Kisah Nyata : Om Yakobus Ke Neraka

“Jika sekiranya ada seorang bangkit mengejar engkau dan ingin mencabut nyawamu, maka nyawa tuanku akan terbungkus dalam bungkusan tempat orang-orang hidup pada TUHAN, Allahmu, tetapi nyawa para musuhmu akan diumbankan-Nya dari dalam salang umban.” - 1 Samuel 25:29

Ini kisah seorang kerabat jauh, kisah yang sesungguhnya tragis dan harus dijadikan pelajaran bagi kita semua. Namanya Om Yakobus, tadinya penyembah berhala dan berdoa kepada orang tuanya yang telah mati. Ia pernah menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat namun tidak pernah mau ke gereja dan masih menyimpan abu jenazah ibunya.

Awal tahun 2010 Om Yakobus menderita sakit keras, beliau terkapar beberapa minggu di rumah sakit. Dalam sakitnya, ia bernazar untuk mau pergi ke gereja setelah sembuh. Nazarnya disaksikan beberapa kerabatnya bahkan istri dan anak-anaknya. Dan akhirnya sekian bulan kemudian Om Yakobus sembuh dan segar kembali. Namun ia tidak pernah menepati nazarnya untuk datang ke gereja dengan alasan berat meninggalkan abu jenazah ibunya.

Sekitar November 2011, Om Yakobus terkena penyakit lain yang lebih berbahaya dan kelihatannya kanker dengan komplikasi yang cukup kompleks. Para kerabat bahkan anak-anaknya mengingatkan akan nazar yang belum dibayarkannya. Namun dasar Om Yakobus keras kepala, bukannya bertobat malah menyalahkan bahkan kecewa terhadap Tuhan. Beliau berkata, “Mengapa Tuhan begitu pendendam, sadis dan perhitungan? Hanya karena tidak datang ke gereja, koq sakit yang harus saya derita begitu mengerikan dan berat?”

Kerabat dan keluarganya telah mencoba memberikan pengertian sebaik-baiknya, namun Om Yakobus telanjur kecewa bahkan beberapa hari menjelang kematiannya, ia dengan tegas ingin disembahyangi secara kepercayaan berhalanya itu, yang artinya dengan tegas ia menolak Tuhan. Dan ketika saya mendengar berita kematiannya 10 hari lalu, saya sungguh sedih begitu mengetahui keadaan hatinya saat beliau pergi.

Sesungguhnya pemikiran Om Yakobus amat manusiawi, namun begitulah yang Iblis kehendaki. Sehingga ia berpikir bahwa penyakit dan kematiannya itu datang dari Tuhan. Ia menjadi kecewa dan menolak Tuhan dengan kesalahpahaman yang begitu konyol. Lalu seandainya saya punya kesempatan untuk berbicara dengan beliau, maka beginilah yang mungkin akan saya katakan, "Om, jangan bodoh! Itu penyakit bukan dari Tuhan tapi dari Setan! Jangan cengeng dan menganggap Tuhan itu pendendam. Janji yang Om buat dengan Tuhan untuk mau datang ke gereja, itu perjanjian yang bisa berlaku jika Om tidak melanggarnya dan menepatinya dengan datang ke gereja. Tapi karena Om melanggar, maka Om lah yang membatalkan perjanjian itu dan perlindungan Tuhan tidak bisa berlaku atas Om dari serangan sakit penyakit yang dari Iblis.

"Iblis dengan mudah menuntut kesehatan dan nyawa Om di hadapan Tuhan. Dan atas hal itu, Tuhan tidak dapat berbuat apa-apa sampai Om mau minta ampun, bertobat dan mulai mentaati perjanjian yang Om buat. Tapi kalau Om terus kecewa dan bahkan menyalahkan Tuhan, itu adalah karena perbuatan Om sendiri dan Iblis sangat menyukai ini semua terjadi.

“Perjanjian yang Om buat itu ibarat mobil dengan perusahaan asuransi. Selama mobil yang kita pakai dan kerusakan yang terjadi masih sesuai dengan ketentuan dan tidak membatalkan perjanjian, maka perusahaan asuransi berkewajiban untuk memberi perlindungan yang seharusnya. Namun kalau kita sendiri terbukti dengan sengaja (bukan karena kecelakaan) merusak mobil tersebut, maka perusahaan asuransi tidak akan mengganti kerugiaannya. Tuhan adalah Pribadi yang amat menepati janji-Nya demi diri-Nya sendiri, jika ada perjanjian dengan-Nya yang tidak terjadi maka itu pasti bukan karena kesalahan-Nya.”

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

http://windunatha.blogspot.com/2012/02/om-yakobus-ke-neraka.html

bagaimana dengan pendapat para FK disini…
GBU

sebelum saya memberikan komentar pd thread ini bolehkah sy mengajukan pertanyaan kepada TSnya…
bagaimanakah bro PI bisa tau klo Om Yakobus itu saat ini (setelah kematiannya) menghuni neraka…?
apakah bro PI pernah ke neraka trus bertemu dengan Om Yakobus disana…? atau apakah roh Om Yakobus yg datang dr neraka lalu menemui bro PI, lalu roh Om Yakobus tsb menceritakan kpd bro PI bahwa ia telah hidup dengan nyaman dineraka…? ;D

ini bener2 kisah nyata apa cuma karangan anda saja neh bro…??? :coolsmiley:

saya hanya posting dari blog yang saya cantumkan di atas…

kalo saya cermati ini statement nya yg berhubungan dengan kesimpulan si penulis :
Beliau berkata, “Mengapa Tuhan begitu pendendam, sadis dan perhitungan? Hanya karena tidak datang ke gereja, koq sakit yang harus saya derita begitu mengerikan dan berat?”

GBU

Mimpi atau Illusi atau Halusinasi?

Tapi kan yg membuat Thread ini kan anda bro PI… dan pada judul Topik Thread ini dengan jelas anda menuliskan “Kisah Nyata : Om Yakobus ke Neraka”.
anda menulis Kisah Nyata loh bro, padahal pd blog yg anda cantumkan diatas tidak ada tuh kata2 “Kisah Nyata” pd blog itu…
maka dr itu td sebelumnya sy tanya ini bener2 kisah nyata dari siapa…? apakah arwah/rohnya si Om Yakobus yg bercerita…? atau kisah anda yg bertemu dengan roh Om Yakubus…?, atau kisah nyata penulis blog tsb yg anda lampirkan itu…? :smiley:

Peace n love :slight_smile:

mungkin 1/4 mimpi, 1/4 ilusi, 1/4 halusinasi, dan 1/4 lg khayalan… klo dgabung jadinya apaan tuh… :smiley:

di blog itu kan tercantum bahwa om Yakobus itu kerabat jauh, ya kisah nyata dong…
saya cantumkan di judul karena memang bukan fiksi…

@agustinus : apakah orang kepahitan dengan sang Pencipta bisa masuk surga ?
artinya ga percaya sama Yang Empunya surga kan ?

anda tidak mau mengampuni orang lain apakah masuk surga ?

GBU

nah di blog itu tidak ada tuh penjelasan itu kisah nyatanya siapa…? kisah nyatanya si Yakobus atau kisah nyatanya si penulis blog…?
kemudian siapa sih yang mengetahui(saksi matanya) klo om Yakobus itu sekarang berada di neraka…?
yang namanya kisah nyata itu kan dilengkapi dengan saksi2 atau fakta2 yg bisa dibuktikan kebenarannya bro… :coolsmiley:

siapa seh bro yang bisa mengetahui/menentukan siapa2 aj yg bisa masuk surga…? saya, anda, kita (manusia) atau kah sang Pencipta / Yang Empunya surga…

masalah percaya atau tidak percaya, itu sih tergantung kepercayaan atau keyakinan masing2 orang / pribadi bro… orang Kristen boleh aja bilang siapa yg tidak mau mengikuti Yesus, maka tidak akan masuk surga, org Muslim jg boleh bilang yg tidak mau mengikuti ajaran Nabinya tidak masuk surga, orang Budha jg bilang klo kita tidak mengikuti ajaran Budha maka tidak akan mencapai Nirwana(surga), begitu pula dengan ajaran2 agama2 lain… Masing2 pengikut ajaran2 agama tsb boleh/bisa saja mengklaim bahwa penganut ajaran agamanya yg akan masuk surga… tinggal kita aj mengikuti/memilih mau percaya sm ajaran yang mana neh… walaupun begitu yg benar2 mengetahui kebenaran siapa yg masuk surga kan bukan mereka/kita (manusia)…

loh, apa hubungannya mengampuni orang lain dgn masuk surga sih bro…? apakah kriteria/syarat utk msk surga itu “hanya” karena mengampuni orang lain…? tentu tidak kan…
lg pula dalam pd postingan anda ataupun blog yg anda lampirkan tsb tidak ada tuh yg
membahas/menyebutkan mengenai perihal “mengampuni orang lain” kemudian akan masuk surga… coba
aj anda baca kembali postingan anda itu… :smiley:

Dan pd pertanyaan sy sebelumnya, sy menanyakan kebenaran postingan anda yg menyebutkan ini Kisah Nyata, jd sy hanya ingin memastikan kebenaran Kisah Nyata anda tersebut. :afro:

GBU

peace n love :slight_smile:

@agustinus
anda ini kristen atau non kristen ?

GBU

pertanyaan anda nda ada hubungannya dengan pertanyaan sy sebelumnya yg menanyakan kebenaran kisah nyata anda ini bro PI… tp klo anda butuh jawabannya, anda lihat aj dkolom denominasi profil sy, disitu jelas tertulis kok… :afro:

@agustinus
o iya lupa…tapi terkadang tulisan hanya baju luarnya saja, didalamnya tidak seperti baju luar

meunrut anda keselamatan itu bagaimana ?

GBU

Keselamatan hanya ada pada YESUS sebab DIA sendiri mengatakan :

AKU-lah Jalan , Kebenaran, dan Hidup, barang siapa percaya pada YESUS ia akan selamat.

Yang mengatakan ikut Budha ke Nirwana (surga) kok aku rasa gak ada … yang aku tahu ajaran Budha adalah : kalau seseorang dapat membuang semua kemelekatan pada dunia , akan mencapai Nirwana.

Tanggapan untuk Yakobus :

Karena saya percaya adanya Purgatory , maka saya akan mengatakan bahwa :

Sdr Yakobus masuk Purgatory … Dosanya di cuci dahulu. Dia tidak ke Neraka sebab sdr. Yakobus sudah pernah menerima Tuhan. Karena ketidak tahuannya dia melawan Tuhan dengan tidak menepati janjinya.

Sebab saya Yakin semua orang yang telah di Baptis dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan , melakukan dosa masih bisa diampuni .
Kalau dosa nya masih bisa di ampuni maka sdr Yakobus tidak masuk neraka , dia hanya ada di api pencucian ( Purgatory ). Tetapi selama di Purgatory sdr Yakobus tsb seperti keadaan mendekati di Neraka .

Hanya 1 dosa yang tidak bisa diampuni yaitu , menghujat Roh Kudus.

Komen saya simple aja.

Dua kali Om Yakobus diserang penyakit. Penyakit yang kedua mengakibatkan kematiannya, yaitu sakit kanker. Penyakit pertama cuma dibilang sakit keras. Masalahnya penyakit apa yang dibilang sakit keras? Demam berdarah, TBC, jantung, kusta, angin duduk?

Mungkinkah penyakit pertama merupakan gejala yang nampak dari penyakit yang sesungguhnya, yaitu penyakit kanker? Jika betul, maka penyakit pertama dan penyakit kedua berkaitan. Masalah di penyakit pertama ibarat puncak gunung es (yang nampak saja), tapi akar permasalahannya baru diketahui setelah dia jatuh sakit lagi. Kalau begitu bisakah kita menyalahkan Tuhan? Dengan jelas TS atau at least pemilik blog membantahnya. Saya setuju ini. Tapi bisa pulakah kita menyalahkan Iblis atas penyakit itu? Jika ternyata yang jadi penyebab dari kanker, yang berujung kematian Om Yakobus disebabkan oleh kesalahan diagnosa dokter atau at least kedangkalan diagnosa dokter, bisakah orang serta merta menyalahkan Iblis? Saya bukan hendak membela Iblis, tapi berusaha bersikap kritis. Apakah Om Yakobus rutin memeriksakan kesehatannya?

Kedua, masalah masuk Neraka. Saya rasa member lain sudah menjelaskan keberatan klaim bahwa Om Yakobus pasti masuk Neraka. Apa pun pokok iman kita, tapi bukan hak kita dengan jumawa menyebut orang yang berbeda pandangan dengan kita pasti masuk Neraka.

Memang kita tidak bisa menyangkal bahwa kedaulatan ada di tangan Sang Pencipta, tapi kita harus ingat bahwa FirmanNya tertulis di alkitab bahwa keselamatan itu bersyarat.

kenapa bisa mengatakan seperti itu ? yang memutuskan bisa selamat atau tidak itu tergantung dari free will kita masing-masing.

contoh :
Matius 6
6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

kalau kita tidak bisa mengampuni kesalahan orang lain, apakah kita diampuni dosa kita ?
pertanyaan selanjutnya …apakah ybs bisa masuk surga dalam keadaan dosanya tetap? (asumsi : no purgatory)

kalau menurut saya pribadi, asal bro TS bisa membuktikan bahwa purgatory itu adalah Sola Scriptura baru saya percaya.

GBU

Kalo bicara purgatory berdasarkan Alkitab, nah, Alkitab yang mana? Katolik atau protestan? :rolleye0014:

;D ;D ;D

Bro,

Menurut saya kalau Om Yakobus pasti masuk Neraka, kurasa kita lebih pantas masuk Neraka lagi karena gagal memperingatkan beliau

Langsung nyamber bro Yopi yang beginian cepet banget.

ga usah debat antar denom, ngapain capek-capek.
di lihat saja ayat tentang mengampuni diatas, kl ybs tidak mengampuni apakah orang lain bisa menolong.
hak masuk surga itu ga gandeng2an, tapi pribadi per pribadi ybs dengan Tuhannya masing2, gampang kan ?

kalo bro Yopi mau nanya ke saya kenapa PL katolik kok ga ada di alkitab kristen, orang yahudi juga sama kan ? ga ada juga?

@velmar18
memang kisah yang pahit tapi kita harus belajar disini, Firman Tuhan ya tetap Firman Tuhan, apa yang sudah ditetapkan tidak bisa di batalkan hanya untuk memenuhi rasa keadilan dan kemanusiaan kita, tapi Tuhan yang berkuasa, justru untuk itulah saya post disini supaya para FK’ers tidak menyepelekan jiwa-jiwa disekeliling kita.

apa artinya kalau kita hebat dalam pelayanan, sementara keluarga sendiri ga selamat, artinya kita gagal menjadi terang dan garam di keluarga sendiri, itu ironis sekali…dan jangan dibiaskan dengan purgatori, yang bisa menjadi alasan kita untuk ‘tidak peka’, tapi yang saya maksudkan disini adalah saya mengajak para FK untuk peka pada sekeliling dibanding debat adu pengetahuan yang tidak mendapat pujian dari Tuhan.

GBU

Karena PL Yahudi dikanonkan untuk memerangi Kekristenan, paham?

ada referensinya bro Yopi ? saya pengen ikutan baca. Tq

GBU