Keyakinan dan Logika

Keyakinan… dapatkah dilogikakan? Apa maksud dari ‘dilogikakan’? Diterima oleh aqal? Jika ini yang dimaksud, maka keyakinan kepada ajaran wahyu harusnya dapat diterima oleh aqal. Jika tidak dapat diterima oleh logika, kenapa Allah mengajarkan keyakinan itu melalui firman (logos)?

Firman Allah yang suci, yang belum tercemar oleh fikiran manusia, tentu mengandung keyakinan yang dapat diterima oleh logika. Bahkan dalam Alkitab dikatakan agar kita mencintai Allah dengan segenap hati, aqal, dan jiwa. Artinya, Allah tidak hanya dikenal oleh hati, tetapi juga dapat dikenal oleh aqal. Jika aqal tidak dapat mengenal Allah, bagaimana aqal dapat mencintai-Nya? Bukankah cinta itu timbul setelah adanya pengenalan?

Jika di hadapan Anda terdapat gula merah, maka mata Anda dapat mengenalnya melalui bentuk dan warnanya. Kulit Anda dapat mengenalnya melalui teksturnya. Hidung Anda dapat mengenalnya melalui aromanya, dan lidah Anda dapat mengenalnya melalui rasanya. Setelah itu timbul rasa suka Anda kepada gula merah.

Hati dapat mengenal ajaran yang benar dan lurus melalui caranya. Begitu juga dengan aqal, dia punya cara sendiri untuk mengenal ajaran yang lurus. Aqal kita sungguh unik.

Sebagian orang dapat memahami apa yang ingin disampaikan pelukis melalui lukisannya, atau ekspresi seorang perupa melalui patung karyanya. Sebagian orang dapat memahami apa yang tersirat dari kata-kata tersurat seorang penulis atau pun penyair.

2 Timotius 3:8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.

Aqal budi yang jernih sanggup membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Penyidik yang cakap dan jujur akan dapat mengungkap siapa pelaku kejahatan sesungguhnya dan siapa yang sesungguhnya dijebak.

Begitulah, aqal budi yang murni akan sanggup membedakan mana kitab suci dan mana kitab buatan manusia atau kitab yang tercemar. Logika juga dapat mengenal siapa Tuhan yang haqiqi dan siapa yang bukan tuhan. Setidaknya, aqal dapat mengenal siapa yang bukan tuhan. Sehingga aqal dapat menolak segala tuhan-tuhan palsu sampai saatnya dinyatakan kepada aqal dan hatinya akan satu-satunya Tuhan yang benar.

Astrofisikawan terkenal, Hugh Ross menuturkan, “Jika permulaan waktu bersamaan dengan awal keberadaan alam semesta, seperti dijelaskan teorema-angkasa, maka penyebab alam semesta harus merupakan kesatuan yang berfungsi dalam suatu dimensi waktu yang sepenuhnya terpisah, dan sudah ada sebelumnya. Kesimpulan ini sangat penting untuk pemahaman kita tentang Siapa Yang Tuhan dan siapa/apa yang bukan Tuhan. Rabb bukanlah alam semesta (makhluq) itu sendiri dan tidak terkandung dalam alam semesta (baik ruang maupun waktu).”

Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu

:afro:
tulisan yang indah…
sayang ts dikasih ban gara2 gak bisa berenang… :ashamed0004:
sebetulnya asik juga kalo dibahas nih :happy0025:
tunguin temen2 disini ah…
siapa tau ada yang replay :ashamed0002:

Yah…mudah2an orang yang membuat artikel ini sudah memakai “hati” dan “akal” untuk mengenal jalan yang lurus itu.

Setiap apa yg bisa dan belum dikenali secara pasti dapat dilogikai….bahkan dari kata “ada” bisa jutaan hasil logika menyeruak keluar tak terbebaskan….

Namun terkadang kita sendiri yg memberikan sekat-sekat…untuk “mudah”nya hidup ini, kita partisi saja keyakinan “melawan”
logika…keyakinan di ujung yang satu dan logika di ujung yang lain….entah sebagai wasit atau pendukung….

kita adu saja antara logika dan keyakinan….biar saja mereka “berkelahi”…sampai ada “pemenangnya”….sampai salah satunya “terkapar” terinjak sang “pemenang”

Yang kita lupakan…mungkin saja mereka bersaudara…bahkan “kembar”…yg kemana-mana bisa saling “melengkapi”… lihat dan perhatikan “canda dan tawa “ “mereka”…

dan mengapa kita “tega”….untuk “melempar” “mereka” dalam arena pertarungan?.. untuk ego kita yg berselimutkan logika atau keyakinan?..mari merenung sejenak
….
Ibr. 8:10 “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Dan kembali kita yang membesarkan perbedaan-perbedaan yg terletak di diri sendiri….kita pisahkan hati, akal dan jiwa…

Kita anak emaskan saja akal… lebih dari hati dan jiwa…yg keberadaanya memperlengkapi akal…

Kita gantikan jari yg bisa berfungsi untuk mengetik dengan rambut kita….dan akhirnya tidak bisa lagi dengan akal kita mencerna apa arti hati apa arti akal dan apa arti jiwa….

Bagaimana kita bisa mengerti arti dari Mencintai Tuhan dengan segenap hati, segenap akal dan segenap jiwa…?

Jika kita dalam mencintai “hanya” mengutamakan akal dan “melepaskan” kebersamaan akal, hati dan jiwa?..mengapa “dipreteli” entitas itu?
Dan apakah hanya dengan akal kita mengenali?..bukankah lebih baik dengan akal, hati dan jiwa?

Hos. 4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

2Ptr. 1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.

Kemudian jika mata kita tidak bisa “melihat” karena ada “selubung”…dapatkah kita mengenal?..samar-samar….karena itu hati kita berteriak-teriak….Siapakah Engkau Tuhan?

Jika indra kita tidak berfungsi….matikah akal, hati dan jiwa kita?..namun masih juga kita bisa mengenalinya kan?

2Kor. 3:16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

Bagaimana akal kita yang menjadi juru tentu ajaran yg lurus?

Hanya dengan apa yang bisa kita pikirkan, apa yang bisa kita lihat, apa yang bisa kita rasakan?

Adakah Tuhan dan “ajaran” nya sebatas itu?

1Kor. 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.

Bagaimana kitab suci yang tidak ditulis oleh manusia? Kalau keberuntukannya untuk manusia dan diilhami oleh Roh Kudus

Bagaimana logika dapat mengenal Tuhan? Kalaupun dapat itu hasil logika kita tentang Tuhan

Bagaimana akal bisa membedakan yang bukan Tuhan? Kalaupun bisa sebatas ttg ide Tuhan

Sehingga manusialah yang menentukan siapa itu Tuhan ?

Bukankah sebaliknya?

Mengapa tidak kita persilahkan saja Tuhan yg sejati memperkenalkan diri-Nya sendiri

Ibr. 8:10"Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Kesimpulan yg penting tentang “jika” itu sangat penting untuk pemahaman ttg siapa yang Tuhan?..

if only if can make significant about something….there no significant at all…cause it’s only if

dan bagaimana Tuhan yang “terlepas” sama sekali dengan alam semesta dan tidak terkandung pada alam semesta……Tuhan yang kurang berkemanusiaan?..Tuhan yang enggan untuk berelasi?

Ibarat…seorang pembuat jam yang selesai membuat jam…kemudian jam itu berfungsi sendiri…tanpa campur tanggan sama sekali….

Yes. 9:6(9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

JLU

Justru keyakinan adalah output dari logika, berbeda halnya dgn kepercayaan. Kepercayaan adalah hasil dpd iman.

Urut2annya adlh sbb: pewahyuan, beriman, Roh Kudus berkarya dlm diri orang tsb dan akhirnya percaya.

Jelas dan mudah bukan ?
Janganlah Anda semua bermegah dgn logikamu tetapi bermegahlah krn Dia

kesimpulan saya, logika(anda) harus disegel sm Iman(anda) agar percaya terhadap apa yg telah diberitakan kepada anda dan harus diyakini sebagai sesuatu yg benar
contoh:
saya adalah nabi yg hilang(lost prophet) …percaya ga mas? :smiley:

Salam damai :happy0025:

Yesus datang ke dunia untuk mencari [manusia] yang hilang [lost]

lost prophet juga manusia kah?

:smiley:

Astrofisikawan terkenal, Hugh Ross menuturkan, “Jika permulaan waktu bersamaan dengan awal keberadaan alam semesta, seperti dijelaskan teorema-angkasa, maka penyebab alam semesta harus merupakan kesatuan yang berfungsi dalam suatu dimensi waktu yang sepenuhnya terpisah, dan sudah ada sebelumnya. Kesimpulan ini sangat penting untuk pemahaman kita tentang Siapa Yang Tuhan dan siapa/apa yang bukan Tuhan. [b]Rabb bukanlah alam semesta (makhluq) itu sendiri dan tidak terkandung dalam alam semesta (baik ruang maupun waktu)[/b].”

yang menciptakan itu Allah [Ilahi/divine], karena dosa, ciptaan ini tidak bisa mengenal ‘apa atau siapa’ Divine itu

untuk itu, Firman/Khalam sang Divine, mengambil rupa ciptaan [baca : bukan diciptakan] supaya bisa memperkenalkan dan dikenali ciptaanny secara nyata.

Bukannakh akal juga memerlukan sesuatu yang nyata untuk dikenali?

Bagaimanakah akal sanggup mengenali sesuatu yang tidak bisa dikenal akal?

Bila Allah itu nyata, maka Dia bisa dikenal dan memperkenalkan DiriNya – bukan sesuatu yang imajiner atau apa kata [satu] orang.

salam

just thinking : :smiley:

Aku telah berkenan memberi pertunjuk kepada orang yang tidak menanyakan aku;
Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku.
Aku telah berkata : “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil namaKU

Yes 65:1

maybe yes maybe no.

salam

haiya , tagline ku kog dijadiin trade mark mu :stuck_out_tongue:

Yup,kaya si rocker candil ;D

SAlam Damai

Topik saya kunci karena tidak berisi pertanyaan dan tidak
bertujuan untuk diskusi.

Terima kasih untuk member yang telah berpartisipasi. Sampai jumpa di topik yang menarik.

Tuhan YESUS memberkati