KISAH KEHIDUPAN ADAM DI KITAB KEJADIAN (sebagai acuan pokok)

Menurut perenungan dan hasil analisa saya bahwa kisah Adam di kitab Kejadian itu bersifat kiasan (alegoris) artinya TUHAN mengajarkan kepada manusia tentang hikmat yang terkadung dari kisah itu yang berupa kiasan-kiasan.

Dalam kitab Kejadian pasal-pasal awal dijelaskan bahwa penciptaan manusia Adam dilakukan setelah selesainya ALLAH menciptakan langit dan bumi pada hari ke tujuh.

Kejadian :
2:1 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, –
2:5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
2:6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu–
2:7 ketika itulah TUHAN Allah MEMBENTUK MANUSIA itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Dijelaskan bahwa bumi (setelah bumi telah basah dan terdapat berbagai tumbuh2an) telah selesai diciptakan, kemudia manusia diciptakan, selanjutnya ALLAH MEMBUAT sebuah TAMAN. dimana letak TAMAN itu ? dikatakan disebelah timur EDEN ( Then GOD planted a garden in Eden, in the east). Dalam kisah di Kejadian 1 tidak menjelaskan dimana letan EDEN itu berada.
Kemudian ALLAH menempatkan Adam (yang diciptakan di bumi dimana dia berasal) itu di TAMAN tsb.

2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur(nya); disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon DARI BUMI, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat

Berbagai pohon ditumbuhkan oleh ALLAH yang DIAMBIL dari BUMI kedalam TAMAN tsb.
Ada dua pohon yang tumbuh ditengah-tengah TAMAN yakni POHON KEHIDUPAN & POHON PENGETAHUAN (yg baik & yg tdk baik).

Selanjutnya ALLAH membuat PERINTAH atau ATURAN (HUKUM) kepada Adam sbb. : “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang tidak baik itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”(Kej.2:16-17)

Itulah HUKUM ALLAH yang mula-mula yang diberlakukan kepada MANUSIA. Dengan demikian Adam pada saat itu sudah mengetahui HUKUM ALLAH = MANA YANG BAIK/BOLEH DAN MANA YANG TIDAK BAIK/DILARANG. Dan apabila dilanggar sangsinya adalah PADA HARI ITU (SAAT ITU) ADAM MATI.

Kemudian dijelaskan bahwa dari sekian binatang yang diciptakan ALLAH, dipilihnya ULAR (sebagai personifikasi IBLIS) yang paling licik untuk membujuk perempuan (Hawa) :

Ular adalah binatang yang paling licik dari segala binatang yang dibuat oleh TUHAN Allah. Ular itu bertanya kepada perempuan itu, “Apakah Allah benar-benar melarang kalian makan buah-buahan dari segala pohon di taman ini?”(BIS Kej.3:1)
Perempuan (Hawa) menjawab bahwa buah dari pohon yang ADA DITENGAH-TENGAH TAMAN (pohon KEHIDUPAN & pohon PENGETAHUAN) itu yang dilarang TUHAN untuk dimakan buahnya dan dijelaskan sangsinya kalau itu dilanggar (Baca Kejadian 3:2-3). Pernyataan Hawa itu mengutip firman Allah yang pernah disampaikan kepadanya. (Kej.2:17).

Ular (IBLIS) dengan gigihnya membujuk mereka dengan mengatakan : "“Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik (boleh) dan yang tidak baik (yg dilarang).”(Kej.3:4-5)

Ternyata perempuan (Hawa) itu terpengaruh dan tertarik hatinya untuk makan buah pohon itu dan selanjutnya diberikan kepada Adam dan Adam pun memakannya (Kej.3:6)–>Inilah PELANGGARAN HUKUM ALLAH oleh MANUSIA yang pertama kali dilakukan, dengan demikian mereka LEBIH MENTAATI IBLIS DIBANDINGKAN PERINTAH (HUKUM ALLAH), itulah hakekat “MATI” sebagai sangsi yang diterima, sebagaimana ALLAH menegaskan dikitab ULANGAN 8:19 : “Jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu PASTI MATI”. Orang yang melupakan ALLAH dan lebih mentaati ILAH lain, hakekatnya orang itu MATI SEBELUM KEMATIANNYA alias SEPERTI ZOMBI (MAYAT HIDUP).

Ternyata Adam & Hawa masih punya kesadaran dan itu digambarkan bahwa MATA MEREKA TERBUKA (bukan berarti sebelumnya matanya merem) dan TAHU DIRI MEREKA TELANJANG (gambaran rasa malu)- Kej.3:7- serta merta MEREKA BERSEMBUNYI DARI HADAPAN ALLAH (Kej.3:8), ini sebuah penggambaran dari RASA TAKUT kepada ALLAH atas pelanggaran yang telah dilakukan, sebagaimana dikatakan mereka : “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”(Kej.3:10)

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang TAKUT AKAN DIA,sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya DOSA PELANGGARAN kita.(Mazmur 103:8-11)

Berdasar pernyataan ALLAH tsb, ALLAH telah mengampuni DOSA kesalahan mereka, hal ini digambarkan : ALLAH membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka (Kej.3:21)

Dan selanjutnya ALLAH mengembalikan mereka kepada kondisi SEBELUM mereka melanggar PERINTAH (HUKUM ALLAH), dengan firmanNya : “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti-KU, yakni tahu tentang yang baik (boleh) dan yang tidak baik (dilarang); maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, agar ia HIDUP KEKAL (lihat makna HIDUP KEKAL -Yoh.17:3).”(Kej.3:22)

Disini dapat dipahami bahwa ALLAH telah mengembalikan mereka TELAH KEMBALI MENGETAHUI (MEMAHAMI) HUKUM (ATURAN) ALLAH MANA YANG BAIK (boleh) DAN MANA YANG TIDAK BAIK (dilarang). UNTUK ITU ALLAH BERHARAP DENGAN SANGAT AGAR MANUSIA JANGAN SAMPAI MENGULANGI MELAKUKAN PELANGGARAN ATAS HUKUM ALLAH (digambarkan jangan sampai mengulangi makan buah pohon kehidupan yg tumbuh ditengah-tengah taman) AGAR (sehingga) MANUSIA HIDUP KEKAL (tetap dalam ketaatan kepada ALLAH dan hukumNya)

Kembali kekisah sebelumnya bahwa atas laporan Hawa bahwa yang menjadi penyebab mereka melanggar HUKUM ALLAH adalah ULAR (IBLIS) dan laporan itu diterima oleh ALLAH, maka saat itu pula ALLAH menetapkan KUTUKAN kepada iblis (Kej.3:13-14) dan selanjutnya ALLAH menjadikan iblis itu MUSUH MANUSIA dan SELURUH KETURUNANNYA. Permusuhan manusia kepada iblis digambarkan dengan upaya meremukkan kepala iblis (ini sebagai gambaran bahwa manusia yg beriman akan selalu menjauhkan pengaruh bujukan iblis -Kej.3:15), sedangkan iblis akan selalu menghalangi setiap langkah manusia menuju kepada IMAN, KEBENARAN dan KETAATAN kepada ALLAH (meremukkan tumit manusia). Iblis yang ditetapkan menjadi musuh manusia dan akan selalu menjerumuskan manusia kepada kesesatan INILAH YANG SETERUSNYA JADI PESAN ALLAH YANG HARUS DIINGAT OLEH SETIAP MANUSIA.

Selanjutnya ALLAH berfirman (BERKEHENDAK) kepada PEREMPUAN : “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”(Kej.3:16)
Dan kepada SETIAP LELAKI ALLAH berfirman (BERKEHENDAK) : “Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”(Kej.3:19)

Selanjutnya ALLAH memerintahkan mereka (Adam & Hawa) UNTUK PINDAH (diusir) dari EDEN ke DIMANA ASAL MEREKA DICIPTAKAN dengan TUJUAN UNTUK MENGUSAHAKAN TANAH (BUMI) . (Kej.3:23). Ini PENUGASAN ALLAH kepada manusia untuk hidup di bumi, sebagaimana juga ALLAH pernah berencana didalam penciptaan manusia untuk menguasai bumi (Kej.1:26)

Kemudian untuk agar manusia tetap dalam KETAATAN kepada ALLAH (tidak makan buah pohon kehidupan) maka ditempatkanNya para malaikat (Kerub dengan membawa pedang yg menyala-nyala)–> ini gambaran pengingat agar manusia selalu taat kepada Allah).(Kej.3:24)

Demikian perenungan saya secara pribadi dan saya sadar bahwa paparan saya itu keluar dari meanstream Kekristenan…

Ada baiknya juga kita mrenungkan mngapa bisa ada pendapat mainstream.
Mayoritas bukanlah pasti salah dan minoritas bukanlah pasti benar.

Saya senang bahwa Bro mrenungkan firman Tuhan.
Meski bgitu, ada bbrp argumen Bro yg tidak Alkitabiah.

Maaf bro, saya tidak mengatakan yang mayoritas adalah yang salah dan sebaliknya, dan yang saya ketahui mainstream kekristenan pemahaman terhadap kisah kehidupan Adam itu tidak seperti yang saya paparkan, untuk itulah didalam forum pendalaman Alkitab ini perlu pembahasan. Tentunya yang dijadikan pokok (dasar) acuan itu kitab Kejadian bukan sebaliknya. Demikian bro…

Bagaimana bro…??

Mari kita bahas kalau sekiranya ada yang tidak benar dari paparan tentang KISAH KEHIDUPAN ADAM diatas dan tentunya dalam pembahasan itu yang menjadi rujukan pokok hanya dari kitab Kejadian, bukan dari yang lain yang kita jadikan rujukan pokok. Kalaupun dari yang lain, itu hanya sebagai pendukung ayat-ayat dikitab Kejadian tsb.

Yuk, silakan ada yang mau menanggapi…??

gmn dgn ayat ini bro??

1:26
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

1:27
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

1:28
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

1:29
Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

1:30
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.

1:31
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Itulah hari keenam, jadi manusia dibuat pada hari keenam bukan setelah hari ketujuh, sudah jelas

tanpa interpretasi

Pada ayat pasal 2 ayat 4b-7

adalah penjelasan ketika Allah sedang membuat bumi prhatikan kata Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, – ketika menunjukkan sebuah proses, bukannya telah selesai membuat

Itulah kehendak (maksud) Allah menciptakan manusia (Adam)

Diciptakan petang dan pagi itu pada hari ke-enam, tapi selesainya Allah menciptakan semuanya itu pada hari ke tujuh, kemudian Allah menciptakan manusia (Adam).

Kejadian :
2:1 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, –
2:5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
2:6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu–
2:7 ketika itulah TUHAN Allah MEMBENTUK MANUSIA itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Kata ketika menjelaskan sebuah kondisi waktu sedang berlangsung yg bermaksud menjelaskan ayat2 mengenai penciptaan

kalau Adam dijadikan setelah hari ketujuh, maka kata yg seharusnya digunakan adalah setelah bukan ketika (contohnya "setelah TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit…)

Memang hal itu bisa dua penafsiran, kalau melihat kata “ketika”. Menurut saya bahwa ayat 4 itu menjelaskan tentang demikianlah riwayat penciptaan langit dan bumi yang diselesaikan pada hari ke tujuh, ketika itu belum ada apapun alias bumi itu kosong bla…bla…bla… Baru kemudian manusia itu diciptakan. Dan saya juga tidak menyalahkan penafsiran bro.
Tapi ok-lah itu bukan esensi pokok dalam kisah kehidupan Adam yang saya paparkan yang lalu. Bagaimana bro menanggapinya, kok cuma tentang waktu penciptaan manusia saja…?