kisah nyata : kado seorang anak untuk TUHAN JESUS

Kisah Nyata " Kado Seorang Anak untuk Tuhan Yesus"
[/color]
Matius 19:14 "Tetapi Yesus
berkata: “Biarkanlah anak-
anak itu, janganlah
menghalang-halangi
mereka datang kepada-Ku;
sebab orang-orang yang
seperti itulah yang
empunya Kerajaan Sorga.”
“Diambil dari Kisah Nyata”
Ada seorang bocah kelas 4
SD di suatu daerah di Milaor
Camarine Sur, Filipina, yang
setiap hari mengambil rute
melintasi daerah tanah yang
berbatuan dan
menyeberangi jalan raya
yang berbahaya dimana
banyak kendaraan yang
melaju kencang dan tidak
beraturan.
Setiap kali berhasil
menyebrangi jalan raya
tersebut, bocah ini mampir
sebentar ke Gereja tiap pagi
hanya untuk menyapa
Tuhan,
sahabatnya.Tindakannya ini
selama ini diamati oleh
seorang Pendeta yang
merasa terharu menjumpai
sikap bocah yang lugu dan
beriman tersebut.
“Bagaimana kabarmu,
Andy? Apakah kamu akan
ke Sekolah?”
“Ya, Bapa Pendeta!” balas
Andy dengan senyumnya
yang menyentuh hati
Pendeta tersebut.
Dia begitu memperhatikan
keselamatan Andy sehingga
suatu hari dia berkata
kepada bocah tersebut,
“Jangan menyebrang jalan
raya sendirian, setiap kali
pulang sekolah, kamu boleh
mampir ke Gereja dan saya
akan memastikan kamu
pulang ke rumah dengan
selamat.”
“Terima kasih, Bapa
Pendeta.”
“Kenapa kamu tidak pulang
sekarang? Apakah kamu
tinggal di Gereja setelah
pulang sekolah?”
“Aku hanya ingin menyapa
kepada Tuhan…
sahabatku.”
Dan Pendeta tersebut
meninggalkan Andy untuk
melewatkan waktunya di
depan altar berbicara
sendiri, tetapi pastur
tersebut bersembunyi di
balik altar untuk
mendengarkan apa yang
dibicarakan Andy kepada
Bapa di Surga.
*“Engkau tahu Tuhan, ujian
matematikaku hari ini
sangat buruk, tetapi aku
tidak mencontek walaupun
temanku melakukannya.
Aku makan satu kue dan
minum airku. Ayahku
mengalami musim paceklik
dan yang bisa kumakan
hanya kue ini.Terima kasih
buat kue ini, Tuhan! Tadi
aku melihat anak kucing
malang yang kelaparan dan
aku memberikan kueku
yang terakhir buatnya…
lucunya, aku jadi tidak
begitu lapar.
Lihat ini selopku yang
terakhir. Aku mungkin
harus berjalan tanpa sepatu
minggu depan.Engkau tahu
sepatu ini akan rusak, tapi
tidak apa-apa…palingtidak
aku tetap dapatpergi ke
sekolah. Orang-orang
berbicara bahwa kami akan
mengalami musim panen
yang susah bulan ini,
bahkan beberapa dari
temanku sudah berhenti
sekolah, tolong Bantu
mereka supaya bisa
bersekolah lagi.Tolong
Tuhan.
*Oh, ya…Engkau tahu kalau
Ibu memukulku lagi. Ini
memang menyakitkan, tapi
aku tahu sakit ini akan
hilang, paling tidak aku
masih punya seorang
Ibu.Tuhan, Engkau mau
lihat lukaku??? Aku tahu
Engkau dapat
menyembuhkannya,
disini…disini.aku rasa
Engkau tahu yang ini
kan…??? Tolong jangan
marahi ibuku, ya…?? dia
hanya sedang lelah dan
kuatir akan kebutuhan
makan dan biaya
sekolahku…itulah mengapa
dia memukul aku.
*Oh, Tuhan…aku rasa, aku
sedang jatuh cinta saat ini.
Ada seorang gadis yang
sangat cantik dikelasku,
namanya Anita. menurut
Engkau, apakah dia akan
menyukaiku???
Bagaimanapun juga paling
tidak aku tahu Engkau tetap
menyukaiku karena aku
tidak usah menjadi
siapapun hanya untuk
menyenangkanMu. Engkau
adalah sahabatku.
*Hei.ulang tahunMu tinggal
dua hari lagi, apakah
Engkau gembira??? Tunggu
saja sampai Engkau lihat,
aku punya hadiah untukMu.
Tapi ini kejutan bagiMu.Aku
berharap Engkau
menyukainya. Oooops…aku
harus pergi sekarang.”
Kemudian Andy segera
berdiri dan memanggil
Pendeta .
“Bapa Pendeta…Bapa
Pendeta…aku sudah selesai
bicara dengan sahabatku,
anda bisa menemaniku
menyebrang jalan
sekarang!”
Kegiatan tersebut
berlangsung setiaphari,
Andy tidak pernah absen
sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi
cerita ini kepada jemaat di
Gerejanya setiap hari
Minggu karena dia belum
pernah melihat suatu iman
dan kepercayaan yang
murni kepada Tuhan…
suatu pandangan positif
dalam situasi yang negatif.
Pada hari Natal, Pendeta
Agaton jatuh sakit sehingga
tidak bisa memimpin gereja
dan dirawat di rumah sakit.
Gereja tersebut diserahkan
kepada 4 wanita tua yang
tidak pernah tersenyum
dan selalu menyalahkan
segala sesuatu yang orang
lain perbuat. Mereka juga
mengutuki orang yang
menyinggung mereka.
Ketika mereka sedang
berdoa, Andypun tiba di
Gereja tersebut usai
menghadiri pesta Natal di
sekolahnya, dan menyapa
“Halo Tuhan…Aku…”
“Kurang ajar kamu, bocah!!!
tidakkah kamu lihat kalau
kami sedang berdoa???!!!
Keluar, kamu!!!”
Andy begitu
terkejut,“Dimana Bapa
Pendeta Agaton…??
Seharusnya dia
membantuku
menyeberangi jalan raya.
dia selalu menyuruhku
untuk mampir lewat pintu
belakang Gereja. Tidak
hanya itu, aku juga harus
menyapa Tuhan Yesus,
karena hari ini hari ulang
tahunNya, akupun punya
hadiah untukNya…”
Ketika Andy mau
mengambil hadiah tersebut
dari dalam bajunya,
seorang dari keempat
wanita itu menarik
kerahnya dan
mendorongnya keluar
Gereja.
“Keluar kamu,
bocah!..kamu akan
mendapatkannya!!!”
Andy tidak punya pilihan
lain kecuali sendirian
menyebrangi jalan raya
yang berbahaya tersebut di
depan Gereja. Lalu dia
menyeberang, tiba-tiba
sebuah bus datang melaju
dengan kencang - disitu ada
tikungan yang tidak terlihat
pandangan. Andy
melindungi hadiah tersebut
didalam saku bajunya,
sehingga dia tidak melihat
datangnya bus tersebut.
Waktunya hanya sedikit
untuk menghindar.dan
Andypun tewas seketika.
Orang-orang disekitarnya
berlarian dan mengelilingi
tubuh bocah malang
tersebut yang sudah tidak
bernyawa lagi.
Tiba-tiba, entah muncul
darimana ada seorang Pria
berjubah putih dengan
wajah yang halus dan
lembut, namun dengan
penuh airmata dating dan
memeluk bocah malang
tersebut. Dia menangis.
Orang-orang penasaran
dengan dirinya dan
bertanya,“Maaf
tuan…apakah anda keluarga
dari bocah yang malang ini?
Apakah anda
mengenalnya?”
Tetapi pria tersebut dengan
hati yang berduka karena
penderitaan yang begitu
dalam berkata,“Dia adalah
sahabatku.” Hanya itulah
yang dikatakan.
Dia mengambil bungkusan
hadiah dari dalam saku baju
bocah malang tersebut dan
menaruhnya didadanya.
Dia lalu berdiri dan
membawa pergi tubuh
bocah tersebut, kemudian
keduanya menghilang.
Orang-orang yang ada
disekitar tersebut semakin
penasaran dan takjub…
Di malam Natal, Pendeta
Agaton menerima berita
yang sangat mengejutkan.
Diapun berkunjung ke
rumah Andy untuk
memastikan pria misterius
berjubah putih tersebut.
Pendeta itu bertemu
dengan kedua orang tua
Andy.
“Bagaimana anda
mengetahui putra anda
telah meninggal?”
“Seorang pria berjubah
putih yang membawanya
kemari.” Ucap ibu Andy
terisak.
“Apa katanya?”
Ayah Andy berkata,"Dia
tidak mengucapkan sepatah
katapun. Dia sangat
berduka. Kami tidak
mengenalnya namun dia
terlihat sangat kesepian atas
meninggalnya Andy,
sepertinya Dia begitu
mengenal Andy dengan
baik. Tapi ada suatu
kedamaian yang sulit untuk
dijelaskan mengenai
dirinya. Dia menyerahkan
anak kami dan tersenyum
lembut. Dia menyibakkan
rambut Andy dari
wajahnya dan memberikan
kecupan dikeningnya,
kemudian Dia membisikkan
sesuatu.
“Apa yang dikatakan?”
“Dia berkata kepada
putraku…” Ujar sang Ayah.
“Terima kasih buat
kadonya.Aku akan
berjumpa denganmu.
Engkau akan bersamaku.”
Dan sang ayah
melanjutkan, “Anda tahu
kemudian semuanya itu
terasa begitu indah… aku
menangis tapi tidak tahu
mengapa bisa demikian.
Yang aku tahu.aku
menangis karena
bahagia…aku tidak dapat
menjelaskannya Bapa
Pendeta, tetapi ketika dia
meninggalkan kami, ada
suatu kedamaian yang
memenuhi hati kami, aku
merasakan kasihnya yang
begitu dalam di hatiku… Aku
tidak dapat melukiskan
sukacita dalam hatiku. aku
tahu, putraku sudah berada
di Surga sekarang.Tapi
tolong Bapa Pendeta …
Siapakah pria ini yang selalu
bicara dengan putraku
setiap hari di Gerejamu?
Anda seharusnya
mengetahui karena anda
selalu di sana setiap hari,
kecuali pada saat putraku
meninggal.
Pendeta Agaton tiba-tiba
merasa air matanya
menetes dipipinya, dengan
lutut gemetar dia
berbisik,“Dia tidak berbicara
kepada siapa-siapa… kecuali
dengan Tuhan.”
Matius 18:10"Ingatlah,
jangan menganggap
rendah seorang dari anak-
anak kecil ini. Karena Aku
berkata kepadamu: Ada
malaikat mereka di sorga
yang selalu memandang
wajah Bapa-Ku yang di
sorga”.
Sahabat jadilah Seperti
seorang anak yang begitu
percaya kepada Bapa-nya
sekalipun dia tidak melihat
namun dalam Hatinya, dia
mempunyai Iman yang
begitu besar kepada-Nya…

Saya menangis setelah membaca kisah ini….adakah di antara kita yang mempunyai iman seperti anak kecil ini !!!

cerita yang bagus… :slight_smile:
tapi tidak tau apakah benar2 cerita nyata apa tidak…

tapi sangat bagus cerita nya…
Thx…

Yang Tuhan Yesus kehendaki dari kita adalah kerendahan hati kita dan rasa percaya kita kpd Tuhan Yesus. seperti anak tsb yg sangat percaya walaupun blm pernah melihat dan sangat rendah hati

GBU

Amin,… Very Good…

bagussss bgt…^^…
Mau cerita itu beneran ato tidak yang terpenting cerita ini dpt menyadarkan kita bahwa Tuhan itu adalah sahabat, Bapa, Guru, dan semuanya… Thx my Lord…
Engkau sangat mengasihiku… Thx juga buat ceritanya… Gb

Bapa, Guru, Sahabat, Dia Kepala mempelai Pria Surga,… yang selalu membela dan memelihara Tubuhnya, sidang mempelai perempuannya…

iman yang luar biasa

kitapun harus mempunyai rasa percaya seperti anak itu