keuangan gereja

Gereja2 d mana pendetanya berkeluarga harus memberikan laporan keuangan setiap minggu k jemaatnya sbg bukti kejujuran,ini harus menjadi syarat utama dari gereja2.

Setuju, mari permalukan profesi pendeta…

Salam

:afro: Saya pada dasarnya setuju. Tapi, sementara ini saya baru melihat gereja POUK yang transparan pengelolaan keuangannya. Pemasukannya berapa, pengeluarannya berapa. Yang laen, paling banter cuma pemasukannya doang. Yang laennya lagi sm sekali gak pernah kasi report. :ashamed0004: Ada pola pikir pendeta/ pengurus gereja yang harus diubah niy… Jangan sampai jemaat tau klo gereja rugi; jgn smp jemaat tau klo keluarnya untuk ini dan itu. Setujukah sodara-sodari semuanya ? :coolsmiley:

emang keuangan gereja dipegang pdtnya ya?
kamu dimana? di gereja kecil di kota kecil?
atau dari denom ttt dgn sistem itu?
jangan generalisasi semua gereja kalu gak tahu, itu keliatan KONYOL

Mau nanya pendeta itu dapat uang darimana utk hidupi kluarganya?

Pdt itu kerjanya apa?

Kalo pendeta pasti gak maling, kalau maling pasti bukan pendeta.

:smiley: :smiley: :smiley:

Kalo pendetanya digaji gimana? mirip “buruh” gitu, apakah harus kasih laporan keuangan juga…? beli kacang 1000, beli es teh 1000 (tawar… ;D), nasi pecel 2000 (pincuk…) dll :mad0261:

Kerjanya khotbah, sama kalo nyampe wawasannya ya ngajar juga.

Perantara Yesus dengan manusia melalui pemberkatan nikah juga dilakukan pendeta.
Gak ada pendeta, gak ada pernikahan.

Perantara Yesus dengan keluarga almarhum juga dijabat oleh pendeta.
Gak ada pendeta, gak ada upacara pemakaman.

Perantara Yesus dengan umat dalam KKR juga dipegang oleh pendeta.
Gak ada pendeta, gimana mau KKR?

:azn:

Ya… enggak perlu sampe segitu dalam juga kaliii… cukuplah berapa banyak sih gaji pendetanya dalam sebulan, tunjangan apa saja yang diberikan kepada dia serta keluarganya dalam sebulan. Itu sudah cukup :angel:

Seorang kerabat saya, pendeta emeritus dari gereja protestan arus utama, cuma dapat uang pensiun 1.5 juta perbulan. Jelas gak cukup untuk hidup di Jakarta, ditambah lagi dengan penyakit jantungnya.

Beda ya, dengan pendeta aliran theologi kemakmuran.

:frowning:

:happy0062: saya rasa tidak juga. Tergantung pada kemampuan keuangan masing-masing gereja sodaraku. Di mana saya tinggal baru aja emeritus dapetnya cukup kok bahkan lebih dari cukup untuk hidup di mari. Kenapa ? Karena pendeta yang baru lebih care dan lebih :afro: pelayanannya drpd yg lama. Jadi, banyak yg nyumbang/ kasi persembahan… sebagai gambaran, waktu yg emeritus masih menjabat paling banyak persembahan bulanan 400 rebuan per minggu. Ditambah persembahan pas ibadah ama persembahan laen-laen maksimal cuma 700 rebuan per minggu. Eh, begitu dia pensiun melonjak (minimal) jadi satu setengah jutaan per minggu. Belum persembahan pas ibadah en persembahan sukarela. Padahal, enggak banyak orang kayanya; enggak ngajari teologi kemakmuran; dan orang pindahan baru dari gereja daerah laen minim. :tongue:

Memang tergantung dari masing masing gereja tentu saja.
Karena gerejanya kecil, maka beratlah si pendeta emeritus itu.
Kalau masalah bantuan, tentu saja para jemaat yang dulu dibimbing sang pendeta tidak tinggal diam, mereka membantu secara sukarela. Tetapi, yang saya sampaikan tadi adalah uang pensiun resminya.

Oya, anda tahu beda antara pendeta dari suatu gereja dengan pendeta sinode? Konon beda fasilitas juga. Benarkah?

Oooo… begitu :happy0062: heee… :char11: mangap soal pendeta sinode ama mandiri saia enggak begitu tau. Sengaja enggak masuk lingkar dalam (satu) siih… cukup lingkar kedua saja. Tapi, yang saya tau ngaruhnya ke masalah keuangan juga… ada subsidi dari sinode ama enggak. Selebihnya, :mad0261: :rolleye0014: ;D

Saya memiliki beberapa kerabat yang menjadi pendeta, bro, dan he he he dari berbagai denominasi Protestan. Untuk pendeta yang berasal dari denom protestan arus utama, seperti GKI, HKBP, GKJ, memang kehidupan mereka jujur saja tidak ‘cukup’ untuk di kota besar, terkesan sangat sederhana walau tidak kekurangan.
Berbeda dengan pendeta dari aliran baru, dimana mereka mendapat bagian dari uang perpuluhan jemaat, rata rata bisa hidup nyaman, bahkan hidup mewah.

:mad0261:

Kasihan donk kalo pendetanya harus perincian.
Seandainya Tuhan memerinci uang pemakaian kita juga gimana donk ??
Jangan pernah menghakimi orang lain, sobat. :slight_smile:

Yang perlu dirinci adalah keuangan gereja, bukan keuangan pribadi pendetanya. Yang jadi masalah itu kalau keuangan gereja dipegang sama pendetanya sendiri atau mengangkat istrinya sebagai bendahara dan tidak pernah diumumkan penggunaan uang gereja tersebut kepada jemaat.

Kalau itu yang terjadi, maka sang pendeta sudah mengubah gerejanya menjadi perusahaan pribadi. Tujuannya bukan lagi memenangkan jiwa, tetapi untuk profit.

:mad0261: