusia yang lahir karena hasrat lelaki kepada perempuan, sementara Yesus berhadir ke dunia bukan karena hasrat lelaki kepada perempuan. Jika @odading ato siapa saja mencocok-cocokkan Esther kepada Yesus, sikap seperti itu bukan sikap Kristen.
Kesimpulan: Walaupun kemanusiaan Yesus merasakan kesakitan, Dia setia sampai mati
Kesimpulan : sewaktu pas mati, Dia itu [sungguh orang], bukan [sungguh Allah sungguh orang]. Kan sotar bilang yang sungguh Allah keberadaan tsb kabur gak bisa campur dosa.
Benar. Waktu di alam maut itu digunakan Yesus menginjili orang yang sudah mati sejak zaman Adam.
Yesus benar manusia, dan benar Allah, tetapi Esther benar manusia dan Esther bukan Allah.
Nubuat Yesaya itu bilang keberadaan tsb [ORANG], sotar. Tidak bisa itu jadinya dikatakan keberadaan ngbrojol dari perut Maria itu [100% bukan selain orang - 100% bukan selain Allah], sotar.
Dengan mencermati ayat-ayat Injil, kupahami bahwa orang yang dilahirkan Maria itu adalah Allah sungguhan, dan manusia sungguhan. Ketika baru lahir sampai ke kebangkitanNya dari alam maut, yang mengetahuiNya sebagai Allah sekaligus manusia adalah kalangan terbatas. Setelah bangkit dari alam maut, banyak orang yang mengetahuiNya adalah Allah. Tapi memang tetap saja, masih banyak yang belum percaya bahwa Yesus adalah Allah.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Lhah, yang berseru nyaring “Eli, Eli …” itu memang sudah bukan 100% Allah 100% manusia, melainkan sudah tinggal 100% manusia. Itu pula yang mati, bukan Allah yang adalah Roh. Dan karena tubuh manusia Yesus itu sudah ditinggalkan Allah, maka tubuh manusia Yesus berseru. :smiley: Setelah berseru demikian, Yesus menyerahkan nyawa manusiaNya.

Lhah, selaku pengikut Kristus memang @Sotardugur Parreva mempercayai bahwa Yesus 100% manusia sekaligus 100% Allah. Mosok nggak boleh kugunakan manusia Yesus?
Boleh aja. Tapi itu namanya "sotar nakalan". Wong menurut sotar keberadaan itu [100% bukan selain orang sekaligus 100% bukan selain Allah], kok sotar sebut cuma ajukan yang [100% bukan selain orang] saja ?
Yang kuimani, Yesus dengan tubuh manusiaNya adalah sejak lahir sampai saat berseru nyaring, [i]”Eli, Eli…”[/i]. Lalu, setelah bangkit, Yesus juga mengenakan tubuh, tetapi tubuh kemuliaan, yang tampak sama dengan tubuh manusia, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda, di mana tubuh kemuliaan dapat menembus dinding.
Membiarkan "kenakalan sotar" tsb, nanti nanti sotar jadi bisa mengajukan keberadaan tsb dengan cuma menggunakan yang [100% bukan Allah] saja. Sotar jadi leluasa maen silat, berkelit kesana berkelit kesini, loncat2 :D
:D @Sotardugur Parreva tidak senakal itu @odad.
Ayat ini juga memuat Yesus Kristus datang sebagai manusia
Tidak. Sotar sendiri udah duluan menyatakan bhw keberadaan tsb ADALAH [100% bukan selain orang sekaligus 100% bukan selain Allah]. Sementara ayat itu jelas2 sedang mengajukan ORANG, 100% bukan selain orang. Orang SAJA.
:D Tidak ada ayat yang mengungkapkan terus terang bahwa Yesus yang dilahirkan manusia itu 100% Allah sekaligua 100% manusia. Dengan mencermati ayat-ayat di sekitar kelahiran Yesus, dismpulkan bahwa manusia yang dilahirkan Maria itu adalah orang(dikatakan malaikat) dan juga Allah(membebaskan manusia dari dosanya).
Ayat2 yg sotar kutip, jelas2 TIDAK mengajukan "datang sebagai [sungguh orang sungguh Allah], melainkan ORANG, titik", eh ada aja yang bilang : artinya ayat tsb bilang bhw Allah datang sebagai [sungguh orang sungguh Allah]. Demikian pula hal sama yang terjadi pada nubuatan Yesaya.
Tidak satu ayat yang secara jelas-jelas menyatakan bahwa Yesus adalah 100% Allah sekaligua 100% manusia. Dan Alkitab itu bukan hanya satu ayat, [b]semuanya dipercaya menceritakan kasih Tuhan kepada manusia.[/b] Artinya, untuk memaknai sesuatu dari Alkitab, [b]mungki diperlukan banyak ayat, tidak cukup satu ayat saja.[/b]

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Dengan percaya kepada nubuatan Yesaya, anak yang dilahirkan perempuan muda itu, satu sebutan namaNya antara lain Allah yang Perkasa.
Jelas2 ayatnya TIDAK mengajukan "keberadaan yang dilahirkan perempuan muda itu ADALAH [sungguh orang sungguh Allah], melainkan ORANG, titik. Eh ada aja yang bilang : artinya ayat Yesaya tsb bilang bhw keberadaan yg dilahirkan perempuan muda itu ADALAH [sungguh orang sungguh Allah].
:D Jangan terpaku pada satu ayat saja, @odad. Jangan pula kehilangan sifat kritis. Yes 9:6 [i]Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.[/i] @Sotardugur Parreva memaknai ayat itu sebagai: - Seorang anak lahir untuk jemaat; - Seorang putera diberikan untuk jemaat; - Lambang pemerintahan ada di bahu anak tersebut; - Nama anak itu disebut: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Mat 1:21 [i]Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.[/i] @Sotardugur Parreva memaknai ayat itu sebagai pemberitaan malaikat kepada Yusuf, bahwa: - Maria akan melahirkan anak laki-laki; - Yusuf akan menamai Anak itu Yesus; - Yesus akan menyelamatkan umatNya (pengikutNya) dari dosa. Luk 1:35 [i]Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.[/i] @Sotardugur Parreva memaknai ayat itu sebagai pemberitaan Malaikat kepada Maria, bahwa: - Roh Kudus akan turun ke atas Maria; - Kuasa Allah menaungi Maria; - Maria akan melahirkan anak; - Anak yang dilahirkan Maria disebut kudus; - Anak yang dilahirkan Maria disebut Anak Allah. Luk 2:11 [i]Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.[/i] @Sotardugur Parreva memaknai ayat itu sebagai pemberitaab Malaikat kepada gembala ternak, bahwa: - Anak yang dilahirkan Maria itu adalah Juruselamat; - Juruselamat manusia ialah Kristus; - Juruselamat itu ialah Tuhan; - Tempat lahir Juruselamat itu ialah Kota Daud. Menurut pendapatku, dengan mencermati ayat-ayat itu, kutarik simpulan bahwa Yesus itu 100% manusia sekaligus 100% Allah. Jadi, dasar simpulan bahwa Yesus itu 100% Allah sekaligus 100% manusia, [b]tidak cukup hanya Yes 9:6.[/b]
Allah mustahil bersatu dengan dosa, maka ketika dosa manusia ditimpakan kepada Allah, ketuhanan Allah meninggalkan Allah.
Jika hanya mengatakannya sebagai porak poranda [b]tanpa argumen[/b] apa-apa
Kalimat porak poranda otomatis tidak ada argumen, sotar. Karena itu sudah duluan porak poranda.
:D Kupikir, diskusi yang bermartabat terjadi jika mengatakan porak poranda diiringi dengan menunjukkan keporakporandaan yang dimaksudkan.
cuplis berkata : kemaren sore hari ini bulan juli kita merayakan tahun baru pada tanggal 1 januari besokannya. Itu kalimat porak poranda. Gak ada argumen dan gak perlu argumen untuk menunjukkan bhw itu kalimat porak poranda, wong semua orang pasti bilang itu kalimat porak poranda kooook.
:D Benar, itu porak poranda karena penanggalan sudah diketahui secara umum bahwa setelah bulan Juli adalah bulan Agustus, bukan Januari. Kupikir, itu berbeda dengan porak poranda yang @odading sebut di dikusi ini. :D Karena, porak poranda yang @odading alamatkan ke tulisan @Sotardugur Parreva yang tidak memuat hal seperti yang @odading jadikan contoh porak poranda. Jika simpulan @odading bahwa di tulisan @Sotardugur Parreva terdapat keporakporandaan, menurut pendapatku, patut @odading tunjukkan bagian mana dan kenapa @odading menilainya porak poranda. Tidak cukup hanya menuding porak poranda tanpa alasan apa-apa.
Benar. Yesus itu memang luar biasa.
Ya... dan orang yang bikin Yesus porak poranda [u]lebih luar biasa lagi[/u] :D.
;D Yang mana yang porak poranda yang @odading maksudkan? Kenapa merosot gaya diskusi @odading, ya? Ketempelan apa gerangan? :D

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia
Bold : ORANG. Jelas2 ayat itu sedang bilang "menjadi = ORANG/MANUSIA". Eh ada aja yang bikin porak-poranda menjadi : [i]"oh ayat itu artinya menjadi = orang-allah"[/i]. :cheesy: Ya, sotar memilih menjadikan keberadaan tsb sbg bulan2an, sebagai bahan permainan kata2 :D.
:D Menjadi sama dengan manusia, artinya, bukan manusia dong? Firman menjadi/menjelma jadi manusai, Firman adalah Allah, artinya [b]manusia yang jelmaan Firman itu adalah manusia-Allah.[/b] Begitu, bukan? Sebab, Yoh 1:14 [i]Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran,[/i] menginformasikan, bahwa kepada jelmaan Firman itu diberikan kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa. Kepada jelmaan Firman itu diberikan kepenuhan kasih karunia. Kepada jelmaan Firman itu diberikan kepenuhan kebenaran. Mungkinkah yang bukan Allah memiliki kepenuhan kasih karunia? Kupikir, tidak. Mungkinkah yang bukan Allah memiliki kepenuhan kebenaran? Kupikir, tidak. Allahlah yang penuh kasih karunia. Allahlah yang penuh kebenaran.
Kupikir, tentang dari A loncat ke B, selama dapat dijelaskan, tidak jadi soal, bukan?
Oh bukan itu point awal persoalan-nya sotar. Mundur donk ke yang sebelumnya, yakni : "mari kita bikin keberadaan X tsb = kucing sekaligus ikan". Nah disitu dah titik menjadikan keberadaan tsb sbg bulan2an.
Apa guna kucing sekaligus ikan? :D Dari pencermatan terhadap nubuatan kedatangan Yesus ke dunia, digabung dengan berita dari malaikat di sekitar kelahiran Yesus, kupikir, cukup kuat alasan untuk memahami bahwa Yesus itu 100% Allah dan sekaligus 100% manusia. Dan, harap diingat bahwa Allah itu Roh, manusia itu memiliki fisik dan roh. Membandingkan Allah-manusia dengan kucing-ikan menurut pendapatku tidak [i]apple to apple[/i] karena [b]Allah-manusia itu Roh dan fisik[/b] sementara [b]kucing-ikan itu fisik dan fisik.[/b]
Perihal nanti loncat ke A nanti loncat ke B adalah yang menyusulnya : Yang beranak itu yang kucing sungguhan keberadaan X tsb. Yang bertelur itu yang ikan sungguhan keberadaan X tsb. Nah, ketika ada banjir, yang kucing sungguhan si keberadaan X tsb kabur meningggalkan keberadaan X tsb karena kucing sungguhan takut sama air. :D
Kedatangan banjir tidak mengkhawatirkan ikan yang bisa berenang walau ditinggal kucing, ya? ;D Eh, kalo ikan asin, tentunya nggak bisa renang. ;D Analogi yang tidak benar-benar cocok. Kucing beranak dan ikan bertelur, ada umpama kucing-ikan. Allah tidak beranak(dalam arti biologis), manusia beranak, ada Allah-manusia yang bukan umpama. Dari kondisi di atas, idealnya, nalar sehat akan menangkap ketidak-analogan mencontohkan burung-ikan untuk menggambarkan Allah-manusia.
sotar : nah, selama bisa dijelaskan berupa pink, tidak jadi soal, bukan ? oda : ya gak jadi soal, karena emang bukan pink yg pokok awal persoalannya, sotar :D.
Benar. Pokok soalnya ialah nalar @dading tidak menerima keallahan Yesus. @odading memandang Yesus itu hanya dari sudut manusiaNya. @odading tidak menerima bahwa Yesus itu Tuhan, Yesus yang Firman itu Allah. Kepercayaan Kristen bahwa Yesus itu Allah-manusia, @odading analogikan dengan kucing-ikan. :D
Kupikir, boleh saja menggunakannya seperti itu.
Nah itu namanya "sotar nakalan". Wong sotar bilang keberadaan tsb [100% bukan selain manusia 100% bukan selain Allah] koook.
:D @Sotardugur Parreva tidak senakal itu. @Sotardugur Parreva tulis, Yesus yang Anak Tunggal Bapa, yang Firman Allah, yang Tuhan, yang Anak Maria, yang menyebut diriNya Anak Manusia, adalah 100% Allah ato Allah sungguhan, dan 100% manusia ato manusia sungguhan. :D
Kalo sotar cuma bilang [100% bukan selain manusia] saja, ini gak masuk karena sebelumnya sotar bilang oranye. Kalo sotar cuma bilang [100% bukan selain Allah] saja, ini juga gak masuk karena sebelumnya sotar bilang oranye. So, keberadaan itu APA ?
Benar-benar ribet di penangkapanku. ;D Yang kutulis, Yesus itu 100% Allah ato Allah sungguhan, dan sekaligus 100% manusia ato manusia sungguhan. Dasar tulisan @Sotardugur Parreva itu ialah ayat-ayat yang menceritakan peristiwa di seputaran kelahiran Yesus. Jika tidak berterima di nalar @odading, nggak apa-apa. Kemukakan pemahaman @odading. Pada saat kepada Yesus ditimpakan dosa manusia, maka Yesus menjadi terkutuk dan Allah meninggalkan manusia Yesua yang ketiban dosa manusia, maka Yesus berseru nyaring, “Eli, Eli, ...”

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Lhah, yang ngajuin kucing ialah @odading, bukan? Kenapa menuding solah @Sotardugur Parreva yang mengajukan kucing-ikan? ;D

Ibarat si ibu yang bilang : that glass is so large. Sementara si ibu itu sendiri gak memahami apalagi menjelaskan kalimat dia itu sendiri, si anak nanya : [i]"maksud lo ?"[/i] Si ibu njawab : nalar ibu tidak mampu memahami "that glass is so large" dengan sempurna, jadi ibu gak bisa menjelaskannya. Si anak : [i]preeeeet...[/i] :D.
;D @Sotardugur Parreva kira, tulisanku di atas sudah cukup menjawab. Jika ada dari antaranya hendak diperdalam, silahkan saja. ;D
jika Yesus itu hanya manusia tanpa keallahan
Nah tuh maen pencak silat.
Lhah, kenapa dikira main pencak silat? :D @Sotardugur Parreva hanya mengandaikan alternatif, kan? Yesus itu 100% Allah sekaligus 100% manusia. Nah, maksud dari [i][u]Jika Yesus itu hanya manusia tanpa keallahan[/u][/i], tidak perlu berseru nyaring, “Eli, Eli …”. Karena Dia adalah Allah sungguhan dan manusia sungguhan, dan ketika menjadi kutuk karena mengemban dosa manusia, Allah meninggalkanNya, mendorongNya berseru nyaring, “Eli, Eli,…” Saat berseru, Allah benar-benar meninggalkanNya karena hal yang diemban, maka Dia berseru. Selanjutnya, Dia(manusia sungguhan) menyerahkan nyawa, dan mati.
Sekarang JELASKAN ke saya :apa bedanya antara kalimat [jika keberadaan itu [s]hanya[/s] orang_sungguhan bukan orang_sungguhan_allah_sungguhan] dengan kalimat [jika keberadaan itu hanya orang tanpa keallahan]
Kupikir, yang merah dengan yang biru tidak berbeda.
Jelaskan juga apa bedanya antara kalimat [jika keberadaan itu [s]hanya[/s] orang_sungguhan bukan orang_sungguhan_allah_sungguhan] dengan kalimat [jika keberadaan itu hanya orang sungguhan tanpa allah sungguhan]
Yang coklat itu berarti: hanya orang, bukan Allah-manusia. Yang ijo berarti: orang sungguhan yang pernah sebagai Allah-manusia.
Selanjutnya, apa bedanya antara kalimat [Karena keberadaan itu orang sungguhan sekaligus Allah sungguhan, maka yang [s]bisa[/s] mati ialah [u]orang sungguhan keberadaan tsb[/u]. Allah sungguhan keberadaan tsb tidak mati] dengan kalimat [Karena keberadaan itu sungguh manusia sekaligus sungguh Allah, maka yang bisa mati ialah tubuh manusiaNya. keallahanNya tidak mati]
Sejauh ini, tidak kutangkap bedanya.
Sekedar mengikuti Yoh 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah yang tidak ditulis: Pada mulanya adalah Allah; Allah itu bersama-sama dengan Allah dan Allah itu adalah Allah
Oh... ini nggak lagi ngomongin SBJ, sotar.
Keallahan Yesus itu sudah ada SBJ, @odad.
sotar : Ya iya. RohNya ialah Roh Allah oda : sotar bilang keberadaan yg ngbrojol dari perut Maria itu = Allah. So, Roh Allah ialah Roh Allah. Nah.... buat apa diulang, sotar ? Roh Allah ya Roh Allah laaaaah.... mosok Roh gendruwo ?
Lhah, kutulis begitu, maksudku untuk menjelaskan. Yang [i]ngbrojol[/i] itu [b]bukan Roh semata[/b], tetapi tubuh bayi Yesus yang menyatu utuh dengan Roh Allah yang adalah Allah.
Beda kalo yg ngbrojol dari perut Maria itu TIDAK sotar jadikan bulan2an. Setia dgn kalimat terbaca : yang nbrojol dari perut Maria itu = ORANG. So, Roh ORANG tsb ialah Roh Allah. Gak ada itu keberadaan tsb dijadiin bulan-bulanan berupa : Roh yang nbrojol dari perut Maria itu = Roh orang_sungguhan_allah_sungguhan tsb ialah Roh Allah.
Kuulangi, yang [i]ngbrojol[/i] dari Rahim Maria itu ialah apa yang dikabarkan malikat kepada Yusuf, kepada Maria, kepada gembala di padang. Dia adalah Yesus yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka. Dia disebut kudus, Anak Allah. Dia adalah Juruselamat, Kristus, Tuhan, yang lahir di kota Daud. Roh bukan [i]ngbrojol[/i] dari manusia. Individu Yesus yang [i]ngbrojol[/i] dari Rahim Maria itu adalah jasmani dan rohani yang bersatu, bukan bercampur.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Kuduga, penjelasan @odading ini boleh diterima
Kok sotar terima ? Wong sotar bilang : yg ngbrojol dr perut Maria itu = orang_sungguhan_allah_sungguhan, kook. sementara saya bilang : yang nbrojol dari perut Maria itu = ORANG.
Karena, Roh itu metafisik. Keberhadiran ato kelahiran seseorang tanpa dijelaskan ato dijelaskan sebagai jasmani dan rohani, pasti jasmani dan rohani. Bukan hanya jasmani, bukan hanya rohani. Jadi, tulisan @odading pada poin itu dapat kuterima, karena tidak ada penjelasan apa-apa bahwa yang @odading maksudkan, yang [i]ngbrojol[/i] dari perut Maria itu ialah semata-mata orang tanpa embel-embel Tuhan. Sementara pemberitaan malaikat kepada gembala, yang [i]ngbrojol[/i] dari Rahim Maria itu ialah Juruselamat, Kristus, Tuhan. Kutangkap, karena @odading tidak memberi penjelasan bahwa yang dilahirkan Maria itu adalah semata-mata orang, kumaknai yang dilahirkan Maria itu adalah orang yang juga adalah Tuhan, tidak bertentangan dengan tulisan @odading, maka kuterima.
Ketuhanan dan kemanusiaan Yesus tidak terpisah selain ketika Yesus mati dan sebelum bangkit
Jelaskan apa bedanya antara kalimat di quote atas dengan kalimat : orang_sungguhan_allah_sungguhan tsb tidak terpisah, selain ketika orang_sungguhan_allah_sungguhan mati dan sebelum bangkit.
Yang [i]quoting[/i]: Ketuhanan Yesus tidak terpisah dari kemanusiaan Yesus, selain ketika Yesus mati dan belum bangkit. Tulisan @odading: orang_sungguhan_Allah_sungguhan pasti tidak terpisah karena ditulis nyambung oleh garis sambung bawah, maka orang_sungguhan_Allah_sungguhan tidak dapat mati karena tetap Allah yang tidak dapat mati.
Dikatakan "kemudian manusia tsb mati" kepada dia yang hanya manusia dan bukan Allah.
Jelaskan apa bedanya antara kalimat di quote atas dengan kalimat : Dikatakan "kemudian manusia tsb mati" kepada yang orang_sungguhan keberadaan tsb, bukan allah_sungguhan keberadaan tsb.
Tidak ada bedanya, sama-sama memaksudkan bahwa yang mati ialah manusia Yesus. Bukan yang Allah, karena Allah tidak bisa mati.

Itu bukan pandangan @Sotardugur Parreva. Jika ada kutulis seperti itu, itu salah tulis. Yang kupahami, Allahlah yang tidak bisa bersatu dengan dosa. Maka pada Yesus yang Allah sungguhan sekaligus manusia sungguhan, tidak mungkin dihinggapi dosa. Tetapi sisi manusia Yesus, yang ditinggalkan sisi keallahanNya, dapat dihinggapi dosa, dan sisi manusia yang ditinggalkan sisi AllahNya bisa mati, dan mati sungguhan.
Kupikir, @odading perlu mengemukakan pendapat tentang Allah Universal dan Allah Personal.

oda: kalo yang orang_sungguhan keberadaan tsb bisa menyatu dengan dosa.
Ya. Sisi manusia Yesus dapat dihinggapi dosa kalo terpisah dari sisi Allah, tetapi Yesus mustahil dihinggapi dosa selama sisi keallahanNya masih menyatu denganNya. Ketika Allah meninggalkan sisi manusia Yesus, maka Yesus (tanpa Allah) dapat dihinggapi dosa, Yesus menjadi kutuk, dan mati. Saat keallahan Yesus meninggalkanNya, seketika itu pula dosa manusia yang ditebusNya ditimpakan kepadaNya, maka Dia menjadi kutuk. Yang lahir dari Rahim Maria, menurut penangkapan @Sotardugur Parreva berdasar berbagai ayat Alkitab, ialah Yesus yang sungguh Allah sekaligus sungguh manusia. Selama kesatuan tubuh manusia dan Roh Allah menyatu pada pribadi Yesus, Dia tidak bisa mati. Pada saat dosa manusia ditimpakan kepadaNya, Allah meninggalkanNya, maka Dia mati.
Ketika dosa manusia ditimpakan kepada Allah(Yesus)-->dapat dimengerti?
You see. Bold = orang_sungguhan_allah_sungguhan.
Bukan. [b]Bold[/b] ialah sisi manusia sungguhan, bukan sisi Allah sungguhan. Pribadi Yesus itu, yang Allah sungguhan sekaligus manusia sungguhan, tidak dapat disentuh dosa karena sisi keallahanNya. Begitu sisi keallahan meninggalkanNya, tinggalah sisi manusia, dosa manusia yang ditebusNya ditimpakan kepadaNya. Maka tubuhNya yang ditimpa dengan dosa manusia itu, bisa mati dan mati benaran.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Yesus dijadikan kutuk.
orang_sungguhan_allah_sungguhan tsb dijadikan kutuk.
Bukan. Yang jadi kutuk itu ialah tubuh manusia sungguhan dari Yesus, bukan yang Allah sungguhan sekaligus manusia sungguhan. Maka dikatakan dalam 1 Pet 3:18 [i]Sebab juga Kristus telah [b]mati sekali untuk segala dosa kita[/b], Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang [b]telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia[/b], tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh.[/i]
Ketuhanan Allah(Yesus) meninggalkan Allah(Yesus)
Apa bedanya dengan kalimat [yang allah_sungguhan meninggalkan yang orang_sungguhan ?]
Uuppss, maaf. @Sotardugur Parreva salah menempatkan tanda kurung. Agar keduanya menjadi sama, seharusnya tulisanku itu ialah: [i]Ketuhanan Yesus (Allah) meninggalkan manusia Yesus.[/i]
-->Roh Allah meninggalkan Yesus
Apa bedanya dengan kalimat [yang allah_sungguhan meninggalkan yg orang_sungguhan]?
Itu sama dalam pemahamanku.
Raga Yesus mati, tubuh manusia Yesus mati.
apa bedanya dengan kalimat [jadi sekarang yang orang_sungguhan yg mati] ?
Itu sama menurut pemahamanku.
-Ku pada “kepada-Ku” di Yoh 6:44 itu ialah Yesus. Jadi, Yoh 6:44 itu kuartikan bahwa tidak seorangpun yang datang kepada Yesus
Ya. Dan sotar tulisnya : [i]"tidak semua orang dapat datang kepada Bapa".[/i] Sementara padahal kalimatnya : Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku.

So, yang masuk utk sotar ajukan kan kalimatnya berupa :
tidak semua orang dapat datang kepada Yesus :smiley:

Kusalin dari Yohanes 6 (TB) Yoh 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Kusalin dari Yohanes 14 (TB) Yoh 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Yang kumaksudkan, tidak semua orang akan diselamatkan. Yang diselamatkan ialah mereka yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. :smiley:

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.